<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>List &#8211; ParaPOP</title>
<atom:link href="https://parapop.net/category/list/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>https://parapop.net</link>
<description>Parenthesis of POP!!</description>
<lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2026 06:59:54 +0000</lastBuildDate>
<language>en-US</language>
<image>
<url>https://parapop.net/wp-content/uploads/2016/07/cropped-IMG_7618-e1469729839770-32x32.jpg</url>
<title>List &#8211; ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net</link>
<width>32</width>
<height>32</height>
</image>
<item>
<title>7 Lagu Dark Pop Oktober 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net/rekomendasi-lagu-dark-pop-oktober-2026/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2026 06:59:47 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[List]]></category>
<category><![CDATA[Reviews]]></category>
<category><![CDATA[Dark Pop]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=35130</guid>
<description><![CDATA[Pekat dan menggigit. Bulan Oktober selalu punya cara tersendiri untuk memanggil sisi-sisi sunyi dan temaram dari dalam kepala kita. Ketika udara malam mulai terasa lebih dingin dan linimasa musik dibanjiri keriaan Halloween yang serba artifisial, meja redaksi ParaPOP justru kedatangan gelombang bebunyian pop yang berbeda arah. Ada dua puluh tujuh nomor rilisan bernuansa pop gelap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph">Pekat dan menggigit.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Bulan Oktober selalu punya cara tersendiri untuk memanggil sisi-sisi sunyi dan temaram dari dalam kepala kita. Ketika udara malam mulai terasa lebih dingin dan linimasa musik dibanjiri keriaan Halloween yang serba artifisial, meja redaksi ParaPOP justru kedatangan gelombang bebunyian pop yang berbeda arah. Ada dua puluh tujuh nomor rilisan bernuansa pop gelap yang mendarat sepanjang bulan ini—menolak racikan vokal manis yang ceria, lalu menggantinya dengan dengung synthesizer murung, detak mesin drum yang dingin, dan lirik-lirik yang berani membedah luka batin tanpa sensor.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pembuka kluster sonik terbaru kami yang telah kami rangkum dalam panduan <a href="https://parapop.net/apa-itu-dark-pop/">apa itu musik dark pop</a> serta rumpun <a href="https://parapop.net/alt-pop/">panduan musik alt-pop</a> dan <a href="https://parapop.net/indie-music/">panduan musik indie ParaPOP</a>, menyaring puluhan rilisan pekat ini menjadi segelintir tentu bukan tugas yang gampang. Namun berpatokan pada catatan analitik dan riuhnya respons kawan-kawan pendengar di ulasan harian, berikut tujuh nomor lagu dark pop Oktober 2026 pilihan redaksi yang paling menghantui telinga.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">1. Žun – My Iran</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/Zun-My-Iran.jpg" alt="Žun - My Iran" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Mendengarkan <strong>&#8220;My Iran&#8221;</strong> milik Žun rasanya mirip menyaksikan bara api yang ditiup perlahan di tengah kegelapan malam. Penyanyi perempuan asal Iran yang kini menjalani hidup di pengasingan Swiss ini—yang perjuangan hidupnya turut diabadikan dalam film dokumenter <em>A Sisters&#8217; Tale</em> karya Leila Amini—menumpahkan kerinduan tanah air yang getir tanpa sedikit pun terdengar meratap cengeng.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Aransemennya dirajut di atas sapuan pad synthesizer yang mengembang hangat dan lapang, memberi ruang sakral bagi tarikan vokal sopran Žun yang melayang jernih dengan desah serak di ujung napasnya. Baris lirik <em>&#8220;My ribs like bars, if they break us apart&#8221;</em> dilantunkan dengan keteguhan hati yang luar biasa, membuat bulu kuduk seketika merinding. Tak heran bila tembang ini menjadi nomor dark pop paling banyak disimak oleh kawan-kawan pembaca ParaPOP sepanjang Oktober. Megah, sarat duka, dan sangat berjiwa.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/zun-my-iran/"><strong>Žun – My Iran</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">2. HUNJIYA – start over</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/HUNJIYA-start-over.jpg" alt="HUNJIYA - start over" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Tembang <strong>&#8220;start over&#8221;</strong> dari HUNJIYA membawa sensasi layaknya obrolan jujur larut malam bersama kawan akrab di lantai kamar yang berantakan. Tidak ada distorsi bising atau drum bergemuruh di sini; semuanya mengalir di atas ketukan mesin drum yang konstan dan dengung bas sintetis yang sangat empuk.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Kekuatan magis lagu ini justru terpancar dari vokalnya yang tipis dan berbisik intim. Di saat banyak musisi pop berlomba-lomba tampil perkasa, HUNJIYA justru mengakui kerapuhan dirinya dengan santai lewat analogi cerdas: <em>&#8220;I&#8217;m player 1 in this video game.&#8221;</em> Nomor *lo-fi dark pop* yang sangat menenangkan bagi siapa pun yang sedang lelah berkejaran dengan tuntutan hidup dan butuh jeda sejenak untuk menata ulang langkah. Syahdu tiada tara!</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/hunjiya-start-over/"><strong>HUNJIYA – start over</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">3. Blushfire – A Storm the Size of Four Earths</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/Blushfire-A-Storm-the-Size-of-Four-Earths.jpg" alt="Blushfire - A Storm the Size of Four Earths" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Gelap, dingin, dan sedikit mengintimidasi. Lewat <strong>&#8220;A Storm the Size of Four Earths&#8221;</strong>, Blushfire membangun sebuah narasi tentang seseorang yang terus mengemudi malam hari dan memilih bintik merah raksasa di planet Jupiter sebagai tempat pelariannya.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Aransemennya berangkat dari petikan vokal sunyi yang basah oleh *reverb*, lalu perlahan bertumpuk tebal menjadi badai suara etereal ala Cocteau Twins sebelum dentuman drum yang gelap meledak di paruh akhir. Permohonan singkat <em>&#8220;Don&#8217;t, don&#8217;t promise me love&#8221;</em> menjadi jangkar paling pasrah sekaligus menusuk batin. Sebuah eksplorasi dark pop kosmik yang megah dan berani keluar dari zona nyaman pop konvensional.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/blushfire-a-storm-the-size-of-four-earths/"><strong>Blushfire – A Storm the Size of Four Earths</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">4. Kitty Coen – Psycho From Texas</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/Kitty-Coen-Psycho-From-Texas.jpg" alt="Kitty Coen - Psycho From Texas" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Sorot lampu motor di luar jendela kamar, bar remang-remang beraroma wiski, jaket kulit usang, dan romansa beracun antara dua orang yang sadar harus saling menjauhi namun selalu gagal menahan rindu. Begitulah Mbak Kitty Coen membuka single teranyarnya bertajuk <strong>&#8220;Psycho From Texas&#8221;</strong>.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Menduduki persimpangan unik antara *alt-country noir* dan *dark pop*, tembang ini bergulir dengan ketukan drum santai dan petikan gitar berpasir yang dingin. Vokal Kitty yang sedikit serak dan murung mengayun malas laksana koboi pengelana di gurun Marfa. Suasana berbahaya yang ia bangun terasa begitu kental, membikin kita betah mengangguk-angguk sembari menikmati cerita drama yang tak kunjung padam. Sangat sinematik!</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/kitty-coen-psycho-from-texas/"><strong>Kitty Coen – Psycho From Texas</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">5. Nikki Paige x Scott Storch – Monstrous</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/Nikki-Paige-x-Scott-Storch-Monstrous.jpg" alt="Nikki Paige x Scott Storch - Monstrous" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Tangan dingin produser legendaris Scott Storch yang dulu meracik nomor-nomor hip-hop ikonis kini beralih mengaduk ramuan gelap musim gugur. Berkolaborasi dengan Nikki Paige, keduanya melahirkan nomor pop teatrikal berjudul <strong>&#8220;Monstrous&#8221;</strong>.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Bassline sintetis yang berat dan ketukan mesin drum modern menjadi pondasi sempurna bagi vokal Nikki yang ekspresif. Lagu ini menempati etalase bunyi yang serumpun dengan karya-karya Billie Eilish: gelap, tajam, dan menyajikan momen pembalasan dendam emosional seorang &#8220;monster&#8221; yang diciptakan oleh lingkungannya sendiri. Sebuah nomor dark pop dengan polesan produksi kelas satu yang langsung menyengat telinga sejak putaran pertama.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/nikki-paige-x-scott-storch-monstrous/"><strong>Nikki Paige x Scott Storch – Monstrous</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">6. Elena Flores – Restless Soul</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/Elena-Flores-Restless-Soul-1.jpg" alt="Elena Flores - Restless Soul" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Membuka lagu dengan kutipan Shakespeare yang dipelintir halus—<em>&#8220;I think thou dost protest too much&#8221;</em>—Elena Flores mengajak kita menyelami ruang batin seorang pengelana yang tak pernah merasa betah di mana pun lewat <strong>&#8220;Restless Soul&#8221;</strong>.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Aransemennya dibangun di atas denting piano akustik yang sendu dan atmosfer mengambang yang tidak tergesa-gesa. Alunan musiknya gelap namun tetap menyisakan kehangatan manusiawi. Pengulangan bait <em>&#8220;Does it ever feel&#8221;</em> yang dilantunkan berkali-kali mencerminkan kelelahan mental seseorang yang merindukan rumah tapi tak pernah benar-benar sampai tujuan. Sebuah nomor balada pop melankolis yang sangat dewasa dan menghanyutkan.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/elena-flores-restless-soul/"><strong>Elena Flores – Restless Soul</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">7. JES – Dreamer</h2>
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/JES-Dreamer.jpg" alt="JES - Dreamer" title=""></figure>
<p class="wp-block-paragraph">Bagi penikmat musik dansa dekade 2000-an, nama JES tentu melekat erat lewat tembang legendaris <em>&#8220;As The Rush Comes&#8221;</em> bersama proyek Motorcycle. Namun di <strong>&#8220;Dreamer&#8221;</strong>, ia menepi sejenak dari lampu strobo lantai disko menuju sudut kamar yang temaram.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Digerakkan oleh tarik-ulur antara bass synth nokturnal dan ketukan bertempo santai, tembang ini adalah surat cinta bagi pikiran yang tak pernah bisa diam—pikiran penuh ide dan keraguan yang tetap nekat melangkah maju. Vokalnya yang berwibawa meluncur mantap di antara bayang-bayang aransemen, membuktikan bahwa bermimpi tidak selalu harus penuh pelangi berkilau, melainkan bisa berakar dari kegigihan di tengah malam paling pekat. Penutup daftar kurasi dark pop yang sangat bertenaga!</p>
<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/jes-dreamer/"><strong>JES – Dreamer</strong></a>.</p>
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>
<h2 class="wp-block-heading">Simak Playlist Dark Pop ParaSpot</h2>
<p class="wp-block-paragraph">Seluruh lagu dark pop pilihan di atas sudah kami rangkum ke dalam daftar putar resmi ParaSpot di Spotify. Pasang penyuara telingamu, redupkan lampu kamar, dan nikmati eksplorasi bunyinya langsung di bawah ini:</p>
<figure class="wp-block-embed-spotify wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-embed-aspect-9-16 wp-has-aspect-ratio">
<div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: ParaSpot Dark Pop" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/playlist/2a9N2lITNKRYSC7nUD5EoE?utm_source=generator"></iframe>
</div>
</figure>
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://open.spotify.com/playlist/2a9N2lITNKRYSC7nUD5EoE" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">Dengarkan daftar putar lengkapnya langsung di aplikasi Spotify &rarr;</a></p>
<p class="wp-block-paragraph">Punya karya rekaman bernuansa dark pop, gothic pop, atau electro-noir yang baru saja rampung dan ingin masuk dalam radar kurasi ParaPOP? Meja redaksi kami selalu terbuka lebar melalui kanal <a href="https://parapop.net/submit-your-song/">Submit Your Song ParaPOP</a>.</p>
<p class="wp-block-paragraph">Sampai jumpa di kurasi subgenre berikutnya!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>7 Lagu Alt-Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net/rekomendasi-lagu-alt-pop-september-2026/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 05:29:33 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[List]]></category>
<category><![CDATA[ParaMail]]></category>
<category><![CDATA[Reviews]]></category>
<category><![CDATA[Alt Pop]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34012</guid>
<description><![CDATA[Eksentrik dan memikat. Kalau musik pop arus utama sibuk meracik formula manis yang seragam agar pas dengan selera radio komersial, maka rumpun pop alternatif (alt-pop) justru memilih merusak cetakan tersebut. Bulan September 2026 menjadi panggung bagi para musisi pemberontak yang enggan didikte oleh pakem lama. Ada tiga puluh dua nomor beraroma pop alternatif yang menyambangi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Eksentrik dan memikat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau musik pop arus utama sibuk meracik formula manis yang seragam agar pas dengan selera radio komersial, maka rumpun pop alternatif (alt-pop) justru memilih merusak cetakan tersebut. Bulan September 2026 menjadi panggung bagi para musisi pemberontak yang enggan didikte oleh pakem lama. Ada tiga puluh dua nomor beraroma pop alternatif yang menyambangi meja redaksi ParaPOP sepanjang bulan ini—menawarkan dentum synthesizer liar, struktur lagu non-konvensional, hingga lirik-lirik sarkas yang menolak basa-basi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi kamu yang telinganya selalu haus akan bebunyian segar dan ingin menjelajahi spektrum warna bunyi pop modern lewat <a href="https://parapop.net/indie-music/"><a href="https://parapop.net/indie-music/">panduan musik indie serta <a href="https://parapop.net/alt-pop/">panduan musik alt-pop ParaPOP</a></a> dan <a href="https://parapop.net/alt-pop/">panduan musik alt-pop ParaPOP</a></a>, berikut tujuh nomor alt-pop September 2026 pilihan redaksi yang wajib masuk dalam radar dengarmu.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">1. Sylva Faye – CRACKED</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Sylva-Faye-Cracked.jpg" alt="Sylva Faye - CRACKED" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Saya biasanya selalu skeptis dengan rilisan yang mencoba menjejalkan terlalu banyak genre sekaligus ke dalam satu piring. Memadukan *hyperpop*, *alt-pop*, *indie folk*, dan tradisi akustik dalam rentang lima lagu biasanya terdengar seperti resep menuju kekacauan. Namun Mbak Sylva Faye membuktikan sebaliknya lewat mini album bertajuk <strong>&#8220;CRACKED&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di trek utamanya, ketukan elektronik yang patah-patah bersanding mesra dengan instrumen organik dan vokal yang meliuk berani. Sylva tidak berusaha menutupi retakan emosionalnya; ia justru memamerkan bekas luka itu dengan aransemen yang dinamis dan berani mengambil risiko. Sebuah nomor pop eksperimental yang cerdas, segar, dan menolak tunduk pada rumus kenyamanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/sylva-faye-membawa-lima-retakan-di-cracked-dan-semuanya-disengaja/"><strong>Sylva Faye Membawa Lima Retakan di CRACKED</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">2. Kohla – You Took The World</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Kohla-You-Took-The-World.jpg" alt="Kohla - You Took The World" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian besar lagu cinta hari ini ditulis dari gemerlap lantai dansa kelab malam. Namun <strong>&#8220;You Took The World&#8221;</strong> justru lahir dari atas ranjang sunyi. Musisi Kohla menggubah lagu ini ketika penyakit endometriosis memaksanya lebih sering berbaring menahan nyeri tubuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alih-alih melahirkan ratapan murung, keterbatasan fisik itu ia sulap menjadi nomor alt-pop atmosferik yang megah dan menghipnotis. Lapisan synthesizer yang mengambang lembut dipadukan dengan vokal dingin yang berbisik intim, menciptakan kontras rasa yang sangat menyentuh. Lagu ini membuktikan bahwa kerapuhan fisik justru bisa melahirkan keanggunan artistik yang tak tertandingi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/kohla-you-took-the-world/"><strong>Kohla – You Took The World</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">3. LUNA14 – Zero Gravity</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/luna14-zerogravity-cover.jpg" alt="LUNA14 - Zero Gravity" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Damn. Direkam di ruang tamu sederhana hanya bermodalkan alat perekam pita 24-track jadul, dua kepala, dan satu etos menyala: <em>&#8220;AI could never&#8221;</em>. Begitulah unit LUNA14 memperkenalkan diri tanpa rasa gentar lewat <strong>&#8220;Zero Gravity&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mas Gasher memainkan nyaris seluruh instrumen sendirian—mulai dari gesekan biola, petikan gitar, raungan synth, hingga ketukan drum yang dinamis—sementara Lunafacious merajut semuanya menjadi satu lanskap alt-pop yang syahdu dan berkilau. Kejutan paling segar hadir di paruh kedua lagu, saat tempo mendadak berbelok drastis membawa kita ke dimensi bunyi yang sama sekali baru. Liriknya membedah kebebasan cinta tanpa belenggu: <em>&#8220;No strings attached, I am cut loose.&#8221;</em> Menolak patuh pada struktur pop standar dan merayakan kemerdekaan batin dengan sangat berani!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/luna14-zero-gravity/"><strong>LUNA14 – Zero Gravity</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">4. Mr.Moss – Take a Bow</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Mr.Moss-Take-a-Bow.jpeg" alt="Mr.Moss - Take a Bow" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>&#8220;Take a Bow&#8221;</strong> adalah sindiran paling elegan bulan ini yang ditujukan kepada orang-orang yang terlalu lihai bersandiwara di kehidupannya sendiri—senyum manis dipamerkan ke hadapan penonton, padahal retakan di balik layar sudah menganga lebar di mana-mana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mr.Moss merajut kemuakan itu ke dalam balutan pop alternatif bertempo lincah dengan groove bas yang sangat adiktif. Iramanya begitu asyik hingga membuat kita lupa bahwa lirik yang sedang dinyanyikan adalah sebuah tamparan sarkastik. Karakter vokalnya yang santai dan sedikit usil menyatu padu dengan polesan produksi yang mengilap. Tembang yang sangat nikmat untuk menyindir teman yang hobi drama!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/mr-moss-take-a-bow/"><strong>Mr.Moss – Take a Bow</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">5. Jessie Altman – Wanted</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Jessie-Altman_Wanted_CoverArt_1000X1000-1.jpg" alt="Jessie Altman - Wanted" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ada satu momen genting dalam sebuah hubungan ketika seseorang yang biasanya hobi lari dari komitmen mendadak tak sanggup lagi menyembunyikan kepeduliannya. Dinamika pergeseran batin itulah yang ditangkap oleh Jessie Altman di <strong>&#8220;Wanted&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dibalut alunan kibor modern dan progresi akor yang sedikit melankolis, vokal Jessie meluncur jernih mengekspresikan ketakutan sekaligus hasrat untuk diakui keberadaannya. Bassline-nya berdengung lembut menjaga tempo tetap stabil, menciptakan atmosfer *late-night pop* yang manis tapi menyimpan sedikit rasa perih. Tembang yang sangat cocok bagi siapa pun yang sedang gengsi mengakui perasaan sukanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/jessie-altman-wanted/"><strong>Jessie Altman – Wanted</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">6. Kirrilee – Go Away (Garbage Tip)</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Kirrilee-Go-Away-Garbage-Tip.jpg" alt="Kirrilee - Go Away (Garbage Tip)" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Judulnya saja sudah sukses membikin senyum kecut mengembang di bibir: <strong>&#8220;Go Away (Garbage Tip)&#8221;</strong>. Dan Mbak Kirrilee memang sengaja meracik lagu patah hati ini seringan dan sejenaka mungkin, layaknya kawan akrab yang sedang curhat soal mantan pacar yang kelakuannya mirip tumpukan sampah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketukan drum yang riang dan petikan nada ceria berbanding terbalik dengan sumpah serapah liriknya yang tajam. Pendekatan *anti-crying* ini rupanya sukses memikat telinga pembaca ParaPOP—terbukti dari durasi dengar rata-rata di analitik kami yang tembus lebih dari tujuh menit! Lagu ini mengingatkan kita bahwa menertawakan kemalangan masa lalu sering kali menjadi obat patah hati paling mujarab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/kirrilee-go-away-garbage-tip/"><strong>Kirrilee – Go Away (Garbage Tip)</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">7. 