<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Concert &#8211; ParaPOP</title>
<atom:link href="https://parapop.net/category/concert/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>https://parapop.net</link>
<description>Parenthesis of POP!!</description>
<lastBuildDate>Thu, 15 Oct 2026 02:13:42 +0000</lastBuildDate>
<language>en-US</language>
<image>
<url>https://parapop.net/wp-content/uploads/2016/07/cropped-IMG_7618-e1469729839770-32x32.jpg</url>
<title>Concert &#8211; ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net</link>
<width>32</width>
<height>32</height>
</image>
<item>
<title>Big Thief Buka Live Archive, Sepuluh Konser Gratis yang Bisa Kamu Racik Jadi Setlist Sendiri</title>
<link>https://parapop.net/big-thief-live-archive-konser-gratis/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2026 02:13:37 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Concert]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Big Thief]]></category>
<category><![CDATA[Big Thief Live Archive]]></category>
<category><![CDATA[Double Infinity]]></category>
<category><![CDATA[Incomprehensible]]></category>
<category><![CDATA[James Krivchenia]]></category>
<category><![CDATA[Konser]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34519</guid>
<description><![CDATA[Big Thief membuka arsip konser resmi berisi sepuluh pertunjukan penuh yang bisa didengar gratis, lengkap dengan fitur menyusun playlist sendiri. Satu konser baru menyusul setiap Selasa kedua tiap bulan.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu pernah pulang dari konser lalu menyesal tidak merekam lagu favoritmu, <strong>Big Thief</strong> baru saja membereskan penyesalan itu. Rabu (14/10), kuartet ini meluncurkan <strong>Big Thief Live Archive</strong>, situs resmi berisi rekaman konser penuh yang sudah di-mix rapi dan bisa didengar gratis. Tidak pakai langganan, tidak pakai tiket.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isinya untuk sementara sepuluh konser. Tapi angka itu akan terus bertambah, karena satu konser baru dijanjikan masuk setiap Selasa kedua tiap bulan, dan dalam surat untuk penggemarnya <strong>Big Thief</strong> menambahkan dua kata yang manis sekali, &#8220;hopefully forever&#8221;. Yang jelas, ini bukan sekadar lemari arsip. Situsnya interaktif, jadi kita bisa memungut lagu dari konser mana saja lalu meraciknya jadi setlist versi sendiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Big Thief Live Archive, Lemari Rekaman yang Dibuka untuk Umum</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana dikabarkan <a href="https://stereogum.com/2514552/big-thief-launch-live-archive-with-10-concert-recordings/music/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Stereogum</a>, gagasannya datang dari drumer <strong>James Krivchenia</strong> yang gemar mengoleksi rilisan live <strong>Grateful Dead</strong>. Band yang satu itu memang terkenal membiarkan penggemarnya merekam lalu saling berbagi rekaman konser. Kalau di sini, kira-kira semangatnya sama dengan kaset rekaman konser yang dulu dioper dari satu kamar kos ke kamar kos lain, hanya saja kali ini yang membagikannya band itu sendiri, dan kualitasnya tidak kresek-kresek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rekaman-rekaman ini tidak asal tempel. Semuanya direkam teknisi front-of-house mereka, Alice Wilder, bersama teknisi monitor Aleda Deroche, lalu di-mix oleh Fabian Prynn, teknisi internal label 4AD. Menurut keterangan band, mereka mulai merekam semua konsernya sekitar 2019, jadi tumpukan bahannya sesungguhnya jauh lebih tebal dari sepuluh judul yang tampil hari ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alasannya mereka tulis sendiri, dan kalimatnya terasa seperti pengakuan band yang lebih betah di jalan daripada di studio. &#8220;Every show we play holds a different energy. The songs are always changing and sound different every night, and we spend so much more time on the road than in studios,&#8221; tulis <strong>Big Thief</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada kejujuran yang menyenangkan di situ. Saya curiga banyak penggemar mereka sudah lama tahu, lagu yang sama bisa pulang ke rumah dengan wajah yang berbeda tiap malam.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/big-thief-live-archive.jpg" alt="Logo resmi Big Thief Live Archive di situs archive.bigthief.net" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Big Thief Live Archive / <a href="http://archive.bigthief.net" class="autohyperlink" target="_blank" rel="nofollow noopener">archive.bigthief.net</a></figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Dari Columbus 2019 sampai Tiga Malam di Brixton</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Daftar konsernya membentang dari yang paling tua hingga yang masih hangat. Yang paling awal adalah konser di The Athenaeum, Columbus, Ohio, pada 11 November 2019, yang lagu penutupnya, <em>Masterpiece</em>, ikut dihampiri <strong>Palehound</strong> (kamu bisa mengintip kabar lama mereka di <a href="https://parapop.net/tema-album-baru-palehound-nan-kian-pucat-pasi/">arsip ParaPop</a>). Dari 2023 ada Hammersmith Apollo, London. Lalu ada Hollywood Bowl pada 27 September 2025, dengan tamu musisi ambient <strong>Laraaji</strong> dan pemain pedal steel <strong>Greg Leisz</strong>. Lengking pedal steel di panggung sebesar itu rasanya cukup untuk bikin kita memejamkan mata sebentar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut laporan <a href="https://www.spinmagazine.com/2026/10/big-thief-reveals-its-concert-archive/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Spin</a>, salah satu sorotannya adalah konser di Forest Hills Stadium, New York, pada 25 Oktober 2025, ketika mereka membawakan album <em>Double Infinity</em> secara utuh bersama band studio yang memuat <strong>Hannah Cohen</strong>. Sisanya ada Cain&#8217;s Ballroom di Tulsa, Columbiahalle di Berlin, Opera House at 7A Ranch di Wimberley, Texas, plus tiga malam berturut-turut di Brixton Academy, London, April lalu. Spin juga mencatat beberapa lagu di arsip ini belum pernah keluar dalam versi studio. Bagi penggemar, ini bonus yang sedemikian renyah.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Big Thief - Live at The Opera House at 7A Ranch, Wimberley, TX, Nov 6, 2025" width="500" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/RiTTUCQFqdc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk merayakan peluncurannya, <strong>Big Thief</strong> juga melepas versi live <em>Incomprehensible</em> di semua layanan streaming. Lagu dari album <em>Double Infinity</em> yang rilis tahun lalu ini direkam di 3Arena, Dublin, pada 29 April 2026, dan ia kini bisa diputar berdampingan dengan versi studionya. Tiga pekan lalu, mereka juga sudah mengunggah video penuh konser Wimberley di atas ke YouTube.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Incomprehensible (Live at 3Arena, Dublin, Ireland April 29 2026)" width="500" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/r-kkxW3p7Qo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kabar ini datang tak lama setelah kejutan lain. Dua bulan lalu, di Ryman Auditorium, Nashville, mereka memperkenalkan materi album tiga piringan bertajuk <em>Horsepower</em> yang bernuansa country dan dipenuhi tamu. Produktif sekali bukan? Penggemar folk yang tumbuh bersama mereka, atau yang baru kenal lewat murid-murid lokakarya <strong>Adrianne Lenker</strong> seperti <a href="https://parapop.net/skinny-dippers-breathe/">Skinny Dippers</a>, kini punya pekerjaan rumah baru, yaitu mendengarkan <em>Incomprehensible</em> dan kawan-kawannya dalam sepuluh versi malam yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau mau mulai dari mana saja, pintunya ada di <a href="https://archive.bigthief.net/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Big Thief Live Archive</a>. Selasa kedua bulan depan, isinya sudah bertambah lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Big Thief Live Archive bisa diakses gratis di <a href="http://archive.bigthief.net" class="autohyperlink" target="_blank" rel="nofollow noopener">archive.bigthief.net</a>. Versi live <em>Incomprehensible</em> (Live at 3Arena, Dublin, 29 April 2026) tersedia di semua layanan streaming. Kabar konser dan tur lainnya ada di kanal <a href="https://parapop.net/category/concert/">Concert</a>, dan rekomendasi sejenis bisa kamu telusuri di halaman <a href="https://parapop.net/indie-folk/">indie folk</a> ParaPop.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Fase 1 Lineup Joyland Festival Jakarta 2023 Bertabur Nama Menyenangkan</title>
<link>https://parapop.net/fase-1-lineup-joyland-festival-jakarta-2023-bertabur-nama-menyenangkan/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 28 Jul 2023 03:16:00 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Concert]]></category>
<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Music]]></category>
<category><![CDATA[Alvvays]]></category>
<category><![CDATA[Bloc Party]]></category>
<category><![CDATA[Interpol]]></category>
<category><![CDATA[Joyland Festival]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=19802</guid>
