<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Featured &#8211; ParaPOP</title>
<atom:link href="https://parapop.net/category/featured/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>https://parapop.net</link>
<description>Parenthesis of POP!!</description>
<lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2026 07:15:36 +0000</lastBuildDate>
<language>en-US</language>
<image>
<url>https://parapop.net/wp-content/uploads/2016/07/cropped-IMG_7618-e1469729839770-32x32.jpg</url>
<title>Featured &#8211; ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net</link>
<width>32</width>
<height>32</height>
</image>
<item>
<title>Cara Membuat Press Release Musik, dengan Contoh Baik dan Buruk</title>
<link>https://parapop.net/cara-membuat-press-release-musik/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2026 07:15:28 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Untuk Musisi]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Musisi Independen]]></category>
<category><![CDATA[Press Release]]></category>
<category><![CDATA[Rilis Pers]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=35113</guid>
<description><![CDATA[Rilis pers yang baik bekerja seperti undangan kawinan. Jelas siapa, kapan, dan di mana. Begini cara menulisnya, lengkap dengan contoh yang baik dan yang bikin mengantuk.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sebelum belajar cara membuat press release musik, ambil dulu undangan kawinan yang tergeletak di meja ruang tamu. Siapa yang menikah, kapan, di gedung mana, lengkap dengan denah dari arah tol. Tidak ada undangan yang dibuka dengan kalimat &#8220;pernikahan paling berpengaruh generasi ini&#8221;, dan justru karena itu kita tahu harus datang ke mana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rilis pers musik bekerja dengan cara yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagumu boleh saja sudah matang. Ia tetap tidak bisa mengetuk pintu redaksi sendirian. Yang mengetuk adalah selembar rilis pers musik, tulisan pendek berisi kabar, dan dari lembar itulah sebuah media mengambil tanggal, nama label, dan cerita di balik lagunya. Contohnya ada di arsip kami sendiri. Berita lama kami tentang <a href="https://parapop.net/album-baru-foxygen-hang-menetas-akhir-pekan-ini/">album <em>Hang</em> milik <strong>Foxygen</strong></a> dibuka dengan frasa &#8220;Dari rilis pers yang kami terima&#8221;, lalu langsung menyebut tanggal dan label Jagjaguwar. Tulisan soal <a href="https://parapop.net/sondre-lerche-tak-sabar-lepas-album-pleasure/">album <em>Pleasure</em> milik <strong>Sondre Lerche</strong></a> juga berangkat dari lembar yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tulisan ini menyambung <a href="https://parapop.net/cara-submit-lagu-ke-media-musik/">Cara Submit Lagu ke Media Musik Tanpa Diabaikan</a> yang mengurus bungkus surelnya, dan <a href="https://parapop.net/panduan-musisi-independen/">Panduan Musisi Independen</a> yang membahas alur rilis dari hulu ke hilir. Di sini kita mengurus satu hal saja, yaitu cara membuat press release musik yang isinya bisa langsung dipakai.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Membuat Press Release Musik, Tujuh Bagian Tanpa Basa-basi</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/11/anatomi-press-release-musik.png" alt="Cara membuat press release musik, grafik tujuh bagian dari judul sampai kontak dengan contoh band rekaan" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Grafis: ParaPop</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bagian pertama dari cara membuat press release musik adalah judul. Isinya nama musisi, jenis rilisan, dan kabarnya, dalam kalimat aktif. <a href="https://app.musosoup.com/submit/Parapop" rel="nofollow noopener" target="_blank">Musosoup</a> menyarankan 8 sampai 12 kata, dan judul pancingan sebaiknya dijauhi. Editor yang tertipu sekali biasanya tidak membuka surel kedua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagian kedua adalah paragraf pembuka, sekitar 30 sampai 50 kata menurut Musosoup, yang menjawab siapa, apa, kapan, di mana, dan kenapa. Kalau pembaca hanya sempat melahap satu paragraf, paragraf inilah yang harus cukup mengenyangkan. Howard Mandel, presiden Jazz Journalists Association, punya rumus kail, tali, dan pemberat dalam <a href="https://jazzfuel.com/how-to-write-a-music-press-release/" rel="nofollow noopener" target="_blank">tulisannya di Jazzfuel</a>. Kabar utama dipasang di kalimat pertama, penjelasannya menyusul, lalu tulisan ditutup dengan cara mendengarkan dan siapa yang bisa dihubungi. Menurut Mandel, unsur paling penting adalah kenapa. Kenapa lagu ini ada, dan kenapa orang perlu peduli sekarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagian ketiga adalah kutipan, satu atau dua kalimat saja dari musisinya. Kutipan yang baik memberi sesuatu yang tidak bisa didapat dari kolom fakta, misalnya kejadian konyol di balik lirik atau alasan sebuah lagu nyaris dibuang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagian keempat adalah cerita dan bunyi. Satu sampai dua paragraf tentang asal-usul lagu, proses rekaman, kolaborator, dan terdengar seperti apa ia. Sebut bunyinya secara konkret, seperti gitar apa yang menonjol, cepat atau lambat temponya, vokalnya berbisik atau berteriak. Tulis dengan sudut pandang orang ketiga, seolah-olah orang lain yang sedang bercerita tentangmu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagian kelima adalah bio singkat. Dua atau tiga kalimat sudah cukup, dan cukup yang berhubungan dengan kabar ini. Mandel mengingatkan bahwa rilis pers musik bukan biografi, jadi riwayat band sejak pensi SMA bisa disimpan untuk lain waktu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagian keenam adalah tautan dan aset. Tautan dengar, sampul rilisan, dan foto pers dengan nama fotografer yang jelas. Periksa semuanya sekali lagi sebelum mengirim, karena tautan-yang-minta-izin-akses adalah cara paling cepat membuat orang pindah ke surel berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagian ketujuh adalah kontak. Nama orang, alamat surel, dan nomor telepon. Undangan kawinan pun mencantumkan siapa yang bisa ditanya kalau tamu tersesat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Press Release Musik yang Baik dan yang Bikin Mengantuk</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Supaya tidak ada yang tersinggung, band di contoh press release musik ini rekaan. Sebut saja kuartet <strong>Antena Tetangga</strong> dengan single <em>Sinyal Terakhir di Kos</em>. Tanggal, label, dan semua detail di bawah juga karangan kami demi contoh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Versi pertama berbunyi begini. &#8220;<strong>Antena Tetangga</strong>, band paling berpengaruh generasi ini, dengan bangga mempersembahkan <em>Sinyal Terakhir di Kos</em>, sebuah karya terbesar yang memadukan berbagai genre tanpa batas dan akan menyentuh hati semua pendengar.&#8221; Ada kebanggaan yang meluap di kalimat itu, tapi kita tidak mendapat apa-apa untuk dikunyah. Kapan rilisnya tidak jelas, genre apa juga tidak jelas, dan klaim paling-berpengaruh-se-generasi hanya membuat kita ingin tahu siapa yang mengukurnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Versi kedua berbunyi begini. &#8220;<strong>Antena Tetangga</strong>, kuartet indie pop asal Malang, merilis single <em>Sinyal Terakhir di Kos</em> pada 20 November melalui label Warung Rekam. Lagu tiga menit ini ditulis setelah internet kos mereka putus selama sepekan, dan direkam di ruang tamu dengan gitar dua belas senar serta drum pinjaman.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Empat puluhan kata, dan kita sudah tahu siapa, apa, kapan, dari mana, dan kenapa. Editor bisa menulis berita dari situ tanpa membalas surel untuk bertanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kutipan juga punya versi yang bikin mengantuk. Bandingkan &#8220;Kami sangat bangga dengan karya ini dan berharap pendengar menyukainya&#8221; dengan &#8220;Reff-nya kami tulis sambil menunggu teknisi yang tidak pernah datang&#8221;. Yang pertama bisa ditempel ke lagu siapa saja. Yang kedua hanya milik <em>Sinyal Terakhir di Kos</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Judulnya pun begitu. &#8220;Rilisan Terbaru yang Wajib Kamu Dengar&#8221; tidak mengabarkan apa-apa, sementara &#8220;<strong>Antena Tetangga</strong> Lepas Single <em>Sinyal Terakhir di Kos</em> pada 20 November&#8221; langsung selesai dalam sebelas kata.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Panjang, Waktu Kirim, dan Dosa-dosa Kecil</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Soal panjang, para pemberi saran ternyata tidak kompak. Untuk rilis pers musik, Musosoup menyebut sekitar 400 sampai 500 kata, sementara Mandel malah menyebut 800 sampai 1.000 kata. Untuk satu single, kami memilih yang pendek. Panduan kami juga menyebut siaran pers musik satu halaman, dan single tiga menit jarang punya kabar sepanjang dua halaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu kirimnya bergantung pada rilisan. Musosoup menyarankan 2 sampai 4 minggu sebelum rilis untuk single, 4 sampai 6 minggu untuk album, 6 sampai 8 minggu untuk tur, dan tindak lanjut sekitar seminggu sesudahnya. Satu kali saja, dan sebaiknya membawa kabar baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sisanya dosa-dosa kecil yang gampang dihindari. Menaruh teks rilis pers musik hanya di lampiran, padahal Musosoup menyarankan menempelnya langsung di badan surel. Mengirim surel-massal-tanpa-sapaan ke semua alamat. Menebar klaim palsu atau berlebihan, yang juga diwanti-wanti <a href="https://www.submithub.com/blog/parapop?c=parapop" rel="nofollow noopener" target="_blank">SubmitHub</a> dalam panduannya soal menulis pitch ke kurator. Mengumumkan lagu yang tautannya belum hidup. Menyalin contoh press release musik dari templat tanpa mengganti bagian yang tidak relevan, sehingga lagu cinta ikut disebut &#8220;lagu tentang perjuangan&#8221;. Baca keras-keras sekali sebelum menekan kirim, karena salah eja nama sendiri itu jenis kesalahan yang bikin kepala kita pelan-pelan tertunduk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau lembarnya sudah rapi, jalur kiriman ke kami ada di halaman <a href="https://parapop.net/submit-your-song/">Submit Your Music to ParaPOP</a>, dan hasilnya bisa kamu intip di katalog <a href="https://parapop.net/category/paramail/">ParaMail</a> yang kini memuat lebih dari 6.600 tulisan. ParaPOP juga menerima kiriman lewat <a href="https://www.submithub.com/blog/parapop?c=parapop" rel="nofollow noopener" target="_blank">SubmitHub</a> dan <a href="https://app.musosoup.com/submit/Parapop" rel="nofollow noopener" target="_blank">Musosoup</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau ingin menjangkau lebih banyak meja sekaligus, <a href="https://musicfeedbackpro.com/signup?ref=GQCUEHXS" rel="nofollow noopener" target="_blank">Music Feedback Pro</a> mempertemukan musisi dengan pengulas, blog, dan media yang mereka sebut sudah terverifikasi. Pendaftarannya gratis, lalu ada biaya tetap £15 per kampanye setelah kampanyemu disetujui. Sebagai pembanding, kampanye di Musosoup mulai dari £42.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya tidak bisa menjanjikan rilis pers musik yang rapi pasti berbuah ulasan. Undangan yang rapi pun tidak menjamin tamunya datang. Tapi setidaknya, yang mau datang tidak nyasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diperbarui: 2 November 2026</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>7 Lagu Dark Pop Oktober 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net/rekomendasi-lagu-dark-pop-oktober-2026/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2026 06:59:47 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[List]]></category>
<category><![CDATA[Reviews]]></category>
<category><![CDATA[Dark Pop]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=35130</guid>
