<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Internet Things &#8211; ParaPOP</title>
<atom:link href="https://parapop.net/category/internet-things/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>https://parapop.net</link>
<description>Parenthesis of POP!!</description>
<lastBuildDate>Sun, 14 Jan 2024 10:02:22 +0000</lastBuildDate>
<language>en-US</language>
<image>
<url>https://parapop.net/wp-content/uploads/2016/07/cropped-IMG_7618-e1469729839770-32x32.jpg</url>
<title>Internet Things &#8211; ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net</link>
<width>32</width>
<height>32</height>
</image>
<item>
<title>Layanan Musik Streaming Soundcloud Dijual 1 Miliar Dolar Lebih.</title>
<link>https://parapop.net/layanan-musik-streaming-soundcloud-dijual-1-miliar-dolar-lebih/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Sun, 14 Jan 2024 10:00:58 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Internet Things]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Soundcloud]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=23469</guid>
<description><![CDATA[layanan musik streaming Soundcloud dikabarkan tengah dijual dengan harga 1 miliar dolar Amerika Serikat. Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh SkyNews minggu lalu dan linimasa pun hiruk pikuk mendengar hal ini. Mengapa?]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tiada angin tiada hujan, layanan musik streaming Soundcloud dikabarkan tengah dijual dengan harga 1 miliar dolar Amerika Serikat. Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh SkyNews minggu lalu dan linimasa pun hiruk pikuk mendengar hal ini. Mengapa? Karena ini akan menjadi prahara lanjutan setelah Bandcamp, layanan musik independen yang tahun lalu kembali dijual kepemilikannya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2024/01/DALL·E-2024-01-14-16.55.07-A-simple-and-clean-design-for-a-featured-image-about-Soundcloud-being-potentially-sold-for-1-billion-dollars.-The-image-should-focus-on-the-Soundcloud.png" alt="Layanan Musik Streaming Soundcloud Dijual 1 Miliar Dolar Lebih." class="wp-image-23470" style="width:511px;height:auto" title=""></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini memperkuat argumentasi bahwa industri musik masih tidak baik-baik saja. Industri musik dunia masih mencari bentuk terbaik jauh panjang setelah era Napster bermula dan gaduh bersama band Metallica. Bahkan ketika Apple menanggalkan DRM (Digital Rights Management) dari full track download mereka. Hingga akhirnya semua menghamba pada layanan musik streaming yang kini praktis dikuasai oleh Spotify dan Apple Music yang dari tahun ke tahun masih rugi-rugi saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soundcloud berdiri sejak 2007, sempat menjadi rumah yang nyaman bagi musisi pendatang baru, hingga dj dan pembuat mixtape. Soundcloud limbung mencari cara untuk menghasilkan uang. Dukungan pendanaan dari Raine Group dan Temasek Holdings tak cukup mampu menyelamatkan mereka. Kedua perusahaan pendanaan ini tengah mencari bank yang mau berinvestasi senilai 1 miliar dolar Amerika Serikat untuk Soundcloud.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak ada pernyataan resmi dari Soundcloud menanggapi kabar ini. Eliah Seton yang baru menjadi CEO pada tahun 2022 pun tak berkomentar apa-apa. Raine Group dan Temasek Holdings (iya, ini perusahaan dari negara tetangga kita, Singapura) berinvestasi pada tahun 2017 dalam upaya menyelamatkan Soundcloud yang sesak-nafas. Saat ini ada sekitar 40 juta lebih musisi di Soundcloud dengan 320 juta lagu didalamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(VRD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Spotify Luncurkan Fitur Audiobooks</title>
<link>https://parapop.net/spotify-luncurkan-fitur-audiobooks/</link>
<dc:creator><![CDATA[Berry Arneldi]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 30 Sep 2022 06:34:16 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Internet Things]]></category>
<category><![CDATA[Audiobooks]]></category>
<category><![CDATA[Spotify]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=11584</guid>
<description><![CDATA[Tidak cukup dengan keberhasilan fitur musik dan podcast yang terdapat pada platform digital penyedia layanan streaming musik saja, Spotify kembali menambah kuat aplikasinya dengan fitur audiobooks. Sejak dikeluarkannya pada tanggal 20 September 2022, saat ini para pengguna platform ini dapat mengakses musik, podcast dan buku dalam satu aplikasi. Agar dapat mengakses audiobook ini, anda harus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tidak cukup dengan keberhasilan fitur musik dan podcast yang terdapat pada platform digital penyedia layanan streaming musik saja, Spotify kembali menambah kuat aplikasinya dengan fitur audiobooks. Sejak dikeluarkannya pada tanggal 20 September 2022, saat ini para pengguna platform ini dapat mengakses musik, podcast dan buku dalam satu aplikasi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agar dapat mengakses audiobook ini, anda harus melakukan pembelian atau berlangganan yang bisa kamu lakukan melalui website dengan langkah yang sama seperti kamu melakukan pembelian atau berlangganan spotify premium. Fitur audiobook ini memberikan pilihan lebih dari 300.000 genres termasuk <em>The