<description><![CDATA[Joyland Festival edisi Jakarta akan digelar selama tiga hari pada 24, 25, 26 November 2023. Music Stages akan terdiri atas tiga panggung dengan nama pengisi mulai dari Interpol, Alvvays, Bloc Party, The Beths, hingga Lomba Sihir, The Adams, dan banyak lagi. Jangan berdecak dahulu, ini masih fase 1]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sejak menjadi pemecah telur event musik internasional setelah segala pembatasan akibat pandemi Covid 19, Joyland Festival seperti tidak ada <em>hambatnya</em>. Bolak-balik setiap tahun mereka menyelenggarakan Joyland di Bali dan Jakarta dan selalu menjadi perbincangan khalayak. Hingga jika sudah cukup sering melihatnya di linimasa, dalam batin akan berucap <em>suatu hari ku akan ke Joyland Festival.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Perasaan seperti ini sepertinya diamini oleh banyak orang, festival musik sesungguhnya tak hanya menawarkan daftar <em>lineup</em> mentereng semata. Namun ia musti menjadi sebuah pengalaman utuh audio, visual, suasana, panggung, tata letak, dan segala hal yang melingkupinya. Cukup sulit memang untuk menjelaskan dengan kata-kata, namun coba saja rasakan sendiri, datanglah ke berbagai festival musik, maka pernyataan <em>“lineup yang itu-itu aja”</em> tidak akan menjadi relevan. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://www.loket.com/event/joyland-jakarta-2023_UgbgD" rel="nofollow noopener" target="_blank"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="555" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2023/07/JOYLAND_FIRST-ANNOUNCEMENT_website-asset-NEW-1-1024x555.png" alt="Fase 1 Lineup Joyland Festival Jakarta 2023 Bertabur Nama Menyenangkan
" class="wp-image-19803" title=""></a><figcaption class="wp-element-caption">Fase 1 Lineup Joyland Festival Jakarta 2023 Bertabur Nama Menyenangkan
</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, <em>lineup </em>tetap jadi daya tarik utama selebihnya tentang festival musik adalah pengalaman yang dibangun bertopang pada musik sebagai sajian utama. Dalam edisi Jakarta tahun 2023, Joyland Festival seperti melepaskan diri dengan deretan <em>lineup</em> yang tak bisa dibilang main-main. Band <em>legend </em><strong>Interpol</strong> (US), power pop kesayangan om Keanu Reeves (dan kita semua) <strong>Alvvays</strong> (CA), indie disko asal Britania, <strong>Bloc Party</strong> (UK) menjadi <em>headliner </em>dalam pengumuman fase pertama Joyland Festival Jakarta 2023.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya 3 nama itu, masih ada <strong>Benny Sings</strong> (NL), <strong>Homeshake</strong> (CA), <strong>Last Dinosaurs</strong> (AU), <strong>Mildlife</strong> (AU), <strong>Otoboke Beaver</strong> (JP), <strong>The Beths</strong> (NZ), <strong>Wednesday Campanella</strong> (JP), <strong>Glass Beams</strong> (AU), dan <strong>Luby Sparks </strong>(JP). Sebaran negara asal penampilnya buat kita berdecak kagum, sembari coba membayangkan bagaimana urusan imigrasinya ya. Tapi tentu hal itu bukanlah tugas kita, biarkan Plainsong Live sebagai promotor bekerja dalam diam dan memberikan lebih banyak kejutan, Tugas kita tentu hanya satu, membeli tiketnya, dan mengabarkannya kepada handai dan taulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari dalam negeri sendiri ada nama-nama yang tak asing seperti David Bayu, Maliq &amp; D&#8217;Essentials, Avhath, Grrrl Gang, Jevin Julian, Lair, Lomba Sihir, Santamonica, Sore, The Adams, The Brandals, dan Thee Marloes ambil bagian pada panggung musik yang tahun ini akan terdiri dari Joyland Stage, Plainsong Live Stage, dan Lily Pad.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana ditulis pada paragraf pembuka kami yang sepertinya kepanjangan tadi, Joyland Festival tak hanya akan menghadirkan musik, namun juga akan ada stand-up comedy yang di host oleh Soleh Solihun, pemutaran film yang dikurasi oleh Palari Films, dan berbagai kegiatan worskhop yang dapat menemani keluarga, hingga <em>tenant</em> makanan dan <em>marketplace</em> untuk melengkapi pengalaman menyenangkan di Joyland Festival.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(VRD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Layar Panggung Terkembang dan Gelombang Cinta di Music Gallery 2018</title>
<link>https://parapop.net/layar-panggung-terkembang-dan-gelombang-cinta-di-music-gallery-2018/</link>
<dc:creator><![CDATA[Dio Fadnil]]></dc:creator>
<pubDate>Tue, 10 Apr 2018 06:29:30 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Concert]]></category>
<category><![CDATA[Beach Fossils]]></category>
<category><![CDATA[Music Gallery 2018]]></category>
<category><![CDATA[Novo Amor]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=2089</guid>
<description><![CDATA[Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak kepada saya pada bulan ini, bukan karena nomor togel atau pun judi bola saya tembus dan mendapatkan jackpot, bukan itu! Ialah Music Gallery yang akhirnya mempertemukan saya dengan sederetan musisi lokal maupun internasional yang secara pribadi sedang sering saya dengar dan kagumi karyanya. Mengulangi kesuksesan tahun sebelumnya, di tahun ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak kepada saya pada bulan ini, bukan karena nomor togel atau pun judi bola saya tembus dan mendapatkan <em>jackpot</em>, bukan itu!  Ialah <strong>Music Gallery</strong> yang akhirnya mempertemukan saya dengan sederetan musisi lokal maupun internasional yang secara pribadi sedang sering saya dengar dan kagumi karyanya. Mengulangi kesuksesan tahun sebelumnya, di tahun ke 8 ini BSO Band Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia  sepertinya sudah mantap dengan segmentasinya untuk merangkul penikmat musik indie (<em>seperti saya</em>) yang <em>(selalu)</em> haus akan band- band berkonsep “tidak biasa”.</p>
<p>Dua panggung sudah disiapkan, <em>intimate stage</em> yang berada di pelataran parkir terbuka lantai 6 (P6), dan <em>main stage</em> yang terletak di dalam ballroom (P7). Kedua panggung ini tidak hanya berjarak, namun nuansa antara dua panggung ini juga berbeda. Nah, di antara panggung ini, kita akan dipaparkan suasana kota dengan gedung-gedung tinggi. Di atas dua penggung inilah 18 line up akan “baku hempas”, diantaranya: Fletch, The Broto, Eleventwelfth, .Feast, Mondo Gascaro, White Shoes &amp; The Couples Company, Sore,  Lightcraft, Cherry Pugs, Heals, Jason Ranti, Bam Mastro, Danila, OM PMR, The SIGIT, lalu perwakilan internasional Novo Amor  dan Beach Fossils.</p>
<p><figure id="attachment_2091" aria-describedby="caption-attachment-2091" style="width: 1000px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2091" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2018/04/MG_8131-2-1.jpg" alt=" Novo Amor " width="1000" height="666" title=""><figcaption id="caption-attachment-2091" class="wp-caption-text">Photo By Budi Susanto</figcaption></figure></p>
<p>Saya akan membahas dua band saja, sebab “tetangga” lain sepertinya sudah membahas band lokal secara keseluruhan dengan baik. <em>Yap</em>, Novo Amor memang menjadi salah satu primadona di helatan Music Gallery kali ini. Karakter suara, sound hangat, dan lirik yang menyentuh  bisa menjadi alasan paling sederhana untuk menyukai karya Ali John Meredith-Lacey dan Ed Tullett beserta kawan-kawan. Atmosfer yang mereka ciptakan berhasil menyihir penonton malam itu, melalui nomor  pertama “Silvery”,  penonton digiring memasuki “dunia” bernuansa alam lewat layar visual belakang panggung. Lagu pertama dan kedua berjalan lancar, hingga lagu ke tiga “Enbody Me”, gitar Ali <em>ngambek</em> pas memasuki intro, para kru segera ambil langkah memperbaiki kerusakan teknis.  Sementara perbaikan, anggota lainnya berinisiatif mengisi keheningan, terlebih pemain violin yang sangat manis berhasil mempertahankan mood (saya) penonton untuk bersabar menunggu, beberapa menit berselang, akhirnya gitar Ali berhasil di bujuk.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/349252086&amp;color=%23ff5500&amp;auto_play=false&amp;hide_related=false&amp;show_comments=true&amp;show_user=true&amp;show_reposts=false&amp;show_teaser=true&amp;visual=true" width="100%" height="600" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<p>Tepuk tangan serta sorakan bergemuruh sebagai tanda dukungan dari penonton, Ali pun tampak lega sambil meneguk air mineral dan  tidak lupa mengucapkan “terima kasih”. Masalah teknis bukan jadi hambatan, mereka kembali mulai mengulang  dari “Embody Me”, di teruskan  “Holland”, “Carry You”, “Faux”, “Alps”, “From Gold”. Dan terkhusus “Anchor”&#8211;salah satu lagu dengan <em>cinematograpy</em> terbaik dan paling ramai di tonton dari <em>channel youtube</em> Novo Amor&#8211; Ali bermain secara solo sambil bermain keyboard, penonton pun khidmat bernyanyi bersama. “Terraform” dipilih sebagai penutup. Ali sangat bersemangat menceritakan bagaimana lagu itu mengangkat tema tentang para penambang belerang kawah Ijen. Di tengah cerita, terdengar teriakan “who are you” dari kerumunan penonton, seakan-akan Novo Amor sebagai pendatang tidak memiliki keterikatan terhadap kehidupan/kesulitan yang dihadapi penambang. Pun demikian, menurut saya siapa pun berhak untuk peduli dengan kesulitan hidup tanpa memandang asal dan latar belakang. Toh bantuannya nyata, gak tau deh sama yang <em>ngenyek</em>, udah bantu apa aja hehe. Walaupun begitu, Ali dan kawan-kawan tetap lanjut menyelesaikan panggung mereka, penonton pun banyak bersorak “We want more!” namun sayang,  penonton harus puas dengan “Terraform”.</p>
<p><figure id="attachment_2092" aria-describedby="caption-attachment-2092" style="width: 1000px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2092" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2018/04/MG_8274-2-1.jpg" alt="Beach Fossils" width="1000" height="666" title=""><figcaption id="caption-attachment-2092" class="wp-caption-text">Photo By Budi Susanto</figcaption></figure></p>
<p>Tidak mau kalah, Beach Fossils, kelompok <em>dream pop</em> asal Amerika akhirnya mengokupasi panggung. Penampilan Dustin Payseur dan kawan-kawan memang mengagumkan, tidak hanya dalam rekaman, namun penampilan live mereka juga sangat baik memainkan antusias penonton. “Generational Synthetic”, “Shallow”, “Vacation”, “What a Pleasure”, dan “Sleep Apnea” adalah deretan lagu yang dibawakan malam itu. Beat yang lebih cepat memaksa beberapa penonton untuk berselancar a.k.a <em>stage dive</em> ria, sementara yang lainnya <em>sing a long</em> dengan khidmat. Sesekali saat perpindahan lagu, Dustin mengucapkan “I love you” dan penonton pun membalas “I love you too.” Sungguh malam penuh cinta.</p>