<description><![CDATA[Pekat dan menggigit. Bulan Oktober selalu punya cara tersendiri untuk memanggil sisi-sisi sunyi dan temaram dari dalam kepala kita. Ketika udara malam mulai terasa lebih dingin dan linimasa musik dibanjiri keriaan Halloween yang serba artifisial, meja redaksi ParaPOP justru kedatangan gelombang bebunyian pop yang berbeda arah. Ada dua puluh tujuh nomor rilisan bernuansa pop gelap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph">Pekat dan menggigit.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Bulan Oktober selalu punya cara tersendiri untuk memanggil sisi-sisi sunyi dan temaram dari dalam kepala kita. Ketika udara malam mulai terasa lebih dingin dan linimasa musik dibanjiri keriaan Halloween yang serba artifisial, meja redaksi ParaPOP justru kedatangan gelombang bebunyian pop yang berbeda arah. Ada dua puluh tujuh nomor rilisan bernuansa pop gelap yang mendarat sepanjang bulan ini—menolak racikan vokal manis yang ceria, lalu menggantinya dengan dengung synthesizer murung, detak mesin drum yang dingin, dan lirik-lirik yang berani membedah luka batin tanpa sensor.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pembuka kluster sonik terbaru kami yang telah kami rangkum dalam panduan <a href="https://parapop.net/apa-itu-dark-pop/">apa itu musik dark pop</a> serta rumpun <a href="https://parapop.net/alt-pop/">panduan musik alt-pop</a> dan <a href="https://parapop.net/indie-music/">panduan musik indie ParaPOP</a>, menyaring puluhan rilisan pekat ini menjadi segelintir tentu bukan tugas yang gampang. Namun berpatokan pada catatan analitik dan riuhnya respons kawan-kawan pendengar di ulasan harian, berikut tujuh nomor lagu dark pop Oktober 2026 pilihan redaksi yang paling menghantui telinga.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">1. Žun – My Iran</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/Zun-My-Iran.jpg" alt="Žun - My Iran" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Mendengarkan <strong>&#8220;My Iran&#8221;</strong> milik Žun rasanya mirip menyaksikan bara api yang ditiup perlahan di tengah kegelapan malam. Penyanyi perempuan asal Iran yang kini menjalani hidup di pengasingan Swiss ini—yang perjuangan hidupnya turut diabadikan dalam film dokumenter <em>A Sisters&#8217; Tale</em> karya Leila Amini—menumpahkan kerinduan tanah air yang getir tanpa sedikit pun terdengar meratap cengeng.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Aransemennya dirajut di atas sapuan pad synthesizer yang mengembang hangat dan lapang, memberi ruang sakral bagi tarikan vokal sopran Žun yang melayang jernih dengan desah serak di ujung napasnya. Baris lirik <em>&#8220;My ribs like bars, if they break us apart&#8221;</em> dilantunkan dengan keteguhan hati yang luar biasa, membuat bulu kuduk seketika merinding. Tak heran bila tembang ini menjadi nomor dark pop paling banyak disimak oleh kawan-kawan pembaca ParaPOP sepanjang Oktober. Megah, sarat duka, dan sangat berjiwa.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/zun-my-iran/"><strong>Žun – My Iran</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">2. HUNJIYA – start over</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/HUNJIYA-start-over.jpg" alt="HUNJIYA - start over" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Tembang <strong>&#8220;start over&#8221;</strong> dari HUNJIYA membawa sensasi layaknya obrolan jujur larut malam bersama kawan akrab di lantai kamar yang berantakan. Tidak ada distorsi bising atau drum bergemuruh di sini; semuanya mengalir di atas ketukan mesin drum yang konstan dan dengung bas sintetis yang sangat empuk.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Kekuatan magis lagu ini justru terpancar dari vokalnya yang tipis dan berbisik intim. Di saat banyak musisi pop berlomba-lomba tampil perkasa, HUNJIYA justru mengakui kerapuhan dirinya dengan santai lewat analogi cerdas: <em>&#8220;I&#8217;m player 1 in this video game.&#8221;</em> Nomor *lo-fi dark pop* yang sangat menenangkan bagi siapa pun yang sedang lelah berkejaran dengan tuntutan hidup dan butuh jeda sejenak untuk menata ulang langkah. Syahdu tiada tara!</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/hunjiya-start-over/"><strong>HUNJIYA – start over</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">3. Blushfire – A Storm the Size of Four Earths</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/Blushfire-A-Storm-the-Size-of-Four-Earths.jpg" alt="Blushfire - A Storm the Size of Four Earths" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Gelap, dingin, dan sedikit mengintimidasi. Lewat <strong>&#8220;A Storm the Size of Four Earths&#8221;</strong>, Blushfire membangun sebuah narasi tentang seseorang yang terus mengemudi malam hari dan memilih bintik merah raksasa di planet Jupiter sebagai tempat pelariannya.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Aransemennya berangkat dari petikan vokal sunyi yang basah oleh *reverb*, lalu perlahan bertumpuk tebal menjadi badai suara etereal ala Cocteau Twins sebelum dentuman drum yang gelap meledak di paruh akhir. Permohonan singkat <em>&#8220;Don&#8217;t, don&#8217;t promise me love&#8221;</em> menjadi jangkar paling pasrah sekaligus menusuk batin. Sebuah eksplorasi dark pop kosmik yang megah dan berani keluar dari zona nyaman pop konvensional.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/blushfire-a-storm-the-size-of-four-earths/"><strong>Blushfire – A Storm the Size of Four Earths</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">4. Kitty Coen – Psycho From Texas</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/Kitty-Coen-Psycho-From-Texas.jpg" alt="Kitty Coen - Psycho From Texas" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Sorot lampu motor di luar jendela kamar, bar remang-remang beraroma wiski, jaket kulit usang, dan romansa beracun antara dua orang yang sadar harus saling menjauhi namun selalu gagal menahan rindu. Begitulah Mbak Kitty Coen membuka single teranyarnya bertajuk <strong>&#8220;Psycho From Texas&#8221;</strong>.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Menduduki persimpangan unik antara *alt-country noir* dan *dark pop*, tembang ini bergulir dengan ketukan drum santai dan petikan gitar berpasir yang dingin. Vokal Kitty yang sedikit serak dan murung mengayun malas laksana koboi pengelana di gurun Marfa. Suasana berbahaya yang ia bangun terasa begitu kental, membikin kita betah mengangguk-angguk sembari menikmati cerita drama yang tak kunjung padam. Sangat sinematik!</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/kitty-coen-psycho-from-texas/"><strong>Kitty Coen – Psycho From Texas</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">5. Nikki Paige x Scott Storch – Monstrous</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/Nikki-Paige-x-Scott-Storch-Monstrous.jpg" alt="Nikki Paige x Scott Storch - Monstrous" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Tangan dingin produser legendaris Scott Storch yang dulu meracik nomor-nomor hip-hop ikonis kini beralih mengaduk ramuan gelap musim gugur. Berkolaborasi dengan Nikki Paige, keduanya melahirkan nomor pop teatrikal berjudul <strong>&#8220;Monstrous&#8221;</strong>.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Bassline sintetis yang berat dan ketukan mesin drum modern menjadi pondasi sempurna bagi vokal Nikki yang ekspresif. Lagu ini menempati etalase bunyi yang serumpun dengan karya-karya Billie Eilish: gelap, tajam, dan menyajikan momen pembalasan dendam emosional seorang &#8220;monster&#8221; yang diciptakan oleh lingkungannya sendiri. Sebuah nomor dark pop dengan polesan produksi kelas satu yang langsung menyengat telinga sejak putaran pertama.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/nikki-paige-x-scott-storch-monstrous/"><strong>Nikki Paige x Scott Storch – Monstrous</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">6. Elena Flores – Restless Soul</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/Elena-Flores-Restless-Soul-1.jpg" alt="Elena Flores - Restless Soul" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Membuka lagu dengan kutipan Shakespeare yang dipelintir halus—<em>&#8220;I think thou dost protest too much&#8221;</em>—Elena Flores mengajak kita menyelami ruang batin seorang pengelana yang tak pernah merasa betah di mana pun lewat <strong>&#8220;Restless Soul&#8221;</strong>.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Aransemennya dibangun di atas denting piano akustik yang sendu dan atmosfer mengambang yang tidak tergesa-gesa. Alunan musiknya gelap namun tetap menyisakan kehangatan manusiawi. Pengulangan bait <em>&#8220;Does it ever feel&#8221;</em> yang dilantunkan berkali-kali mencerminkan kelelahan mental seseorang yang merindukan rumah tapi tak pernah benar-benar sampai tujuan. Sebuah nomor balada pop melankolis yang sangat dewasa dan menghanyutkan.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/elena-flores-restless-soul/"><strong>Elena Flores – Restless Soul</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">7. JES – Dreamer</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/JES-Dreamer.jpg" alt="JES - Dreamer" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Bagi penikmat musik dansa dekade 2000-an, nama JES tentu melekat erat lewat tembang legendaris <em>&#8220;As The Rush Comes&#8221;</em> bersama proyek Motorcycle. Namun di <strong>&#8220;Dreamer&#8221;</strong>, ia menepi sejenak dari lampu strobo lantai disko menuju sudut kamar yang temaram.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Digerakkan oleh tarik-ulur antara bass synth nokturnal dan ketukan bertempo santai, tembang ini adalah surat cinta bagi pikiran yang tak pernah bisa diam—pikiran penuh ide dan keraguan yang tetap nekat melangkah maju. Vokalnya yang berwibawa meluncur mantap di antara bayang-bayang aransemen, membuktikan bahwa bermimpi tidak selalu harus penuh pelangi berkilau, melainkan bisa berakar dari kegigihan di tengah malam paling pekat. Penutup daftar kurasi dark pop yang sangat bertenaga!</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/jes-dreamer/"><strong>JES – Dreamer</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">Simak Playlist Dark Pop ParaSpot</h2>
<p class="wp-block-paragraph">Seluruh lagu dark pop pilihan di atas sudah kami rangkum ke dalam daftar putar resmi ParaSpot di Spotify. Pasang penyuara telingamu, redupkan lampu kamar, dan nikmati eksplorasi bunyinya langsung di bawah ini:</p>
<figure class="wp-block-embed-spotify wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-embed-aspect-9-16 wp-has-aspect-ratio">
<div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: ParaSpot Dark Pop" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/playlist/2a9N2lITNKRYSC7nUD5EoE?utm_source=generator"></iframe>
</div>
</figure>
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://open.spotify.com/playlist/2a9N2lITNKRYSC7nUD5EoE" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">Dengarkan daftar putar lengkapnya langsung di aplikasi Spotify &rarr;</a></p>
<p class="wp-block-paragraph">Punya karya rekaman bernuansa dark pop, gothic pop, atau electro-noir yang baru saja rampung dan ingin masuk dalam radar kurasi ParaPOP? Meja redaksi kami selalu terbuka lebar melalui kanal <a href="https://parapop.net/submit-your-song/">Submit Your Song ParaPOP</a>.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Sampai jumpa di kurasi subgenre berikutnya!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Kelly Jett – You’re the Spark</title>
<link>https://parapop.net/kelly-jett-youre-the-spark/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 03:46:51 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[ParaMail]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Dream Pop]]></category>
<category><![CDATA[Kelly Jett]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34959</guid>
<description><![CDATA[Duduk di sudut studio rumahan kawasan Bali saat tengah malam sering kali menyodorkan tarikan rasa yang ganjil bagi kita. Lewat tembang teranyar bertajuk You’re the Spark, musisi sekaligus produser Kelly Jett memilih merawat momen intim itu tanpa terburu-buru menyalakan lampu terang benderang. Ia mengajak kita meluncur perlahan dengan dengung synthesizer bertekstur hangat yang membentang di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: You&amp;apos;re the Spark" style="border-radius: 12px" width="100%" height="152" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/track/0JGbdfo42fDfUTawQsG1qG?go=1&amp;sp_cid=fb7d6473-8e8f-4886-99d4-2d670e923efe&amp;utm_source=oembed&amp;utm_medium=desktop"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Duduk di sudut studio rumahan kawasan Bali saat tengah malam sering kali menyodorkan tarikan rasa yang ganjil bagi kita. Lewat tembang teranyar bertajuk <em>You&#8217;re the Spark</em>, musisi sekaligus produser <strong>Kelly Jett</strong> memilih merawat momen intim itu tanpa terburu-buru menyalakan lampu terang benderang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengajak kita meluncur perlahan dengan dengung synthesizer bertekstur hangat yang membentang di latar belakang. Ketukan ritmisnya berderap santai dengan tempo sedang, memberi bantalan empuk bagi tarikan vokal yang melayang rapat tanpa banyak ornamen. Ada kehangatan yang renyah saat lapisan tuts kibor mulai menyusup di bagian tengah, cukup untuk membuat kita memejamkan mata sembari mengangguk-anggukkan kepala meresapi ayunan melodinya yang manis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keterikatan yang tak terelakkan itu diakui jujur lewat sebaris lirik &#8220;<em>Your glow is gravity in the dark</em>&#8221; yang ia lantunkan dengan desah napas tenang. Saya sendiri selalu menyukai bagaimana nomor synth-dream-pop ini membiarkan rasa tertarik itu bekerja seperti medan magnet yang sunyi ketimbang ledakan kembang api yang bising. Hangat sekali bukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gubahan <em>You&#8217;re the Spark</em> menyudahi perjalanannya begitu saja saat dengung elektroniknya memudar pelan, membiarkan <strong>Kelly Jett</strong> tertinggal sendirian di dalam keheningan fajar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lirik lagu Kelly Jett &#8211; You&#8217;re the Spark</h2>



