<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Films &#8211; ParaPOP</title>
<atom:link href="https://parapop.net/category/entertainment/films/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>https://parapop.net</link>
<description>Parenthesis of POP!!</description>
<lastBuildDate>Wed, 23 Sep 2026 12:41:29 +0000</lastBuildDate>
<language>en-US</language>
<image>
<url>https://parapop.net/wp-content/uploads/2016/07/cropped-IMG_7618-e1469729839770-32x32.jpg</url>
<title>Films &#8211; ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net</link>
<width>32</width>
<height>32</height>
</image>
<item>
<title>“Leave The World Behind” Sungguh bingung lagi membingungkan!</title>
<link>https://parapop.net/leave-the-world-behind-sungguh-bingung-lagi-membingungkan/</link>
<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ikhlas]]></dc:creator>
<pubDate>Sat, 03 Feb 2024 05:57:54 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Films]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Reviews]]></category>
<category><![CDATA[film]]></category>
<category><![CDATA[Julia Roberts]]></category>
<category><![CDATA[Sam Esmail]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=23932</guid>
<description><![CDATA[Setelah sekian lama dikompori dan diminta untuk menonton film yang sedari 8 Desember telah berlayar di Netflix (sebelumnya telah tayang di beberapa bioskop pada 22 November), Mungkin telat, namun tetap menyempatkan waktu di sela-sela rutinitas untuk menghayati orkestrasi adegan pada film yang diketuai oleh Sam Esmail berjudul “Leave The World Behind”. Diperankan oleh beberapa aktor]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah sekian lama dikompori dan diminta untuk menonton film yang sedari 8 Desember telah berlayar di Netflix (sebelumnya telah tayang di beberapa bioskop pada 22 November), Mungkin telat, namun tetap menyempatkan waktu di sela-sela rutinitas untuk menghayati orkestrasi adegan pada film yang diketuai oleh Sam Esmail berjudul “Leave The World Behind”.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diperankan oleh beberapa aktor kawakan yang telah melalang buana ke berbagai <em>mise en scene </em>film-film hollywood. Julia Roberts yang berperan sebagai Amanda, seorang wanita paruh baya yang dipenuhi rasa tidak percaya kepada orang lain. Clay yang merupakan suami dari Amanda diperankan oleh Ethan Hawk, serta dua anak mereka Rose (Farah Mckenzie) dan Archie (Charlie Evans). Film ini juga menghadirkan sosok seorang konsultan pertahanan yang sangat <em>abu-abu</em> (kalian akan paham setelah menonton film ini) pada bagian awal film bernama George diperankan oleh Mahershala Ali, juga Myhala yang berperan sebagai anaknya bernama Ruth.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pembuka, film ini menceritakan tentang sebuah keluarga yang pergi berlibur ke sebuah tempat yang jauh dari kebisingan kota. Namun seiring perjalanannya, liburan yang seyogyanya dapat bersantai dengan keluarga, naas berubah peristiwa tentang kekacauan United States of America (setidaknya yang kita pahami sepanjang film seperti itu).</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="691" height="1024" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2024/02/Leave-the-World-Behind-2023-691x1024.jpg" alt="Leave The World Behind" class="wp-image-23933" style="width:441px;height:auto" title="Credit imdb"/><figcaption class="wp-element-caption">Source : IMDB</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini dibuka dengan adegan Amanda tengah berkemas untuk pergi berlibur bersama keluarga yang dirasa sangat mendadak oleh Clay. Pada scene ini saya masih merasa bahwa film ini belum menarik, terasa seperti film drama keluarga biasa saja. Bagian <em>opening credit</em>-lah yang membuat posisi duduk saya berubah, dua sosok pemberi dana film ini, Barrack dan Michelle Obama. Tentu saya berfikir, untuk apa mantan presiden Amerika Serikat menjadi Executive Producer pada film ini? Apakah ini hanyalah sebuah film “pesanan” dengan tujuan propaganda? Namun saya menyanggah <em>tidak mungkin</em>, karena film ini hanyalah saduran sebuah novel dengan judul yang sama garapan Rumaan Alam. Namun tetap saja pertanyaan tersebut tentu akan terus berseliweran di otak saya sepanjang film.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan, dan tanda tanda yang terus muncul tanpa diberikan jawaban apapun sama sekali. Dimulai dengan kapal yang perlahan mendekat ke bibir pantai dimana keluarga Amanda dan para wisatawan lain tengah bersantai dibawah terik matahari Long Island, seolah memberikan tanda bahwa akan datang sebuah bencana yang sangat besar (benar benar besar). Jika dilihat lebih dalam, tulisan White Lion pada kapal yang berlabuh pun mengandung arti. White Lion merupakan kapal Inggris yang membawa budak Afrika yang mendarat di Amerika pada tahun 1619 (Angka yang secara implisit juga terdapat dalam sinyal radio mobil keluarga Amanda). Oh saya terbawa banyak ulasan <em>cocoklogi </em>berkaitan film ini. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="427" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2024/02/Leave-the-World-Behind-2023-1-1024x427.jpg" alt="Ulasan lagu “Leave The World Behind” Sungguh bingung lagi membingungkan! - ParaPOP" class="wp-image-23934" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Source : IMDB</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Merasa tidak cukup dengan tanda yang telah ada, Sam Esmail menambahkan berbagai simbol yang terus menerus muncul pada film yang membuat saya semakin bertanya tentang apa yang terjadi sebenarnya. Sam Esmail tidak selesai dengan hanya menaruh simbol pada artistik, ia juga memperkaya kebingungan film ini dengan pemilihan shot yang selalu menempatkan karakter pada sudut gambar sehingga mengakibatkan banyaknya negative space. Singkatnya, negative space pada film seringkali digunakan oleh sutradara atau penata kamera pada film untuk memperlihatkan ketidakseimbangan atau ketidaknyamanan karakter pada sebuah film. Tentu tidak hanya itu, namun sepertinya jika saya harus menjelaskan secara terperinci akan dibutuhkan 3 sks mata perkuliahan Sinematografi (Hahahhahaha).