<p>(DIO/KCK)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>OH WONDER : “LALALA FESTIVAL MAKE OUR DREAM COME TRUE”</title>
<link>https://parapop.net/oh-wonder-lalala-festival-make-our-dream-come-true/</link>
<dc:creator><![CDATA[Berry Arneldi]]></dc:creator>
<pubDate>Wed, 04 Apr 2018 08:06:42 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Concert]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[LALALA FESTIVAL]]></category>
<category><![CDATA[Oh Wonder]]></category>
<category><![CDATA[Orchid Forest]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=2080</guid>
<description><![CDATA[Festival hutan terbesar di Bandung telah usai digelar pada 10 Maret 2018 silam. Event musik internasional yang dihelat oleh THE Group ini berhasil menarik para pecinta musik dan muda-mudi untuk menghabiskan penghujung pekan sembari menikmati alunan musik di tengah hutan.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Gelaran festival yang mengambil tempat di Orchid Forest, Lembang, Bandung, Jawa Barat, ini menyuguhkan dua panggung berbeda yang diberi nama Ombre Stage dan Navajo Stage. Letak kedua panggung ini berjarak cukup jauh, para penonton harus berjalan cukup jauh melewati jalan setapak yang curam. Walau demikian, penonton bisa berswafoto di sepanjang jalan karena terdapat spot foto yang cukup menarik dengan kursi busa warna warni dan dekorasi yang apik di bawah kesejukan pohon pinus.</p>
<p><figure id="attachment_2085" aria-describedby="caption-attachment-2085" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2085 size-full" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2018/04/IMG_1148-1.jpg" alt="OH WONDER : “LALALA FESTIVAL MAKE OUR DREAM COME TRUE”" width="800" height="533" title=""><figcaption id="caption-attachment-2085" class="wp-caption-text">OH WONDER : “LALALA FESTIVAL MAKE OUR DREAM COME TRUE” Photo by : @Abangkeliling</figcaption></figure></p>
<p>Menjelang malam, hujan mulai mengguyur gelaran LaLaLa Festival, meski demikian antusias para penonton untuk melihat penampilan idolanya tidak luntur begitu saja. Salah satu yang paling dinanti adalah penampilan Oh Wonder di Navajo Stage. Duo asal London ini tampil begitu apik dengan dukungan lampu neon <em>kesekarangan </em>saat membawakan singel “Lifetimes”. Di tengah udara malam yang kian <em>sejuk</em>, Josephine Vander Gucht dan Anthony West mengajak semua penonton untuk menari bersama.</p>
<p>Antusias penonton tampaknya memberi kesan yang begitu dalam bagi Gucht dan West. Mereka tidak menyangka akan mendapat sambutan yang begitu semarak dari penonton LaLaLa Festival, sehingga membuat mimpi mereka menjadi nyata. Ungkapan kebahagiaan dan terima kasih yang bertubi-tubi meluncur deras dari Oh Wonder malam itu.</p>
<p><figure id="attachment_2084" aria-describedby="caption-attachment-2084" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2084 size-full" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2018/04/MG_2928-1.jpg" alt="OH WONDER : “LALALA FESTIVAL MAKE OUR DREAM COME TRUE”" width="800" height="533" title=""><figcaption id="caption-attachment-2084" class="wp-caption-text">OH WONDER : “LALALA FESTIVAL MAKE OUR DREAM COME TRUE”<br /> Photo by : @billyhasbi90</figcaption></figure></p>
<p>Setelah membawakan singel “Technicolour Beat”, mereka bergegas lari ke belakang panggung. Tak ayal teriakan “We want more!” mulai bergema. Layaknya sebuah <em>encore</em> yang sudah direncanakan dengan matang,  Oh Wonder kembali ke panggung untuk menunaikan tugasnya lewat singel “Drive”. Penonton puas, Oh Wonder lemas!.<br />
(BRY/KCK)</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/playlists/249533946&amp;color=%23ff5500&amp;auto_play=false&amp;hide_related=false&amp;show_comments=true&amp;show_user=true&amp;show_reposts=false&amp;show_teaser=true&amp;visual=true" width="100%" height="600" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Lineup St Jerome’s Laneway Festival 2018 Singapura Nan Menggiurkan</title>
<link>https://parapop.net/lineup-st-jeromes-laneway-festival-2018-singapura-nan-menggiurkan/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Sat, 25 Nov 2017 05:19:13 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Concert]]></category>
<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
<category><![CDATA[Music]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Aldous Harding]]></category>
<category><![CDATA[Gardens by the Bay]]></category>
<category><![CDATA[Laneway Festival]]></category>
<category><![CDATA[St Jerome’s Laneway Festival]]></category>
<category><![CDATA[The Meadow]]></category>
<category><![CDATA[Wolf Alice]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1909</guid>
<description><![CDATA[Menjadi hipster yang hakiki dengan mengunjungi St Jerome’s Laneway Festival 2018 bulan Januari mendatang di Singapura.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak daftar penampil fase pertama diumumkan bulan Oktober lalu, gelaran Laneway Festival di Singapura ini telah berhasil membuat saya kembali sadar kelas sosial. Walaupun setiap tahunnya saya selalu terperangah, turut histeris di media sosial, namun hampir pasti selalu berujung gagal berangkat. Alasannya klasik <em>sih,</em> uang. Bang, <em>proletar kok ngaku hipster sih?</em></p>
<p>Festival musik <em>indies</em> yang diimpor dari Australia ini sudah jadi kewajiban bagi penikmat musik jalur-pinggir regional Asia Tenggara untuk melepaskan dahaga. Hitung-hitungannya gampang saja, Singapura cukup dekat, bung!. Berbekal tiket pesawat&#8211;promo tentunya&#8211;yang telah ditebus jauh-jauh hari, ngampar di bandara <em>Changi</em>, dan berbagai tips-trik lainnya, <strong>St Jerome’s Laneway Festival</strong> masih masuk di kantong.</p>
<p>27 Januari 2018, St Jerome’s Laneway Festival kembali digelar di Singapura. Tepatnya di kawasan buatan-manusia <strong>The Meadow, Gardens by the Bay</strong>. Daftar penampilnya tidak jauh berbeda dengan seri Australia yang hanya berjarak beberapa hari. <strong>Aldous Harding</strong> (Selandia Baru), <strong>Amy Shark</strong> (Australia), <strong>Anderson .Paak &amp; The Free Nationals</strong> (Amerika Serikat), <strong>Billie Eilish</strong> (Amerika Serikat), <strong>Bonobo</strong> (Inggris Raya),<strong> Father John Misty</strong> (Amerika Serikat),<strong> Loyle Carner</strong> (Inggris Raya), <strong>Mac DeMarco</strong> (Kanada), <strong>Moses Sumney</strong> (Amerika Serikat), <strong>Rolling Blackouts Coastal Fever</strong> (Australia), <strong>Slowdive</strong> (Inggris Raya), <strong>Sylvan Esso</strong> (Amerika Serikat), <strong>The Internet</strong> (Amerika Serikat), <strong>The War On Drugs</strong> (Amerika Serikat), dan <a href="https://parapop.net/tag/wolf-alice/"><strong>Wolf Alice</strong></a> Inggris Raya).</p>
<p><figure id="attachment_1912" aria-describedby="caption-attachment-1912" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-1912" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/11/content_2017.10.03-St._Jerome_s_Laneway_Festival_Singapore_2018-Line-up-1-731x1024.png" alt="Lineup St Jerome’s Laneway Festival 2018 Singapura Nan Menggiurkan" width="640" height="897" title=""><figcaption id="caption-attachment-1912" class="wp-caption-text">Menjadi hipster yang hakiki dengan mengunjungi St Jerome’s Laneway Festival 2018 bulan Januari mendatang di Singapura.</figcaption></figure></p>
<p>Seorang teman bahkan susah payah mencari kawan nonton tahun depan demi mendapatkan harga promo untuk pembelian minimal 5 tiket di bulan Oktober lalu. Sial memang, saya masih <em>kere</em> dibulan tersebut.</p>
<p>Tapi sesungguhnya persoalan menonton konser atau festival musik idaman tidak hanya sebatas masalah finansial. Lebih dari itu, yang paling mendasar adalah <em>“Innamal a’maalu binniyyat”</em>. Jika tulisan Laneway Festival ini masih dijadikan bahan huru-hara dan update media sosial semata, tentu tak lebih dari sebuah kesia-siaan. <em>Oh ya,</em> jika melihat daftar penampil yang telah diumumkan dan masih akan ada tambahan, maka alasan apa lagi yang akan kamu dustakan?.</p>
<p>Apakah saya akan berangkat? Ini abang lagi nabung, dek. -_-</p>
<div class="info-box"><p><strong>Harga tiket St Jerome’s Laneway Festival 2018</strong></p>
<ul>
<li>$150 Group Bundle for 5 or more tickets</li>
<li>$158 Standard Tickets</li>
<li>$200 Door Sales</li>
</ul>
<p>Tiket dapat dibeli melalui laman ini : <a href="http://www.apactix.com/events/detail/laneway-festival-2018" target="_blank" rel="noopener nofollow">www.apactix.com<br />
</a></p></div>
<p>(VERD/KCK)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Sum 41: Yang Terserak Dalam Ingatan dan Kenangan.</title>
<link>https://parapop.net/sum-41-yang-terserak-dalam-ingatan-dan-kenangan/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Mon, 25 Sep 2017 05:12:17 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Concert]]></category>
<category><![CDATA[Big Box Singapore]]></category>
<category><![CDATA[sum 41]]></category>
<category><![CDATA[Zepp]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1885</guid>
<description><![CDATA[Upaya pemahaman ulang makna kesendirian dari lagu “Pieces” milik Sum 41.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Satu bulan sudah berlalu sejak saya berkesempatan menyaksikan konser Sum 41 di Zepp @ Big Box Singapore (Liputan bisa dibaca pada tautan berikut <a href="http://creativedisc.com/2017/08/merayakan-masa-muda-dengan-sum-41-di-singapura" target="_blank" rel="noopener nofollow">creativedisc.com</a> ). Ini adalah tulisan kedua yang coba saya selesaikan, setelah tulisan pertama harus berujung <em>drag-to-trash-bin</em> akibat protes editor <a href="http://www.parapop.net" target="_blank" rel="noopener">ParaPop </a>dua minggu lalu. “Tak perlu diperbaiki, tulis ulang!” begitu isi pesan singkatnya. Saya bahkan tak sempat membalasnya dengan umpatan.