Summer I Turned Pretty</em> by Jenny Han dan <em>Becoming</em> by Michelle Obama yang bisa kamu nikmati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rekomendasi untuk judul di awal dipilih berdasarkan editorial, namun spotify kedepan merencanakan rekomendasi berdasarkan algoritma untuk audiobooks dan menggunakan tailored recommendations untuk mempermudah pengguna. Saat ini audiobooks hanya bisa diakses di US saja, namun spotify merencanakan akan membuka fitur ini untuk negara-negara lainnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="718" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2022/09/ab671c3d0000f430c983c9b681e504c085a6c1c5-1024x718.png" alt="Ulasan lagu Spotify Luncurkan Fitur Audiobooks - ParaPOP" class="wp-image-11586" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Spotify memang bukanlah platform digital pertama yang menyediakan layanan audiobooks ini. Beberapa platform lainnya seperti amazon, audible juga telah terlebih dahulu telah menyediakan layanan audiobooks dengan jutaan koleksi. Mungkin untuk sementara jika kamu sudah tidak sabar menggunakan audiobooks dapat mencoba platform serupa yang menyediakan sembari menanti Spotify membuka fitur ini ke negara di luar US.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(BRY/ABD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Tonton Dokumenter 20 Tahun Festival Musik Coachella.</title>
<link>https://parapop.net/tonton-dokumenter-20-tahun-festival-musik-coachella/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Sun, 10 May 2020 16:39:28 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[PressPlay]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Internet Things]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Coachella]]></category>
<category><![CDATA[Coachella Festival]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=7111</guid>
<description><![CDATA[Merayakan usia Coachella ke 20 tahun, sebuah film dokumenter produksi Youtube Original berjudul “Coachella: 20 Years in the Desert” dirilis dan dapat kita nikmati secara gratis. Bagi kita yang tinggal dibelahan bumi yang jauh dari daratan Amerika, bagi kita yang entah kapan bisa menikmati festival musik lintas-genre Coachella, dan bagi kita yang hanya dari tahun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><em>Merayakan usia Coachella ke 20 tahun, sebuah film dokumenter produksi Youtube Original berjudul “Coachella: 20 Years in the Desert” dirilis dan dapat kita nikmati secara gratis.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi kita yang tinggal dibelahan bumi yang jauh dari daratan Amerika, bagi kita yang entah kapan bisa menikmati festival musik lintas-genre <strong>Coachella</strong>, dan bagi kita yang hanya dari tahun ke tahun hanya bisa menonton melalui Youtube (baca: <a href="https://parapop.net/bangun-lebih-pagi-demi-coachella-2017-nontoncoachelladirumah/">parapop.net</a> ) saja. Maka menonton film dokumenter perayaan 20 tahun Coachella adalah sebuah anugerah. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam film produksi Youtube Original berdurasi 1 jam 43 menit tersebut, kita tiba-tiba merasa dekat dengan festival ini. Kita tiba-tiba punya rasa memiliki festival nun jauh disana tersebut. Dengan lengkap, film dokumenter ini memulai dengan sejarah festival musik Coachella, pendirinya, hingga bagaimana pertumbuhan jajaran penampil mereka dari tahun ke tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah getir pun tak luput mereka ceritakan, kegagalan secara finansial, hingga macam-macam pencapaian penting dari yang mereka lakukan. <em>Highlight</em> penampil disetiap perhelatannya mampu membawa bulu kuduk berdiri, kendati kita hanya menyaksikan dari <em>laman</em> Youtube saja tahun ke tahun, tak mengurangi esensi ketika menyaksikan film dokumenter ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah film dokumenter usai, tak ada yang bisa kita lakukan selain memejamkan mata dan merapalkan do’a, <em>suatu hari kelak kita akan menonton langsung Coachella</em> dan merasakan sendiri bagaimana sensasi festival yang telah berumur 20 tahun tersebut. Mari kita aminkan bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(VRD/ABD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Bandcamp Relakan Keuntungan Untuk Terus Dukung Musisi Selama Pandemi</title>
<link>https://parapop.net/bandcamp-relakan-keuntungan-untuk-terus-dukung-musisi-selama-pandemi/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2020 11:25:24 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Internet Things]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Bandcamp]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=6499</guid>