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan dan tanda terus bermunculan sepanjang film, sebagai penonton tentu saja saya hanya dapat memberikan interpretasi terhadap tanda tersebut, karena memang sepanjang film tidak ada dijelaskan sedikitpun, pun Sam Esmail sebagai sutradara juga tidak memberikan penjelasan apa apa terkait hal tersebut. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Leave The World Behind | Official Trailer | Netflix" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/cMVBi_e8o-Y?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jika anda ingin masuk dalam kebingungan bersama saya dan penonton lainnya, maka cobalah buka laman Netflix dan bersiaplah untuk bingung bersama, hahahahaha! Mungkin selama ini kita sebagai penonton terlalu sering mendapat sudut pandang yang utuh dan manja, lalu ketika “dikerjai” oleh Sam Esmail seperti dalam film ini kita hanya bisa bingung dan membingungkan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Rekomendasi ulasan lain untuk melengkapi daftar putar akhir pekanmu: ulasan <a href="https://parapop.net/golda-jaded/"><strong>GOLDA &#8211; Jaded</strong></a> serta pilihan hangat dari arsip ulasan <a href="https://parapop.net/jonas-bjerre-hike-to-the-sun/"><strong>Jonas Bjerre &#8211; Hike To The Sun</strong></a>.</p>

		<div class="review_wrap">
			<div id="review-box" class="review-box review-bottom review-stars"><h2 class="review-box-header the-global-title">“Leave The World Behind” Sungguh bingung lagi membingungkan!</h2>
								<div class="review-item">
									<h5>“Leave The World Behind” Sungguh bingung lagi membingungkan!</h5>
									<span class="post-large-rate stars-large"><span style="width:70%"></span></span>
								</div>
							
				<div class="review-summary">
					<div class="review-final-score">
						<span title="" class="post-large-rate stars-large"><span style="width:70%"></span></span>
						<h4></h4>
					</div>
				
				<div class="review-short-summary">
				</div>
			</div>
			
			<div class="user-rate-wrap">
				<span class="user-rating-text">
					<strong>User Rating: </strong>
					<span class="taq-score"></span>
					<small>Be the first one !</small>
				</span>

				<div data-rate="0" data-id="23932" class="user-rate taq-user-rate-active">
					<span class="user-rate-image post-large-rate stars-large">
						<span style="width:0%"></span>
					</span>
				</div>

				<div class="taq-clear"></div>

			</div>
		</div>
	</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Trainwreck: Woodstock 99, Sebuah Catatan Kelam Festival Musik Kenamaan</title>
<link>https://parapop.net/trainwreck-woodstock-99-sebuah-catatan-kelam-festival-musik-kenamaan/</link>
<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ikhlas]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 22 Sep 2022 10:34:36 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Films]]></category>
<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
<category><![CDATA[Woodstock]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=11156</guid>
<description><![CDATA[Pertanyaan ini sering muncul belakangan ini di lingkungan pergaulan saya, pada akhirnya hal tersebut membuat saya harus menyempatkan diri duduk depan laptop, membuka laman Netflix, kemudian menonton serial dokumenter yang terdiri dari 3 episode garapan sutradara Jamie Crawford yang diproduksi oleh Netflix. Selain untuk tetap dapat diterima dalam ruang obrolan di lingkungan saya, alasan lain]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan ini sering muncul belakangan ini di lingkungan pergaulan saya, pada akhirnya hal tersebut membuat saya harus menyempatkan diri duduk depan laptop, membuka laman Netflix, kemudian menonton serial dokumenter yang terdiri dari 3 episode garapan sutradara Jamie Crawford yang diproduksi oleh Netflix.&nbsp; Selain untuk tetap dapat diterima dalam ruang obrolan di lingkungan saya, alasan lain yang membuat saya harus menonton serial ini adalah agar dapat menjawab berbagai pertanyaan dari teman sejawat yang merasa bahwa saya (sebagai mahasiswa film) sangat mengikuti perkembangan film. Sungguh saya tidak tahu, sejak kapan pula tanggung jawab ini harus saya pikul kemana-mana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semenjak terjadi pelonggaran setelah melalui dua tahun masa pandemi, kita semua berlari mengejar berbagai festival musik yang diselenggarakan secara semarak dimana-mana. Jika berbicara tentang festival musik, maka acap kali nama “Woodstock” disebut sebagai salah satu festival musik paling monumental. Pertanyaan berikutnya tentu adalah jika festival ini sedemikian berhasil di tahun debutnya 1969 yang lalu, mengapa butuh 25 tahun kemudian baru festival ini kembali diadakan pada tahun 1994, lalu menyusul 5 tahun kemudian di tahun 1999 yang akan menjadi kisah utama dokumenter series ini. Sependek pengetahuan saya, festival musik diselenggarakan setiap tahun <em>sih </em>(diluar masa pandemi), mau itu Coachella, Fuji Rock, hingga Synchronize Festival sekalipun.