50mething – Obsession</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2389_2.jpeg" alt="50mething - Obsession" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Proyek musik misterius 50mething kembali menyusup ke telinga kita lewat tembang teranyar berjudul <strong>&#8220;Obsession&#8221;</strong>. Setelah sebelumnya memamerkan nomor-nomor bernuansa santai, kali ini mereka datang dengan palet suara yang lebih gelap, rapat, dan berbahaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bass synth yang tebal bergulir di bawah ketukan electro-pop yang menghipnotis, menemani vokal berbisik yang mengulang-ulang rasa candu terhadap seseorang. Dinamikanya rapi, tidak tergesa-gesa memburu klimaks, melainkan membiarkan rasa penasaran pendengar digantung perlahan. Nomor alt-pop bernuansa nokturnal yang sangat pas menutup malam-malam panjang di akhir September ini. Candu!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/50mething-obsession/"><strong>50mething – Obsession</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">Jelajahi Kurasi Best of September 2026 Subgenre Lainnya:</h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Indie Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-pop-september-2026/">7 Lagu Indie Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Indie Rock:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-rock-september-2026/">7 Lagu Indie Rock September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Indie Folk &#038; Akustik:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-folk-akustik-september-2026/">7 Lagu Indie Folk September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Alt-Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-alt-pop-september-2026/">7 Lagu Alt-Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Dream Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-dream-pop-september-2026/">7 Lagu Dream Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Simak Playlist Kurasi ParaSpot</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh lagu alt-pop pilihan di atas sudah kami rangkum ke dalam daftar putar resmi ParaSpot di Spotify. Siapkan penyuara telingamu dan dengarkan eksplorasi bunyinya langsung di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed-spotify wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-embed-aspect-9-16 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Fresh New Songs" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/playlist/1zM68pMMkkKjcjzMJiv6n6?utm_source=generator"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi kawan-kawan musisi atau produser kamar tidur yang sedang meracik karya alt-pop baru dan ingin diulas oleh redaksi ParaPOP, kirimkan karyamu lewat laman <a href="https://parapop.net/submit-your-song/">Submit Your Song ParaPOP</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai jumpa di kurasi subgenre berikutnya!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>7 Lagu Indie Folk September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-folk-akustik-september-2026/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 05:28:42 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[ParaMail]]></category>
<category><![CDATA[List]]></category>
<category><![CDATA[Reviews]]></category>
<category><![CDATA[Indie Folk]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34000</guid>
<description><![CDATA[Hening dan bersahaja. Setelah dihajar distorsi rock yang menggelegar dan dimanjakan oleh denting pop yang manis, telinga kita selalu butuh ruang untuk bernapas lega. Bulan September 2026 rupanya menjadi surga tersendiri bagi penikmat petikan senar nilon, gesekan dawai bas akustik yang membumi, dan lirik-lirik personal yang ditulis tanpa topeng pencitraan. Dari puluhan nomor akustik yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Hening dan bersahaja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah dihajar distorsi rock yang menggelegar dan dimanjakan oleh denting pop yang manis, telinga kita selalu butuh ruang untuk bernapas lega. Bulan September 2026 rupanya menjadi surga tersendiri bagi penikmat petikan senar nilon, gesekan dawai bas akustik yang membumi, dan lirik-lirik personal yang ditulis tanpa topeng pencitraan. Dari puluhan nomor akustik yang mampir ke meja redaksi ParaPOP, musik folk independen membuktikan kekuatannya: tanpa perlu dinding suara yang megah, satu vokal jujur dan satu petikan gitar sudah cukup untuk membikin bulu kuduk berdiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi kamu yang sedang menyeduh teh hangat di beranda rumah saat rintik hujan turun, atau sekadar butuh kawan hening dalam menempuh perjalanan panjang malam hari lewat <a href="https://parapop.net/indie-music/"><a href="https://parapop.net/indie-music/">panduan musik indie serta <a href="https://parapop.net/indie-folk/">panduan musik indie folk ParaPOP</a></a> dan <a href="https://parapop.net/indie-folk/">panduan musik indie serta <a href="https://parapop.net/indie-folk/">panduan musik indie folk ParaPOP</a> folk ParaPOP</a></a>, berikut tujuh nomor indie folk dan akustik September 2026 pilihan redaksi yang siap merangkul lamunanmu.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">1. Joe Rian – Amarillo</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Joe-Rian-Amarillo.jpg" alt="Joe Rian - Amarillo" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan kamu sedang memacu mobil tua di jalan tol antarkota tengah malam, asbak di dasbor sudah meluap dengan puntung rokok, dan tiba-tiba ada kilau sirine patroli menyala di kaca spion. Sensasi pelarian yang menegangkan itulah yang ditiupkan Joe Rian bersama gerombolan The A.M. Project lewat tembang <strong>&#8220;Amarillo&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nomor *americana* beraroma *folk-country* ini melaju dengan petikan gitar akustik yang berdebu dan vokal serak yang penuh riwayat hidup. Tidak ada polesan mewah di sini; semuanya terdengar jujur, berkarat, dan hidup. Joe Rian bernyanyi layaknya pria pengelana yang sudah kenyang asam garam jalanan dan tak lagi gentar menghadapi nasib sial. Sebuah nomor folk jalanan yang sangat gagah!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/joe-rian-amarillo/"><strong>Joe Rian – Amarillo</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">2. Yellofox – Maybe Tomorrow</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Yellofox-Maybe-Tomorrow.jpg" alt="Yellofox - Maybe Tomorrow" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah mobil van klasik dengan tumpukan peta kertas yang berantakan di kursi penumpang adalah tempat paling sempurna untuk memutar <strong>&#8220;Maybe Tomorrow&#8221;</strong>. Unit beranggotakan enam musisi asal Den Haag, Belanda, Yellofox, meramu kehangatan folk-rock dengan cita rasa yang sinematik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekuatan magis lagu ini terletak pada kawin silang harmonisasi vokal pria dan wanita yang saling bersahut-sahutan di atas petikan mandolin, cello, dan gitar akustik. Aransemennya berkembang perlahan laksana matahari pagi yang menyapu kabut di perbukitan. Ada rasa rindu pada perjalanan jauh yang belum sempat terwujud, dibalut optimisme lembut bahwa esok hari segalanya akan baik-baik saja. Sangat menyejukkan hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/yellofox-maybe-tomorrow/"><strong>Yellofox – Maybe Tomorrow</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">3. Matthew Steven Whitaker – HOW IT USED TO BE</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Matthew-Steven-Whitaker-HOW-IT-USED-TO-BE.jpg" alt="Matthew Steven Whitaker - HOW IT USED TO BE" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Suara kunci rumah yang jatuh berdenting di lantai dapur selalu jadi pertanda buruk bagi sebuah malam yang sepi. Solois *indie folk* Matthew Steven Whitaker membuka pintu kenangan pahit itu lewat tembang bertajuk <strong>&#8220;HOW IT USED TO BE&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini direkam dengan keintiman tingkat tinggi, seolah Matthew sedang duduk tepat dua meter di depan kita di sudut kamar yang temaram. Petikan gitarnya ringkih dan telanjang, menemani vokal hangatnya yang bergetar menahan rindu pada masa lalu yang tak mungkin berulang. Tak heran bila catatan analitik kami mencatat lagu ini mengantongi durasi dengar rata-rata belasan menit; pendengar seolah enggan beranjak dari keheningan magis yang ia ciptakan. Luar biasa syahdu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/matthew-steven-whitaker-how-it-used-to-be/"><strong>Matthew Steven Whitaker – HOW IT USED TO BE</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">4. néomí – I Wish I Never Met You</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/neomi-I-Wish-I-Never-Met-You.jpg" alt="neomi - I Wish I Never Met You" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Have me like your cigarette, Throw me down the train.&#8221;</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pahit sekali, bukan? Mbak néomí kembali memamerkan ketajaman pena liriknya lewat gubahan akustik murung berjudul <strong>&#8220;I Wish I Never Met You&#8221;</strong>. Petikan gitar akustiknya merambat lambat, berpadu dengan denyut bas elektrik yang ditarik malas dan vokal rapuh yang sarat luka batin. néomí tidak sedang berpura-pura tegar; ia membedah kehancuran akibat mencintai orang yang salah dengan kejujuran yang menelanjangi rasa sakit. Sebuah nomor balada folk yang menghantui kepala berhari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/neomi-i-wish-i-never-met-you/"><strong>néomí – I Wish I Never Met You</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">5. Sidney – when you know you know</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Sidney-when-you-know-you-know.jpg" alt="Sidney - when you know you know" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ada titik melegakan dalam hidup ketika keraguan di kepala akhirnya berhenti bersuara bising, lalu menyisakan satu kepastian sederhana: kita tahu ke mana hati harus berlabuh. Momen ketenangan batin itulah yang dibawakan Sidney lewat <strong>&#8220;when you know you know&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aransemennya bersahaja, mengandalkan petikan gitar akustik yang teratur dan polesan vokal jernih tanpa drama. Sidney menyanyikan lagunya dengan senyum tipis yang tersirat di setiap bait, memberi rasa nyaman laksana selimut tebal di tengah udara dingin dini hari. Tembang folk lembut yang mengingatkan kita bahwa kedamaian hati sering kali hadir dari kepasrahan yang tulus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/sidney-when-you-know-you-know/"><strong>Sidney – when you know you know</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">6. Allison Strong – Fold For You</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Allison-Strong-Fold-For-You.jpg" alt="Allison Strong - Fold For You" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jatuh cinta sering kali menuntut kita untuk menanggalkan ego dan melipat sisi paling kaku dari diri sendiri demi orang lain. Mbak Allison Strong menangkap pergulatan manis itu secara ciamik dalam nomor folk-americana bertajuk <strong>&#8220;Fold For You&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekuatan vokal Allison meliuk anggun dengan kontrol emosi yang luar biasa matang. Diapit oleh petikan gitar akustik yang hangat dan sentuhan dawai biola yang mengalun lirih di latar belakang, lagu ini terasa megah tanpa kehilangan kehangatan organik khas musik akar rumput. Sebuah ode kerentanan hati yang sangat dewasa dan menghangatkan jiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/allison-strong-fold-for-you/"><strong>Allison Strong – Fold For You</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">7. Gregory Ackerman – Suddenly I See</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Gregory-Ackerman-Suddenly-I-See.jpg" alt="Gregory Ackerman - Suddenly I See" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Gregory Ackerman menyapa kembali telinga kita lewat <strong>&#8220;Suddenly I See&#8221;</strong>, nomor pamungkas yang menjadi gerbang pembuka menuju album penuhnya bertajuk <em>Challenger Deep</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petikan gitar akustiknya berjalan santai tanpa beban, mirip laju sepeda motor sore hari menyusuri jalanan pedesaan yang lengang. Vokal Gregory mengayun tenang berbalut nuansa *vintage folk* era 70-an yang kaya nostalgia. Alih-alih mengejar klimaks yang bombastis, ia membiarkan melodinya mengalir ramah membasuh lelahnya pikiran kita. Penutup kurasi akustik yang sempurna untuk menutup lembaran bulan September ini. Enak sekali didengar!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/gregory-ackerman-suddenly-i-see/"><strong>Gregory Ackerman – Suddenly I See</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">Jelajahi Kurasi Best of September 2026 Subgenre Lainnya:</h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Indie Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-pop-september-2026/">7 Lagu Indie Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Indie Rock:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-rock-september-2026/">7 Lagu Indie Rock September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Indie Folk &#038; Akustik:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-folk-akustik-september-2026/">7 Lagu Indie Folk September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Alt-Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-alt-pop-september-2026/">7 Lagu Alt-Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Dream Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-dream-pop-september-2026/">7 Lagu Dream Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Simak Playlist Folk ParaSpot</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh nomor folk dan akustik pilihan di atas sudah kami satukan ke dalam daftar putar resmi ParaSpot di Spotify. Seduh minuman hangat favoritmu, pasang penyuara telinga, dan dengarkan alunan syahdunya langsung di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed-spotify wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-embed-aspect-9-16 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Folk with Comforting Sounds" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/playlist/19JpIg9MsPAaiNY2bCDVU6?utm_source=generator"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Punya tembang akustik buatan sendiri atau rekaman folk berjiwa intim yang ingin didengarkan oleh redaksi ParaPOP? Pintu kurasi kami selalu terbuka lebar melalui laman <a href="https://parapop.net/submit-your-song/">Submit Your Song ParaPOP</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai jumpa di kurasi subgenre berikutnya!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>7 Lagu Dream Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net/rekomendasi-lagu-dream-pop-september-2026/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 05:27:33 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[ParaMail]]></category>
<category><![CDATA[List]]></category>
<category><![CDATA[Reviews]]></category>
<category><![CDATA[Dream Pop]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34014</guid>
<description><![CDATA[Mengambang dan berkabut. Ada kalanya kita tidak butuh lagu yang menuntut fokus penuh pada setiap bait liriknya, melainkan musik yang berfungsi layaknya kabut tebal: menyamarkan batas antara realitas dan lamunan. Rumpun *dream pop* dan *shoegaze* di bulan September 2026 menghadirkan pelarian sempurna tersebut. Dua puluh nomor berbalut dengung *reverb*, modulasi pedal *chorus*, dan desau vokal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Mengambang dan berkabut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada kalanya kita tidak butuh lagu yang menuntut fokus penuh pada setiap bait liriknya, melainkan musik yang berfungsi layaknya kabut tebal: menyamarkan batas antara realitas dan lamunan. Rumpun *dream pop* dan *shoegaze* di bulan September 2026 menghadirkan pelarian sempurna tersebut. Dua puluh nomor berbalut dengung *reverb*, modulasi pedal *chorus*, dan desau vokal etereal berjejalan di meja redaksi kami sepanjang tiga puluh hari ke belakang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari band legendaris Skandinavia yang telah mewarnai masa remaja kita hingga unit kamar tidur yang mengubah suara mesin kasir menjadi dinding suara sinematik, berikut tujuh nomor dream pop September 2026 pilihan redaksi lewat <a href="https://parapop.net/indie-music/"><a href="https://parapop.net/indie-music/">panduan musik indie serta <a href="https://parapop.net/dream-pop/">panduan musik dream pop ParaPOP</a></a> dan <a href="https://parapop.net/dream-pop/">panduan musik dream pop ParaPOP</a></a> yang siap menemani matamu terpejam.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">1. Club 8 – End</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Club-8-End.jpg" alt="Club 8 - End" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kabar tentang babak pamungkas dari sebuah trilogi album rekaman selalu membawa debar penasaran tersendiri. Mengunci perjalanan panjang mereka lewat album <em>Weeks of Golden Beats</em>, duo *dream pop* legendaris asal Swedia, Club 8, menetaskan tembang perpisahan bertajuk <strong>&#8220;End&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Johan Angergård dan Karolina Komstedt membuktikan bahwa setelah berkarya hampir tiga dekade, sentuhan magis mereka sama sekali belum luntur. Vokal Karolina berbisik dingin laksana embusan angin musim gugur Stockholm di atas lapisan synthesizer analog yang mengalun lambat. Aransemennya tidak berusaha menjadi megah berlebihan, melainkan berlabuh pada kebersahajaan melodi yang manis sekaligus getir. Sebuah nomor pamungkas yang sangat anggun dari maestro musik independen Eropa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/club-8-end/"><strong>Club 8 – End</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">2. Jake Tavill – Forgotten</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Jake-Tavill-Forgotten.jpg" alt="Jake Tavill - Forgotten" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bunyi keran air yang menetes konsisten di bak cuci piring rumah kosong biasanya cuma bikin kesal dan mengganggu tidur. Namun dalam <strong>&#8220;Forgotten&#8221;</strong> milik Jake Tavill, repetisi sunyi semacam itu justru disulap menjadi kanvas yang pas untuk membedah rasa terabaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dentingan kibor bernada murung mengalun pelan di bawah vokal Jake yang mengambang intim. Lapisan gema dan gesekan senar atmosferik perlahan menyusup ke telinga, menciptakan ruang dengar yang luas sekaligus terasa sunyi di saat bersamaan. Tak heran bila catatan analitik kami mencatat lagu ini mengantongi tingkat retensi dengar yang sangat tinggi. Sangat cocok disetel saat kamu sedang menyendiri menatap jalanan basah sehabis hujan lebat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/jake-tavill-forgotten/"><strong>Jake Tavill – Forgotten</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">3. The Graceland Conspiracy – We are chaos</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/we-are-chaos-1.jpg" alt="The Graceland Conspiracy - We are chaos" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Denting piano Colin Crooks membuka ruang dengan gerak lambat yang sangat tenang, membiarkan dawai bas menyusup hangat di bawahnya sebelum gesekan gitar Paul Wilkinson menata ketukan secara perlahan. Tembang <strong>&#8220;We are chaos&#8221;</strong> adalah nomor terbaru dari The Graceland Conspiracy, unit asal Irlandia Utara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alih-alih menggeber distorsi bising masa lalu mereka, gerombolan ini memilih menepi dan meracik aransemen yang memberi banyak ruang kosong bagi tiupan instrumen *brass* sayup-sayup. Vokal dingin Edelle McMahon melayang tenang di udara sembari melantunkan kontras semesta: <em>&#8220;Dark matter rising, Black hole horizon.