<pre class="wp-block-verse">You're shimmering<br>I'm lingering<br><br>And I'm too young to go<br>But old enough to know<br><br>Too late to turn back now<br>You're made of gold<br>Your glow is gravity in the dark<br>You're the spark<br><br>Too late to turn back now<br>You're made of gold<br>Your glow is gravity in the dark<br>You're the spark that I need<br><br>And many times I tried to let you go<br>Many times I tried to fight you<br>In the morning light, I come to know<br>I'm the flame and ash,<br>And you're the sun,<br>so it's...<br><br>Too late to turn back now<br>You're made of gold<br>Your glow is gravity in the dark<br>You're the spark<br><br>Too late to turn back now<br>You're made of gold<br>Your glow is gravity in the dark<br>You're the spark that I need<br><br>(Ah-ah-ah...)<br>(Ah-ah-ah...)<br>(Ah-ah-ah...)<br><br>Your glow is gravity in the dark<br>You're the spark</pre>



<h2 class="wp-block-heading">Kelly Jett Profile </h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.facebook.com/kellyjettmusic" rel="nofollow noopener" target="_blank">www.facebook.com</a></li>



<li><a href="https://open.spotify.com/artist/13lvAeGZWdJjkUjew9252l" rel="nofollow noopener" target="_blank">open.spotify.com</a></li>



<li><a href="https://www.youtube.com/@kellyjettfire" rel="nofollow noopener" target="_blank">www.youtube.com</a></li>



<li><a href="https://www.instagram.com/kellyjettfire/" rel="nofollow noopener" target="_blank">www.instagram.com</a></li>



<li><a href="https://www.tiktok.com/@kellyjettfire" rel="nofollow noopener" target="_blank">www.tiktok.com</a></li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Nuansa temaram dengan dengung gitar yang mengawang bisa kamu temukan dalam ulasan <a href="https://parapop.net/tessa-rae-all-i-ever-wanted-was-us/"><strong>Tessa Rae &#8211; All I Ever Wanted Was Us</strong></a> serta nomor lawas di arsip <a href="https://parapop.net/scoobert-doobert-after-party/"><strong>Scoobert Doobert – AFTER-PARTY</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Dead Man’s Bones Lost In The Night, Band Ryan Gosling Bangkit dari Kubur Setelah 17 Tahun</title>
<link>https://parapop.net/dead-mans-bones-lost-in-the-night/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 01:52:29 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[ANTI- Records]]></category>
<category><![CDATA[Dead Man's Bones]]></category>
<category><![CDATA[Gothic Rock]]></category>
<category><![CDATA[Lost In The Night]]></category>
<category><![CDATA[Ryan Gosling]]></category>
<category><![CDATA[Single Baru]]></category>
<category><![CDATA[Zach Shields]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34944</guid>
<description><![CDATA[Dead Man’s Bones, duo Ryan Gosling dan Zach Shields, merilis Lost In The Night, lagu pertama mereka dalam 17 tahun. Direkam sehari di sebuah peternakan dengan dua gitar, dua drum machine, dan dua synthesizer.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Single <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> <em>Lost In The Night</em> resmi keluar pada Selasa, 27 Oktober 2026, dan ia datang tujuh belas tahun setelah duo ini terakhir kali merilis apa pun. Tujuh belas tahun. Untuk band yang hanya punya satu album, itu jarak yang cukup untuk dianggap sudah almarhum.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> adalah <strong>Ryan Gosling</strong> dan <strong>Zach Shields</strong>. Keduanya berteman karena sama-sama pernah ketakutan di wahana Haunted Mansion milik Disney, lalu pada 2009 merilis <em>Dead Man&#8217;s Bones</em>, satu-satunya album mereka sampai hari ini. Album itu digarap bersama Silverlake Conservatory Children&#8217;s Choir, sekolah musik di California yang didirikan <strong>Flea</strong>. Di sana <strong>Gosling</strong> tidak cuma bernyanyi. Ia juga memainkan piano, gitar, synthesizer, perkusi, cello, dan bass. Rolling Stone waktu itu menggambarkan mereka sebagai perpaduan <strong>Arcade Fire</strong>, <strong>Tom Waits</strong>, dan <em>Sesame Street</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu mereka menghilang. <strong>Gosling</strong> jadi bintang film sebesar sekarang, termasuk memerankan penulis lagu di <em>Song to Song</em> garapan Terrence Malick (baca juga <a href="https://parapop.net/terrence-malick-song-song-sebuah-cuplikan-tentang-cinta-dan-rock-n-roll/">Terrence Malick Song to Song, Sebuah Cuplikan Tentang Cinta dan Rock n&#8217; Roll</a>). <strong>Shields</strong> menulis naskah untuk beberapa film <em>Godzilla</em> versi Amerika dan prekuel <em>Weapons</em> berjudul <em>Gladys</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anehnya, lagu-lagu mereka tidak ikut mati. Pitchfork mencatat <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> selalu kebagian lonjakan pendengar setiap musim Halloween, berkat warganet yang memutar lagu mereka tiap Oktober, ditambah sinkronisasi di film dan serial. <strong>Cat Power</strong> bahkan membawakan ulang <em>Pa Pa Power</em> di album <em>Covers</em> (2022). Hantu yang rajin pulang tiap akhir Oktober. (Kalau kamu sedang menyusun daftar putar untuk akhir pekan ini, intip juga <a href="https://parapop.net/lagu-halloween-dark-pop/">13 Lagu Dark Pop untuk Malam Halloween</a>.)</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dead Man&#8217;s Bones Lost In The Night Direkam Sehari di Peternakan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kebangkitan band Ryan Gosling ini dipancing pelan-pelan. Pada 22 Oktober, Eva Mendes, istri <strong>Gosling</strong>, menulis di Instagram bahwa ia sedang berusaha &#8220;summon new music&#8221; dari <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong>. Lima hari kemudian <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> <em>Lost In The Night</em> benar-benar datang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara lagu ini dibuat justru yang paling menarik. Keduanya sempat mencoba beberapa studio di Los Angeles dan tidak menemukan bunyi yang mereka cari. Mereka lalu membawa dua gitar, dua drum machine, dan dua synthesizer ke sebuah peternakan di luar kota, lalu merekam <em>Lost In The Night</em> dalam sehari. Produksinya dipegang <strong>Tim Anderson</strong>, kolaborator lama yang menurut Paste juga memproduseri album 2009 mereka. Bahan serba sepasang, dapur seadanya, dan dimasak dalam sekali jalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasilnya jauh dari paduan suara anak-anak. Sebagaimana dikabarkan <a href="https://stereogum.com/2515664/dead-mans-bones-share-lost-in-the-night-first-new-music-in-17-years/music/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Stereogum</a>, lagu baru <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> ini adalah goth-rock yang tebal oleh reverb, dengan sedikit rasa rockabilly di petikan gitarnya. Vokal <strong>Gosling</strong> bergumam di balik gema yang berlapis-lapis, tapi suaranya tetap mudah dikenali. Di bawahnya ada ketukan synth sederhana, harmoni, beberapa synth yang bening, dan backing vokal yang terengah-engah. Rolling Stone mencatat lagu ini dibuka dentang gitar yang ganjil sebelum temponya dipercepat, lalu mendarat di antara produksi post-punk yang apa adanya dan emosi seukuran stadion.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Duo ini menyebut <strong>Bruce Springsteen</strong> dan <strong>Suicide</strong> sebagai acuan, dan telinga Stereogum menangkap sayup-sayup <strong>The Cure</strong> di dalamnya. Ada kegelapan yang tidak lagi kekanak-kanakan di sini. Kita yang mengenal <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> lewat paduan suara bocah diajak masuk ke ruangan yang lebih remang, lebih sepi, dan lebih dewasa. (Bingung bedanya goth-rock dengan darkwave? Kita pernah membahasnya di <a href="https://parapop.net/perbedaan-dark-pop-dan-darkwave/">Dark Pop, Darkwave, Gothic Rock, Witch House, Apa Bedanya?</a>)</p>