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Metallica - For Whom The Bell Tolls - 7/24/1999 - Woodstock 99 East Stage (Official)" width="500" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/yIw--nvRHUg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Trainwreck : Woodstock 99 merupakan sebuah serial dokumenter yang menceritakan tentang sebuah festival musik yang sangat terkenal di Amerika Serikat (bahkan mungkin dunia) bernama Woodstock yang diselenggarakan pada tahun 1999 di sebuah bekas pangkalan angkatan udara Roma, negara bagian New York. Festival musik ini adalah upaya kedua kali untuk mengulang kesuksesan Woodstock tahun 1969. Dokumenter diawali dengan sebuah optimisme yang tinggi dari seorang pemuda yang berumur 27 tahun (saat itu) bernama Michael Lang beserta timnya yang ingin kembali menghadirkan semangat perdamaian, dan cinta yang dibangun saat Woodstock 69. Konteksnya pada saat Woodstock tahun 1969 dunia sedang digemparkan oleh&nbsp; perang antara Vietnam dan Amerika Serikat yang dirasa tidak perlu oleh sebagian masyarakat, setiap hari berita yang didengar hanyalah tentang peperangan dan kematian, hal tersebut menjadi latar belakang Woodstock 1969. Namun semangat dan nilai yang coba dibawa ini hanya tinggal “kisah” semata. Woodstock 99 berakhir sangat tragis serta memberikan pengalaman pahit bagi penonton yang datang menghadiri. <em>Kenapa bisa begitu?</em> Saya pun tidak tahu, awalnya saya pikir dokumenter ini akan memperlihatkan keseruan festival di masa itu. Namun, saya memang harus dibuat terperangah.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Trainwreck: Woodstock &#039;99 | Official Trailer | Netflix" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/Tm5uUzbUwR4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Memang benar secara <em>value </em>festival ini memiliki berbagai deretan bintang pada masa itu, sebut saja James Brown, Korn, Rage Against The Machine, Red Hot Chili Peppers, Limp Bizkit hingga Metallica yang menjadikan alasan 220.000 orang membeli tiket dengan harapan dapat menonton sang idola, bergembira dengan segala hiruk pikuk yang terjadi saat itu di dunia. Namun kenyataannya tidak se-menyenangkan itu. Sampah bertebaran dimana mana, kobaran api yang sangat besar membakar menara FOH panggung utama, bahkan pelecehan seksual sudah menjadi hal yang biasa, yang paling disayangkan adalah festival ini menimbulkan banyak korban jiwa.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Limp Bizkit - Break Stuff (Live at Woodstock 1999) Official Pro Shot / *AAC #Remastered" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/YPk7-fCvbao?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada kata perdamaian pada festival ini, saya hanya menemukan kebencian dan pemberontakan penonton festival yang sudah membayar ratusan dollar hanya untuk menerima toilet umum yang dipenuhi oleh genangan lumpur (kotoran manusia), ketersediaan air yang sangat minim, bahkan untuk minum air mineral saja penonton harus membayar 4 dolar untuk satu botol yang biasanya hanya hitungan sen. “Kekacauan apalagi ya yang bakalan terjadi?” pertanyaan tersebut selalu muncul di otak saya saat menonton film ini. Dokumenter ini juga memperlihatkan permasalahan kelas sosial dimana saat penonton mati kehausan dan kepanasan, pihak penyelenggara dan musisi terlihat sangat santai sambil tertawa di belakang panggung dengan fasilitas yang lengkap dan memadai. <em>Bangsat!</em> Saya harus mengumpat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokumenter ini ditutup dengan penandatangan perjanjian tutup mulut oleh semua <em>crew</em> dan pihak penyelenggara untuk tidak ada yang berbicara kepada media mengenai apa yang terjadi, sebuah upaya yang membuat geleng-geleng kepala. Anak muda, festival musik yang diagung-agungkan banyak generasi sebelum kita sepertinya hanya mitos semata, tontonlah dokumenter series ini sembari banyak memanjatkan syukur bahwa kita tak perlu memiliki pengalaman traumatis seperti yang tergambar dalam tiga episode Trainwreck : Woodstock 99.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(IKH/VRD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Nothing Compares, Film Dokumenter Sinéad O’Connor Rilis Akhir Bulan.</title>
<link>https://parapop.net/nothing-compares-film-dokumenter-sinead-oconnor-rilis-akhir-bulan/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Mon, 19 Sep 2022 09:31:04 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Films]]></category>
<category><![CDATA[Nothing Compares]]></category>
<category><![CDATA[Sinéad O’Connor]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=11029</guid>
<description><![CDATA[Film dokumenter “Nothing Compares” disutradarai oleh Kathryn Ferguson akan rilis terbatas di bioskop New York dan Los Angeles, sebelum akhirnya rilis pada platform streaming Showtime 30 September 2022.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Film dokumenter “Nothing Compares” disutradarai oleh Kathryn Ferguson akan rilis terbatas di bioskop New York dan Los Angeles, sebelum akhirnya rilis pada platform streaming Showtime 30 September 2022.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2022/09/Nothing-Compares-2022-683x1024.jpg" alt="Ulasan lagu Nothing Compares, Film Dokumenter Sinéad O’Connor Rilis Akhir Bulan. - ParaPOP" class="wp-image-11031" width="420" height="630" title=""><figcaption>Nothing Compares, Film Dokumenter Sinéad O’Connor</figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Bagi anak tahun 90-an atau yang akrab dengan era musik tahun tersebut, tentu tak asing lagi mendengarkan sebuah hits berjudul “Nothing Compares 2 U”. Dan jika cukup asing dengan nama Sinéad O’Connor, maka ciri khas berkepala plontos seharusnya membuat kamu ingat. Lagu yang diciptakan oleh penyanyi kenamaan, Prince, membawa Sinéad O’Connor menuju puncak tangga lagu dan puncak kepopuleran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun segalanya cukup berbeda bagi penyanyi asal Irlandia ini dikala itu, ia merasa tidak nyaman dengan segala kepopuleran tersebut dan memilih untuk mengasingkan diri. Era inilah yang coba digali oleh sutradara Kathryn Ferguson untuk dokumenter berjudul “Nothing Compares” tersebut. Bagaimana keaktifan Sinéad O’Connor bagi perjuangan hak-hak perempuan juga turut dituturkan, nukilannya bisa kita lihat pada trailer yang telah dirilis.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="YouTube" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/-VLy1A4En4U?feature=oembed" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Film Dokumenter “Nothing Compares” akan rilis terbatas di bioskop New York dan Los Angeles, sebelum akhirnya rilis pada platform streaming Showtime 30 September 2022. Film ini sebelumnya tayang pertama kali 21 Januari 2022 di Sundance Film Festival 2022 dan ikut dalam beberapa festival film seperti Seattle International Film Festival, Hot Docs International Film Festival, hingga Tribeca Film Festival 2022. Hingga saat ini belum diketahui untuk area Indonesia kita bisa menonton film ini lewat platform streaming apa.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Surat Cinta Dave Grohl Untuk Musisi Lewat Film What Drives Us</title>