&#8221;</em> Kekacauan kosmik di tangannya terdengar layaknya pemandangan biasa di luar jendela kereta malam. Mengalir syahdu tanpa tergesa-gesa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/the-graceland-conspiracy-we-are-chaos/"><strong>The Graceland Conspiracy – We are chaos</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">4. In The Afterglow – Paper Or Plastic</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/In-The-Afterglow-Paper-Or-Plastic.jpg" alt="In The Afterglow - Paper Or Plastic" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bunyi pemindai kode batang mesin kasir minimarket jarang sekali dilirik untuk dijadikan materi lagu *shoegaze*. Namun proyek musik In The Afterglow membuktikan sebaliknya lewat nomor memukau bertajuk <strong>&#8220;Paper Or Plastic&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Riff gitar yang kasar perlahan larut menjadi tekstur berkabut khas *dream pop*, sementara bassline yang tegas menjaga lagu ini agar tidak sepenuhnya hanyut ke alam mimpi. Vokal yang berbisik sayup terdengar lelah, berpadu dengan lirik puitis tentang rutinitas kerja harian: <em>&#8220;The beeping is a symphony of moments I will lose.&#8221;</em> Mereka berhasil menemukan keindahan magis di sudut paling monoton dalam keseharian kita. Luar biasa unik!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/in-the-afterglow-paper-or-plastic/"><strong>In The Afterglow – Paper Or Plastic</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">5. Peira – Away</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Peira-Away.jpg" alt="Peira - Away" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu punya kawan yang tiap kali menghadapi masalah hidup langsung pasang jurus menghilang tanpa jejak? Solois asal Brooklyn, Mbak Peira, merangkum rasa lelah dan kejengkelan itu ke dalam balutan tembang berjudul <strong>&#8220;Away&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Musiknya bergulir di atas lapisan synth yang mengapung dan ketukan elektronik bertempo santai. Vokal Peira meliuk manis di antara lapisan efek *delay*, seolah melambaikan tangan kepada orang-orang yang gemar kabur dari tanggung jawab. Ini jenis lagu *dream pop* modern yang tetap enak diajak mengangguk tanpa menghilangkan nuansa mengawangnya. Renyah dan menyegarkan telinga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/peira-away/"><strong>Peira – Away</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">6. Daisy Howard – From the Outside Looking In</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Daisy_Howard_-_From_the_Outside_Looking_In_2-1.jpeg" alt="Daisy Howard - From the Outside Looking In" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pemandangan surga yang tampak sempurna dari luar sering kali menyimpan kerapuhan yang tak terduga begitu kita melangkah masuk ke dalamnya. Intrik emosional itulah yang dibedah oleh Daisy Howard lewat tembang <strong>&#8220;From the Outside Looking In&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petikan gitar berlumur *reverb* mengalun lembut memayungi vokal Daisy yang jernih dan melankolis. Aransemennya dibangun dengan kesabaran tinggi, membiarkan setiap nada berdengung hingga habis sebelum menyambut birama berikutnya. Ada kepedihan yang terasa anggun di balik tembang ini, mengingatkan kita bahwa apa yang berkilau di linimasa orang lain belum tentu seindah yang kita bayangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/daisy-howard-from-the-outside-looking-in/"><strong>Daisy Howard – From the Outside Looking In</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">7. Morgan La Fae – Cigarettes and Coffee</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/CGcover-1.jpeg" alt="Morgan La Fae - Cigarettes and Coffee" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ada romantisme yang malu-malu sekaligus ragu dalam <strong>&#8220;Cigarettes and Coffee&#8221;</strong>, materi debut milik Morgan La Fae yang ia sebut sendiri sebagai &#8220;lagu cinta bagi orang-orang yang sudah lama tak percaya pada lagu cinta&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suasana yang dibangun terasa seperti obrolan larut malam di kedai kopi pinggir jalan yang sepi, saat secangkir kopi panas dan sebatang rokok menjadi saksi pengakuan perasaan yang canggung. Dinding suara gitarnya hangat dan berkabut tebal, membungkus vokalnya yang berbisik intim layaknya rahasia yang hanya boleh didengar oleh dua orang. Penutup daftar dream pop yang sangat manis dan membekas di hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/morgan-la-fae-cigarettes-and-coffee/"><strong>Morgan La Fae – Cigarettes and Coffee</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">Jelajahi Kurasi Best of September 2026 Subgenre Lainnya:</h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Indie Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-pop-september-2026/">7 Lagu Indie Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Indie Rock:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-rock-september-2026/">7 Lagu Indie Rock September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Indie Folk &#038; Akustik:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-folk-akustik-september-2026/">7 Lagu Indie Folk September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Alt-Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-alt-pop-september-2026/">7 Lagu Alt-Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Dream Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-dream-pop-september-2026/">7 Lagu Dream Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Simak Playlist Kurasi ParaSpot</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Semua lagu dream pop pilihan di atas sudah kami satukan ke dalam daftar putar resmi ParaSpot di Spotify. Sambungkan penyuara telinga favoritmu, redupkan lampu ruangan, dan nikmati alunan magisnya langsung di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: lo-fi and Dreamy: Something Magical Every Day" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/playlist/4IEuRDS8aXiryKt4G0kZB5?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Punya proyek musik dream pop, shoegaze, atau nomor kamar tidur atmosferik yang baru saja dirilis dan ingin masuk dalam kurasi redaksi ParaPOP? Kirimkan materi karyamu lewat kanal <a href="https://parapop.net/submit-your-song/">Submit Your Song ParaPOP</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai jumpa di kurasi subgenre berikutnya!</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>7 Lagu Indie Rock September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-rock-september-2026/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 05:21:27 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[ParaMail]]></category>
<category><![CDATA[List]]></category>
<category><![CDATA[Reviews]]></category>
<category><![CDATA[indie rock]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=33996</guid>
<description><![CDATA[Bising dan bernyawa. Jika katalog indie pop bulan ini mengajak kita bersembunyi di balik selimut kamar, maka etalase indie rock September 2026 justru menuntut kita membuka pintu lebar-lebar dan membiarkan distorsi membakar kepala. Ada lima puluh enam rilisan rock alternatif yang menyambangi meja redaksi kami sepanjang bulan ini. Sebagian besar menggeber riff gitar mentah tanpa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bising dan bernyawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika katalog indie pop bulan ini mengajak kita bersembunyi di balik selimut kamar, maka etalase indie rock September 2026 justru menuntut kita membuka pintu lebar-lebar dan membiarkan distorsi membakar kepala. Ada lima puluh enam rilisan rock alternatif yang menyambangi meja redaksi kami sepanjang bulan ini. Sebagian besar menggeber riff gitar mentah tanpa polesan studio berlebih, sebagian lainnya meracik ketukan garasi dengan bumbu teatrikal yang tak kalah memikat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi telinga yang sudah jenuh dengan aransemen musik serba rapi dan steril hasil kalkulasi algoritma, rilisan-rilisan inilah yang mengembalikan sensasi menonton pertunjukan musik di ruang bawah tanah sempit yang pengap. Melengkapi navigasi kurasi kita di <a href="https://parapop.net/indie-music/"><a href="https://parapop.net/indie-music/">panduan musik indie serta <a href="https://parapop.net/indie-rock/">panduan musik indie rock ParaPOP</a></a> dan <a href="https://parapop.net/indie-rock/">panduan musik indie serta <a href="https://parapop.net/indie-rock/">panduan musik indie rock ParaPOP</a> rock ParaPOP</a></a>, berikut tujuh nomor indie rock September 2026 paling menggigit yang wajib kamu dengarkan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">1. Bunchy’s Big Score – Bad Things Could Happen</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Bunchys-Big-Score-Bad-Things-Could-Happen.jpg" alt="Bunchy&#039;s Big Score - Bad Things Could Happen" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Duduk di kursi goyang tanpa alasan sambil menunggu sesuatu yang buruk terjadi mungkin terdengar konyol, tapi justru itulah atmosfer ganjil yang dibangun oleh gerombolan Bunchy’s Big Score di <strong>&#8220;Bad Things Could Happen&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Unit asal Ōtepoti, Selandia Baru ini membuktikan bahwa kegelisahan hidup bisa dikemas menjadi energi yang bikin kepala otomatis mengangguk kencang. Gitar elektrik Jack Ingram melaju dengan distorsi parau yang terdengar seperti mesin mobil tua menolak mogok di tanjakan curam, ditopang ketukan drum Reef Brazendale yang memberi denyut panik namun tetap terkendali. Liriknya menyandingkan kecemasan bencana dengan detail absurd: <em>&#8220;Grandmother Earth is a bad dream&#8230; the fire&#8217;s growing faster and the room it smells like money.&#8221;</em> Rock garasi yang riuh, nakal, dan sangat segar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/bunchys-big-score-bad-things-could-happen/"><strong>Bunchy’s Big Score – Bad Things Could Happen</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">2. Orphan Prodigy – Vodka Build</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/prod_track-files_1859174_album_cover_Orphan-Prodigy-vodka-build-album_cover.jpg" alt="Orphan Prodigy - Vodka Build" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ian Keller sempat menjauh dari ingar-bingar musik akibat gangguan panik (*panic disorder*). Kini ia kembali membawa proyek bernama Orphan Prodigy, dan tembang <strong>&#8220;Vodka Build&#8221;</strong> adalah bukti sahih bahwa ia telah siap berdiri tegak kembali di depan mikrofon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini dibuka dengan tiga akor piano sederhana yang terasa dingin, persis seperti segelas vodka yang esnya perlahan meleleh sebelum sempat diteguk. Namun perlahan synthesizer dan gebukan drum menumpuk rapat sebelum akhirnya meledak menjadi aransemen *dance-rock* yang luar biasa megah. Vokal Ian melengking dengan getaran emosional yang murni tanpa kepalsuan, membuat kerapuhan lirik dan kemegahan distorsi elektroniknya melebur sempurna. Angkat topi untuk kembalinya sang vokalis!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/orphan-prodigy-vodka-build/"><strong>Orphan Prodigy – Vodka Build</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">3. Mike Lourens – Delicacy</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/08/copy_DB51C647-BBA0-468E-826E-4C4D2E3D2066-1.jpeg" alt="Mike Lourens - Delicacy" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ketertarikan yang tak tertahankan pada seseorang memang sering kali membuat akal sehat mengibarkan bendera putih. Lewat <strong>&#8220;Delicacy&#8221;</strong>, Mike Lourens merangkum kepasrahan itu ke dalam balutan indie rock bertempo sedang yang renyah dan hangat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petikan gitar elektriknya menjadi fondasi kokoh, sementara tuts kibor dan bas bergerak lentur menciptakan tekstur organik bernuansa retro. Vokal Mike dibiarkan terdengar lepas dan sedikit serak tanpa polesan auto-tune berlebih, persis suara kawan yang bernyanyi lepas di tongkrongan kedai kopi. Larik <em>&#8220;Whatever you want I&#8217;ll be noddin my head, anything for a little taste&#8221;</em> menangkap betul momen saat logika pria menyerah total pada pesona pasangannya. Santai, berkarakter, dan sangat adiktif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/mike-lourens-delicacy/"><strong>Mike Lourens – Delicacy</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">4. COSMIC SOULS – My Room</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/MY_ROOM_COVER-1-1.png" alt="COSMIC SOULS - My Room" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ada ketegangan yang sengaja ditebar sejak detik pertama <strong>&#8220;My Room&#8221;</strong> berputar. Gerombolan Cosmic Souls tampaknya memang tidak punya niat sedikit pun untuk memanjakan telinga pendengarnya dengan nada-nada manis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Riff gitar yang serak dan dengung bas yang padat menjaga lagu ini terus bergerak agresif. Ketukan drum rock yang lugas memberi tenaga berlebih untuk menopang kritik pedas dan sarkasme mereka terhadap kepenatan hidup perkotaan. Vokalnya terdengar mentah dan lantang, melontarkan lirik getir: <em>&#8220;There is no way out, no world behind the door.&#8221;</em> Sebuah nomor *alternative rock* bernyawa *post-punk* yang membakar semangat dan tak kenal kompromi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/cosmic-souls-my-room/"><strong>COSMIC SOULS – My Room</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">5. Gubbe – What Could Possibly Go Wrong</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/IMG_5067-1-1.png" alt="Gubbe - What Could Possibly Go Wrong" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sudah terbaca jelas dari judulnya bahwa Gubbe menolak bersikap serius di <strong>&#8220;What Could Possibly Go Wrong&#8221;</strong>. Kisahnya berisi rentetan keputusan ceroboh yang semestinya dipikirkan dua kali—mulai dari menyelam bareng kawanan hiu sampai mengejar badai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gitar melaju bertenaga namun tetap menjaga alur melodi agar tak tenggelam menjadi kebisingan semata. Vokal sang vokalis meluncur datar dan santai, mirip teman yang sedang bercerita tentang ide konyolnya padahal ia sudah tahu betul hasilnya bakal berakhir bencana. Gaya *slacker rock* humoris seperti ini justru mengena dan terasa sangat membumi di tengah kehidupan sehari-hari kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/gubbe-what-could-possibly-go-wrong/"><strong>Gubbe – What Could Possibly Go Wrong</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">6. Briar City – Armageddon</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Briar_City_-_Armageddon_-_Single_Art-Small-1-1.png" alt="Briar City - Armageddon" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mendengarkan materi debut milik Briar City rasanya mirip menemukan catatan harian yang tertinggal di dasbor mobil yang tengah melesat kencang di jalan tol malam hari. Lewat <strong>&#8220;Armageddon&#8221;</strong>, proyek besutan Sean Francis ini meledakkan energi yang meluap-luap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tembang ini dibuka dengan desing gitar elektrik berbalut distorsi sintetik yang tajam. Produksinya lebar dan berpasir, menangkap urgensi emosional layaknya percakapan serius di sudut bar yang temaram sebelum volume musik menjadi terlalu memekakkan telinga. Baris lirik <em>&#8220;Love’s a war and this is Armageddon&#8221;</em> melesat cepat tanpa basa-basi, didorong ketukan drum dinamis yang tak memberi kesempatan pendengar untuk melamun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/briar-city-armageddon/"><strong>Briar City – Armageddon</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">7. Harry Kappen – Good Samaritans</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Cover_art_Good_Samaritans_upgr-scaled.jpg" alt="Harry Kappen - Good Samaritans" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">David Bowie mungkin telah berpulang sepuluh tahun silam, namun percikan roh teatrikalnya masih berdenyut kencang dalam <strong>&#8220;Good Samaritans&#8221;</strong> karya Harry Kappen. Musisi berdarah Belanda yang kini menetap di Meksiko ini menghadirkan rock teatrikal bertenaga kuda, mengajak biduan Meksiko Danna Gomez mengisi departemen *chorus*.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Riff gitar dan gebukan drum berderap dalam tempo renyah yang memberi ruang napas lega bagi liriknya untuk menyindir budaya pencitraan: <em>&#8220;Plastic smiles, golden sunsets, sculpted skies&#8230; while good samaritans in the rain, stop to help, share your pain.&#8221;</em> Menutup daftar kurasi rock September dengan nomor teatrikal yang megah dan berbobot pesan sosial adalah keputusan paling memuaskan. Tajam dan memikat!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/harry-kappen-good-samaritans/"><strong>Harry Kappen – Good Samaritans</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">Jelajahi Kurasi Best of September 2026 Subgenre Lainnya:</h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Indie Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-pop-september-2026/">7 Lagu Indie Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Indie Rock:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-rock-september-2026/">7 Lagu Indie Rock September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Indie Folk &#038; Akustik:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-folk-akustik-september-2026/">7 Lagu Indie Folk September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Alt-Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-alt-pop-september-2026/">7 Lagu Alt-Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Dream Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-dream-pop-september-2026/">7 Lagu Dream Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Simak Playlist Indie Rock ParaSpot</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Semua nomor rock pilihan di atas sudah kami masukkan ke dalam daftar putar resmi ParaSpot Indie Rock di Spotify. Sambungkan penyuara telingamu, putar kenop volume sedikit ke kanan, dan simak kurasinya langsung di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed-spotify wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-embed-aspect-9-16 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Indie Rock with Guitar-esque Songs" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/playlist/6LqOIqFNlMkwbzgYWkHrcd?utm_source=generator"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Punya rekaman band rock, nomor garasi yang berisik, atau proyek solo yang baru saja dirilis dan ingin masuk dalam radar kurasi redaksi ParaPOP? Kirimkan materi karyamu lewat kanal <a href="https://parapop.net/submit-your-song/">Submit Your Song ParaPOP</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai jumpa di kurasi subgenre berikutnya!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>7 Lagu Indie Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-pop-september-2026/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 05:20:09 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[ParaMail]]></category>
<category><![CDATA[List]]></category>
<category><![CDATA[Reviews]]></category>
<category><![CDATA[Indie Pop]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=33992</guid>