Dalam upaya penyelesaian tulisan ini, didukung cuaca lembab dengan hujan tak berkesudahan saya coba memunguti kembali kepingan dan kenangan yang terserak. Jika kita hendak berbicara tentang “kepingan” maka saya tengah merujuk pada salah satu lagu “ballad” ala Sum 41 berjudul “Pieces”. Satu-satunya ingatan yang tersisa hingga hari ini dari konser Sum 41 di negeri <em>singa</em> tersebut hanyalah lagu ini.

<iframe loading="lazy" title="Sum 41 - Pieces (Official Music Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/By7ctqcWxyM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>

“Pieces” sempat menjadi soundtrack harian dikala saya masih berseragam sekolah. Secara kord, lagu ini cukup mudah untuk dimainkan dengan gitar dan bernyanyi bersama teman satu tongkrongan. Dm – Bb – F &#8211; C. Beres. Tembang dari album paling gelap Sum 41 berjudul “Chuck” ini sudah berusia 12 tahun sejak pertama kali rilis. Dan jika saya harus membandingkan perasaan saya saat mendengarkan lagu ini 12 tahun silam dengan perasaan saya saat menyaksikan langsung lagu ini dilantunkan oleh Sum 41 bulan lalu, sungguh ini adalah pengalaman yang paling membuat hati ini berdesir.

Malam itu di Zepp @ Big Bix Singapore saya tak membawa banyak persiapan. Saya datang, antri, dan menonton Sum 41 untuk kali pertama. Dalam prediksi saya, mereka akan lebih banyak membawakan materi dari album baru “13”. Awalnya semua berjalan sesuai dengan yang saya bayangkan. Hingga “Pieces” dibawakan Derryck dan kawan-kawan. Saat itu juga “Pieces” datang bersama kenangan, bertubrukan dan menghantam berbagai ingatan yang tersusun rapi di kepala&#8211;pecah, berderai, dan terserak.

<em> “I tried to be perfect / But nothing was worth it / I don’t believe it makes me real / I thought it’d be easy / But no one believes me / I meant all the things I said”.</em>

Ia tak membawa nostalgia basi masa sekolah menengah. Sebagai lagu yang sudah sangat jarang saya dengarkan, malam itu ia seperti kawan lama yang sudah jarang saya temui. Ia bertanya kabar, menanyakan bagaimana hidup memperlakukan saya hingga hari ini. <em>It sucks!</em>

<em>“If you believe it’s in my soul / I’d say all the words that I know / Just to see if it would show / That I’m trying to let you know / That I’m better off on my own”</em>

“Pieces” menyadarkan saya atas pilihan-pilihan tak berkesudahan yang kerap saya ambil di usia menjelang kepala tiga.<em> That I’m better off on my own</em>. Kalimat penutup ini seakan memberi jawaban atas segala tanya yang lalu-lalang dalam pikiran. Pada titik ini pula, “Pieces” seketika beranjak dari lagu yang dimainkan sekenanya sembari nongkrong, menjadi lagu paling<em> jleb-jleb</em> dalam konteks kehidupan saya hari ini.

<em>“This place is so empty / My thoughts are so tempting / I don’t know how it got so bad / Sometimes it’s so crazy / That nothing can save me / But it’s the only thing that i have”</em>

Bagian kedua dari lirik “Pieces” ini yang paling membuat saya tercekat. Hampir semua penonton malam itu turut bernyanyi. Di depan saya tampak sepasang muda-mudi, sang wanita dipagut dari belakang oleh lelakinya. Saya coba alihkan pandangan ke arah yang lain, tampak gadis belia seorang diri yang entah bingung entah kegirangan sepanjang konser. Saya? Seorang diri. Mendadak saya merasakan sepi yang sesungguhnya. Di gelanggang konser saya sibuk merutuki diri. Menyesal tak sempat membeli segelas bir dingin sebelum masuk ke area depan panggung, namun cukup malas untuk keluar kembali.