<link>https://parapop.net/surat-cinta-dave-grohl-untuk-musisi-lewat-film-what-drives-us/</link>
<dc:creator><![CDATA[Berry Arneldi]]></dc:creator>
<pubDate>Mon, 26 Apr 2021 12:10:03 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Films]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Dave Grohl]]></category>
<category><![CDATA[film documenters]]></category>
<category><![CDATA[Foo Fighters]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=8439</guid>
<description><![CDATA[Vokalis Foo Fighters, Dave Grohl, Kembali mengeluarkan sebuah film dokumenter yang mengangkat tema tentang para musisi yang telah aral melintang dalam perjalanannya melakukan tour dari waktu ke waktu. Film “What Drives Us” bukanlah film pertama yang disutradarai oleh salah satu pentolan band legendaris Nirvana ini. Sebelumnya Dave Grohl Juga telah merilis beberapa film dokumenter seperti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Vokalis Foo Fighters, Dave Grohl, Kembali mengeluarkan sebuah film dokumenter yang mengangkat tema tentang para musisi yang telah aral melintang dalam perjalanannya melakukan tour dari waktu ke waktu. Film &#8220;What Drives Us&#8221; bukanlah film pertama yang disutradarai oleh salah satu pentolan band legendaris Nirvana ini. Sebelumnya Dave Grohl Juga telah merilis beberapa film dokumenter seperti &#8220;Sound City: dan Juga &#8220;Sonic Highways&#8221; yang mendapat sambutan sangat baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang diketahui bahwa pada Februari 2021 yang lalu Foo Fighters juga telah mengeluarkan album baru mereka yang berjudul “Medicine At Midnight” dengan 9 buah lagu yang juga telah dapat didengarkan di berbagai layanan musik streaming serta video musik melalui kanal youtube resmi Foo Fighters.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bekerja sama dengan The Coda Collection, film What Drives Us melibatkan banyak musisi ternama seperti Jennifer Finch of L7, Tony Kanal of No Doubt, Flea of The Red Hot Chili Peppers, Lars Ulrich of Metallica, Charlie Gabriel of Preservation Hall Jazz Band, Brian Johnson of AC/DC, St. Vincent, Dave Lombardo of Slayer, Steven Tyler of Aerosmtih, The Edge of U2, Ben Harper, Kira Roessler of Black Flag, Ringo Starr of The Beatles, Slash &amp; Duff McKagan of Guns N&#8217;Roses, D.H. Peligro of Dead Kennedys, Exene Cervenka of X, Starcrawler, Mike Watt of Minutemen, Pete Stahl of Scream, Radkey, and Ian MacKaye of Fugazi / Minor Threat.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="WHAT DRIVES US | Official Trailer (2021)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/fVbgQ5bHLok?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;What Drives Us&#8221; merupakan testament musisi yang mana telah memberikan dedikasinya untuk bermusik, menjalani kehidupan bermusiknya dengan menggunakan mobil van yang dipenuhi alat-alat musik dan menikmati perjalanan bermusiknya sebagai panggilan yang harus dipenuhi dari kecintaannya terhadap musik. Film ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para anak muda yang bermimpi menjadi musisi dan memiliki dorongan yang kuat dalam mewujudkan impiannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dilansir dari laman <a href="http://codacollection.com" class="autohyperlink" target="_blank" rel="nofollow noopener">codacollection.com</a> Dave Grohl mengatakan,<em> “This film is my love letter to every musician that has ever jumped in an old van with their friends and left it all behind for the simple reward of playing music. What started as a project to pull back the curtain on the DIY logistics of stuffing all of your friends and equipment into a small space for months on end eventually turned into an exploration of ‘why? What drives us?’”</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film What Drives Us direncanakan akan rilis pada tanggal 30 April 2021 eksklusif melalui Amazon Prime Video Channels di Amerika Serikat atau melalui Amazon Prime Video untuk yang diluar Amerika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(BRY)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Buku “Meet Me in the Bathroom” Akan Diadaptasi Menjadi Miniseri Dokumenter</title>
<link>https://parapop.net/buku-meet-me-in-the-bathroom-akan-diadaptasi-menjadi-miniseri-dokumenter/</link>
<dc:creator><![CDATA[Amalia Putri]]></dc:creator>
<pubDate>Wed, 25 Apr 2018 01:58:21 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Films]]></category>
<category><![CDATA[Music]]></category>
<category><![CDATA[paraBook]]></category>
<category><![CDATA[Interpol]]></category>
<category><![CDATA[Lizzy Goodman]]></category>
<category><![CDATA[The Strokes]]></category>
<category><![CDATA[Yeah Yeah Yeahs]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=2099</guid>
<description><![CDATA[“Meet Me in the Bathroom” merekam geliat dan kebangkitan rock pada dekade awal abad 21 di Kota New York, Kota Impian. Belum genap setahun sejak dirilis, Desember lalu Pulse Films mengumumkan rencana untuk mengadaptasi buku ini menjadi sebuah miniseri dokumeter.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lizzy Goodman</strong>, jurnalis serta penulis buku “<strong>Meet Me in the Bathroom</strong>” selalu membayangkan bagaimana jika buku yang ia habiskan enam tahun penyusunannya ini dijadikan film dokumenter.<em> “Kini saatnya saya membagikan tampilan penuh kapsul waktu yang kotor, cantik, tapi aneh yang pernah aku jalani pada semua orang,</em>” ujarnya. Pulse Film telah mengantongi izin untuk mewujudkannya. Film ini akan berdurasi empat jam dan terbagi atas empat bagian.</p>