<description><![CDATA[Bandcamp tak memungut biaya setiap hari Jum’at pertama selama 3 bulan ke depan, agar musisi dapatkan keuntungan penuh. Disaat layanan streaming lain melebarkan sayap, Bandcamp justru merelakan keuntungan mereka untuk mendukung musisi selama pandemi. Kegiatan ini telah dilakukan pada 20 Maret 2020, dalam satu hari penuh seluruh penjualan melalui Bandcamp akan seutuhnya menjadi milik musisi.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><em>Bandcamp tak memungut biaya setiap hari Jum’at pertama selama 3 bulan ke depan, agar musisi dapatkan keuntungan penuh. </em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Disaat layanan <a href="https://parapop.net/apple-music-lebarkan-sayap-ke-52-negara/" class="rank-math-link"><em>streaming </em>lain melebarkan sayap</a>, Bandcamp justru merelakan keuntungan mereka untuk mendukung musisi selama pandemi. Kegiatan ini telah dilakukan pada 20 Maret 2020, dalam satu hari penuh seluruh penjualan melalui Bandcamp akan seutuhnya menjadi milik musisi. Tanpa potongan ini dan itu. Tidak tanggung-tanggung, fans membeli lebih dari 800,000 item musik dan <em>merchandise</em> dengan total penjualan 4,3 juta dolar. Hanya dalam satu hari saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dianggap berhasil dengan program tersebut, Bandcamp kembali melakukannya, Jum’at besok, 1 Mei 2020, dan tidak hanya berhenti di esok, program mendukung musisi ini akan kembali dilakukan pada 5 Juni 2020 dan 3 July 2020. Jadi para musisi tetap mendapatkan penghasilan di awal bulan selama 3 bulan ke depan. Sebuah upaya yang konkret dari Bandcamp dan sepatutnya kita dukung bersama. </p>



<iframe loading="lazy" style="border: 0; width: 100%; height: 340px;" src="https://bandcamp.com/EmbeddedPlayer/album=1340487736/size=large/bgcol=ffffff/linkcol=0687f5/artwork=small/transparent=true/" seamless><a href="http://kolibrirekords.bandcamp.com/album/city-rockdown-ep-week-iv" rel="nofollow noopener" target="_blank">City Rockdown EP: Week IV by Kolibri Rekords</a></iframe>



<figure class="wp-block-embed-twitter wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="500" data-dnt="true"><p lang="en" dir="ltr">To keep supporting musicians during the Covid-19 pandemic, we are waiving our revenue share on all sales this Friday, May 1, from midnight to midnight PDT. Let’s come together as a community to put money directly into artists&#39; pockets: <a href="https://t.co/hPhgm7WBR4" rel="nofollow">t.co/hPhgm7WBR4</a> <a href="https://t.co/DG6KYI2IN5" rel="nofollow">pic.twitter.com</a></p>&mdash; bandcamp (@Bandcamp) <a href="https://twitter.com/Bandcamp/status/1254811402344243203?ref_src=twsrc%5Etfw" rel="nofollow noopener" target="_blank">April 27, 2020</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">(VRD/ABD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Apple Music Lebarkan Sayap Ke 52 Negara</title>
<link>https://parapop.net/apple-music-lebarkan-sayap-ke-52-negara/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2020 10:25:01 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Internet Things]]></category>
<category><![CDATA[Music]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Apple Music]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=6278</guid>
<description><![CDATA[Jika layanan lain memberikan dukungan pada musisi yang terdampak dalam masa pandemi, Apple Music justru melakukan ekspansi. Tidak tanggung-tanggung ada 52 negara dari 6 kawasan yang kini telah dapat menikmati layanan streaming musik milik perusahaan Steve Jobs ini. Sejalan dengan hal tersebut, Apple Music akan memberikan layanan gratis 6 bulan kepada wilayah-wilayah baru tersebut. Dengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jika layanan lain memberikan dukungan pada musisi yang terdampak dalam masa pandemi, Apple Music justru melakukan ekspansi. Tidak tanggung-tanggung ada 52 negara dari 6 kawasan yang kini telah dapat menikmati layanan <em>streaming </em>musik milik perusahaan Steve Jobs ini. Sejalan dengan hal tersebut, Apple Music akan memberikan layanan gratis 6 bulan kepada wilayah-wilayah baru tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, saat ini Apple Music telah melayani 167 negara. Jumlah yang seharusnya dapat meningkatkan pengguna mereka ditengah pertarungan yang semakin ketat diantara layanan serupa. Berikut adalah 52 negara yang baru masuk dalam layanan Apple Music ;</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Afrika</strong>: Aljazair, Angola, Benin, Kamerun, Chad, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Liberia, Libya, Madagaskar, Malawi, Mali, Mauritania, Maroko, Mozambik, Namibia, Rwanda, Republik Kongo, Senegal, Seychelles, Sierra Leone, Tanzania, Tunisia, Zambia</li><li><strong>Asia-Pasifik</strong>: Bhutan, Maladewa, Myanmar</li><li><strong>Eropa</strong>: Bosnia dan Herzegovina, Kroasia, Georgia, Islandia, Kosovo, Montenegro, Makedonia Utara, dan Serbia.</li><li><strong>Amerika Latin</strong> dan <strong>Karibia</strong>: Bahama, Guyana, Jamaika, Montserrat, St. Lucia, St. Vincent dan Grenadines, Suriname, Turks dan Caicos, dan Uruguay.</li><li><strong>Timur Tengah</strong>: Irak, Kuwait, Qatar, dan Yaman.</li><li><strong>Oseania</strong>: Tonga, Vanuatu, Kepulauan Solomon. </li></ul>



<iframe loading="lazy" allow="autoplay *; encrypted-media *;" frameborder="0" height="450" style="width:100%;max-width:660px;overflow:hidden;background:transparent;" sandbox="allow-forms allow-popups allow-same-origin allow-scripts allow-storage-access-by-user-activation allow-top-navigation-by-user-activation" src="https://embed.music.apple.com/us/album/kasmaran/1165152289?app=music"></iframe>



<p class="wp-block-paragraph">(VRD/ABD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Weezer Luncurkan Permainan “The End of the Game”</title>