<figure id="attachment_1890" aria-describedby="caption-attachment-1890" style="width: 329px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1890" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/09/photo_2017-09-25_12-00-36-768x1024.jpg" alt="Ulasan lagu Sum 41: Yang Terserak Dalam Ingatan dan Kenangan. - ParaPOP" width="329" height="438" title=""><figcaption id="caption-attachment-1890" class="wp-caption-text">Maka disitulah saya, ditengah-tengah kerumunan penonton lintas bangsa. Meski hidup telah meleburkan ingatan dan kenangan–luluh lantak, tandas, tak bersisa–“Pieces” mencoba untuk kembali menguatkan saya.</figcaption></figure>

Maka disitulah saya, ditengah-tengah kerumunan penonton lintas bangsa. Meski hidup telah meleburkan ingatan dan kenangan&#8211;luluh lantak, tandas, tak bersisa&#8211;“Pieces” mencoba untuk kembali menguatkan saya. Ia sungguh menjelma seperti kawan karib yang telah terpisah jarak dan waktu. Kawan karib yang kini hanya bertemu via layar aplikasi grup chat. Kawan karib yang tengah bersungut-sungut cemas menanti kelahiran anak pertama. Kawan karib yang dituduh kawan lain <em>hidupnya gini-gini aja</em>.<em>
</em>

<em>“I tried to be perfect / It just wasn’t worth it / Nothing could ever be so wrong / It’s hard to believe me / It never gets easy / I guess I knew that all along”</em>

Akhirnya malam itu berakhir, dan saya masih sendiri (tentunya), namun setidaknya “kepingan” dari Sum 41 telah berhasil menyelaraskan masa lalu dan hari ini. Dahulu yang masih muda-belia-bahagia dan hari ini yang sepertinya kian carut-marut saja rasanya. Tapi saya baik-baik saja. <em>Semoga saja.</em>

&nbsp;

<em>* Terimakasih kepada <a href="http://Creativedisc.com" class="autohyperlink" target="_blank" rel="nofollow noopener">Creativedisc.com</a> &amp; Hopeless Records.</em>
<em> ** Foto oleh Aloysius Lim (Twitter/IG): @aloysiuslim, web: <a href="http://aloysiuslim.com" class="autohyperlink" target="_blank" rel="nofollow noopener">aloysiuslim.com</a></em>
(VERD/KCK)