<p><figure id="attachment_2100" aria-describedby="caption-attachment-2100" style="width: 537px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2100" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2018/04/170622_MUSIC_meetMeInTheBathroom.jpg.CROP_.article250-medium1-1.jpg" alt="Buku “Meet Me in the Bathroom” Akan Diadaptasi Menjadi Miniseri Dokumenter" width="537" height="376" title=""><figcaption id="caption-attachment-2100" class="wp-caption-text">Buku “Meet Me in the Bathroom” Akan Diadaptasi Menjadi Miniseri Dokumenter</figcaption></figure></p>
<p>Will Lovelace and Dylan Southern&#8211;duo yang mengarahkan film dokumenter konser LCD Soundsystem tahun 2012 lalu&#8211;yang didapuk sebagai sutradara. Untuk film ini, mereka berjanji akan menciptakan film yang mendefinisikan ulang bentuk dokumenter musik. Belum ada tanggal pasti kapan film ini rampung dan siap diluncurkan. Sementara itu, Lizzy Goodman akan menduduki kursi produser eksekutif.</p>
<p>Buku ini menggambarkan New York yang cantik, impian semua orang, dengan segala kontradiksinya. Pada masa itu, <em>grunge </em>dan <em>hip hop </em>masih mendominasi industri musik dimana internet belum meraja dan tak ada istilah <em>unduh mp3 </em>di kalangan remaja. Lizzy, memulai masa kuliahnya dan berteman dengan Nick Valensi, murid sekolahan yang sedang gandrung main band bersama teman-temannya. Kelak, anak-anak muda yang ia sebut seperti sekumpulan Holden Caulfield ini akan menjadi band rock The Strokes yang kita kenal saat ini.</p>
<p>Perubahan sosial ekonomi, tragedi 9/11, dan kehidupan hura-hura yang dijalani adalah sederet isu yang disampaikan langsung oleh para musisi yang Anda senangi. Bukan biopik, tidak pula narasi melulu. Pendekatan yang dilakukan Lizzy Goodman memang berbeda. Buku yang terbagi atas empat bagian ini menampilkan hasil dari 160 kali wawancara dengan personil band seperti The Strokes, Yeah Yeah Yeahs, Interpol, dan banyak lagi. Baik buku maupun film dokumenternya sangat membuat penasaran. Apa Anda sudah dapat membayangkan seperti apa jadinya mini seri dokumenter ini? Mari sama-sama kita nantikan.</p>
<p>(AMP/KCK)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>5.000 Foto Dalam Video Klip Terbaru Dari The National</title>
<link>https://parapop.net/5-000-foto-dalam-video-klip-terbaru-dari-national/</link>
<dc:creator><![CDATA[Heza Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 07 Sep 2017 03:19:43 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
<category><![CDATA[Films]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[PressPlay]]></category>
<category><![CDATA[The National]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1876</guid>
<description><![CDATA[The National merilis single terbaru berjudul “Day I Die” selasa lalu. Single ini akan muncul dalam album terbaru mereka “Sleep Well Beast” yang akan segera dirilis akhir pekan nanti, 8 September 2017 di bawah label rekaman indie asal Britania Raya, 4AD.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sebelumnya merilis video klip untuk tiga single berjudul, “The System Only Dreams in Total Darkness”, “Guilty Party”,dan “Carin at the Liquor Store”. Kali ini<strong> The National</strong> merilis video klip untuk singel terbaru mereka berjudul “Day I Die”. Seperti video klip sebelumnya, sisi artistik pada video klip kali ini cukup menarik. Video klip untuk lagu ini dikompilasi dari kira-kira 5.000 <em>time-lapse</em> foto hitam putih yang diambil saat mereka sedang latihan di Paris pada Juni lalu. Terlihat sang <em>frontman</em>, Berninger bernyanyi sembari duduk sementara para personil lainnya nampak sibuk dengan instrumen masing-masing. Ribuan gambar ini diambil oleh fotografer Graham MacIndoe, dan Casey Reas didapuk sebagai sutradara untuk video klip ini.</p>
<p>Dalam rilis persnya Reas mengatakan “Graham MacIndoe mengambil 18 time-lapse foto saat latihan di Le Centquatre pada Juni 2017 di Paris. Jam latihan dikompresi ke dalam beberapa menit. Lebih dari 5.000 foto-foto ini yang kemudian diolah menjadi video. Saya kemudian bertugas untuk menggabungkan ribuan foto tersebut menjadi satu bangunan utuh. Pilihan warna yang untuk video klip ini terinspirasi dari sinyal siaran televisi hitam putih. Pilihan untuk memainkan gambar pada 12 fps ditujukan untuk mendekati ambang batas penglihatan manusia”.</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-version="7">
<div style="padding: 8px;">
<div style="background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 50.0% 0; text-align: center; width: 100%;"></div>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;"><a style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;" href="https://www.instagram.com/p/BYTdixpAyGp/" target="_blank" rel="noopener nofollow">A post shared by The National (@thenational)</a> on <time style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;" datetime="2017-08-27T16:33:26+00:00">Aug 27, 2017 at 9:33am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script></p>
<p>Di luar persoalan video klip, Aaron Dessner mengambil bagian sebagai produser dalam album “Sleep Well Beast”, dengan tambahan <em>co-production</em> Bryce Dessner dan <em>frontman</em> Matt Berninger. Album ini direkam di Aaron Dessner&#8217;s Long Pond studio, Hudson Valley, New York. Selain itu untuk sesi tambahan pada album ini direkam di beberapa tempat seperti, Berlin, Paris, dan Los Angeles dengan melibatkan Peter Katis sebagai <em>mixing engineer.</em></p>
<p>(EJA/KCK)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Terrence Malick “Song to Song” Sebuah Cuplikan Tentang Cinta dan Rock n’ Roll</title>
<link>https://parapop.net/terrence-malick-song-song-sebuah-cuplikan-tentang-cinta-dan-rock-n-roll/</link>