<link>https://parapop.net/weezer-luncurkan-permainan-the-end-of-the-game/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2020 05:38:00 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Internet Things]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=5446</guid>
<description><![CDATA[Setelah merilis single terbaru mereka “The End of the Game”, Weezer meluncurkan permainan berbasis web dengan judul yang sama. Menurut klaim mereka, game shooter ini akan sangat sulit untuk dikalahkan. Ya, ketika kami mencoba memainkannya, memilih salah satu karakter dari empat personil dan tiba-tiba mendapatkan bonus untuk melewatkan 99 level permainan. Menghadapi musuh terakhir, alien]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah merilis single terbaru mereka “The End of the Game”, Weezer meluncurkan permainan berbasis web dengan judul yang sama. Menurut klaim mereka, <em>game</em> <em>shooter</em> ini akan sangat sulit untuk dikalahkan.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="970" height="550" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2020/04/weezer-1.png" alt="Ulasan lagu Weezer Luncurkan Permainan “The End of the Game” - ParaPOP" class="wp-image-5449" title=""></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="967" height="556" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2020/04/weezer.png" alt="Ulasan lagu Weezer Luncurkan Permainan “The End of the Game” - ParaPOP" class="wp-image-5450" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, ketika kami mencoba memainkannya, memilih salah satu karakter dari empat personil dan tiba-tiba mendapatkan bonus untuk melewatkan 99 level permainan. Menghadapi musuh terakhir, alien yang menjadi tokoh utama dalam video klip “The End of the Game”.</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Weezer - The End Of The Game (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/Rl-hSj3gnks?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu cukup penasaran dan memang butuh hiburan lain dikala karantina akibat pandemi, silahkan klik link di bawah ini :</p>



<div class="wp-block-buttons aligncenter is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button is-style-fill"><a class="wp-block-button__link has-text-color has-very-light-gray-color has-background has-vivid-red-background-color" href="http://theendofthegamegame.com/" style="border-radius:2px" target="_blank" rel="http://theendofthegamegame.com/ noopener noreferrer nofollow">Play The end of the game game &#8211; Weezer</a></div>
</div>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">“The End of the Game” adalah single pertama dari album ke empat belas Weezer yang dijawalkan rilis pada 15 Mei 2020. Album itu sendiri akan berjudul “Van Weezer” yang disebutkan Cuomo, sang vokalis, dalam sebuah wawancara terinspirasi dari era <em>metal hair,</em> tahun 90-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampul album “Van Weezer”</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="600" height="600" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2020/04/600px-Vanweezer_cover.png" alt="Ulasan lagu Weezer Luncurkan Permainan “The End of the Game” - ParaPOP" class="wp-image-5448" title=""></figure>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>“SOUNDM8” : PERPADUAN ANTARA APLIKASI KENCAN DAN APLIKASI PEMUTAR MUSIK</title>
<link>https://parapop.net/soundm8-perpaduan-antara-aplikasi-kencan-dan-aplikasi-pemutar-musik/</link>
<dc:creator><![CDATA[Fatma O. Pratiwi]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 29 Mar 2018 02:43:58 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Internet Things]]></category>
<category><![CDATA[Apple Music]]></category>
<category><![CDATA[Deezer]]></category>
<category><![CDATA[Soundm8]]></category>
<category><![CDATA[Spotify]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=2073</guid>
<description><![CDATA[Perkembangan dunia digital dengan menggabungkan aplikasi kencan dan aplikasi pemutar musik versi terbaru akan segera hadir. Dari musik turun ke hati, ahay!]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft wp-image-2075 size-medium" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2018/03/phone-1-148x300.png" alt="“SOUNDM8” : PERPADUAN ANTARA APLIKASI KENCAN DAN APLIKASI PEMUTAR MUSIK" width="148" height="300" title=""></p>
<p>Aplikasi kencan belakangan ini sedang digandrungi oleh para khalayak ramai, salah satu yang menjadi pelarian para fakir asmara adalah Tinder. Tidak berhenti pada level  tersebut , fitur aplikasi kencan terus dikembangkan dan terlihat semakin menarik dengan diciptakannya <em>musical dating app</em> atau aplikasi yang menggabungkan fitur aplikasi kencan dengan aplikasi pemutar musik, salah satunya yang akan segera dirilis adalah <b>Sound M8. </b>Sebelumnya memang sudah ada aplikasi sejenis, yaitu <em>Tastebuds.fm </em>dan <em>Mix’d</em>, namun kedua aplikasi ini hanya bisa diunduh di <em>App Store</em> saja, sedangkan Soundm8 nantinya akan tersedia di <em>Google Play </em>dan juga <em>App Store</em>. Kalian bisa bayangkan betapa bersyukurnya para kawula muda yang sangat selektif memilih teman kencan dengan mengandalkan antusiasme mereka terhadap genre musik tertentu. <em>“I find it very attractive when someone has a good taste in music”</em>.</p>