<description><![CDATA[Menyenangkan. Itu kesan pertama yang selalu muncul setiap kali membuka kotak masuk redaksi ParaPOP sepanjang September 2026. Di tengah linimasa yang makin bising memperdebatkan hal-hal melelahkan, ada lebih dari lima puluh nomor pop independen yang mendarat di meja dengar kami bulan ini. Sebagian besar datang tanpa publisitas jutaan dolar, tanpa gimik tarian TikTok yang dipaksakan,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Menyenangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu kesan pertama yang selalu muncul setiap kali membuka kotak masuk redaksi ParaPOP sepanjang September 2026. Di tengah linimasa yang makin bising memperdebatkan hal-hal melelahkan, ada lebih dari lima puluh nomor pop independen yang mendarat di meja dengar kami bulan ini. Sebagian besar datang tanpa publisitas jutaan dolar, tanpa gimik tarian TikTok yang dipaksakan, melainkan murni lahir dari kamar-kamar tidur sempit, garasi rumah, dan studio seadanya dari berbagai penjuru bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyaring puluhan tembang menjadi hanya segelintir tentu bikin pening kepala. Tapi dari catatan dengar harian dan riuhnya obrolan di rubrik ulasan ParaMail, tujuh tembang inilah yang paling sering saya putar ulang sembari menyeduh kopi sore.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi kamu yang sedang menata ulang daftar putar atau butuh panduan navigating skena pop alternatif bulan ini lewat <a href="https://parapop.net/indie-music/"><a href="https://parapop.net/indie-music/">panduan musik indie serta <a href="https://parapop.net/indie-pop/">panduan musik indie pop ParaPOP</a></a> dan <a href="https://parapop.net/indie-pop/">panduan musik indie serta <a href="https://parapop.net/indie-pop/">panduan musik indie pop ParaPOP</a> pop ParaPOP</a></a>, mari kita tengok tujuh nomor indie pop September 2026 yang pantas kamu simak.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">1. Joyce Tan – distance dreaming</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Joyce-Tan-distance-dreaming.jpg" alt="Joyce Tan - distance dreaming" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Layar ponsel yang menyala di kamar gelap adalah tempat paling rawan bagi kepala yang hobi melamun. Mbak Joyce Tan sepertinya hapal betul jebakan Batman itu saat meracik <strong>&#8220;distance dreaming&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meninggalkan sejenak lantai dansa dan dentuman bas elektronik yang biasa ia garap di New York, Joyce memilih duduk bersila ditemani petikan gitar akustik yang telanjang. Tembang ini mengalun pelan, serupa gumaman tengah malam orang yang malas mencari solusi hidup. Bagian paling menohok ada saat ia menertawakan isi kepalanya sendiri lewat sebaris lirik: <em>&#8220;Distance leaves room for dreaming, and dreaming’s safer for me.&#8221;</em> Ya memang, mencintai orang dari kejauhan kadang terasa jauh lebih aman ketimbang harus menghadapi kenyataan di depan mata. Jujur, mengena, dan manis tanpa perlu berlebihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/joyce-tan-distance-dreaming/"><strong>Joyce Tan – distance dreaming</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">2. MONNE – Jack in the Box</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/jack_in_the_boxjackin_the_box-1.jpg" alt="MONNE - Jack in the Box" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu pasti ingat mainan kotak engkol <em>jack-in-the-box</em>. Kamu tahu badut berpegas itu bakal melompat keluar, kamu sudah bersiap, tapi toh tetap saja kaget setengah mati pas tutupnya membuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">MONNE, <em>singer-songwriter</em> asal Norwegia, memakai metafora usil itu untuk membedah rasa cemas yang tak kunjung minggat di kepala lewat lagu <strong>&#8220;Jack in the Box&#8221;</strong>. Yang bikin saya kagum, ia menolak meratap cengeng. Aransemennya justru meluncur di atas ketukan ritmis mekanis yang riang dan melodi vokal yang sangat <em>ear-catchy</em>. Menyanyikan kecemasan batin dengan tempo lincah dan petikan <em>folk-pop</em> sinematik adalah sebuah seni tersendiri. Renyah sekali di telinga!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/monne-jack-in-the-box/"><strong>MONNE – Jack in the Box</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">3. Dusty Lucite – All I Need</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Dusty-Lucite-All-I-Need-1.jpg" alt="Dusty Lucite - All I Need" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Menarik gorden jendela rapat-rapat saat fajar mulai merekah adalah keputusan paling waras ketika dunia di luar terasa terlalu berisik. Proyek musik asal Portland, Dusty Lucite, mengunci momen isolasi yang intim itu lewat <strong>&#8220;All I Need&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gubahan ini berjalan sangat lambat, layaknya nyala lilin aromaterapi yang bergoyang malas ditiup angin pendingin ruangan. Lapisan <em>reverb</em> gitarnya tebal, basnya berdengung hangat, dan vokalnya melayang rendah meninabobokan pikiran yang kalut. Tak heran bila di catatan analitik kami, kawan-kawan pembaca betah mendengarkan lagu ini berulang-ulang sampai belasan menit. Ini jenis lagu yang harus kamu pasang di penyuara telinga saat jam pulang kerja kereta komuter yang padat. Syahdu tiada tara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/dusty-lucite-all-i-need/"><strong>Dusty Lucite – All I Need</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">4. Sea Lions – Another POP! Music</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/img-8164-wvqauux-1-1.png" alt="Sea Lions - Another POP! Music" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kabar ini rasanya seperti menemukan album foto polaroid lawas yang warnanya mulai pudar di sudut laci: sedikit usang, tapi begitu dipegang kenangannya langsung melesat ke ubun-ubun. Gerombolan <em>indiepop</em> asal Oxnard, Sea Lions, akhirnya pulang menelurkan album kedua bertajuk <strong>&#8220;Another POP! Music&#8221;</strong> via YAY! Records setelah belasan tahun lalu mencuri hati lewat Slumberland Records.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mas Adrian Alatorre Pillado rupanya menolak membiarkan proyek ini mati suri. Karakter gitar <em>jangle</em> yang serampangan ala gelombang C86 masih menyala terang di sini. Namun sekarang mereka memberi ruang bagi desau psikedelia tipis dan nomor balada yang santai. Mendengar Sea Lions hari ini seolah memulihkan iman kita pada musik indie: sederhana, apa adanya, dan tak sudi diatur oleh rumus hitung-hitungan pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/sea-lions-pulang-lewat-another-pop-music-album-kedua-sejak-2011/"><strong>Sea Lions Pulang Lewat Another POP! Music</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">5. Mariami – Soulmate</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Mariami-Soulmate.jpg" alt="Mariami - Soulmate" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mencari jodoh lewat bagan rasi bintang zodiak memang terdengar konyol, tapi ya sah-sah saja asalkan dibarengi standar selera yang tinggi. Mbak Mariami menyentil fenomena tongkrongan anak muda hari ini lewat tembang santai berjudul <strong>&#8220;Soulmate&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Iramanya dibangun di atas petikan gitar empuk dan ketukan drum yang malas-malasan tapi bikin kepala otomatis mengangguk. Vokal Mariami meliuk sensual sembari melontarkan sindiran menggelitik: <em>&#8220;Add the numbers in my chart, math is in my zodiac.&#8221;</em> Pokoknya calon pasangan harus siap usaha ekstra kalau mau memenangkan hatinya. Sebuah nomor <em>alt-pop</em> cerdas yang sangat nikmat diputar saat mengemudi sore hari menyusuri jalanan kota yang basah. Candu!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/mariami-soulmate/"><strong>Mariami – Soulmate</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">6. Water Fire Music – Song of Reflection</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Song_of_Reflection_Filter_art_1.jpg" alt="Water Fire Music - Song of Reflection" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ada rasa sesak yang perlahan mengurai begitu denting piano pembuka Water Fire Music terdengar di <strong>&#8220;Song of Reflection&#8221;</strong>. Lagu ini membawa kita pada momen hening saat memikirkan tumpukan salah langkah dan keraguan hidup, tanpa sedikit pun memaksakan motivasi murahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Liriknya terasa jujur dan membumi: <em>&#8220;So you carry weight beyond what you can take, it’s your back or it’s your will that’s gonna break&#8230; but I’ll keep tryin’.&#8221;</em> Penataan akor pianonya dibiarkan bernapas lega, tidak berjejalan, memberi ruang bagi vokal hangatnya untuk merangkul pendengar. Ini adalah tembang refleksi diri yang tenang dan dewasa. Sederhana, tapi mengena tepat di ulu hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/water-fire-music-song-of-reflection/"><strong>Water Fire Music – Song of Reflection</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">7. Peplo – Stay</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/09/Peplo-Stay.jpg" alt="Peplo - Stay" title=""></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Segar dan tegas. Denting tuts piano Peplo langsung menyambar di detik pertama, membawa rasa hangat yang seketika mengusir kantuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun jangan terkecoh oleh tempo lagunya yang lincah, sebab di balik nada-nada ceria yang mengajak kaki melangkah cepat, Peplo sedang bertengkar dengan isi kepalanya sendiri: ingin memeluk erat seseorang, tapi di saat bersamaan punya dorongan kuat untuk kabur menghilang. Pengulangan lirik <em>&#8220;Won’t you stay?, Why won’t you stay?&#8221;</em> terdengar getir sekaligus bertenaga. Penutup yang sangat pas untuk menyegarkan kembali telinga kita di akhir September ini. Bagus!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca ulasan lengkapnya di <a href="https://parapop.net/peplo-stay/"><strong>Peplo – Stay</strong></a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">Jelajahi Kurasi Best of September 2026 Subgenre Lainnya:</h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Indie Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-pop-september-2026/">7 Lagu Indie Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Indie Rock:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-rock-september-2026/">7 Lagu Indie Rock September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Indie Folk &#038; Akustik:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-indie-folk-akustik-september-2026/">7 Lagu Indie Folk September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Alt-Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-alt-pop-september-2026/">7 Lagu Alt-Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
<li><strong>Dream Pop:</strong> <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-dream-pop-september-2026/">7 Lagu Dream Pop September 2026 Terbaik Pilihan ParaPOP</a></li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Simak Playlist Indie Pop ParaSpot</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Semua lagu pilihan di atas sudah kami rangkum rapi ke dalam daftar putar resmi ParaPOP di Spotify. Pasang penyuara telingamu, rebahkan badan sejenak, dan dengarkan kurasinya langsung di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed-spotify wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-embed-aspect-9-16 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: ParaSpot Playlist" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/playlist/19JpIg9MsPAaiNY2bCDVU6?utm_source=generator"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Punya lagu rekaman sendiri atau proyek musik kamar tidur yang baru saja rampung dan ingin didengar oleh redaksi ParaPOP? Pintu kurasi kami selalu terbuka lebar melalui kanal <a href="https://parapop.net/submit-your-song/">Submit Your Song ParaPOP</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai jumpa di kurasi berikutnya!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>5 Album Ngepop yang Terlewatkan di Tahun 2017</title>
<link>https://parapop.net/5-album-ngepop-yang-terlewatkan-di-tahun-2017/</link>
<dc:creator><![CDATA[Aldo Fenalosa]]></dc:creator>
<pubDate>Wed, 31 Jan 2018 01:28:28 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[List]]></category>
<category><![CDATA[Beeches]]></category>
<category><![CDATA[Billie Eilish]]></category>
<category><![CDATA[British India]]></category>
<category><![CDATA[Tennis]]></category>
<category><![CDATA[The Marias]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=2026</guid>
<description><![CDATA[Setahun belakangan, musik yang saya dengar tidak lagi penuh dengan distorsi yang hingar-bingar. Entahlah, barangkali saya sudah berada pada fase “terlalu tua untuk musik keras”. Tapi, barangkali musik-musik ngepop yang saya dengar ini juga akan nyaman berlabuh di telingamu. Berikut daftarnya:]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Setahun belakangan, musik yang saya dengar tidak lagi penuh dengan distorsi yang hingar-bingar. Entahlah, barangkali saya sudah berada pada fase “terlalu tua untuk musik keras”. Tapi, barangkali musik-musik <em>ngepop</em> yang saya dengar ini juga akan nyaman berlabuh di telingamu. Berikut daftarnya:</p>
<h2>Tennis: Yours Conditionally</h2>
<p>Rasa cinta sepertinya memanglah inti paling utama dalam berkarya. Terlebih bila cinta itu mengalir dari dua sejoli yang telah kukuh dalam pertalian suami istri. Dalam bidang akademik, Pierre dan Marrie Curie adalah contohnya.</p>
<p>Dalam bidang musik, saya sendiri punya contoh relevan tentang hal ini. Tapi bukan Endah &amp; Rhesa, ya. Tidak juga Krisdayanti dan (eks suami) Anang. Nama pasangan yang saya sodorkan adalah Patrick Riley dan Alaina Moore, pasutri yang mendendangkan lagu di bawah nama band Tennis.</p>
<p>Dalam album ini, komposisi musik Tennis tak hanya dibuat dari unsur cinta. Ada karakter nada-nada pop 70an yang mendorong perasaan tetap happy meski liriknya kadang menceritakan kisah-kisah melankolis seperti track nomor 8, “10 Minutes 10 Years”.</p>
<p>Selain itu, diselipkan juga sejumlah pemikiran-pemikiran kritis yang mudah masuk ke dalam pikiran pendengarnya berkat hipnotis suara vokal halus berlatar nada-nada musik yang cair tanpa menggebu-gebu. Singkatnya, Your Conditionally adalah satu set musik romantis yang dapat membuat hati berbunga meski dirundung kegalauan.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Tennis - Modern Woman (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/o6O0mQ5Smxs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Label: Mutually Detrimental<br />
Tanggal rilis: 10 Maret 2017</p>
<p><iframe title="Spotify Embed: Yours Conditionally" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/5zVmouVnl3I4YPsGi6FWl0?utm_source=oembed"></iframe></p>
<h2>Beeches: Famous Friends</h2>
<p>Ada musik yang efeknya akan semakin terasa meresap ke dalam jiwa ketika dipasangkan dengan momen-momen tertentu. Nah, sekarang coba bayangkan kamu sedang duduk santai di tengah taman, menanti semburat oranye dari matahari musim panas (atau kemarau) yang sudah mendekati horizon bumi. Suasana yang syahdu itu akan semakin khidmat ketika lagu-lagu Beeches dalam album Famous Friends ini diputar.</p>
<p>Harmoni suara yang merdu dari duo asal Selandia Baru itu diselaraskan lagi dengan nada-nada pop <em>steady-cum-dinamic</em> yang dihasilkan dari kocokan gitar bermelodi <em>shoegaze</em>, <em>synthesizer</em> yang sopan, dan tabuhan drum yang guyub.</p>
<p>Serangkaian track dalam album Famous Friends ini sejatinya masih dikemas dalam versi EP yang menandakan mereka masih <em>newbie</em> di jagat musik. Tapi, agaknya Like Thompson dan Alex Wildwood bisa berbicara (atau bernyanyi) lebih banyak di tahun-tahun ke depan karena kesyahduan musik yang mereka buat.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/305368429&amp;color=%23ff5500&amp;auto_play=false&amp;hide_related=false&amp;show_comments=true&amp;show_user=true&amp;show_reposts=false&amp;show_teaser=true&amp;visual=true" width="100%" height="300" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<p>Label: Self Released<br />
Tanggal rilis: <strong>14 April 2017</strong></p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/4uWiVP2sH1Sfi5zVunrsl1" width="300" height="380" frameborder="0"></iframe></p>
<h2>Billie Eilish: Don’t Smile at Me</h2>
<p>Semakin ke sini semakin banyak musisi muda yang mencuri pendengaran saya. Setelah tahun-tahun sebelumnya terpukau oleh Birdy, Aurora Aksnes, dan Flo Morrissey, maka pada tahun 2017 lalu nama Billie Eilish dengan album mininya “Don’t Smile at Me” menyusupkan adiksi ke dalam tracklist harian saya.</p>
<p>Ia sendiri masih sangat muda, baru akan memasuki manisnya 17 tahun pada tahun ini. Benang merah cerita yang dinyanyikannya juga memang sangatlah pop: seputar gundah gulana asmara remaja. Tapi melankolia pop yang dilantunkan dari lirik-liriknya terdengar lebih gelap dibanding lagu-lagu remaja patah hati kebanyakan.</p>
<p>Saya saja yang sedang tidak dirundung masalah perasaan sontak dapat merasakan gaung emosi yang dirambatkan dari lagu-lagunya. Kalau tidak percaya, coba mulai dengan memutar track nomor #2, “idontwannabeyouanymore”. Sayang, tahun ini saya terpaksa melewatkan lawatannya ke Singapura dalam rangka Laneway Festival. Lho, kok curhat?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Billie Eilish - idontwannabeyouanymore (Official Vertical Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/-tn2S3kJlyU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Label: <strong>Darkroom/Interscope Records</strong><br />
Tanggal Rilis: <strong>11 Agustus 2017</strong></p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/7DAcCntSaaUeHL1lgoLrUe" width="300" height="380" frameborder="0"></iframe></p>
<h2>The Marias: Superclean Vol. I</h2>
<p>Petikan gitar yang tenang menghanyutkan, beat tidak neko-neko, suara vokal tipis nan sensual, itulah karakter yang paling terasa selepas saya mendengar track andalan mereka, “I Don’t Know You”. Setelah berkenalan lebih jauh dengan album “Superclean Vol. I” yang menginduki track tersebut, keinginan untuk merekomendasikan band ini pada lebih banyak orang menjadi semakin tinggi. Aura sunyi warung kopi lewat tengah malam adalah efek samping yang dihasilkan setelah khusyuk mendengarkannya. Amat menentramkan untuk dinikmati sembari menyeruput tetesan kopi terakhir.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="The Marías - I Don&#039;t Know You" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/YzKM5g_FwYU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Label: <strong>Superclean Records</strong><br />
Tanggal Rilis: <strong>3 November 2017</strong></p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://tools.applemusic.com/embed/v1/album/1302158479?country=us&amp;itscg=30200&amp;itsct=afftoolset_1" width="100%" height="500px" frameborder="0"></iframe></p>
<h2>British India: Forgetting the Future</h2>
<p>Majalah Rolling Stone Australia menyematkan empat bintang pada album ini. Tapi bukan itulah yang membuat saya memasukkan album penuh nomor 6 dari British India itu ke dalam daftar ini. Saya sendiri baru tahu beberapa jam ke belakang mengenai fakta tersebut.</p>
<p>Seperti yang sudah saya sebut, “Forgetting the Future” ini adalah album ke 6 sepajang Declan Melia, Will Drummond, Nic Wilson, dan Matt O&#8217;Gorman berorganisasi dalam satu perkumpulan bernama British India sejak tahun 2004. Dan saya ingin mengapresiasi konsistensi mereka selama 13 tahun di dalam grup musik itu. Sungguh, pastinya sangat sulit melewati lebih dari satu dekade tanpa memutus produktivitas karya yang bermutu.</p>
<p>Tapi untungnya juga, setelah mendengar album ini, saya menarik kesimpulan bahwa mereka masih belum jenuh dalam band. Sebab, musik yang dirancang untuk album “Forgetting the Future” masih memiliki <em>core</em> yang sama dengan album-album sebelumnya; agresif. Hampir semua track digeber dengan komposisi musik oktaf tinggi, bahkan sejak <em>track</em> pertama berjudul “Precious”. Tapi, hantaran frekuensi musik pada album ini tak akan bikin pikiran awut-awutan. Album ini akan ideal didengar ketika kamu tengah dikejar <em>deadline</em>. Silahkan dicoba!</p>
<p><iframe loading="lazy" title="British India - Precious (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/HGKhwn29UH4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Label: <strong>AntiFragile Music</strong><br />
Tanggal Rilis: <strong>22 September 2017</strong></p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://tools.applemusic.com/embed/v1/album/1287243730?country=us&amp;itscg=30200&amp;itsct=afftoolset_1" width="100%" height="500px" frameborder="0"></iframe></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>DERETAN KOLABORASI APIK ALA CONVERSE</title>
<link>https://parapop.net/deretan-kolaborasi-apik-ala-converse/</link>
<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Nurhadi]]></dc:creator>
<pubDate>Mon, 12 Jun 2017 02:23:05 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Fashion]]></category>
<category><![CDATA[List]]></category>
<category><![CDATA[converse]]></category>
<category><![CDATA[sneaker]]></category>
<category><![CDATA[sneakers]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1802</guid>
<description><![CDATA[Silahkan simak dengan teliti hasil kolaborasi terbaik dari Converse berikut ini:]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sejatinya tren kolaborasi antar brand kelas dunia bukan hal baru, biasa saja. Merentang dalam banyak varian produk, mulai dari otomotif hingga pakaian. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kata “kolaborasi” menjadi semakin intim dan akrab bagi telinga. Lebih-lebih bagi anda yang dekat dengan jamaah youtube, “<em>collab donk ka</em>” adalah seruan yang jamak bagi jamaah satu ini. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk menghadirkan pengalaman baru dari penggabungan ciri khas dari masing-masing kolaborator.