<h2 class="wp-block-heading">Video Lost In The Night, Sepasang Kekasih Kabur dari Kuburan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Video hitam-putih <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> <em>Lost In The Night</em> tidak menampilkan <strong>Gosling</strong> maupun <strong>Shields</strong>. Pemeran utamanya Noah Jupe (<em>Hamnet</em>, <em>A Quiet Place</em>) dan Rain Spencer (<em>The Summer I Turned Pretty</em>), sepasang kekasih yang menari keluar dari sebuah pemakaman, lalu berkeliaran di kota sepanjang malam, tertawa, berpelukan, dan saling menatap seolah tinggal mereka berdua di muka bumi.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Dead Man&amp;apos;s Bones – Lost In The Night (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/j7K6FC_psGc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Belum ada kabar soal album kedua. Di Instagram, duo ini hanya menulis &#8220;Thanks for sticking with us all these years&#8221; dan menjanjikan lebih banyak lagi dalam waktu dekat. Saya sendiri tidak bisa menjelaskan kenapa band dengan satu album bisa bertahan selama ini di linimasa setiap Oktober. Mungkin memang begitu cara hantu bekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mari kita tunggu kelanjutannya. Semoga tidak perlu tujuh belas tahun lagi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/dead-mans-bones-hama-sanders-anti.jpg" alt="Dead Man&#039;s Bones Lost In The Night, foto pers Ryan Gosling dan Zach Shields" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Dead Man&#8217;s Bones. Foto: Hama Sanders / ANTI- Records</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Single <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> <em>Lost In The Night</em> dirilis 27 Oktober 2026 melalui ANTI- Records.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>RedLight – Ten Circles</title>
<link>https://parapop.net/redlight-ten-circles/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2026 04:26:06 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[ParaMail]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[indie rock]]></category>
<category><![CDATA[RedLight]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34909</guid>
<description><![CDATA[Terkadang kita memang cuma butuh distorsi gitar yang disetel kencang tanpa banyak basa-basi. Melalui single teranyar bertajuk Ten Circles, kuartet rock asal Marseille RedLight menolak tunduk pada tren produksi masa kini yang serba mulus dan steril. Mereka memilih mengurung diri di studio rumahan kawasan Le Rove, membiarkan amplifier mendengung panas demi menjaga sisa keliaran rock]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Ten Circles" style="border-radius: 12px" width="100%" height="152" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/track/5X0SpkMHGwQzjRAG3EbYot?si=c8d4e8daad5a455a&amp;utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Terkadang kita memang cuma butuh distorsi gitar yang disetel kencang tanpa banyak basa-basi. Melalui single teranyar bertajuk <em>Ten Circles</em>, kuartet rock asal Marseille <strong>RedLight</strong> menolak tunduk pada tren produksi masa kini yang serba mulus dan steril. Mereka memilih mengurung diri di studio rumahan kawasan Le Rove, membiarkan amplifier mendengung panas demi menjaga sisa keliaran rock and roll tetap menyengat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gitar elektrik yang dimainkan Dape langsung menyambar sejak ketukan pertama, mendominasi ruang dengar dengan dengung kasar yang padat dan bertenaga. Formasi panggung mereka berderap rapat tanpa polesan digital, menyodorkan hentakan instrumen bertempo gesit yang memancing kita untuk spontan mengangguk-anggukkan kepala. Ia melesat lurus tanpa jeda istirahat, membiarkan tiap gesekan senar terdengar berpasir dan menolak kompromi. Ada kegelisahan yang ganjil ketika ketukan rancak ini terus mendesak maju tanpa memberi ruang untuk bernapas lega.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah pusaran ritme yang menderu, bait &#8220;A perfect circle shaping out of time&#8221; meluncur bagai gerutu yang terlempar di sela tarikan napas pendek. Saya sendiri rindu mendengar gubahan rock yang tidak bernafsu memoles cacat nadanya agar disukai algoritma. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tembang <em>Ten Circles</em> menyudahi kegaduhannya begitu saja tanpa aba-aba, meninggalkan <strong>RedLight</strong> bersama dengung ampli yang perlahan mati di sudut ruangan.</p>



<iframe loading="lazy" style="border: 0; width: 100%; height: 120px;" src="https://bandcamp.com/EmbeddedPlayer/track=1399910409/size=large/bgcol=ffffff/linkcol=0687f5/tracklist=false/artwork=small/transparent=true/" seamless><a href="https://redlightofficial.bandcamp.com/track/ten-circles" rel="nofollow noopener" target="_blank">Ten Circles by RedLight</a></iframe>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lirik Lagu RedLight &#8211; Ten Circles</strong></h2>



<pre class="wp-block-verse">Cycles in the brain<br>Whispers of the end<br>That will always come<br>Sometimes<br>Ineductable but then<br>Always nevermind<br>Always ten reasons<br>To try to cut and stop the time<br>A perfect circle shaping<br>Out of time<br>she’s always out of time<br>shake it, shake it out of time<br><br>Faith in Division<br>In between the lightnings<br>So far from black desire<br>Call of the Ancients line<br>Always do little<br>care for the seconds<br>with your apologies<br>A perfect circle shaping out of time<br>she’s always out of time<br>shake it, shake it out of time<br>I can feel the circles in the brain<br>Whispers of the end<br>In your house<br><br></pre>



<h2 class="wp-block-heading">RedLight Profile </h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://redlightofficial.bandcamp.com/" rel="nofollow noopener" target="_blank">redlightofficial.bandcamp.com</a></li>



<li><a href="https://www.facebook.com/OfficialRedLight/" rel="nofollow noopener" target="_blank">www.facebook.com</a></li>



<li><a href="https://open.spotify.com/artist/7JseYkjsRLtcd9nzQKaDWw" rel="nofollow noopener" target="_blank">open.spotify.com</a></li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu menyukai nomor rock tanpa polesan berlebih dan ketukan padat, dengarkan ulasan <a href="https://parapop.net/spring-term-raincoat/"><strong>Spring Term &#8211; Raincoat</strong></a> serta ulasan lawas <a href="https://parapop.net/blue-umbrella-tropical-storm/"><strong>Blue Umbrella – Tropical Storm</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Selamat Datang di Dreamhouse, Rumah Baru Deco yang Pintunya Dibiarkan Terbuka</title>
<link>https://parapop.net/selamat-datang-di-dreamhouse-rumah-baru-deco-yang-pintunya-dibiarkan-terbuka/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2026 06:58:47 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Album Reviews]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Deco]]></category>
<category><![CDATA[electropop]]></category>
<category><![CDATA[Indie Pop]]></category>
<category><![CDATA[synth-pop]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34840</guid>
<description><![CDATA[Ada rumah baru di Nottingham yang catnya masih basah dan pintunya sengaja dibiarkan terbuka. Deco membangunnya dengan dua belas ruangan, menamainya Dreamhouse, lalu mengundang siapa saja yang sedang butuh tempat untuk kabur sebentar. Di tahun yang bisingnya tidak kunjung reda, undangan seperti ini terdengar lebih menggoda dari biasanya. Kuartet synth-pop yang dibentuk kakak-beradik dan kawan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ada rumah baru di Nottingham yang catnya masih basah dan pintunya sengaja dibiarkan terbuka. <strong>Deco</strong> membangunnya dengan dua belas ruangan, menamainya <em>Dreamhouse</em>, lalu mengundang siapa saja yang sedang butuh tempat untuk kabur sebentar. Di tahun yang bisingnya tidak kunjung reda, undangan seperti ini terdengar lebih menggoda dari biasanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kuartet synth-pop yang dibentuk kakak-beradik dan kawan lama ini melejit lewat cover viral <em>Wonderwall</em>, <em>Yellow</em>, dan <em>Angels</em>, lalu membawa album debutnya ke posisi sepuluh tangga penjualan album Inggris dan sempat dapat acungan jempol dari <strong>Elton John</strong>. Di album kedua ini, lagu karangan orang lain tidak lagi duduk di ruang tamu. Semua penghuninya ciptaan sendiri.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Dreamhouse" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/4CkeXMPqgpf8vH2mZGltrr?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Max Kendall</strong>, sang vokalis, menyebut <em>Dreamhouse</em> pelarian dari kekacauan 2026, dan proses rekamannya jadi cara band menutup pintu dari bising dunia luar. Rumahnya pun tidak berhenti di musik, sampai ada konser intim di ruang tamu rumah penggemar. Kenyataan tidak dikunci di luar. Ia cuma diminta menunggu di teras sebentar, sementara kita menghilang ke dalam dan keluar lagi dengan kepala yang lebih ringan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pintu depannya adalah trek judul, dan fondasinya Roland Juno-6, synth kesayangan band yang mengalir di sepanjang album. Ia melangkah dengan hentakan mantap dan groove synth yang berdenyut, ditemani gitar funky, bass yang licin, chorus falsetto, dan saksofon <strong>Lucy Kendall</strong> yang kembali menyapa di chorus terakhir. Kalau album ini sebuah masakan, Juno-6 adalah kaldunya, dan saksofon itu bumbu yang membuat kita langsung tahu ini dapur siapa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di album ini saksofon tidak lagi menunggu giliran solo, tapi jadi lapisan di hampir setiap lagu. <em>Dreamhouse</em> sendiri nyaris rampung ditulis dalam sehari, dan seluruh album selesai dalam enam bulan, jauh lebih cepat dari debut mereka yang ditulis tiga tahun di banyak ruangan berbeda. Hasilnya terdengar padu. Sekilas ada jejak <strong>Hot Chip</strong> dan <strong>Nation of Language</strong>, tapi rumah ini tetap punya wajahnya sendiri, nostalgis tanpa terasa seperti acara reuni yang canggung.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Deco - Weekend (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/cID-UC9wheE?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Weekend</em> menangkap rasa tak sabar lepas dari rutinitas lewat perkusi yang berbaris rapi dan chorus yang minta dinyanyikan bareng. <em>You’re So Beautiful</em> membungkus detik sadar sedang jatuh cinta jadi pop elektronik yang euforik. <em>BIG!!!</em> menertawakan aturan industri musik yang berganti lebih sering daripada jadwal ganjil-genap, sementara <em>Make A Video</em> melambat dengan ketukan downtempo dan petikan gitar yang menusuk-nusuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ruangan paling terang ada di <em>On The Radio</em>, lagu andalan album ini. Ia bercerita tentang sensasi mendengar lagu yang terasa milikmu sendiri diputar di radio, entah lagu yang kamu tulis atau lagu yang sudah kamu klaim bersama teman-teman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Durasinya cuma dua menit lima puluh lima detik. Drum berjalan sejak awal, vokal <strong>Max</strong> langsung berdiri paling depan, synth dan bass synth mendorong dari belakang, semuanya di nada mayor yang terang. Di menit kedua lewat dua puluh detik, hampir semuanya ditarik mundur selama sekitar sepuluh detik dan vokal dibiarkan sendirian, lalu lagu kembali penuh seperti rumah yang lampunya padam sebentar dan menyala serentak.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Max</strong> menyebut lagunya tentang “big dreams, spontaneous nights with your favourite people”. Ada rindu di sana, tapi wajahnya tetap menghadap ke depan. Hook-nya euforik, dan tekstur synth yang sedikit lebih gelap menyelinap di bawahnya, cukup untuk menahan lagu ini supaya tidak kemanisan. Saya curiga kepala yang mengangguk-angguk begitu hook itu datang cuma soal waktu.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Deco - Driver&amp;apos;s Seat (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/nD-dtNFEfO8?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak semua ruangan dicat kuning cerah. <em>Driver’s Seat</em> menutup album dengan keraguan diri dan tekad untuk terus menyetir walau belum tahu jalannya ke mana. Gitar dan teksturnya lebih tebal, dan saksofon <strong>Lucy</strong> mengambil alih paruh keduanya. Justru lagu seperti ini yang membuat optimisme album terasa diperjuangkan, bukan dibagikan gratis di pintu masuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih dari separuh lagunya sudah terdengar sebelum album keluar, dan buat yang baru mengetuk pintu <strong>Deco</strong> sekarang, itu justru kabar baik. Mereka bisa langsung masuk ke rumah yang perabotnya sudah lengkap, tanpa perlu menunggu ruangan dibuka satu per satu selama berbulan-bulan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggemar lama pun tetap kebagian kejutan, karena <em>Talking In My Sleep</em> dan <em>Movie Star</em> baru dibuka sekarang, satu masuk lewat perkusi yang berkeresek lalu jadi jam synth-pop yang gelisah, satu lagi merapat ke disko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Catnya mungkin masih basah. Tapi selama tiga puluh sembilan menit, rumah ini sudah sangat layak ditinggali.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Daftar lagu <em>Dreamhouse</em></strong></h2>