<p><strong>Soundm8, </strong><em>start up musical dating app</em> asal Perancis ini masih dalam tahap pengembangan dan mulai tersedia dalam bentuk uji beta di iOS. Sang CEO,  Mathieu Brousse, belum menjelaskan secara detail fitur apa saja yang ditawarkan oleh aplikasi ini. Sedikit bocoran dari <em>postingan </em>pada akun resmi Soundm8 bahwa aplikasi ini akan terhubung ke beberapa aplikasi pemutar musik, yaitu <em>Spotify, Deezer</em>, dan <em>Apple Music</em>. Fitur ini menjadi keunikan tersendiri dibandingkan <em>musical dating app</em> lainnya yang hanya terhubung dengan <em>iTunes</em>. Tidak hanya itu, Mathieu juga meninggalkan komentar di laman akun <em>Twitter </em>Soundm8 bahwa masih ada kemungkinan bergabungnya Soundcloud ke barisan aplikasi pemutar musik akan tersedia di Soundm8. Nah, untuk <em>update pre-launch</em> aplikasi ini, kalian juga bisa <em>subscribe </em>di laman <a href="http://soundm8.com/" rel="nofollow noopener" target="_blank"><em>soundm8.com</em></a><em>.</em></p>
<p>[FOP]</p>
<p>Sumber:</p>
<p><a href="https://betalist.com/startups/soundm8" rel="nofollow noopener" target="_blank">betalist.com<br />
</a><a href="https://twitter.com/soundm8app" rel="nofollow noopener" target="_blank">twitter.com<br />
</a><a href="https://www.facebook.com/soundm8/" rel="nofollow noopener" target="_blank">www.facebook.com<br />
</a><a href="https://thump.vice.com/en_us/article/9av595/i-tried-to-find-love-on-tastebuds" rel="nofollow noopener" target="_blank">thump.vice.com<br />
</a><a href="https://thump.vice.com/en_us/article/nzmnjd/new-dating-app-mixd-is-basically-techno-tinder" rel="nofollow noopener" target="_blank">thump.vice.com</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Zak Abel Menjadi “Deezer NEXT” Global Prioriy Act 2018</title>
<link>https://parapop.net/zak-abel-menjadi-deezer-next-global-prioriy-act-2018/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Mon, 26 Mar 2018 01:22:54 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Internet Things]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Deezer]]></category>
<category><![CDATA[Deezer NEXT]]></category>
<category><![CDATA[Gorgon City]]></category>
<category><![CDATA[Jorja Smith]]></category>
<category><![CDATA[Zak Abel]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=2061</guid>
<description><![CDATA[Layanan Streaming Deezer juga mengumumkan Rahmania Astrini dan Rayssa Dynta sebagai musisi asal Indonesia pertama yang masuk dalam program “Deezer NEXT” 2018.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Deezer, </strong>layanan <em>streaming</em> musik yang digadang-gadang paling personal kembali meluncurkan program “Deezer NEXT”. Setelah tahun lalu program ini memunculkan nama Jorja Smith sebagai <em>global priority act, </em>maka di tahun kedua ini penyanyi asal Inggris, <strong>Zak Abel</strong> menjadi artis prioritas global.</p>
<p>Zak adalah penyanyi sekaligus pencipta lagu yang menarik perhatian setelah berkolaborasi dengan Gorgon City, lewat hits ‘Unmissable’ di tahun 2014.  Zak  telah merilis 2 EP dan album debutnya yang berjudul ‘Only When We’re Naked’ tahun lalu. Dari rilis pers yang kami terima, Zak mengungkapkan “<em>Sebuah penghormatan untuk saya menjadi bagian dari Kampanye Deezer Next 2018 , Saya sangat berterima kasih atas dukungannya dan tidak sabar untuk bisa menghadirkan karya baru di dunia!”</em></p>
<p><iframe loading="lazy" title="Zak Abel - Unstable [Official Video]" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/G8KwNLoTiQc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>“<strong>Deezer NEXT</strong>” adalah program yang berlangsung selama 12 bulan penuh dengan tujuan memberikan sorotan khusus talenta-talenta baru dari seluruh dunia. Para artis yang terlibat akan mendapatkan program pengembangan artis, dukungan dalam bentuk playlist dan akan terlibat dalam berbagai macam <em>creative artist marketing campaigns</em>.</p>
<p><figure id="attachment_2062" aria-describedby="caption-attachment-2062" style="width: 708px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2062 size-large" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2018/03/next_rayssa_rahmania-1-1024x537.jpg" alt="Zak ALayanan Streaming Deezer juga mengumumkan Rahmania Astrini dan Rayssa Dynta sebagai musisi asal Indonesia pertama yang masuk dalam program “Deezer NEXT” 2018.bel Menjadi “Deezer NEXT” Global Prioriy Act 2018" width="708" height="371" title=""><figcaption id="caption-attachment-2062" class="wp-caption-text">Layanan Streaming Deezer juga mengumumkan Rahmania Astrini dan Rayssa Dynta sebagai musisi asal Indonesia pertama yang masuk dalam program “Deezer NEXT” 2018.</figcaption></figure></p>
<p>Selain memberikan kesempatan di kancah global, Deezer NEXT 2018 juga jadi tahun pertama bagi Deezer untuk turut memperkenalkan talenta-talenta baru dari Asia. <strong>Rayssa Dynta</strong> dan <strong>Rahmania Astrini</strong> menjadi artis asal Indonesia pertama yang mendapat kesempatan. Rayssa telah merilis debut EP “Prolog” di bulan Januari lalu bersama label Double Deer Music, sedangkan Rahmania tengah menyiapkan debut albumnya tahun ini.</p>
<p>(VERD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>“Smells Like Teen Spirit” Versi Kord Mayor</title>
<link>https://parapop.net/smells-like-teen-spirit-versi-kord-mayor/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 26 Jan 2018 02:58:21 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