Ide dasar kolaborasi ini yang kemudian merambah industri fashion dunia. Tujuannya pun jelas mulia, menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen serta tak lupa meraih konsumen baru (baca: profit). Praktik kolaborasi ini merentang dari brand lokal hingga internasional.

Kalau untuk brand lokal, silahkan cari tanda X di antara dua brand, itu sudah. Nah, jika kita bicara brand internasional adalah sebuah pelanggaran untuk tidak menyebut Supreme. Tidak ada yang paling pantas untuk dijadikan contoh praktik kolaborasi paling sukses di dunia fashion saat ini selain Supreme. Catat, tidak ada. Brand apapun dan produk apapun yang dihasilkan dari kolaborasi yang melibatkan Supreme, sudah jaminan <em>hacep</em>! dan mahal. Tidak percaya? silahkan tanya pada para <em>hypebeast</em> yang berseliweran di lini masa instagram kamu.

Kali ini, mari kita tinggalkan Supreme dengan segala kemaha(l)annya. Converse, sebagai brand sejuta umat yang telah malang melintang diindustri alas kaki dunia bisa menjadi alternatif bagi kamu jika ingin jadi hypebeast pemula. Silahkan simak dengan teliti hasil kolaborasi terbaik dari Converse berikut ini:
<h2>CONVERSE X MISSONI (2009)</h2>
<figure id="attachment_1808" aria-describedby="caption-attachment-1808" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-1808" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/06/converse-x-missoni-1024x683.jpg" alt="converse x missoni" width="640" height="427" title=""><figcaption id="caption-attachment-1808" class="wp-caption-text">converse x missoni</figcaption></figure>