<ol class="wp-block-list">
<li><em>Dreamhouse</em></li>



<li><em>Talking In My Sleep</em></li>



<li><em>BIG!!!</em></li>



<li><em>Movie Star</em></li>



<li><em>Weekend</em></li>



<li><em>You’re So Beautiful</em></li>



<li><em>Fever Dream</em></li>



<li><em>Tiger Blood</em></li>



<li><em>Make A Video</em></li>



<li><em>On The Radio</em></li>



<li><em>Beautiful Things</em></li>



<li><em>Driver’s Seat</em></li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading">Deco Profile </h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://tiktok.com/@decoband" rel="nofollow noopener" target="_blank">tiktok.com</a></li>



<li><a href="https://instagram.com/decoband" rel="nofollow noopener" target="_blank">instagram.com</a></li>



<li><a href="https://facebook.com/decoband" rel="nofollow noopener" target="_blank">facebook.com</a></li>



<li><a href="https://youtube.com/decobanduk" rel="nofollow noopener" target="_blank">youtube.com</a></li>



<li><a href="https://x.com/decobanduk" rel="nofollow">x.com</a></li>
</ul>



<iframe loading="lazy" src="https://api.submithub.com/disclosure.html?id=ZzhBQ7YaZmeBJBZ6E&#038;color=9575cd&#038;text=Published+in+partnership+with+SubmitHub" style="border:1px solid #9575cd" scrolling="no" width="100%" height="50px"></iframe>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Janalynn Castelino – But Without You (Temptation Remix)</title>
<link>https://parapop.net/janalynn-castelino-but-without-you/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2026 05:53:47 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[ParaMail]]></category>
<category><![CDATA[Alt Pop]]></category>
<category><![CDATA[Janalynn Castelino]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34836</guid>
<description><![CDATA[Mengaku payah dalam urusan perpisahan di tengah dentum lantai dansa jelas butuh nyali tersendiri. Lewat rilisan terbarunya yang bertajuk “But Without You (Temptation Remix)”, Janalynn Castelino menolak membiarkan luka lama mengendap murung. Musisi berdarah Italia India yang berbasis di Los Angeles ini memilih menyulap kerumitan asmara menjadi nomor klub malam yang berdenyut lincah. Ia melesat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: But Without You - Temptation Remix" style="border-radius: 12px" width="100%" height="152" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/track/1bRppzq67CoFAg4QCUClPl?si=47eb4c37c10645b7&amp;utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mengaku payah dalam urusan perpisahan di tengah dentum lantai dansa jelas butuh nyali tersendiri. Lewat rilisan terbarunya yang bertajuk <em>&#8220;But Without You (Temptation Remix)&#8221;</em>, <strong>Janalynn Castelino</strong> menolak membiarkan luka lama mengendap murung. Musisi berdarah Italia India yang berbasis di Los Angeles ini memilih menyulap kerumitan asmara menjadi nomor klub malam yang berdenyut lincah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia melesat dengan ketukan perkusi rapat yang terus mendesak maju sejak detik awal. Lapisan tekstur elektronik diramu tebal dan gelap, memberi ruang bebas bagi jangkauan vokal sopran miliknya yang meliuk lincah tanpa kehilangan pijakan. Suasana tembang ini terasa padat dan berkilau, mengayunkan ritme bertempo cepat yang membuat kita spontan mengangguk-anggukkan kepala mengikuti tiap hentakannya. Ada energi yang ganjil ketika nomor lantai dansa yang licin ini tetap terasa mengancam di bagian bawah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerapuhan itu terdengar sangat jujur saat ia berpindah bahasa dengan luwes, melantunkan <em>&#8220;Let&#8217;s screw this drama, it hits like a trauma&#8221;</em> sebelum menyambungnya dengan lirik Spanyol. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya sendiri selalu penasaran melihat bagaimana keputusasaan bisa terdengar begitu menuntut untuk dirayakan bersama kawan-kawan. Lewat <em>&#8220;But Without You (Temptation Remix)&#8221;</em>, <strong>Janalynn Castelino</strong> memastikan urusan hati yang kusut pun bisa terasa melegakan begitu kita memutuskan untuk terus berdansa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lirik lagu Janalynn Castelino &#8211; But Without You</h2>



<pre class="wp-block-verse">Stop being chaotic<br>I'm really bad at goodbyes<br>Might sound dramatic<br>I'm never the one to lie<br>Tell me how hard is it to reconcile<br>Tell me how hard is it<br>Now c'mon review<br>But without you baby, I'd not know how to live<br>Let's screw this drama, it hits like a trauma<br>And hurts like hell, I know how you feel<br>No existe drama, si el corazón sana<br>Nada es posible sin ti<br>Woke up from a crazy dream<br>Made me restless gave a scream<br>Contigo yo me calmo<br>We don't blame it on destiny, you're my only testimony<br>Of love and hate around me<br>Tell me how hard is it to reconcile<br>Tell me how hard is it<br>Now c'mon review<br>But without you baby, I'd not know how to live<br>Let's screw this drama, it hits like a trauma<br>And hurts like hell, I know how you feel<br>No existe drama, si el corazón sana<br>Nada es posible sin ti</pre>



<h2 class="wp-block-heading">Janalynn Castelino Profile </h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://open.spotify.com/artist/1tlxFFDFR09NPkMKgfTRpi" rel="nofollow noopener" target="_blank">open.spotify.com</a></li>



<li><a href="https://www.facebook.com/janalynncastelino" rel="nofollow noopener" target="_blank">www.facebook.com</a></li>



<li><a href="https://x.com/JanalynnCas" rel="nofollow">x.com</a></li>



<li><a href="https://www.youtube.com/@Janalynn" rel="nofollow noopener" target="_blank">www.youtube.com</a></li>



<li><a href="https://www.instagram.com/janalynn_cas/" rel="nofollow noopener" target="_blank">www.instagram.com</a></li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Rekomendasi ulasan lain untuk melengkapi daftar putar akhir pekanmu: ulasan <a href="https://parapop.net/alyssa-caroline-butterflies/"><strong>Alyssa Caroline &#8211; Butterflies</strong></a> serta pilihan hangat dari arsip ulasan <a href="https://parapop.net/m-j-not-a-love-song/"><strong>M &#038; J – NOT A LOVE SONG</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Steve Maggiora dan Album Echoes of Us, Perpisahan yang Lebih Sering Jatuh Cinta</title>
<link>https://parapop.net/steve-maggiora-dan-album-echoes-of-us-perpisahan-yang-lebih-sering-jatuh-cinta/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 04:58:21 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Album Reviews]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Reviews]]></category>
<category><![CDATA[Pop Rock]]></category>
<category><![CDATA[Singer Songwriter]]></category>
<category><![CDATA[Steve Maggiora]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34810</guid>
<description><![CDATA[Sebuah sweater tertinggal di jok belakang mobil, dan baunya masih seperti kafe tempat dua orang dulu sering duduk. Dari benda sekecil itulah Steve Maggiora membuka Echoes of Us, album berisi sebelas lagu yang lahir dari berakhirnya hubungan selama empat tahun. Namanya mungkin lebih sering kamu temui di barisan kredit. Steve Maggiora pernah berkeliling dunia sebagai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sebuah sweater tertinggal di jok belakang mobil, dan baunya masih seperti kafe tempat dua orang dulu sering duduk. Dari benda sekecil itulah <strong>Steve Maggiora</strong> membuka <em>Echoes of Us</em>, album berisi sebelas lagu yang lahir dari berakhirnya hubungan selama empat tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namanya mungkin lebih sering kamu temui di barisan kredit. <strong>Steve Maggiora</strong> pernah berkeliling dunia sebagai keyboardis sekaligus vokalis tur <strong>Toto</strong>, lalu bermain atau merekam bersama <strong>Ringo Starr</strong>, <strong>Joe Bonamassa</strong>, hingga <strong>GoldFord</strong>. Rock, soul, pop, blues, semua pernah ia jalani. Musisi pengiring memang mirip PNS, siap ditempatkan di mana saja. Kali ini ia menempatkan dirinya di tengah panggung, menulis, memproduseri, dan me-mix sendiri seluruh materinya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Echoes of Us - Steve Maggiora (2026) | Official Music Video" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/BM9JsS8W8Q0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu <em>Echoes of Us</em> dipilih sebagai lead single sekaligus pembuka album, dan ia memang pintu masuk yang tepat. Vokal <strong>Maggiora</strong> hadir sejak detik pertama, langsung disambut gitar <strong>John Philbrick</strong> dan drum <strong>Curtis Kelley</strong>, sementara bas dan sisa instrumen ia mainkan sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Temponya melaju sedang dengan nada yang terang, aransemennya condong retro, dan chorus-nya dibangun untuk dinyanyikan bersama sejak putaran pertama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik justru terjadi di sekitar menit ketiga. Drum mendadak mundur, sepuluh detik kemudian kembali, lalu giliran bas yang minggir sejenak sebelum semuanya menumpuk lagi dan <em>Echoes of Us</em> memuncak hingga detik terakhir dari durasinya yang empat menit lebih sedikit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jeda kecil itu membuat chorus terakhir punya landasan untuk melompat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di liriknya, ia memilih untuk tidak meratap. “<em>I don’t replay the heartbreak, I just rewind the light,”</em> nyanyinya. Kepala kita sudah mengangguk sebelum sempat memutuskan setuju atau tidak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu ada kejutan kecil. Album tentang perpisahan ini ternyata lebih sering jatuh cinta daripada mengenang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Coba lihat. <em>Chain Reaction</em> adalah naksir yang membuat orang rela bertingkah konyol, <em>Kinda Like Magic</em> merayakan cinta yang biasa-biasa saja, <em>Gravity</em> dan <em>Steady</em> bicara soal orang yang membuat kita selalu ingin pulang, dan <em>On Purpose</em> menutup album dengan cinta yang dipilih secara sadar setiap hari. Yang benar-benar menghadap ke akhir hubungan hanya segelintir. <em>Parallel Lines</em> memotret dua orang yang berjalan bersisian tanpa pernah bersentuhan, “Same room, same bed, different skies”, sementara <em>Stardust</em> mengenang sesuatu yang singkat tapi sempat menyala. Dari situ judul albumnya terbaca lain. Gema yang ia maksud bisa jadi termasuk lagu-lagu cinta yang tetap ia simpan setelah hubungannya selesai.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Echoes of Us" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/2SHz9DFMeWzcC74hG2W6uM?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Racikannya konsisten dari awal sampai akhir. Soulful pop menjadi kuah utama, dibumbui rock, R&amp;B, dan sedikit funk. Synth dan keyboard duduk berdampingan dengan gitar, drum yang dimainkan langsung, dan vokal yang ditumpuk berlapis-lapis. Hampir semua lagu berhenti di kisaran tiga sampai empat menit, dan seluruh album selesai dalam 39 menit, jadi tidak ada yang sempat dikunyah terlalu lama. <em>Our Time</em> membawa kait paling besar sekaligus ajakan kabur ke Paris. Ada umpatan di reff-nya yang membuat lagu ini kurang cocok diputar di mobil keluarga. Di barisan pemain album ini juga ada <strong>Alex Kyhn</strong>, bassist yang pernah mengiringi <strong>Sabrina Carpenter</strong> dan <strong>Macy Gray</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada pula sisi yang akan terasa akrab bagi kita yang sudah melewati kepala tiga. <em>We Could Have It All</em>, lagu terpendek di album ini, dengan santai menyebut dirinya “a mid-life cry fest”. Di <em>Steady</em>, ia ketinggalan pesawat lalu menembus jalan tol The Five tengah malam dengan kecepatan sembilan puluh mil per jam demi pulang ke pelukan, semacam mengebut di Cipali, hanya saja versi California.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Catatannya ada di judul-judul itu sendiri. <em>Gravity</em>, <em>Kinda Like Magic</em>, <em>Chain Reaction</em>, dan <em>Stardust</em> adalah metafora yang sudah dipakai ribuan lagu cinta sebelum ini, dan isinya jarang bergerak jauh dari yang dijanjikan judulnya. Mungkin ini soal selera saya yang terlalu lama tinggal di rak indie, tapi <strong>Maggiora</strong> justru paling tajam ketika ia konkret, seperti sweater di jok belakang, kafe lama, atau jalan tol tengah malam. Seandainya lebih banyak lagu ditulis dari benda-benda kecil semacam itu, album ini akan lebih mudah dibedakan dari rak soft rock di sebelahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat rajinnya <strong>Steve Maggiora</strong> melepas single demi single dari album ini, jangan kaget kalau gema <em>Echoes of Us</em> masih terdengar sampai tahun depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Daftar lagu album <strong>Steve Maggiora</strong> <em>Echoes of Us</em></p>