<category><![CDATA[Internet Things]]></category>
<category><![CDATA[Music]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Nirvana]]></category>
<category><![CDATA[Sleep Good]]></category>
<category><![CDATA[Smells Like Teen Spirit]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=2020</guid>
<description><![CDATA[Apa-apaan ini? hanya mengganti nada minor pada lagu “gedebak gedebuk” milik Kurt Cobain dan kawan-kawan dengan kord major, “Smells Like Teen Spirit” jadi terdengar ganjil.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Awal tahun 2018 disambut dengan keisengan musisi asal Austin, Amerika Serikat bernama Sleep Good yang menggubah ulang tembang milik Nirvana “Smells Like Teen Spirit”. Bermodalkan perangkat lunak yang kerap digunakan musisi <em>malas-take-ulang</em>, <strong>Sleep Good</strong> berhasil membawa pemahaman baru atas hits milik Kurt Cobain dan kawan-kawan ini.</p>
<p>“Smells Like Teen Spirit” tidak lagi terdengar murung. Lagu ini masih bersemangat dan enerjik, hanya saja nafas pop-punk jadi mendadak dominan. Alih-alih seru, justru bikin bergidik dan hendak mengomentarinya “<em>apaan sik??!!!</em>”. Saat akhirnya versi Sleep Good ini viral, tidak sedikit penggemar (<a href="https://parapop.net/kebangkitan-kurt-cobain-dan-fans-kurang-piknik/">KEBANGKITAN KURT COBAIN DAN FANS KURANG PIKNIK.</a>) Nirvana yang mensyukuri bukan kord major yang dipilih Kurt. Jika tidak, bisa saja “Smells Like Teen Spirit” tidak segemilang versi “minor”nya. Coba saja simak bagaimana hasil gubahan Sleep Good berikut.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="&quot;Smells Like Teen Spirit&quot; by Nirvana Re-Mixed in a Major Key" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/dVehv_LDWaE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Bagaimana? Kening anda berkerut? Selayang terdengar seolah-olah lagu ini dibawakan oleh Weezer atau Lit dan band pop-punk era keemasan. Nyatanya, Sleep Good hanya mengubah kord saja. Coba putar sekali lagi. Jika masih membuat anda geleng-geleng kepala, bagikan tulisan ini. #eh</p>
<p><del><em>Catatan: Baik link <a href="https://soundcloud.com/sleepgood/nirvirna-teen-sprite-sleep-good-mix" target="_blank" rel="noopener nofollow">soundcloud</a> maupun <a href="https://vimeo.com/249694026" target="_blank" rel="noopener nofollow">vimeo</a> hasil gubahan Sleep Good sudah tidak dapat diakses.</em></del></p>
<p>(VRD/KCK)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>“Hug Of Thunder” Aksi Terbaru Supergrup Kanada, Broken Social Scene</title>
<link>https://parapop.net/broken-social-scene-hug-thunder/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 08 Jun 2017 01:36:54 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Internet Things]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Arts & Craft]]></category>
<category><![CDATA[Broken Social Scene]]></category>
<category><![CDATA[Feist]]></category>
<category><![CDATA[Hug Of Thunder]]></category>
<category><![CDATA[Metric]]></category>
<category><![CDATA[Stars]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1773</guid>
<description><![CDATA[Kelompok musik Broken Social Scene dengan personil se-gambreng asal Toronto, Kanada merilis album baru “Hug Of Thunder” 7 Juli 2017.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Broken Social Scene</strong> adalah sebuah <em>supergroup</em> berisikan pemuda-pemudi musisi terbaik ber-KTP Toronto, Kanada. Dalam bentuk minimalisnya, mereka tampil cukup berenam saja, jika tampil turun-penuh, anggota kolektif ini bisa mencapai sembilan belas orang. Ramai!</p>
<p>Setelah merilis album penuh “Forgiveness Rock Record” tahun 2010 lalu, Broken Social Scene memilih vakum. Kelompok yang diprakarsai oleh Kevin Drew dan Brendan Canning ini kembali dengan materi baru di tahun 2017. Album berjudul “<strong>Hug Of Thunder</strong>” akan dilepas pada 7 Juli 2017 lewat label musik <strong>Arts &amp; Craft</strong> (Kanada). Album ini akan menampilkan nama-nama seperti: Kevin Drew, John Crossingham, Brendan Canning, Sam Goldberg, Charles Spearin, Ariel Engle, Justin Peroff, Leslie Feist , Andrew Whiteman, Emily Haines, Evan Cranley, Amy Millan, Jimmy Shaw, Lisa Lobsinger, David French, Ohad Benchetrit, Jason Collett.</p>
<p>Ok, jika kumpulan nama di atas cukup membuat anda bingung dan malah membayangkan sebuah klub sepakbola alih-alih sebuah band, saya hendak kembali menekankan bahwa Broken Social Scene adalah sekumpulan musisi dari Kota Toronto, jadi mereka yang terlibat memiliki karir solo atau proyek band lain. Misalnya; Emily Haines dan James Shaw tergabung dalam band <strong>Metric</strong>, Amy Milan dan Evan Cranley punya band indie-pop, <strong>Stars</strong>, dan tentu kita semua mengenal nama <strong><a href="https://parapop.net/tag/feist/">Leslie Feist</a>.<br />
</strong><br />
<iframe loading="lazy" style="border: 0; width: 350px; height: 470px;" src="https://bandcamp.com/EmbeddedPlayer/album=341975199/size=large/bgcol=ffffff/linkcol=0687f5/tracklist=false/track=2465116375/transparent=true/" width="300" height="150" seamless=""><a href="http://lfsm.bandcamp.com/album/camp-spaceship" rel="nofollow noopener" target="_blank">Camp Spaceship by Broken Social Scene</a></iframe></p>