<dc:creator><![CDATA[Abdyka Wirmon]]></dc:creator>
<pubDate>Tue, 28 Feb 2017 01:12:07 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
<category><![CDATA[Films]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Video Post]]></category>
<category><![CDATA[Michael Fassbander]]></category>
<category><![CDATA[Natalie Portman]]></category>
<category><![CDATA[Ronny Mara]]></category>
<category><![CDATA[Ryan Gosling]]></category>
<category><![CDATA[Song to Song]]></category>
<category><![CDATA[Terrence Malick]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=901</guid>
<description><![CDATA[Terrence Malick membawa serta Ryan Gosling, Michael Fassbender, Rooney Mara dan Natalie Portman dalam film terbarunya “Song to Song”]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Terrence Malick dengan film terbarunya “<strong>Song to Song</strong>” akan menjadi film pembuka di <strong>SXSW</strong> festival tahun ini. Film yang katanya bertemakan cinta segita atau persegi ini bertemakan musik dengan mengambil setting beberapa musik festival.</p>
<p>Tidak tanggung-tanggung film ini akan dibintangi <em>si ganteng</em> Ryan Gosling dan Michael Fassbander, <em>si cantik</em> Ronny Mara dan Natalie Portman. Dan dari trailer diatas terlihat juga sekilas Iggy Pop dan Flea bassis Red Hot Chili Peppers menjadi figuran dalam film yang akan rilis 17 maret 2017.</p>
<figure id="attachment_902" aria-describedby="caption-attachment-902" style="width: 620px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-902 size-full" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/02/posterSongToSong.jpg" alt="Terrence Malick &quot;Song to Song&quot; Sebuah Cuplikan Tentang Cinta dan Rock n&#039; Roll" width="620" height="919" title=""><figcaption id="caption-attachment-902" class="wp-caption-text">Terrence Malick membawa serta Ryan Gosling, Michael Fassbender, Rooney Mara dan Natalie Portman dalam film terbarunya “Song to Song”</figcaption></figure>
<p>“Song to Song” secara singkat adalah sebuah kisah cinta kekinian yang berlatar belakang di Austin, Texas, USA dengan pengaruh musik yang kental. Dua pasangan <del>muda-mudi</del> Cook (<strong>Michael Fassbender</strong>) seorang produser musik yang mencoba peruntungan mencoba <em>mengorbitkan</em> pelayan yang berbakat (<strong>Natalie Portman</strong>) dan Faye (<strong>Rooney Mara</strong>) seorang penulis lagu <del>gagal</del> dengan pasanganya BV (<strong>Ryan Gosling</strong>) yang mencoba mencari kesuksesan menjadi musisi Rock n’ Roll yang penuh tipu daya dan pengkhianatan.</p>
<p><em>Yah,</em> Plot diatas memang terlihat klise <del><em>dan please deh</em></del>, namun kali ini kita bicara tentang <strong>Terrence Malick</strong>, dan dia bukan manusia biasa. Dia adalah orang yang tertanggung jawab melahirkan film <em>yang-sangat-tidak-biasa</em> <strong>The Tree of Life</strong> dan <strong>The Thin Red Line</strong>. Ini film indie tentang musik dan rock n roll, ga suka musik? Tidak masalah kita dan kamu bisa duduk manis nontonin pria-pria berwajah sempurna bercumbu dengan wanita-wanita titisan dari surga dilayar kaca. <em>Kurang apa coba!</em>.<br />
(DYKA)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>St. Vincent Menjadi Sutradara Sebuah Film Horror.</title>
<link>https://parapop.net/st-vincent-menjadi-sutradara-sebuah-film-horror/</link>
<dc:creator><![CDATA[Rifki Hardian]]></dc:creator>
<pubDate>Mon, 20 Feb 2017 02:29:16 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
<category><![CDATA[Films]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Record Store Day]]></category>
<category><![CDATA[St. Vincent]]></category>
<category><![CDATA[XX]]></category>
<category><![CDATA[XX Film]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=831</guid>
<description><![CDATA[Tahun ini ia membuktikan diri sangat produktif. Sebelumnya penyanyi bernama asli Anne Erin Clark ini dipercaya menjadi duta Record Store Day 2017]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>St. Vincent turut ambil bagian dalam sebuah film horror berjudul “<strong>XX</strong>”. Film ini terdiri dari empat film pendek yang ditulis dan disutradarai oleh wanita. Selain <strong>St. Vincent</strong> yang memajang nama Annie Clark pada credit film ini, juga ada nama Roxanne Benjamin, Karyn Kusama, dan Jovanka Vuckovic.</p>
<p>Musisi berkebangsaan Amerika yang bernama asli Anne Erin Clark ini berujar bahwa cerita dengan judul “The Birthday Party” tersebut terinspirasi dari kisah nyata, walaupun di film tersebut divisualkan dalam bentuk yang sangat abstrak. “<em>It’s the idea of waking up with a death in the house and making a split-second decision to try and protect your children for as long as you possibly can,”</em> jelas Clark.</p>
<figure id="attachment_832" aria-describedby="caption-attachment-832" style="width: 550px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-832" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/02/St.-Vincent-Menjadi-Sutradara-Sebuah-Film-Horror..jpg" alt="St. Vincent Menjadi Sutradara Sebuah Film Horror." width="550" height="810" title=""><figcaption id="caption-attachment-832" class="wp-caption-text">Tahun ini ia membuktikan diri sangat produktif. Sebelumnya penyanyi bernama asli Anne Erin Clark ini dipercaya menjadi duta Record Store Day 2017.</figcaption></figure>
<p>Sementara itu beberapa saat yang lalu, St. Vincent diumumkan sebagai duta perhelatan <strong>Record Store Day</strong> 2017. Sejak tahun 2009, diinisiasi oleh Jesse Hughes dari <em>Eagles of Death Metal</em>, Record Store Day mengutus seorang ambassador. Joshua Homme, Ozzy Osborne, Iggy Pop, Dave Grohl, Jack White, Chuck D dan <del>James, Kirk, Lars &amp; Robert</del>&nbsp;Metallica pernah diberi kepercayaan sebagai ikon perayaan tahunan yang sudah memasuki tahun ke sepuluh ini.</p>