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Rekomendasi dengar lintas waktu untuk menemani perjalanan pulangmu: ulasan <a href="https://parapop.net/dama-blake-cherry/"><strong>Dama Blake &#8211; Cherry</strong></a> serta tembang istimewa di arsip <a href="https://parapop.net/the-offspring-obati-kerinduan-yang-mendalam-lewat-rilisan-album-let-the-bad-times-roll/"><strong>The Offspring Obati Kerinduan Yang Mendalam Lewat Rilisan Album “Let The Bad Times Roll”</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Fuji Rock Festival 2017 Hadir Dengan Daftar Penampil Super-Masif!</title>
<link>https://parapop.net/fuji-rock-festival-2017-hadir-dengan-daftar-penampil-super-masif/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 02 Jun 2017 03:05:03 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Concert]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Aphex Twin]]></category>
<category><![CDATA[Ásgeir]]></category>
<category><![CDATA[Bjork]]></category>
<category><![CDATA[Cornelius]]></category>
<category><![CDATA[Father John Misty]]></category>
<category><![CDATA[Fuji Rock Festival]]></category>
<category><![CDATA[Fuji Rock Festival 2017]]></category>
<category><![CDATA[Gorillaz]]></category>
<category><![CDATA[LCD Soundsystem]]></category>
<category><![CDATA[Lorde]]></category>
<category><![CDATA[Queens Of The Stone Age]]></category>
<category><![CDATA[Sampha]]></category>
<category><![CDATA[The Avalanches]]></category>
<category><![CDATA[The xx]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1695</guid>
<description><![CDATA[Gorillaz, Queens Of The Stone Age, The XX, Aphex Twin, LCD Soundsystem, Bjork, Lorde, The Avalanches, Asgeir, Cornelius, Father John Misty, Sampha, dan sungguh masih banyak lagi penampil Fuji Rock Festival 2017.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kita boleh saja sedikit berbahagia setelah Festival Summer Sonic Jepang akhirnya merilis nama Foo Fighters sebagai salah satu penampil utama, celaan kami pada tulisan sebelumnya (Baca:<a href="https://parapop.net/festival-summer-sonic-2017-umumkan-lineup-yang-dinantikan/"> FESTIVAL SUMMER SONIC 2017 UMUMKAN LINEUP YANG DINANTIKAN.</a> ) sedikit terobati. Namun sepertinya bukan Summer Sonic 2017 yang harus dinantikan. Mari berpikir untuk mengunjungi Negeri Sakura demi<strong> Fuji Rock Festival 2017</strong>.</p>
<p>Digelar pada 28, 29, dan 30 Juli 2017 mendatang. Fuji Rock Festival 2017 kembali mengambil tempat di Naeba Ski Resort, Yuzawa-cho, Niigata Pref. Salah satu resort ski terbesar di Jepang yang berlokasi di puncak gunung Fuji. Area ini disebut-sebut bercuaca super lengkap. Alam yang asri, daerah hutan, kadang hujan datangl tiba-tiba, kadang matahari menyembul garang, hingga kabut mendadak hadir, lengkap dengan tambahan angin yang siap berhembus <em>semriwing</em>. Naeba Ski Resort memang jauh dari pusat kota, tapi setibanya di sana anda bisa saja lupa dengan keluhan soal jarak yang membikin pantat panas.</p>
<p><figure id="attachment_1696" aria-describedby="caption-attachment-1696" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1696" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/06/0512_flyer-1.jpg" alt="Fuji Rock Festival 2017 Hadir Dengan Daftar Penampil Super-Masif! " width="710" height="957" title=""><figcaption id="caption-attachment-1696" class="wp-caption-text">Gorillaz, Queens Of The Stone Age, The XX, Aphex Twin, LCD Soundsystem, Bjork, Lorde, The Avalanches, Asgeir, Cornelius, Father John Misty, Sampha, dan sungguh masih banyak lagi penampil Fuji Rock Festival 2017.</figcaption></figure></p>
<p>Tahun 2017, Fuji Rock Festival memiliki daftar penampil yang padat. Setidaknya tercatat lebih dari 50 penampil. Gorillaz, Queens Of The Stone Age, The XX, Aphex Twin, LCD Soundsystem, Bjork, Lorde, The Avalanches, Asgeir, Cornelius, Sampha, Jet, The Novembers, Rag’N’Bone Man, Gallant, Father John Misty, dan sumpah masih banyak lagi. Periksa saja poster yang telah kami lampirkan di atas.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/272568295&amp;auto_play=false&amp;hide_related=false&amp;show_comments=true&amp;show_user=true&amp;show_reposts=false&amp;visual=true" width="100%" height="450" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<p>Dengan harga tiket 19.000 Yen untuk satu hari, 36.000 Yen untuk dua hari dan 43.000 Yen untuk tiga hari rasanya tidak terlalu mahal. Akomodasi juga cukup banyak berserak di kota Naeba, kota terdekat dengan lokasi festival. Tapi jika anda memiliki darah-pramuka yang cukup kental, juga terdapat area perkemahan dengan tambahan biaya 3000 yen.</p>
<p>Sekarang anda cukup konversikan angka-angka di atas dengan kurs rupiah hari ini, dan berharaplah THR tahun ini lebih dari biasa. Masalah berikutnya adalah harga tiket pesawat menuju Jepang yang membuat kita mengelus-elus dada.</p>
<p>Informasi lebih lanjut tentang Fuji Rock Festival 2017 bisa diakses melalui situs resmi <a href="http://www.fujirock-eng.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">www.fujirock-eng.com</a>. Situs Fansite berbahasa inggris<a href="http://www.fujirock.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow"> www.fujirock.com</a> juga menarik untuk dijadikan bahan perenungan, berangkat atau tidak ya?<br />
(VERD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Mengkhidmati Jahit Ulang “Carrie &amp; Lowell” Versi Live Oleh Sufjan Stevens.</title>
<link>https://parapop.net/mengkhidmati-jahit-ulang-carrie-lowell-versi-live-oleh-sufjan-stevens/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Tue, 30 May 2017 02:48:09 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Album Reviews]]></category>
<category><![CDATA[Concert]]></category>
<category><![CDATA[PressPlay]]></category>
<category><![CDATA[Reviews]]></category>
<category><![CDATA[Asthmatic Kitty]]></category>
<category><![CDATA[Carrie & Lowell Live]]></category>
<category><![CDATA[Sufjan Stevens]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1632</guid>
<description><![CDATA[Puji syukur, akhirnya saya memiliki alasan untuk membahas album tentang “Carrie & Lowell” Sufjan Stevens.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mengingat deretan album rilisan tahun 2015, maka “Carrie &amp; Lowell” tak boleh dilupakan. Album ketujuh milik Sufjan Stevens ini mendapat pujian dimana-mana, hingga disebut sebagai salah satu album terbaik sepanjang karir Stevens.</p>
<p>Judul album “<strong>Carrie &amp; Lowell</strong>” diambil dari nama ibu kandung dan ayah tiri <strong>Sufjan Stevens</strong>. Album super-sedih penuh refleksi ini berkisah tentang perasaan kehilangan, patah hati, dan kasih sayang. Terinspirasi dari hubungan Stevens dengan ibunya yang bermasalah. Stevens dan ibunya baru dekat kembali beberapa waktu sebelum akhirnya Carrie meninggal di tahun 2012.</p>
<p>Saat berulang kali mendengarkan album ini dua tahun silam, saya memberi predikat “transendental” pada album ini. Ada ketenangan dan kesenduan “ilahiah” secara sesaat yang saya rasakan. Penyampaian pesan pada “Carrie &amp; Lowell” mendekati sempurna. Stevens kembali pada akar folk, beberapa lagu hanya diiringi gitar, atau hanya dentingan piano.<br />
Sufjan Stevens melalui karya-karyanya dikenal sebagai seorang musisi yang ganjil. Ia kerap berganti konsep pada album-album sebelumnya dan hampir selalu dipenuhi bebunyian elektronis.</p>
<p>28 April 2017, ia merilis ulang “Carrie &amp; Lowell” dalam versi live. Bekerja sama dengan “We Are Films”, selain dalam versi audio, rilis ulang ini juga disertai video penuh sepanjang pertunjukannya. Mengambil tempat di North Charleston Performing Arts Center, dan direkam pada 9 November 2015, Stevens menjahit ulang “Carrie &amp; Lowell”.</p>
<p><iframe loading="lazy" style="border: 0; width: 500px; height: 500px;" src="https://bandcamp.com/EmbeddedPlayer/album=1509973399/size=large/bgcol=ffffff/linkcol=0687f5/minimal=true/transparent=true/" width="300" height="150" seamless=""><a href="http://music.sufjan.com/album/carrie-lowell-live" rel="nofollow noopener" target="_blank">Carrie &amp; Lowell Live by Sufjan Stevens</a></iframe></p>
<p>Jika sebelumnya saya bercerita album ini begitu meninggalkan kesan dua tahun lalu saat pertama kali rilis. Namun “<strong>Carrie &amp; Lowell Live</strong>” berupaya memberikan pengalaman baru. Anda tentu setuju, ketika telah berulang kali mendengarkan sebuah album sepanjang tahun, maka akan tiba suatu titik album tersebut tersingkir dari daftar lagu, tergantikan dengan album-album lainnya yang terus berdatangan. <em>Nah</em>, dengan menjahit ulang “Carrie &amp; Lowell”, Stevens berupaya mengajak saya maupun anda untuk kembali mendengarkan dalam persepsi yang berbeda.</p>
<p>Dalam hal ini saya, maupun kita semua yang berada di belahan bumi berbeda dengan Stevens, dan belum memiliki kesempatan untuk menyaksikan penampilan Sufjan Stevens secara langsung, akan memiliki pengalaman berbeda secara visual saat menyaksikan video penuh “Carrie &amp; Lowell Live” yang dibagikan secara gratis melalui laman Youtube. (Anda bisa menyaksikan dihalaman ini, video telah kami sematkan pada bagian pembuka)</p>
<p>Dengan sinematografi ala-ala psikedelik, menonton “Carrie &amp; Lowell Live” sepanjang satu setengah jam, tidak mengantarkan kita pada kebosanan. Meski disepanjang set, tak ada interaksi antara Stevens dan penonton. Praktis hanya tepukan tangan penonton menyambut Stevens dan rekan-rekannya di atas panggung yang tampak begitu khidmat beberapa kali berganti instrumen.</p>
<p>Set “Carrie &amp; Lowell Live” tidak jauh berbeda dengan versi albumnya. Beberapa penambahan muncul, beberapa improvisasi tampak memberikan persepsi yang berbeda. Stevens tak terdengar begitu gelap dan kesepian seperti pada versi album. Penggunaan instrumen yang beragam adalah salah satu penyebab hal tersebut. Aransemen beberapa lagu, seperti “I Should’ve Know Better” dan “All of Me Wants All of You” misalnya, terdengar lebih cerah. Murung hanya sebagai pembuka, namun ada semangat dan harapan dibagian akhir. Tetapi juga ada lagu yang semakin emosional, seperti “Fourth of July” dengan repetisi bagian lirik “<em>we’re all gonna die.. we’re all gonna die..</em>”.</p>