<ol class="wp-block-list">
<li><em>Echoes of Us</em></li>



<li><em>Our Time</em></li>



<li><em>Chain Reaction</em></li>



<li><em>Half-Light</em></li>



<li><em>Kinda Like Magic</em></li>



<li><em>Gravity</em></li>



<li><em>Parallel Lines</em></li>



<li><em>Stardust</em></li>



<li><em>Steady</em></li>



<li><em>We Could Have It All</em></li>



<li><em>On Purpose</em></li>
</ol>



<iframe loading="lazy" src="https://api.submithub.com/disclosure.html?id=iPfweBEReFkwutCbx&#038;color=9575cd&#038;text=Published+in+partnership+with+SubmitHub" style="border:1px solid #9575cd" scrolling="no" width="100%" height="50px"></iframe>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Tom and Jerry Jadi Kado bagi John Mayer dan Penggemar Melalui Single Terbarunya</title>
<link>https://parapop.net/john-mayer-tom-and-jerry/</link>
<dc:creator><![CDATA[Berry Arneldi]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 04:12:27 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[Blake Slatkin]]></category>
<category><![CDATA[John Mayer]]></category>
<category><![CDATA[Sob Rock]]></category>
<category><![CDATA[Tom and Jerry]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34804</guid>
<description><![CDATA[Lima tahun setelah album Sob Rock, John Mayer merilis single terbaru Tom and Jerry pada 23 Oktober 2026, diumumkan tepat di hari ulang tahunnya.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Lima tahun penantian hari ini menjadi perayaan bagi para pecinta <strong>John Mayer</strong>, yang akhirnya melahirkan sebuah single terbaru bertajuk <em>Tom and Jerry</em>. Sejak terakhir kalinya pada tahun 2021 <a href="https://parapop.net/john-mayer-dan-manisnya-sentuhan-80an-di-album-barunya-sob-rock/">album <em>Sob Rock</em></a> dikeluarkan, pria yang memiliki nama lengkap <strong>John Clayton Mayer</strong> ini telah memberikan waktu jeda yang panjang tanpa mengeluarkan karya solonya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tanggal 16 Oktober 2026, bertepatan dengan hari kelahiran penyanyi dan pencipta lagu Amerika ini, ia membocorkan bahwa akan kembali meluncurkan karyanya melalui berbagai platform digital miliknya. Sontak saja para penggemar menyambut gembira kabar ini dengan berbagai komentar sembari mengucapkan selamat ulang tahun, dan agaknya single terbaru ini menjadi kado ulang tahun bukan hanya bagi <strong>John Mayer</strong>, tetapi juga bagi seluruh penikmat musik.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Tom and Jerry" width="500" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/l15JXYQGoUI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Layaknya <em>Tom and Jerry</em>, kartun legendaris yang menceritakan kucing dan tikus yang dalam ceritanya senantiasa memiliki hubungan yang rumit antara keduanya. Begitu juga sepertinya yang ingin digambarkan oleh <strong>John</strong> dalam single terbarunya ini, di mana pada artwork ditampilkan seorang pria dan wanita yang saling mengaitkan jari kelingkingnya dalam keadaan tangan terborgol antara pasangan tersebut. Lirik yang ditulis juga membawa pendengar dalam sebuah imajinasi kompleksitas hubungan, tentu saja seperti gaya penulisan lirik <strong>John Mayer</strong> pada karya-karyanya yang penuh makna.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lirik lagu John Mayer &#8211; Tom and Jerry </h2>



<pre class="wp-block-verse">I'm never gonna catch you<br>This is never gonna end<br>Might as well be my lover<br>If you don't wanna be my friend<br>You're my badge<br>Baby, I'm your scar<br>Throwin' daggers at the camera<br>Trying to hit me from afar<br>Now if you ever come through<br>Which I doubt you'll do<br>I'll run away with you<br>You only want me when you got someone<br>You only want me when it's wrong<br>Come out and just tell me<br>What you've been thinkin' all along<br>We could've talked all night<br>Instead of wastin' time<br>I could've solved your problems<br>You could've helped me with mine<br>Now if you ever come through<br>Which I doubt you'll do<br>I'll run away with you<br>Ooh<br>Ooh<br>Ooh<br>Ooh<br>Admit that if you met me<br>Tonight for the first time<br>You'd never forget me<br>We'd be livin' on the same dime<br>It's not too late<br>It's easy if you try<br>Whatever his name is<br>Just tell him goodbye<br>And if you never come through<br>Well, then you showed me why you should never make a good girl cry<br>Oh, you and me<br>Oh, how we love a little hide and seek<br>Oh, how we love it, baby, you and me<br>Oh, how we love our little hide and seek<br>Oh, how we love it, baby, you and me<br>Run for a kiss and turn the other cheek<br>How, how you doin', honey? You and me<br>Oh, how we love it when our will gets weak<br>If we never get it right<br>Meet you on the other side<br>If we never get it right<br>Meet you on the other side<br>If we never get it right<br>Meet you on the other side<br><br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side</pre>



<p class="wp-block-paragraph">Warna musik pada <em>Tom and Jerry</em> disuguhkan oleh <strong>John Mayer</strong> dengan masih bertahan pada nuansa musik minimalis, seperti lagu sebelumnya <em>Wild Blue</em> pada album <em>Sob Rock</em> dan juga <em>Carry Me Away</em> serta beberapa karya lainnya. Tidak banyak permainan gitar yang dominan serta aransemen seperti pada karya awalnya, di mana sentuhan suara permainan gitar <strong>John Mayer</strong> cukup menjadi kesatuan yang tak dapat terpisahkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single terbaru <strong>John Mayer</strong> <em>Tom and Jerry</em> yang diluncurkan pada 23 Oktober 2026 ini diproduseri dan ditulis oleh <strong>John Mayer</strong> bersama <strong>Blake Slatkin</strong> di studio rekaman bernama Chaplin Recording Studios di Hollywood. <strong>Blake Slatkin</strong> merupakan seorang penulis dan produser musik yang juga telah banyak melahirkan karya dan membantu nama besar seperti <strong>Justin Bieber</strong>, <strong>SZA</strong>, <strong>Ed Sheeran</strong>, <strong>Sam Smith</strong>, dan berbagai nama besar lainnya. Saat ini <em>Tom and Jerry</em> sudah dapat didengarkan di berbagai layanan Digital Service Provider (DSP) seperti Spotify, Apple Music, YouTube, dan berbagai platform musik lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga <a href="https://parapop.net/lembar-demi-lembar-whisper-in-the-wind-milik-the-como-brothers/">Lembar demi Lembar Whisper In The Wind Milik The Como Brothers</a>, yang menghadirkan saksofonis <strong>Bob Reynolds</strong>, peraih Grammy yang pernah bermain untuk <strong>John Mayer</strong>. Kabar lain seputar <strong>John Mayer</strong> bisa kamu ikuti di <a href="https://parapop.net/tag/john-mayer/">arsip John Mayer di ParaPop</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(BRY/ABD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>CANARY COMPLEX – BEL ESPRIT</title>
<link>https://parapop.net/canary-complex-bel-esprit/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 03:36:45 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[ParaMail]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[altenative rock]]></category>
<category><![CDATA[CANARY COMPLEX]]></category>
<category><![CDATA[indie rock]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34454</guid>
<description><![CDATA[Ada kesedihan yang sengaja dipoles supaya terlihat indah, dan BEL ESPRIT dari CANARY COMPLEX adalah contohnya. Ia tidak meratap. Ia memilih berdansa pelan di antara bayangan. Proyek ini lahir dari tangan Canary Kasey, musisi Amerika yang tumbuh dari kecintaan pada visual kei Jepang. Dunia yang ia bangun terasa seperti mimpi Belle Époque yang sedikit gelap,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Canary Complex - BEL ESPRIT [MV]" width="500" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/-VO4CyzLCrE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ada kesedihan yang sengaja dipoles supaya terlihat indah, dan <em>BEL ESPRIT</em> dari <strong>CANARY COMPLEX</strong> adalah contohnya. Ia tidak meratap. Ia memilih berdansa pelan di antara bayangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyek ini lahir dari tangan <strong>Canary Kasey</strong>, musisi Amerika yang tumbuh dari kecintaan pada visual kei Jepang. Dunia yang ia bangun terasa seperti mimpi Belle Époque yang sedikit gelap, dengan sentuhan chanson Prancis dan nuansa gothic yang tipis-tipis. Kita diajak masuk ke ruang yang seolah tak pernah ada di peta mana pun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melodinya mengalir tenang dan syahdu, dengan sentuhan melankolis yang terasa sejak bar pertama. Lalu ketukannya datang padat dan mendorong, memberi sisi dramatis yang membuat lagu ini tidak mau tidur. Gitar dan drum menyatu dalam satu arah, dan pertemuan keduanya membuat setiap bagian terasa sedang bergerak menuju sesuatu. Saat seluruh lapisan bersatu, kepala ikut mengangguk tanpa sadar, dan build-up-nya penuh gejolak sampai hampir tak tertahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vokalnya membawa kedalaman yang menarik. Ia bisa turun ke bisikan yang halus, lalu naik ke tenaga yang penuh emosi tanpa terasa dibuat-buat. Transisi itu terdengar alami, seperti seseorang yang berbicara pelan lalu tiba-tiba lupa diri dalam cerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada nuansa nostalgia yang epik di sini, tapi tidak terasa berat. Ruang yang lapang itu membuat kita betah berlama-lama di dalam lagu. Justru itu yang membuat <em>BEL ESPRIT</em> enak diputar berulang-ulang, karena kita selalu menemukan lapisan baru di setiap putaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau kamu menyukai musik yang berani bermimpi sambil tetap berdebu, single ini layak didengar sampai habis. Dengarkan saja, dan biarkan gejolaknya bekerja.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: BEL ESPRIT" style="border-radius: 12px" width="100%" height="152" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/track/55GMP5nvLtXiSKhNVIjkCx?si=55f934380f2049ee&amp;utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Lirik lagu CANARY COMPLEX &#8211; BEL ESPRIT</h2>