Kolaborasi antara <strong>Converse</strong> dengan salah satu label kenamaan Italia ini bukan yang pertama kali. Bersetia dengan material kanvasnya, Sepatu <strong>Converse Chuck Taylor X Missoni</strong> yang dirilis pada tahun 2009 ini memiliki desain energik. Hasil kolaborasi ini dinamai <em>The Premium Chuck Hi Missoni</em>, dengan berhiaskan motif setrip zig-zag beragam warna, kesan kasual dan anak muda terlihat lebih menonjol.
<h2>CONVERSE X Kevin Lyons X COLETTE (2012)</h2>
<figure id="attachment_1806" aria-describedby="caption-attachment-1806" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-1806" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/06/converse-x-kevin-lyons-x-colete-1024x808.jpg" alt="converse x kevin lyons x colete" width="640" height="505" title=""><figcaption id="caption-attachment-1806" class="wp-caption-text">converse x kevin lyons x colete</figcaption></figure>

Sebenarnya ini merupakan kolaborasi antara Kevin Lyons dan Converse, namun Colette, salah satu concept store ternama asal Prancis turut disematkan dalam kolaborasi ini. Sebenarnya ini soal strategi pemasaran saja, sepatu hasil kolaborasi Kevin Lyons dan Converse hanya diproduksi sebanyak 125 pasang dan hanya dirilis di Colette. Monster-monster berwarna biru yang ceria dan bersahaja sebagai signature drawings dari Kevin Lyons menghiasi kanvas putih sepatu Converse seri ini.
<h2>CONVERSE X POLAR SKATE Co. (2014)</h2>
<figure id="attachment_1810" aria-describedby="caption-attachment-1810" style="width: 1000px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1810" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/06/converse-x-polar-skate.jpg" alt="converse x polar skate" width="1000" height="667" title=""><figcaption id="caption-attachment-1810" class="wp-caption-text">converse x polar skate</figcaption></figure>