<p>Di sepanjang konser tampak visual pada bagian latar panggung, video rekaman keluarga Stevens berganti dengan varian cahaya. Hal ini menambah magis lagu “Carrie &amp; Lowell” itu sendiri di bagian tengah pertunjukan.</p>
<p>Secara keseluruhan, “Carrie &amp; Lowell Live” adalah upaya jahit ulang yang baik dari Sufjan Stevens. Ia membawa kisah “Carrie &amp; Lowell” pada tingkat yang lebih tinggi. Dengan aransemen yang lebih kompleks dari versi album, sentuhan elektronis, hingga kesempatan kita untuk menikmati secara visual, menambah pengalaman atas album itu sendiri.</p>
<p>Penampilan Sufjan Stevens pada konser ini juga dilengkapi dengan musisi-musisi handal berkemampuan lebih. Perhatikan saja, beberapa diantaranya berganti instrumen ditiap lagu. Mereka adalah musisi dengan kesiapan seperti PNS&#8211;<em>siap ditempatkan dimana saja</em>. Saya tidak akan menceritakan aparatur pengiring Stevens ini satu persatu, saya hanya akan titipkan satu nama. Dawn Landes, satu-satunya wanita di atas panggung.</p>
<p>Saya bisa saja dengan mudah memberikan nilai sempurna pada album ini, namun trek penutup yang merupakan cover hits milik Drake, “Hotline Bling” entah kenapa merusak sensasi khidmat sepanjang konser. Mungkin Stevens tak ingin penonton termenung buruk setelah menonton sepanjang set. Mungkin Stevens ingin bercanda. Mungkin Sufjan Stevens memang memiliki selera yang ganjil. Seriously? Hotline Bling?</p>
<div class="review_wrap">
<div id="review-box" class="review-box review-bottom review-stars">
<div class="review-item">
<h5>Mengkhidmati Jahit Ulang “Carrie & Lowell” Versi Live Oleh Sufjan Stevens.</h5>
<p>									<span class="post-large-rate stars-large"><span style="width:80%"></span></span>
								</div>
<div class="review-summary">
<div class="review-final-score">
						<span title="" class="post-large-rate stars-large"><span style="width:80%"></span></span></p>
<h4></h4>
</p></div>
<div class="review-short-summary">
<p>Band: Sufjan Stevens<br />
Album: Carrie & Lowell Live<br />
Rilis: 28 April 2017<br />
Label: Asthmatic Kitty
</p>
</p></div></div>
<div class="user-rate-wrap">
				<span class="user-rating-text"><br />
					<strong>User Rating: </strong><br />
					<span class="taq-score"></span><br />
					<small>Be the first one !</small><br />
				</span></p>
<div data-rate="0" data-id="1632" class="user-rate taq-user-rate-active">
					<span class="user-rate-image post-large-rate stars-large"><br />
						<span style="width:0%"></span><br />
					</span>
				</div>
<div class="taq-clear"></div></div></div></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>3 Minggu Pelarian Kaum Urban di Urbanscapes 2017 Malaysia.</title>
<link>https://parapop.net/3-minggu-pelarian-kaum-urban-di-urbanscapes-2017-malaysia/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Mon, 15 May 2017 01:55:22 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Concert]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Cigarettes After Sex]]></category>
<category><![CDATA[Clean Bandit]]></category>
<category><![CDATA[Crystal Castle]]></category>
<category><![CDATA[Mew]]></category>
<category><![CDATA[Urbanscape 2017]]></category>
<category><![CDATA[Urbanscapes]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1474</guid>
<description><![CDATA[Urbanscapes 2017 bertema “Rediscover KL”. Mengajak kita menemukan kembali kota Kuala Lumpur lewat berbagai medium dunia kreatif.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang dibutuhkan kaum urban&#8211;mereka yang dideru tenggat pekerjaan tiap pekan dan berseteru dengan revisi tak berkesudahan?. Ya, kadang yang dibutuhkan hanya sebuah pelarian. Kota Kuala Lumpur pada 3 minggu pertama bulan Mei tahun 2017 siap menjawab kebutuhan kaum urban, menjadi tempat pelarian. Sekaligus menjadi labuhan karya seni dan kreatifitas nan tersebar di berbagai titik Ibukota Negeri Jiran ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_1477" aria-describedby="caption-attachment-1477" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-1477" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/05/U2017_Announcement-Poster-717x1024.jpg" alt="3 Minggu Pelarian Kaum Urban di Urbanscapes 2017 Malaysia." width="640" height="914" title=""><figcaption id="caption-attachment-1477" class="wp-caption-text">Urbanscapes 2017 bertema “Rediscover KL”. Mengajak kita menemukan kembali kota Kuala Lumpur lewat berbagai medium dunia kreatif.</figcaption></figure>
<p>Festival yang bernama <strong>Urbanscapes</strong> ini adalah festival seni-kreatif tertua di Malaysia. Festival ini bertujuan untuk mengajak komunitas kreatif di Malaysia dari berbagai bidang seperti; musik, seni rupa, desain, film dan disiplin seni lainnya ambil bagian. Berkat capaiannya dari tahun ke tahun, Urbanscapes sendiri telah berhasil menarik perhatian internasional.</p>
<p>Mengambil tema “<strong>Rediscover KL</strong>”, pengunjung <strong>Urbanscape 2017</strong> tidak hanya disuguhi penampil asal tuan rumah. Nama-nama musisi internasional seperti Cigarettes After Sex, Mew, Clean Bandit, Crystal Castle menjadi penarik utama. Di samping itu musisi dari selingkung regional seperti The Trees And The Wilds (Indonesia), Stars &amp; Rabbit (Indonesia), dan Yellow Fang (Thailand) juga tercatat sebagai penampil.</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-captioned="" data-instgrm-version="7">
<div style="padding: 8px;">
<div style="background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 50% 0; text-align: center; width: 100%;"></div>
<p style="margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;"><a style="color: #000; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;" href="https://www.instagram.com/p/BUD36dhjWQ2/" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">@patinabythefinecompanions at Urbanscapes 2017 will still be happening today at the ground floor of Urbanscapes House. Don’t miss out a chance to splurge on some of your favorite collectibles such as vinyls, vintage clothing, leather &amp; wood crafts, furnitures, plants, etc! We’ll be here till 9pm so come by. The early bird catches the worm! More deets on our website. Link in bio. #rediscoverkl #freeformmy #umobile #musicunltd #tigerbeermy #urbanscapes #urbanscapes2017</a></p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;">Sebuah kiriman dibagikan oleh Urbanscapes (@urbanscapes) pada <time style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;" datetime="2017-05-14T05:10:26+00:00">Mei 13, 2017 pada 10:10 PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>Tak hanya pertunjukan musik, Urbascapes 2017 juga akan mengajak penikmat-seni, pecandu-festival dan budaya pop segala-usia untuk menjelajahi dan merasakan pengalaman dalam “menemukan ulang” Kuala Lumpur dengan berbagai program seperti diskusi, lapakan tematik, workshops, instalasi seni dari pegiat seni lokal, regional, hingga internasional.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-1475 size-full" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/05/Urbanscapes-2017-Mew-KL-Live-DDY_5550-Photo-by-All-Is-Amazing-1.jpg" alt="Urbanscapes 2017 - Mew KL Live - DDY_5550 - Photo by All Is Amazing" width="1000" height="667" title=""></p>
<p>Adrian Yap, founder sekaligus festival director Urbanscapes, mengungkapkan <em>“Urbanscapes has always been best known for celebrating the convergence of the creative arts and music events and experiences for a cultural immersion, stretched citywide. As Urbanscapes circles back to its starting point in central Kuala Lumpur, we’re making arts accessible to all, by bringing more people together than before.”<br />
</em><br />
Jadi, mari kita menyeberang!</p>
<p>Kunjungi laman resmi Urbanscapes untuk informasi lebih lanjut <a href="http://urbanscapes.com.my/" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">urbanscapes.com</a><br />
(VERD)</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/user/spotify/playlist/37i9dQZF1DXa4Q0gGPRV8M" width="300" height="380" frameborder="0"></iframe></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Bangun Lebih Pagi Demi Coachella 2017 #nontoncoachelladirumah</title>
<link>https://parapop.net/bangun-lebih-pagi-demi-coachella-2017-nontoncoachelladirumah/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 14 Apr 2017 13:09:32 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Concert]]></category>
<category><![CDATA[PressPlay]]></category>
<category><![CDATA[Bon Iver]]></category>
<category><![CDATA[Bonobo]]></category>
<category><![CDATA[Car Seat Headrest]]></category>
<category><![CDATA[Coachella]]></category>
<category><![CDATA[Coachella Festival]]></category>
<category><![CDATA[Crystal Castles]]></category>
<category><![CDATA[Father John Misty]]></category>
<category><![CDATA[Future Islands]]></category>
<category><![CDATA[Justice]]></category>
<category><![CDATA[Little Dragon]]></category>
<category><![CDATA[Local Natives]]></category>
<category><![CDATA[Mac DeMarco]]></category>
<category><![CDATA[Radiohead]]></category>
<category><![CDATA[Röyksopp]]></category>
<category><![CDATA[Sampha]]></category>
<category><![CDATA[The xx]]></category>
<category><![CDATA[Tycho]]></category>
<category><![CDATA[Warpaint]]></category>
<category><![CDATA[Whitney]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1440</guid>
<description><![CDATA[Berjarak hampir separuh bumi bukan berarti kita tak bisa menikmati festival kekinian Coachella 2017 duduk manis dari rumah. Siapkan koneksi internet tanpa kuota, dan bangun lebih pagi.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ini termasuk nikmat mana lagi yang telah engkau dustakan. Dengan susunan pengisi acara kelas wahid seperti Radiohead, The xx, Bon Iver, Justice, Father John Misty, Mac DeMarco, Future Islands, Crystal Castles, Röyksopp, Sampha, Warpaint, Local Natives, Bonobo, Car Seat Headrest, Little Dragon, Tycho, Whitney, hingga grup-gabungan No Doubt-AFI; DREAMCAR.</p>