<p>Sejak era album debut tahun 2001, single hits “Cause=Time” di tahun 2002 hingga single terbaru “Skyline”, Broken Social Scene adalah sebuah keluarga besar.</p>
<p>Dalam rilis pers yang dipajang di web mereka, “Hug Of Thunder” akan mudah disukai penggemar Broken Social Scene, sebuah album dengan kord terbuka, harmonisasi multi-vokal, dan musik mengawang ala psikedelik. Cukup kompleks jika membaca penjelasan tersebut, kita hanya bisa membuktikan saat mendengarnya nanti.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-1774" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/06/web-bsc-1-1024x593.jpg" alt="Broken Social Scene" width="640" height="371" title="">Dan untuk memudahkan diri kembali memahami Broken Social Scene, label mereka meluncurkan sebuah web-aplikasi daftar-lagu melalui <a href="http://craft-shop.ca/brokensocialscene-spotify/" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">Spotify</a>. Pilih suasana hati anda saat ini dan secara otomatis 15 lagu Broken Social Scene akan terpajang di kolom playlist Spotify anda.</p>
<h1>Sampul album Broken Social Scene album “Hug Of Thunder”</h1>
<p><figure id="attachment_1775" aria-describedby="caption-attachment-1775" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1775" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/06/hugofthunder2-500x500-1.jpg" alt="Broken Social Scene “Hug Of Thunder”" width="500" height="500" title=""><figcaption id="caption-attachment-1775" class="wp-caption-text">Kelompok musik dengan personil se-gambreng asal Toronto, Kanada merilis album baru “Hug Of Thunder” 7 Juli 2017.</figcaption></figure></p>
<h1>Daftar lagu Broken Social Scene album “Hug Of Thunder”:</h1>
<ol>
<li>Sol Luna</li>
<li>Halfway Home</li>
<li>Protest Song</li>
<li>Skyline</li>
<li>Stay Happy</li>
<li>Vanity Pail Kids</li>
<li>Hug Of Thunder</li>
<li>Towers and Masons</li>
<li>Victim Lover</li>
<li>Please Take Me With You</li>
<li>Gonna Get Better</li>
<li>Mouth Guards of The Apocalypse</li>
</ol>
<p>(VERD/KCK)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Upaya Melupakan Format MP3</title>
<link>https://parapop.net/upaya-melupakan-format-mp3/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 19 May 2017 04:36:24 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Internet Things]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Apple Music]]></category>
<category><![CDATA[mp3]]></category>
<category><![CDATA[Soundcloud]]></category>
<category><![CDATA[Spotify]]></category>
<category><![CDATA[tidal]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1482</guid>
<description><![CDATA[Sempat menjadi primadona satu generasi, kualitas hasil dengar MP3 kerap dipertanyakan.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saat era digital menerpa industri musik, format file audio MP3 menjadi kambing hitam berubahnya perilaku konsumen musik dunia. Begitu rampingnya ukuran MP3 memudahkan siapa saja untuk berbagi <em>file</em>. Napster menjadi pukulan telak berikutnya, dengan mendistribusikan file MP3 secara ilegal dengan kedok “berbagi”. Setelahnya kita tahu sendiri bagaimana era digital mengubah peta industri musik hingga hari.</p>
<p>Bermula dari layanan unduh-legal milik Apple&#8211;iTunes&#8211;hingga layanan pengaliran musik (streaming) dianggap menjadi salah satu jawaban atas era digital. Spotify, Apple Music, Soundcloud, Tidal hingga Bandcamp adalah sebagian besar nama-nama yang masih bertahan, namun yang tumbang juga tak kalah banyak. Sementara rilisan fisik seperti kaset tape, CD, hingga Vinyl kembali menggeliat setelah konsumen mulai tak puas dengan kualitas audio secara digital, atau karna alasan sederhana; ingin memiliki secara fisik.</p>
<p>Minggu ini kabar mengejutkan datang dari <strong>Fraunhofer Institute</strong>&#8211;salah satu pengembang format MP3 di dunia&#8211;mengumumkan secara resmi tak lagi melanjutkan pengembangan format audio MP3. Beragam reaksi bermunculan atas berita ini. Dalam rilis pers nya, lembaga riset asal Jerman tersebut mengakui kualitas format <em>file</em> MP3 lebih buruk jika dibandingkan dengan varian format audio digital lainnya.</p>
<p><em>“Although there are more efficient audio codecs with advanced features available today, mp3 is still very popular amongst consumers. However, most state-of-the-art media services such as streaming or TV and radio broadcasting use modern ISO-MPEG codecs such as the AAC family or in the future MPEG-H. Those can deliver more features and a higher audio quality at much lower bitrates compared to mp3.”</em></p>
<p>Sebenarnya kualitas audio format MP3 sudah cukup lama menjadi perhatian banyak pihak. Bahkan iming-iming 320kbps pun tak dapat menyelamatkan kualitas audio yang kita dengar. Simak saja video dokumenter “The Distortion of Sound” dibawah ini. Musisi, produser, <em>sound engineer</em> berkisah tentang menurunnya kualitas dengar file musik akibat penggemar yang kian terbiasa dengan file audio kualitas rendah. MP3 tentu salah satunya.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="The Distortion of Sound [Full Film]" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/mDZcz-V29_M?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Kita tak bisa dengan mudah meneriakkan #RIPMP3, karna format ini sudah kadung familiar sejagat raya. Fraunhofer Institute hanya salah satu pengembang untuk codec MP3, dan satu-satunya pengembang di jalur komersial. Masih ada XING yang memang tak cukup familiar, dan LAME Encoder yang berbasis <em>open-source.</em></p>