<p>Seperti dirilis pada situs resmi RecordStoreDay, perayaan yang digelar setiap minggu ke-3 April setiap tahunnya, pada tahun 2017 memberikan kehormatan ambassador kepada St. Vincent. <em>&#8220;It is with deep honor and humility that I accept this ambassadorship. Rest assured I do not take my duties lightly.</em>&#8221; Ujar Vincent.<br />
(RIFKI)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Film Dokumenter The Beach Boys “Pet Sounds” Akan Tayang di TV Amerika.</title>
<link>https://parapop.net/film-dokumenter-beach-boys-pet-sounds-akan-tayang-di-tv-amerika/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 10 Feb 2017 05:26:15 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
<category><![CDATA[Films]]></category>
<category><![CDATA[Music]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[film]]></category>
<category><![CDATA[film dokumenter]]></category>
<category><![CDATA[Pet Sounds]]></category>
<category><![CDATA[The Beach Boys]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=772</guid>
<description><![CDATA[Interview dengan personil hingga video arsip prosesi rekaman album “Pet Sounds” milik The Beach Boys.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah film dokumenter tentang album klasik<strong> The Beach Boys</strong> “Pet Sounds” akan tayang di saluran TV Showtime, Amerika Serikat, akhir tahun 2017. Album “<strong>Pet Sounds</strong>” rilis bulan tahun 1966 dan menjadi salahsatu inspirasi utama dalam kultur musik populer sejak saat itu.</p>
<p>Jika kita coba menelusuri pencarian di laman youtube, ada begitu banyak film documenter yang berkaitan dengan album “Pet Sounds”. Apakah film documenter berjudul <strong>Beach Boys: Making Pet Sounds</strong> ini akan berbeda? Atau malah kompilasi dari yang ada? Kita pantas menunggu.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="The Beach Boys  -The Making of Pet Sounds" width="500" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/U3HsGW1GndI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe><br />
Dalam rilis pers yang dikeluarkan pihak Showtime, dokumenter ini akan menghadirkan wawancara dengan para personil The Beach Boys, seperti Brian Wilson, Mike Love, Al Jardine, Bruce Johnston, dan David Marks. Selain itu beberapa arsip video sesi rekaman di studio saat pengerjaan album tersebut juga turut melengkapi.</p>
<p>Tahun 2016 lalu, untuk memperingati 50 tahun album “Pet Sounds”, The Beach Boys merilis ulang album ini dalam edisi spesial. Dan guna mendukung perayaan tersebut, Brian Wilson menggelar tur di sepanjang tahun 2016 bertajuk “<strong>Pet Sounds 50th Anniversary World Tour</strong>”.</p>
<p>Yap, kabar rilis dokumenter ini setidaknya menyenangkan hati, alih-alih kita sibuk dengan drama tak akurnya personil The Beach Boys hingga sekarang.<br />
(VERD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Ayo Bantu Leonardo DiCaprio Memenangkan Oscar!!</title>
<link>https://parapop.net/ayo-bantu-leonardo-dicaprio-memenangkan-oscar/</link>
<dc:creator><![CDATA[Abdyka Wirmon]]></dc:creator>
<pubDate>Sun, 21 Feb 2016 06:52:05 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
<category><![CDATA[Films]]></category>
<category><![CDATA[Academy Award]]></category>
<category><![CDATA[Game]]></category>
<category><![CDATA[Leonardo DiCaprio]]></category>
<category><![CDATA[Piala Oscar]]></category>
<category><![CDATA[Red Carpet]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=334</guid>
<description><![CDATA[Leonardo DiCaprio telah lima kali mendapatkan nominasi Academy Award dan telah lima kali juga gagal mendapatkan Piala Oscar ini. semua orang terutama penggemar Leo tahu bahwa dia sangat menginginkan patung emas ini. namun hampir tiap tahun yang Leo dapat hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Tahun ini Leo untuk keseskian kali mendapat kesempatan untuk mewujudkan mimpinya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://redcarpetrampage.com/" target="_blank" rel="nofollow noopener"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-336" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2016/02/Ayo-Bantu-Leonardo-DiCaprio-Memenangkan-Oscar-3-1024x570.jpg" alt="Ayo Bantu Leonardo DiCaprio Memenangkan Oscar!! 3" width="662" height="368" title=""></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Leonardo DiCaprio</strong> telah lima kali mendapatkan nominasi <strong>Academy Award</strong> dan telah lima kali juga gagal mendapatkan Piala Oscar ini. semua orang terutama penggemar Leo tahu bahwa dia sangat menginginkan patung emas ini. namun hampir tiap tahun yang Leo dapat hanya bisa menatapnya dari kejauhan.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-338" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2016/02/Ayo-Bantu-Leonardo-DiCaprio-Memenangkan-Oscar.gif" alt="Ayo Bantu Leonardo DiCaprio Memenangkan Oscar!!" width="500" height="226" title=""></p>
<p style="text-align: justify;">Tahun ini Leo untuk keseskian kali mendapat kesempatan untuk mewujudkan mimpinya jadi nyata. Leo mendapatkan <strong>Nominasi Best Actor</strong> untuk film terbarunya <em><strong>The Revenant</strong></em>. Leo Lover akan setuju bahkan dengan agresif yakin dia akan membawa pulang penghargaan tahunan ini.<br />
Perhelatan untuk penghargaan tertinggi untuk film dan actor ini baru akan di helat apda tanggal 28 Februari 2016. Namun untuk semua penggemar garis keras Leonardo DiCaprio mungkin ada sedikit hiburan salagi menunggu hari yang di tunggu tersebut. Sebuah game action untuk apresiasi keharusan Leo memenangkan Oscar tahun ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-335" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2016/02/Ayo-Bantu-Leonardo-DiCaprio-Memenangkan-Oscar-2-1024x570.jpg" alt="Ayo Bantu Leonardo DiCaprio Memenangkan Oscar!! 2" width="662" height="368" title=""><br />