Ini adalah kolaborasi menarik antara Converse dengan Polar Skate Co, brand skate asal Swedia. Pilihan warna yang terbatas, yaitu: krem, hitam dan biru tidak membuat sepatu ini terlihat membosankan. Justru kesan segar dan unik begitu kentara dalam kolaborasi kali ini, karena sangat berbeda dengan desain sepatu skate pada umumnya. Perhatikan bagian hell patch dari seri satu ini, lucu-lucu menggemaskan.
<h2>CONVERSE X BAPE (2006)</h2>
<em><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-1803" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/06/converse-x-bathing-ape-1024x768.jpg" alt="converse x bathing ape" width="640" height="480" title=""></em>
Ini adalah kolaborasi yang paling dinantikan oleh pencinta sneakers pada tahun 2006 silam. Siapa tidak kenal<em> bape camo pattern</em> yang sangat ikonis dari <strong>A Bathing Ape</strong>. Desain bape camo pattern mengisi bagian upper sole, selebihnya menjadi bagian Converse, mulai dari emblem, sole imprint, dan material. Signature desain dari <em>bape camo pattern</em> sendiri sebenarnya sudah cukup untuk membuat sneakers ini terlihat keren.
<h2>CONVERSE X FRAGMENT DESIGN (2017)</h2>
<img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1805" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/06/converse-x-fragment-design.jpg" alt="Ulasan lagu DERETAN KOLABORASI APIK ALA CONVERSE - ParaPOP" width="700" height="468" title="">
<strong>Hiroshi Fujiwara</strong> adalah sosok yang paling berpengaruh dalam dunia <em>streetwear</em> ataupun<em> sneakers culture</em>. Selain gelar <strong>The Godfather of Harajuku</strong>, Fujiwara juga disegani karena kekuatan desainnya yang inovatif. Dalam kolaborasi kali ini Fragment ingin mengembalikan desain Converse pada akarnya. Desain yang minimalis sekaligus sleek terlihat jelas pada kolaborasi ini. Tidak hanya simple tapi juga unik dan berkarakter.
<h2>CONVERSE X NEIGHBORHOOD (2017)</h2>
<figure id="attachment_1809" aria-describedby="caption-attachment-1809" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-1809" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/06/converse-x-neighborhodd-1024x683.jpg" alt="converse x neighborhodd" width="640" height="427" title=""><figcaption id="caption-attachment-1809" class="wp-caption-text">converse x neighborhodd</figcaption></figure>