<p>Upaya penggiringan opini bahwa MP3 telah mati adalah hal sia-sia. Karna MP3 telah menjadi bagian dari hidup kita.<br />
(VERD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Local Natives Memaksa Kita Untuk Menutup Mata Pada Single “I Saw You Close Your Eyes”</title>
<link>https://parapop.net/local-natives-memaksa-kita-untuk-menutup-mata-pada-single-i-saw-close-eyes/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 13 Apr 2017 09:21:55 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Internet Things]]></category>
<category><![CDATA[closeyoureyes]]></category>
<category><![CDATA[I Saw You Close Your Eyes]]></category>
<category><![CDATA[Local Natives]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1433</guid>
<description><![CDATA[Sebuah web disiapkan untuk menyampaikan pesan moral lagu ini. Kita adalah generasi yang mudah teralihkan.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk menyelesaikan tulisan ini butuh waktu hampir 2 minggu, berkas ini tergeletak di folder <em>draft</em> begitu saja. Saat akan benar-benar menulisnya hari ini pun saya butuh waktu lebih dari 3 jam. Saya tersesat dalam lembah video peristiwa dekil dari dunia sepakbola, Messi mengatai wasit, Mourinho “membisiki” Conte, penyelamatan kiper nan gemilang, hingga pembalasan yang setimpal. Dari satu video ke video berikutnya.<em> Terimakasih youtube</em>, telah <del>membuang waktu</del> membuat waktu terasa sedemikan cepat.</p>
<p><figure id="attachment_1434" aria-describedby="caption-attachment-1434" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.closeyoureyes.net/" target="_blank" rel="nofollow noopener"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-1434" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/04/FireShot-Capture-41-Close-Your-Eyes-https___www.closeyoureyes.net_-1-1024x648.png" alt="Local Natives Memaksa Kita Untuk Menutup Mata Pada Single “I Saw You Close Your Eyes”" width="640" height="405" title=""></a><figcaption id="caption-attachment-1434" class="wp-caption-text">Sebuah web disiapkan untuk menyampaikan pesan moral lagu ini. Kita adalah generasi yang mudah teralihkan.</figcaption></figure></p>
<p>Kambing benar! Kita hidup dalam dunia yang benar-benar terdistraksi. Kita mudah teralihkan. Lantas apa yang kita butuhkan? Kita butuh diam sejenak, butuh memejamkan mata sejenak. Mengelak dari dentingan gadget, menghindar sejenak dari deruan surat elektronik.</p>
<p>Pesan ini yang ingin disampaikan <strong>Local Natives</strong>, band indie-rock asal Los Angeles sana. Setelah “pecah” melalui album “Sunlit Youth” tahun lalu, Local Natives merilis single baru berjudul “I Saw You Close Your Eyes”.</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-captioned="" data-instgrm-version="7">
<div style="padding: 8px;">
<div style="background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 50.0% 0; text-align: center; width: 100%;"></div>
<p style="margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;"><a style="color: #000; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;" href="https://www.instagram.com/p/BR_KhGIgr4q/" target="_blank" rel="nofollow noopener">NEW SONG // I Saw You Close Your Eyes To listen, go to closeyoureyes.net and close your eyes. Link in bio.</a></p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;">A post shared by Local Natives (@localnatives) on <time style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;" datetime="2017-03-23T16:14:00+00:00">Mar 23, 2017 at 9:14am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script></p>
<p>Dan guna pesan single tersebut lebih tersampaikan, Local Natives bekerja-sama dengan Lee Martin (seorang web developer spesialis anak band) menyiapkan web <a href="https://www.closeyoureyes.net/" target="_blank" rel="nofollow noopener">www.closeyoureyes.net</a>. Dengan bantuan keajaiban script yang tak saya pahami, pengunjung web dipaksa menutup mata agar single “I Saw You Close Your Eyes” dapat didengarkan. <em>Ups</em>, jangan coba mengintip, karna web ini membutuhkan akses atas webcam laptop anda, mengatur jarak kepala dengan layar, hingga meredupkan lampu ruangan. Local Natives ingin memaksa anda mendengarkan lagu ini dengan khidmat. Tak sambil lalu.</p>
<p>Lee Martin mengungkapkan alasannya dalam sebuah catatan (Sumber: <a href="https://medium.com/@leemartin/close-your-eyes-12e4ef1f3590" rel="nofollow noopener" target="_blank">medium.com</a> ) <em>“It’s impossible to grab someone’s attention online for more than a few moments and music consumption often occurs in parallel to other mundane tasks like checking emails and scrolling feeds. Close Your Eyes is a focused listening experience which exists in an otherwise unfocused world.</em>”</p>
<p>Local Natives berhasil menarik perhatian saya, menyadarkan saya sendiri bahkan saat menuliskan artikel ini. Kita hidup di dunia yang terus mengalihkan perhatian.<br />
(VERD)</p>
<p>Sumber : <a href="https://www.closeyoureyes.net/" target="_blank" rel="nofollow noopener"><strong>www.closeyoureyes.net</strong></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
</channel>
</rss>