Game ini dinamai “<em>Leo’s Red Carpet Rampage</em>” , game yang didesaij ala game retro 90’an punya misi yang sangat sederhana: “<em>Leo harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan Piala Oscar</em>”. Game ini sungguh sederhana dan menyenangkan, pemain harus berlomba di atas Red Carpet untuk mendapatkan Piala ini, ada banyak hambatan yang dilalu, mulai dari Paparazzi, Icebergs sampai Lady Gaga hahaha..</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-337" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2016/02/Ayo-Bantu-Leonardo-DiCaprio-Memenangkan-Oscar-1024x570.jpg" alt="Ayo Bantu Leonardo DiCaprio Memenangkan Oscar!!" width="662" height="368" title=""></p>
<p style="text-align: justify;">
Selain Piala Oscar, pemain juga harus mengumpal piala penghargaan yang lain seperti Emmys dan Golden Globes. Hal menarik lainnya Leo harus bisa mengalahkan <em>Eddie Redmyne</em> yang bermain di film <em>The Danis Girl</em> yang juga menjadi nomonasi di <strong>Best Actor &#8211; Academy Award 2016</strong>.<br />
Dalam game ini pemain harus bergerak cepat karena agar tidak kalah oleh nominasi yang lain, dan kadang pemain juga dibuat terpaksa kalah. namanya juga permainan Props, namun setidaknya kamu atau penggemar Leo bisa merasakan secuil perjuangan Leo dengan game ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
So, ingin membantu Leo mendapatkan Oscarnya? buka tautan berikut untuk bermain :<br />
<strong><a href="http://redcarpetrampage.com/" target="_blank" rel="nofollow noopener">Leo’s Red Carpet Rampage</a></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Deadpool untuk 17 tahun ke atas</title>
<link>https://parapop.net/deadpool-untuk-17-tahun-ke-atas/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Wed, 17 Feb 2016 13:19:24 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
<category><![CDATA[Films]]></category>
<category><![CDATA[17+]]></category>
<category><![CDATA[box office]]></category>
<category><![CDATA[Deadpool]]></category>
<category><![CDATA[film]]></category>
<category><![CDATA[movie]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=238</guid>
<description><![CDATA[Memenuhi deretan panjang film-film superhero, Deadpool menjadi yang tersukses di tangga Box Office Amerika. Rilis pada hari valentine (yang tidak kita rayakan) 2016, Deadpool langsung bertengger di puncak dengan 135 juta dolar amerika serikat, menjadikannya film dengan label dewasa tersukses setelah “The Matrix: Reloaded” tahun 2003 silam dengan 91,8 juta dolar pendapatan pada pekan pertamanya.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-239 size-large aligncenter" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2016/02/deadpool1-gallery-image-1024x551.jpg" alt="deadpool1-gallery-image" width="1024" height="551" title=""></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Memenuhi deretan panjang  film-film superhero, Deadpool menjadi yang tersukses di tangga Box Office Amerika. Rilis pada hari valentine (yang tidak kita rayakan) 2016, Deadpool langsung bertengger di puncak dengan 135 juta dolar amerika serikat, menjadikannya film dengan label dewasa tersukses setelah “The Matrix: Reloaded” tahun 2003 silam dengan 91,8 juta dolar pendapatan pada pekan pertamanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Yup, Deadpool sang </span><i><span style="font-weight: 400;">antihero</span></i><span style="font-weight: 400;"> kocak ini termasuk kategori film “R-Rated”. Motion Pictures Association of America (MPAA) membagi film dalam beberapa kategori berdasarkan konten film tersebut untuk penontonnya. Nah, “R-Rated” sendiri berarti “Restricted” yang dalam pengertian MPAA adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">“Under 17 requires accompanying parent or adult guardian. Contains some adult material. Parents are urged to learn more about the film before taking their young children with them.</span></i><span style="font-weight: 400;">”. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Berbeda dengan film-film superhero sebelumnya yang memungkinkan para orangtua untuk membawa anak-anak mereka ke bioskop untuk menonton film di akhir pekan, Deadpool justru membuat beberapa orangtua di Indonesia kecolongan. Yap, para orangtua di Indonesia masih belum terbiasa memperhatikan label “D 17+” pada poster dan tiket film yang ada di bioskop. Akibatnya banyak dari mereka mengeluh setelah membawa anak-anak mereka menonton Deadpool.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><iframe loading="lazy" class="giphy-embed" src="//giphy.com/embed/Q7HsSEI4uKWFW" width="480" height="270" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Berbagai adegan kekerasan dan &#8230; </span><i><span style="font-weight: 400;">ah tulisan ini tidak bermaksud menghadirkan spoiler</span></i><span style="font-weight: 400;">&#8230; Lagipula sebagian besar penggemar komik Deadpool sangat berharap film ini memang dilabeli “dewasa”, karena memang seperti itulah karakter maupun cerita Deadpool yang ada di komik.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Cara paling aman tentu para orangtua telah terlebih dahulu menonton film itu di bioskop, lalu jika sang anak masih memaksa untuk menonton tentu mereka dapat memberikan pendampingan dan dapat dengan sigap menutup mata sang anak saat adegan kekerasan atau adegan yang dirasa belum waktunya ditonton sang anak.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Nah, bisa jadi di Amerika sana, Deadpool menjadi box office karena memang para orang tua disana terpaksa menontonnya dua kali? Sendiri dan dengan anak-anak mereka? Entahlah, berikut daftar box office minggu ini ;</span></p>
<p style="text-align: justify;">Peringkat, Judul Film, Pendapatan<br />
1, Deadpool, 135 juta dolar AS<br />
2, Kung Fu Panda 3, 19.6 juta dolar AS<br />
3, How to Be Single , 18.7 juta dolar AS<br />
4, Zoolander 2 , 15.6 juta dolar AS<br />
5, The Revenant , 6.9 juta dolar AS<br />
6, Hail Caesar , 5.2 juta dolar AS<br />
7, Star Wars: The Force Awakens , 6.6 juta dolar AS<br />
8, The Choice , 5.2 juta dolar AS<br />
9, Ride Along 2 , 4.1 juta dolar AS<br />
10, The Boy , 2.9 juta dolar AS 
]]></content:encoded>
</item>
</channel>
</rss>