<pre class="wp-block-verse">The old world is changing; we must re-invent<br>I've painted your eyes on porcelain<br>A warm orange glow from show windows<br>Expensive clothes on mannequins<br>That fabric is left to waste on silhouettes<br>A marionette could never choose to live<br>Like you would have done as a girl<br>And with the musette, she pirouettes<br>Then I see you instead<br>She will have your name<br>The scripture is vague but he must find it profane<br>(An hour to build you)<br>To remake your body from wood<br>(And dress you in linen and lace)<br>You bel esprit<br>You prodigy<br>You masterpiece to be made<br>Your strings are ladders to Heaven<br>The Blackbird did sing<br>"Climb up to me-<br>All that I dream you became<br>...my dreams have faded back to gray..."<br>I could have wept<br>A marionette could never move her limbs<br>Her movements projected by the hand<br>Over her head<br>She pirouettes, then I see you instead<br>She will have your face<br></pre>



<h2 class="wp-block-heading">CANARY COMPLEX Profile </h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://canarycomplex.com/" rel="nofollow noopener" target="_blank">canarycomplex.com</a></li>



<li><a href="https://facebook.com/canarycomplex" rel="nofollow noopener" target="_blank">facebook.com</a></li>



<li><a href="https://x.com/canarykasey" rel="nofollow">x.com</a></li>



<li><a href="https://open.spotify.com/artist/0gUlc4ky5jznZfnkSFIFrZ" rel="nofollow noopener" target="_blank">open.spotify.com</a></li>



<li><a href="https://youtube.com/@canarycomplex" rel="nofollow noopener" target="_blank">youtube.com</a></li>



<li><a href="https://instagram.com/canary.complex" rel="nofollow noopener" target="_blank">instagram.com</a></li>



<li><a href="https://www.tiktok.com/@canary.kasey" rel="nofollow noopener" target="_blank">www.tiktok.com</a></li>



<li><a href="https://tidal.com/@canarycomplex" rel="nofollow noopener" target="_blank">tidal.com</a></li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi yang menyukai soundscape ambient berbalut vokal melankolis, jelajahi ulasan <a href="https://parapop.net/grace-cope-kept-it-all-inside/"><strong>Grace Cope – Kept It All Inside</strong></a> berdampingan dengan ulasan <a href="https://parapop.net/slowly-slowly-parallel/"><strong>Slowly Slowly – Parallel</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Ava Valianti – acupuncture</title>
<link>https://parapop.net/ava-valianti-acupuncture/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 03:23:56 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[ParaMail]]></category>
<category><![CDATA[Ava Valianti]]></category>
<category><![CDATA[Indie Pop]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34799</guid>
<description><![CDATA[Selalu senang bertemu dengan musisi muda favorit kita, Ava Valianti, yang setiap kehadirannya selalu membawa sisi yang istimewa, dan kali ini ia membawa acupuncture. Lagunya tentang jatuh hati pada orang yang mungkin keliru, lalu membaca setiap sentuhan yang kelamaan sebagai pertanda. Cinta bertepuk sebelah tangan, tapi lebih banyak genitnya daripada patah hatinya. Sisi istimewanya kali]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: acupuncture" style="border-radius: 12px" width="100%" height="152" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/track/2tCwibSN66Ja9VI2DCLEbG?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selalu senang bertemu dengan musisi muda favorit kita, <strong><a href="https://parapop.net/tag/ava-valianti/" data-type="post_tag" data-id="3997">Ava Valianti</a></strong>, yang setiap kehadirannya selalu membawa sisi yang istimewa, dan kali ini ia membawa <em>acupuncture</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagunya tentang jatuh hati pada orang yang mungkin keliru, lalu membaca setiap sentuhan yang kelamaan sebagai pertanda. Cinta bertepuk sebelah tangan, tapi lebih banyak genitnya daripada patah hatinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sisi istimewanya kali ini bernama jazz-pop. Setelah indie pop yang murung di EP debut <em>petunias</em> dan pop-rock penuh gitar di <em>Sophomore Slump</em>, penyanyi dan penulis lagu berusia tujuh belas tahun dari Newbury, Massachusetts ini meracik ulang dapurnya untuk EP ketiga, <em>kismet</em>. Single kedua dari EP itu, menyusul <em><a href="https://parapop.net/ava-valianti-celebrity/" data-type="post" data-id="33164">celebrity</a></em> yang sudah pernah kita bahasa sebelumnya, kini dibumbui jazz dan R&amp;B. Piano dan keyboard bertukar tempat dengan gitar elektrik dan akustik di tempo sedang yang santai, sementara geraknya sengaja dibuat sedikit sulit ditebak. Ia maju selangkah, mundur setengah, lalu tersenyum, persis seperti orang yang sedang menggoda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Liriknya penuh pengamatan kecil semacam itu, tangan yang melayang di atas tangan si dia, pelukan yang bertahan sedikit terlalu lama. Lalu datang permainan kata paling usil di lagu ini, “<em>Or are you indifferent, Are you different</em>”. Kita semua pernah menanyakan hal yang sama, hanya saja tidak semanis itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Judulnya pun pas. Akupunktur adalah jarum-jarum kecil yang mestinya menyembuhkan, dan <strong>Ava Valianti</strong> sendiri menyebut cinta diam-diam itu sakit sekaligus bikin girang. Ada tusukan yang justru ditunggu-tunggu di <em>acupuncture</em>. Saya curiga judul ini dipilih sambil senyum-senyum sendiri.</p>



<script type="application/ld+json">
{
  "@context": "https://schema.org",
  "@type": "Review",
  "author": {
    "@type": "Organization",
    "name": "ParaPop.net"
  },
  "reviewRating": {
    "@type": "Rating",
    "ratingValue": "4.1",
    "bestRating": "5"
  },
  "itemReviewed": {
    "@type": "MusicAlbum",
    "albumReleaseType": "SingleRelease",
    "name": "celebrity",
    "byArtist": {
      "@type": "MusicGroup",
      "name": "Ava Valianti",
      "sameAs": [
        "https://open.spotify.com/artist/3JhUfOmvrN5q0tDArJbQyT",
        "https://instagram.com/iamavavalianti",
        "https://tiktok.com/iamavavalianti",
        "https://facebook.com/profile.php"
      ]
    },
    "genre": [
      "Indie Pop",
      "Dream Pop"
    ],
    "datePublished": "2026-10-23",
    "publisher": {
      "@type": "Organization",
      "name": "Independent"
    }
  }
}
</script>



<h2 class="wp-block-heading">Lirik Lagu Ava Valianti &#8211; acupuncture</h2>



<pre class="wp-block-verse">My hands hover over yours<br>Like I don’t want to disturb the peace<br>They linger in your embrace for just a liAle too long<br>It keeps me alive enough to dream<br>My love is unguarded<br>Deeper than what is defined<br>Your love’s a liAle absent-minded<br>But I don’t mind<br>You put your puzzle piece down and hope it fits<br>I wonder if care is all it is<br>Would you smile if I kissed your lips with ignorance<br>Or are you indifferent<br>Are you different<br>Your trust is hard fought and earned<br>Colder than frozen dew on the pines<br>My trust’s an olive branch, a punch line<br>I call you mine<br>I let you shine</pre>



<h2 class="wp-block-heading">Ava Valianti Profile</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://open.spotify.com/artist/3JhUfOmvrN5q0tDArJbQyT" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">Spotify</a></li>



<li><a href="https://instagram.com/iamavavalianti" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">Instagram</a></li>



<li><a href="https://tiktok.com/iamavavalianti" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">TikTok</a></li>



<li><a href="https://facebook.com/profile.php" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">Facebook</a></li>
</ul>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<h3 class="wp-block-heading">Track Info &amp; Review Summary</h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Artist:</strong> Ava Valianti</li>



<li><strong>Track:</strong> acupuncture</li>



<li><strong>Genre:</strong> <a href="https://parapop.net/tag/indie-pop/">Indie Pop</a></li>