<p>Semuanya bisa kita nikmati dari tiga channel youtube live streaming yang disediakan pihak penyelenggara Coachella 2017. Langsung dari lembah <strong>Coachella</strong>, California, sembari duduk manis bersandar di akhir pekan kita bisa menyaksikan konser yang akan berlangsung dua kali akhir pekan (14,15,16 April 2017 dan 21,22,23 April 2017).</p>
<p>Tetaplah di halaman yang telah kami siapkan ini. Jadwal telah kami sesuaikan dengan Waktu Indonesia Bagian Barat, pilihan channel juga akan kami perbaharui. Modalnya cukup internet tanpa kuota, dan bangun lebih pagi.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-1441" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/04/pp-coachella1-1024x478.jpg" alt="Bangun Lebih Pagi Demi Coachella 2017 #nontoncoachelladirumah " width="640" height="299" title=""></p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/gNVZy9kp6M0" width="1600" height="700" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-1443" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/04/pp-coachella2-1024x478.jpg" alt="Bangun Lebih Pagi Demi Coachella 2017 #nontoncoachelladirumah " width="640" height="299" title=""></p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/3Zlqov8vivE" width="1600" height="700" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-1442" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/04/pp-coachella3-1024x478.jpg" alt="Bangun Lebih Pagi Demi Coachella 2017 #nontoncoachelladirumah " width="640" height="299" title=""></p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/vDTL_7jLaaM" width="1600" height="700" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Line-Up Akhir Glastonbury 2017</title>
<link>https://parapop.net/line-akhir-glastonbury-2017/</link>
<dc:creator><![CDATA[Rifki Hardian]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 31 Mar 2017 12:11:02 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Concert]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[alt-J]]></category>
<category><![CDATA[Angel Olsen]]></category>
<category><![CDATA[British Sea Power]]></category>
<category><![CDATA[Circa Waves]]></category>
<category><![CDATA[Glass Animals]]></category>
<category><![CDATA[Glastonbury Festival]]></category>
<category><![CDATA[Haim]]></category>
<category><![CDATA[Laura Marling]]></category>
<category><![CDATA[London Grammar]]></category>
<category><![CDATA[Phoenix]]></category>
<category><![CDATA[Royal Blood]]></category>
<category><![CDATA[Sampha]]></category>
<category><![CDATA[The Avalanches]]></category>
<category><![CDATA[The Lemon Twigs]]></category>
<category><![CDATA[The xx]]></category>
<category><![CDATA[Warpaint]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1115</guid>
<description><![CDATA[Line-Up Akhir Glastonbury 2017 : Royal Blood, The XX, Alt-J, Lorde, Laura Marling, Warpaint hingga Birdy, semuanya berangkat ke Worthy Farm.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tiga nama besar <em>paling standar</em> untuk Glastonbury Festival 2017 telah diumumkan sebelumnya, yakni; Radiohead, Ed Sheeran dan Foo Fighters. Beberapa tambahan artis seperti Katy Perry, Lorde, Clena Bandit, Major Lazer, Solange hingga Craig David.</p>
<p><figure id="attachment_1116" aria-describedby="caption-attachment-1116" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-1116" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/03/Line-Up-Akhir-Glastonbury-2017-722x1024.jpg" alt="Line-Up Akhir Glastonbury 2017" width="640" height="908" title=""><figcaption id="caption-attachment-1116" class="wp-caption-text">Line-Up Akhir Glastonbury 2017 : Royal Blood, The XX, Alt-J, Lorde, Laura Marling, Warpaint hingga Birdy, semuanya berangkat ke Worthy Farm.</figcaption></figure></p>
<p>Namun yang selalu menjadikan festival akbar ini spesial adalah nama-nama diluar nama-nama tersebut diatas. Tahun ini favorit <a href="http://parapop.net/"><strong>paraPOP</strong> </a>adalah The XX, Royal Blood, Alt-J, Laura Marling, Phoenix, Haim, Warpaint, The Avalanches, Glass Animals, Sampha, London Grammar, Angel Olsen, The Lemon Twigs, Circa Waves, British Sea Power, hingga Birdy. Semua nama ini akan sangat ramah ditelinga anda jika anda kerap mengunjungi web kami secara reguler,<del> meski kami tak selalu update secara reguler.</del></p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="en">Here is our first Glastonbury Festival 2017 line-up poster (by <a href="https://twitter.com/StanleyDonwood" rel="nofollow noopener" target="_blank">@StanleyDonwood</a>). Many more acts and attractions still to be announced! <a href="https://t.co/TteFaUxQyy" rel="nofollow">pic.twitter.com</a></p>
<p>— Glastonbury Festival (@GlastoFest) <a href="https://twitter.com/GlastoFest/status/847342559567388673" rel="nofollow noopener" target="_blank">March 30, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><strong>Festival Glastonbury 2017</strong> masih akan berlangsung di kampung tradisional Worthy Farm, Somerset 23-25 ​​Juni mendatang. Akhir pekan ini, mulai tanggal 1 April para Glasto-goers sudah seharusnya melunasi sisa pembayaran tiket mereka.</p>
<p><a href="https://www.instagram.com/p/BSJbOdBjx2E/?taken-by=glastofest" class="autohyperlink" target="_blank" rel="nofollow noopener">www.instagram.com</a></p>
<p>Sementara itu tahun 2018 tidak akan ada Glastonburry. (Baca: <a href="https://parapop.net/tidak-ada-glastonbury-festival-2018/">TIDAK ADA GLASTONBURY FESTIVAL 2018</a> )<br />
(RIFKI)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Merasakan Night + Day Festival Dari Jauh</title>
<link>https://parapop.net/merasakan-night-day-festival-dari-jauh/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Wed, 29 Mar 2017 11:59:53 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Concert]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[PressPlay]]></category>
<category><![CDATA[Video Post]]></category>
<category><![CDATA[music festival]]></category>
<category><![CDATA[night + day brixton]]></category>
<category><![CDATA[Night + Day Festival]]></category>
<category><![CDATA[The xx]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1095</guid>
<description><![CDATA[2 Minggu setelah Night + Day festival usai, kita dapat mulai menikmati sedikit demi sedikit keriaan di salah satu sudut kota London.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sedari awal ketika <strong>Night + Day Festival</strong> besutan <strong>The XX</strong> diumumkan, kita yang berada nun jauh dari O2 Brixton Academy hanya bisa membayangkan imajnasi liar saat mengunjungi laman khusus <a href="http://nightanddaybrixton.thexx.info/" target="_blank" rel="nofollow noopener">nightanddaybrixton.thexx.info</a>. Lengkap benar segala macam keriaan yang disiapkan trio Jamie, Romy dan Oliver disepanjang minggu.</p>
<p>Selama tujuh malam berturut-turut Night + Day Festival digelar untuk “berhari-raya” bagi The XX di kota favorit mereka. Tahun 2013 lalu, Night + Day Festival mengunjungi Berlin dan Lisbon. Di Tahun 2017, Brixton (London) menjadi kota yang menjadi saksi bagaimana The XX berkolaborasi dengan musisi sahabat mereka maupun beragam musisi pendatang baru.</p>
<p>Residensi dari tanggal 8 Maret 2017 hingga 15 Maret 2017 ini menampikan nama-nama berikut (secara berurutan): Sampha, Joy Orbison, Kelela, Ben UFO dan Beatrice Dillon, Robyn, RMX Live + Benji B, Francis and the Lights + Floating Points (DJ set), Cat Power (solo), Jehnny Beth (solo piano), Siren DJs, The London Contemporary Orchestra Performs Mica Levi + Daniel Brandt (DJ set), Floating Points dan Gilles Peterson.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="The xx: Night + Day Brixton" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/videoseries?list=PL5-5yamiGqUtV5oIdLvFGghZowwy4bATO" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Tidak hanya konser, festival “siang malam” ini juga dijadikan ruang bagi The XX untuk berinteraksi dengan kota Brixton itu sendiri. Ada “Pasca-Pesta” di klab-klab lokal Brixton, ada pemutaran film kesukaan The XX yang dikelola oleh The Whirled Cinema, setiap hari The XX pun berkolaborasi dengan radio lokal Reprezent Radio untuk satu sesi khusus selama satu jam dengan bintang tamu festival.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/playlists/310002284&amp;auto_play=false&amp;hide_related=false&amp;show_comments=true&amp;show_user=true&amp;show_reposts=false&amp;visual=true" width="100%" height="450" frameborder="no" scrolling="no"></iframe><br />
Night + Day Festival membuktikan sebuah kegiatan festival musik tidak melulu sedemikian “hedon” dan “acuh” dengan lingkungan sekitar. Dalam salah satu edisi program khusus Reprezent Radio untuk Night + Day Festival, Robyn cukup terkaget dengan antusiasme penonton. “ada penonton (di balkon) yang pergi bersama orang tua mereka, sepertinya mereka baru pertamakali datang ke klab..”.</p>
<p>Selain memang menghadirkan nama-nama besar di panggung The XX, seperti Florence Welch, Robyn, Cat Power dan Jehnny Beth yang membuat penampilan The XX setiap malam menjadi spesial, Night + Day Festival juga berupaya untuk mendukung komunitas-komunitas lokal di Brixton, London.</p>
<p>Pertunjukan The XX menjadikan Night + Day festival membekas bagi penonton yang hadir, maupun kita yang melihat dari jarak jauh, tapi apa yang dilakukan festival ini untuk komunitas di kota Brixton menjadikannya tertambat dihati.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="The XX ft. Florence Welch - You&#039;ve Got The Love (The XX Remix) Live" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/HzDZCvRc6sA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>(VERD)<br />
<iframe loading="lazy" src="https://embed.spotify.com/?uri=spotify%3Auser%3Athexxofficial%3Aplaylist%3A1AD57Q2xB8Vn0PCuzxQ8TB" width="100%" height="380" frameborder="0"></iframe></p>
]]></content:encoded>
</item>
</channel>
</rss>