<li><strong>Release Date:</strong> October 23, 2026</li>



<li><strong>Label:</strong> Independent</li>



<li><strong>Rating:</strong> 4.1 / 5</li>



<li><strong>Reviewed by:</strong> <a href="http://ParaPop.net" class="autohyperlink" target="_blank" rel="nofollow noopener">ParaPop.net</a></li>
</ul>
</div></div>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu mencari nomor dengan beat adiktif untuk mengiringi harimu, simak ulasan <a href="https://parapop.net/jennah-sophia-tunnel-vision/"><strong>Jennah Sophia – Tunnel Vision</strong></a> serta arsip ulasan <a href="https://parapop.net/alexander-deveney-more-alive-studio-version/"><strong>Alexander Deveney – More Alive (studio version )</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Album Baru CHVRCHES All The King’s Men, Pulang ke Glasgow Membawa Gitar</title>
<link>https://parapop.net/album-baru-chvrches-all-the-kings-men/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2026 02:05:18 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[Album Baru]]></category>
<category><![CDATA[All The King's Men]]></category>
<category><![CDATA[CHVRCHES]]></category>
<category><![CDATA[Futures Music Group]]></category>
<category><![CDATA[Iain Cook]]></category>
<category><![CDATA[Lauren Mayberry]]></category>
<category><![CDATA[Martin Doherty]]></category>
<category><![CDATA[Roses]]></category>
<category><![CDATA[Screen Violence]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34761</guid>
<description><![CDATA[CHVRCHES umumkan album kelima, All The King’s Men, yang rilis 22 Januari 2027 lewat Futures Music Group. Album pertama sejak Screen Violence ini lebih rock, lebih akustik, dan direkam di Glasgow.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu sudah lima tahun menunggu album baru <strong>CHVRCHES</strong>, simpan dulu sebagian ekspektasimu di laci. Trio asal Glasgow ini mengumumkan <em>All The King&#8217;s Men</em> pada Rabu, 21 Oktober 2026, dan album kelima mereka itu akan rilis 22 Januari 2027 melalui Futures Music Group. Ini album penuh pertama sejak <em>Screen Violence</em> (2021), yang dulu sempat menembus sepuluh besar tangga album Inggris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kejutan <strong>CHVRCHES</strong> <em>All The King&#8217;s Men</em> ada di bunyinya. Synth yang selama ini jadi bumbu utama <strong>CHVRCHES</strong> kini dikurangi takarannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Consequence menulis bahwa album ini adalah langkah terjauh mereka dari bunyi berbasis synth, condong ke rock dan ke instrumen akustik. Spin bahkan menyebutnya lebih bertumpu pada gitar. Band sendiri menggambarkan sebelas lagunya sebagai kumpulan indie rock yang &#8220;self-consciously British&#8221; dan bebas berkelok, dengan bahan dari sejarah serta budaya Inggris dan Skotlandia, termasuk sudut-sudutnya yang paling buruk rupa. Kita diajak melintasi rentang yang lebar, dari <em>Adore You</em> yang menurut Spin terdengar seperti pop rock 90-an yang jenaka, sampai <em>Comedown Tomorrow</em> yang murung, luas, dan sepi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Album Baru CHVRCHES Diracik di Glasgow, Tiga Minggu Sekali Jalan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah tur <em>Screen Violence</em> rampung, <strong>CHVRCHES</strong> memilih rehat pada 2023. <strong>Lauren Mayberry</strong>, <strong>Iain Cook</strong>, dan <strong>Martin Doherty</strong> sepakat hanya akan kembali kalau materi berikutnya benar-benar menantang mereka. <em>Screen Violence</em> dulu ditulis jarak jauh. Kali ini ketiganya berkumpul di Glasgow untuk beberapa sesi intens yang masing-masing berlangsung tiga minggu. Lucunya, menurut Stereogum, tinggal satu personel yang masih menetap di kota itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masing-masing membawa bumbu sendiri ke dapur. <strong>Doherty</strong> sering bolak-balik ke Skotlandia untuk menjenguk ibunya, dan dari mudik-mudik itu ia tercebur ke film-film Shane Meadows dan Ken Loach, juga ke musik <strong>Massive Attack</strong>, <strong>Siouxsie &amp; The Banshees</strong>, dan <strong>PJ Harvey</strong>. <strong>Cook</strong> mulai menulis lagu dengan instrumen akustik sambil mendengarkan <strong>Nick Drake</strong>, <strong>Bert Jansch</strong>, dan <strong>Incredible String Band</strong>. <strong>Mayberry</strong> mengejar cara bercerita yang lebih tajam dan rentang vokal yang lebih lebar. Ada jarak yang membuat mereka melihat Inggris dengan mata baru, setelah bertahun-tahun lebih banyak berada di negeri paman sam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pintu masuk album baru <strong>CHVRCHES</strong> adalah <em>Roses</em>, single yang lepas 23 September lalu dan jadi musik baru pertama <strong>CHVRCHES</strong> dalam tiga tahun. Menurut DIY, ia mendorong band ke wilayah yang lebih gelap dan lebih berat, dengan <strong>Mayberry</strong> melempar sindiran pedas ke arus bawah Inggris hari ini. Lagu itu ditutup sebuah pengumuman yang terdengar seperti ancaman sopan, &#8220;If I may command your undivided attention, now we can start.&#8221; Baik, Mbak, kami mendengarkan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="CHVRCHES - Roses (Official Lyric Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/3x2BXn0cPM8?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;This is the longest break we had ever taken between albums and when we got together to write new music, we wanted to really push ourselves and not be retreading ground we&#8217;d walked before,&#8221; ujar <strong>Mayberry</strong> saat <strong>CHVRCHES</strong> <em>Roses</em> dirilis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bocoran lain datang dari <em>Conman</em>, yang sudah lebih dulu dibawakan live di rangkaian konser Teenage Cancer Trust milik <strong>Robert Smith</strong> di Royal Albert Hall awal tahun ini. NME mencatat lagu itu dibuka dentuman bass bernuansa industrial. Kalau kamu masih ingat duet mereka dengan <strong>Robert Smith</strong> di <em>How Not To Drown</em>, lagu itu masuk <a href="https://parapop.net/lagu-halloween-dark-pop/">daftar lagu dark pop untuk malam Halloween</a> yang kami susun pekan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Doherty</strong> sudah memberi isyarat kepada <a href="https://www.nme.com/news/music/chvrches-announce-album-all-the-kings-men-2027-uk-ireland-north-america-tour-3973779" rel="nofollow noopener" target="_blank">NME</a> musim panas lalu bahwa <strong>CHVRCHES</strong> <em>All The King&#8217;s Men</em> adalah rekaman paling nekat yang pernah mereka buat. &#8220;It&#8217;s going to surprise people, and I hope it&#8217;s going to delight them and rip some faces off,&#8221; ujarnya. Ia juga menenangkan penggemar lama, karena menurutnya ini tetap orang-orang yang sama dengan DNA yang sama.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/chvrches-all-the-kings-men-official.jpg" alt="Sampul album baru CHVRCHES All The King&#039;s Men" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Artwork All The King&#8217;s Men / CHVRCHES, Futures Music Group</figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Tur CHVRCHES 2027, dari Philadelphia sampai Shepherd&#8217;s Bush</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum album keluar, <strong>CHVRCHES</strong> memanaskan mesin lewat dua konser amal yang intim di Assumption Studios, Glasgow, pada 26 Oktober, dan di St Matthias Church, London, pada 29 Oktober. Tiketnya sudah ludes. Tur <strong>CHVRCHES</strong> 2027 dimulai 13 Februari 2027 di Philadelphia, melintasi Amerika Utara sampai Hollywood Palladium, Los Angeles, pada 14 Maret, lalu pulang ke Inggris dan Irlandia mulai 23 April di O2 Academy Glasgow. Rangkaiannya berakhir di O2 Shepherd&#8217;s Bush Empire, London, pada 6 Mei. Presale artis dibuka 27 Oktober dan penjualan umum 30 Oktober, pukul 10.00 waktu setempat. Asia belum kebagian, jadi kita cukup menonton dari linimasa sambil memutar <em>Roses</em> berulang-ulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama rehat, ketiganya tidak menganggur. <strong>Mayberry</strong> merilis album solo <em>Vicious Creatures</em> pada Desember 2024. <strong>Doherty</strong> membentuk <strong>The Leaving</strong> bersama drummer panggung <strong>CHVRCHES</strong>, <strong>Jonny Scott</strong>, sementara <strong>Cook</strong> menggarap <strong>Protection</strong> bersama <strong>Scott Paterson</strong>, mantan personel <strong>Sons &amp; Daughters</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sembilan tahun lalu kami menulis kabar <a href="https://parapop.net/chvrches-masuk-dapur-rekaman-untuk-album-ke-3/">CHVRCHES masuk dapur rekaman untuk album ketiga</a>. Kabar-kabar lainnya bisa kamu telusuri di halaman tag <a href="https://parapop.net/tag/chvrches/">CHVRCHES</a>. Saya sendiri masih menimang-nimang satu hal. Penggemar yang dulu datang demi synth, maukah mereka mengangguk-anggukkan kepala untuk gitar di album baru <strong>CHVRCHES</strong> ini?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>CHVRCHES</strong> <em>All The King&#8217;s Men</em> rilis 22 Januari 2027 melalui Futures Music Group.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Daftar Lagu Album Baru CHVRCHES All The King&#8217;s Men</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Roses</li>



<li>Evil</li>



<li>Adore You</li>



<li>Overthinker</li>



<li>Royal Blue</li>



<li>Comedown Tomorrow</li>



<li>Friend Of A Friend</li>



<li>Three Out Of Five</li>



<li>Conman</li>



<li>Jamie&#8217;s Prayer</li>



<li>Faith In Flying</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jadwal tur CHVRCHES 2026–2027:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>26 Oktober 2026, Assumption Studios, Glasgow (konser amal, habis)</li>



<li>29 Oktober 2026, St Matthias Church, London (konser amal, habis)</li>



<li>16 November 2026, Troubadour, West Hollywood</li>



<li>20 November 2026, Corona Capital, Mexico City</li>



<li>13 Februari 2027, Franklin Music Hall, Philadelphia</li>



<li>17 Februari, Brooklyn Steel, Brooklyn</li>



<li>19 Februari, Anthem, Washington DC</li>



<li>20 Februari, Roxian Theatre, Pittsburgh</li>



<li>22 Februari, Asbury Hall, Buffalo</li>



<li>23 Februari, History, Toronto</li>



<li>25 Februari, Salt Shed (Indoor), Chicago</li>



<li>26 Februari, Riverside Theater, Milwaukee</li>



<li>27 Februari, The Sylvee, Madison</li>



<li>2 Maret, Knitting Factory, Boise</li>



<li>3 Maret, Knitting Factory, Spokane</li>



<li>5 Maret, Vogue Theatre, Vancouver</li>



<li>6 Maret, Paramount Theater, Seattle</li>



<li>8 Maret, Revolution Hall, Portland</li>



<li>10 Maret, Fox Theater, Oakland</li>



<li>12 Maret, The Observatory North Park, San Diego</li>



<li>13 Maret, The Van Buren, Phoenix</li>



<li>14 Maret, Hollywood Palladium, Los Angeles</li>



<li>23 April, O2 Academy, Glasgow</li>



<li>26 April, Music Hall, Aberdeen</li>



<li>27 April, LiveHouse, Dundee</li>



<li>29 April, 3Olympia, Dublin</li>



<li>1 Mei, Victoria Warehouse, Manchester</li>



<li>2 Mei, O2 Academy 1, Birmingham</li>



<li>4 Mei, O2 Academy 1, Bristol</li>



<li>5 Mei, The LCR UEA, Norwich</li>



<li>6 Mei, O2 Shepherd&#8217;s Bush Empire, London</li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
</channel>
</rss>