Jepang adalah tempat di mana craftsmanship telah menyatu dalam tradisi dan keseharian masyarakatnya. Satu nama yang cukup mentereng untuk urusan satu ini adalah <strong>Shinsuke Takizawa</strong>, founder Neighborhood. Penggila motor besar ini mewujudkan kolaborasi apiknya dalam seri Chuck Taylor All Star ’70 dan One Star ’74. Perbedaan mendasar dari dua seri ini adalah pada material yang digunakan. Chuck Taylor All Star ’70 menggunakan gabungan antara kulit dan kanvas berwarna hitam. Tak lupa aksen kulit yang ditambahkan pada bagian depan agar terlindung saat mengganti persneling, fitur ini sangat berguna bagi para penggila motor besar. Sedangkan One Star ’74 menggunakan suede yang juga berwarna hitam. Pada bagian midsole tak lupa disisipkan tagline Neighborhood sehingga menambah kesan maskulin nan elegan.
<h2>CONVERSE X COMME DES CARCONS (2009)</h2>
<figure id="attachment_1804" aria-describedby="caption-attachment-1804" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-1804" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/06/converse-x-comme-des-garcons-1024x683.jpg" alt="converse x comme des garcons" width="640" height="427" title=""><figcaption id="caption-attachment-1804" class="wp-caption-text">converse x comme des garcons</figcaption></figure>

<strong>Logo Play Heart</strong> di atas kanvas Converse menjadi salah satu sneaker yang paling diminati hingga saat ini. Tak berlebihan jika seri ini masuk dalam daftar <em>the most anticipated sneakers restock</em>. Logo Play Heart membuat seri kolaborasi yang satu ini cocok digunakan oleh pria maupun wanita. Rasa terimakasih patut dihadiahkan kepada Filip Pagowski, dari tangan dinginnya lahir logo Play Heart yang marak ditemukan dalam medium apapun.
<h2>CONVERSE X MAISON MARTIN MARGIELA (2013)</h2>
<figure id="attachment_1807" aria-describedby="caption-attachment-1807" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1807" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/06/converse-x-maison-martin-margiela.jpg" alt="converse x maison martin margiela" width="600" height="400" title=""><figcaption id="caption-attachment-1807" class="wp-caption-text">converse x maison martin margiela</figcaption></figure>

Inilah kolaborasi terbaik dari <strong>Converse</strong>. Tidak hanya merombak tampilan, namun<strong> Maison Martin Margiela</strong> juga memberi nilai tambah pada seri kali ini. Tekstur kasar yang dihasilkan dari cat putih pada sepatu ini dikerjakan dengan tangan, layaknya sebuah karya seni. Cat putih yang digunakan tadi akan mengelupas dengan sendirinya seiring frekuensi penggunaan sepatu, sehingga menampakkan warna asli dari material kanvas yang digunakan. Terdapat 4 varian warna untuk seri ini, yaitu: biru, merah, hitam dan kuning. Namun saat pertama membeli tentu saja semuanya berwarna putih.

Jadi, bagi kamu yang ingin memulai karir sebagai <em>hypebeast</em> saatnya menentukan pilihan. Sekedar saran, selera nomor satu tapi kocek adalah fondasi!.
(WLS/KCK)


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Koleksi ulasan pilihan redaksi untuk memperpanjang sesi mendengarmu: ulasan <a href="https://parapop.net/dama-blake-cherry/"><strong>Dama Blake &#8211; Cherry</strong></a> berdampingan dengan arsip ulasan <a href="https://parapop.net/the-offspring-obati-kerinduan-yang-mendalam-lewat-rilisan-album-let-the-bad-times-roll/"><strong>The Offspring Obati Kerinduan Yang Mendalam Lewat Rilisan Album “Let The Bad Times Roll”</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Songs in the Dark: Sebuah Playlist Jangan Takut Akan Gelap</title>
<link>https://parapop.net/songs-in-the-dark-sebuah-playlist-jangan-takut-akan-gelap/</link>
<dc:creator><![CDATA[Rifki Hardian]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 30 Mar 2017 11:16:27 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[List]]></category>
<category><![CDATA[Music]]></category>
<category><![CDATA[parapop]]></category>
<category><![CDATA[parapop playlist]]></category>
<category><![CDATA[spotify playlist]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=1103</guid>
<description><![CDATA[Sayang sekali tak ada Tasya dan Om Duta pada daftar lagu ini, 30 lagu yang akan mengintimidasi saat untuk lanjut tidur kembali atau justru akan membuat gelap tak pernah lagi sama?]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setiap orang memiliki saat-saat ketika keadaan menjadi sulit, namun kita semua memiliki trek favorit yang seketika bisa saja membalikkan keadaan. Tetapi kadang ada saat ketika kita ingin membenamkan diri dalam suasana tersebut. Mendengar sebuah lagu dapat mengubah cara kita merasakan suasana. Baik di dalam gelap yang mencekam maupun di tengah terik yang benderang.

Saya teringat sepenggal lirik lagu dari band pop minimalis Efek Rumah Kaca yang berjudul Sebelah Mata, “Gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang.” Kalau dipikir-pikir, berapa banyak waktu yang telah kita habiskan dalam gelap? Mungkin karena sedang ingin terlarut di dalamnya atau karena pemadaman listrik bergilir oleh PLN. Menikmati sebuah gelap kiranya akan lebih sempurna jika ditemani oleh sebuah lagu. Beberapa trek pilihan di bawah ini adalah beberapa lagu yang akan membawa kita terhanyut di dalam gelap maupun yang akan menuntun kita keluar dari itu.
<h2>Timber Timbre – Black Water (2011)</h2>
Duduk di tepi sebuah danau di bawah cahaya rembulan. Lalu mata menatap pada air danau yang tenang dan gelap sembari berharap ia menenggelamkan kita. Hidup bisa menjadi sangat gelap dan menyeramkan. Kadang-kadang bahkan kita mencari hal itu, walaupun pada akhirnya kita berharap secercah cahaya tetap datang.

Tenggelam ke dalam hal yang benar-benar kelam dan kotor kadang bisa menjadi sebuah pembersihan yang sempurna, atau seperti salah satu iklan produk pembersih berani kotor itu baik. Kita akan dituntun kembali kepada fitrah. Entah itu dari kenangan buruk masa lampau maupun dari dosa-dosa. Menurut saya empat pemuda asal Kanada ini berhasil meracik Blues menjadi gelap dan menyeramkan namun masih tetap punya harapan.

<em>All I need is some sunshine / All I need / All I need is some sunshine / All I need / Black Water (pull me down) / Black Water (pull me down)</em>

<iframe loading="lazy" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/10749032&amp;auto_play=false&amp;hide_related=false&amp;show_comments=true&amp;show_user=true&amp;show_reposts=false&amp;visual=true" width="100%" height="450" frameborder="no" scrolling="no"></iframe>
<h2>Emily Jane White – Nightmares on Repeat (2016)</h2>
Sedari awal mendengarkan trek ini saya mengulanginya hingga lebih kurang 30 kali, hingga akhirnya saya memutuskan Lana Del Rey belum layak menyandang gelar mahkota Ratu <em>Sadcore</em>, seperti yang pernah saya percayai sebelumnya. White jauh lebih gelap dan menyedihkan. Trek ini dilantukan secara halus sebagai empati terhadap orang-orang yang mengalami penderitaan secara terus-menerus, berulang-ulang kali. <em>“You are beautiful, you are beautiful”</em>, -bukan dengan nada Cherrybelle- di 40 detik terakhir dibisikkan secara lembut. Kata-kata yang seakan-akan menghibur dan menyemangati, namun disampaikan oleh seseorang yang percaya bahwa kenangan dan penderitaan mereka tak akan segera berakhir.

<iframe loading="lazy" style="border: 0; width: 100%; height: 470px;" src="https://bandcamp.com/EmbeddedPlayer/album=1563974689/size=large/bgcol=ffffff/linkcol=0687f5/tracklist=false/track=3352901799/transparent=true/" width="300" height="150" seamless=""><a href="http://talitres.bandcamp.com/album/they-moved-in-shadow-all-together" rel="nofollow noopener" target="_blank">They Moved in Shadow All Together by Emily Jane White</a></iframe>
<h2>Turnover – Dizzy on the Comedown (2015)</h2>
Menandai pertengahan playlist berisi 30 trek ini. Lagu “Dizzy on the Comedown” milik Turnover seolah-olah menjadi penanda titik balik. Jika telah sampai pada lagu ini maka anda sudah separuh jalan, bisa jadi anda sudah terlelap tidur, namun bukan tak mungkin anda semakin larut dalam kegelapan.
<em>“Sing along to a song that I know / It goes bah bah bada, sing it over and over / Let it hypnotize you / I&#8217;m still here right beside you”.</em>
Kendati disematkan genre emo, Turnover pada lagu ini lebih dekat dengan rock lembut (soft rock) yang menenangkan. Nyaris tak ada kejutan, namun candu untuk dimainkan secara berulang.

<iframe loading="lazy" style="border: 0; width: 100%; height: 470px;" src="https://bandcamp.com/EmbeddedPlayer/album=1105949070/size=large/bgcol=ffffff/linkcol=0687f5/tracklist=false/track=4009936587/transparent=true/" width="300" height="150" seamless=""><a href="http://turnover.bandcamp.com/album/peripheral-vision" rel="nofollow noopener" target="_blank">Peripheral Vision by Turnover</a></iframe>
<h2>Sleepmakeswaves – It’s Dark, It’s Cold, It’s Winter (2008)</h2>
Saya rasa akan sangat kurang jika tidak memasukkan sebuah trek<em> post-rock</em> ke dalam list ini. Musik yang bagi saya memberikan suasana mengawang-ngawang seperti yang diciptakan kwartet instrumental rock asal Australia ini memang berhasil memberi <em>ambience</em> yang sesuai dengan judul lagunya. Lagu ini akan sangat pas jika dinikmati dalam suasana gelap dan dingin. Kebetulan saya menulis ini saat menjelang subuh dan di luar sedang hujan lebat. Dingin. Yang menemani saya hanya secangkir teh panas.

<iframe loading="lazy" style="border: 0; width: 100%; height: 470px;" src="https://bandcamp.com/EmbeddedPlayer/album=3926794678/size=large/bgcol=ffffff/linkcol=0687f5/tracklist=false/track=1833881332/transparent=true/" width="300" height="150" seamless=""><a href="http://sleepmakeswaves.bandcamp.com/album/in-today-already-walks-tomorrow-ep" rel="nofollow noopener" target="_blank">in today already walks tomorrow EP by sleepmakeswaves</a></iframe>
<h2>This Will Destroy You – There Are Some Remedies Worse Than the Disease</h2>
Lagu ini adalah yang membuat saya mencari tahu dan menggali lebih dalam apa yang diyakini dengan <em>shoegaze</em> atau post-rock. Musik bisa begitu manis dan se-menyedihkan ini. Itu adalah perasaan yang pertama kali saya rasakan ketika mendengarkan trek yang berdurasi 6 menit 20 detik ini di dalam gelap. Membangun melodi manis di awal, lalu ditutup dengan distorsi yang berkepanjangan. Ini adalah ciri khas band yang berasal dari San Marcos, Texas ini. Jika kamu belum terbiasa mendengarkan lagu instrumental post-rock, yang satu ini akan membuat kamu ketagihan. Percayalah! Jangan lupa padamkan lampu atau picingkan mata!

<iframe loading="lazy" style="border: 0; width: 100%; height: 470px;" src="https://bandcamp.com/EmbeddedPlayer/album=1309702849/size=large/bgcol=ffffff/linkcol=0687f5/tracklist=false/track=695423799/transparent=true/" width="300" height="150" seamless=""><a href="http://magicbulletrecords.bandcamp.com/album/this-will-destroy-you-young-mountain-10th-anniversary-edition" rel="nofollow noopener" target="_blank">THIS WILL DESTROY YOU &#8220;Young Mountain (10th Anniversary Edition)&#8221; by This Will Destroy You</a></iframe>
<h2>Songs in The Dark Playlist By <a href="http://paraPOP.net" class="autohyperlink" target="_blank" rel="nofollow noopener">paraPOP.net</a></h2>
Sayang sekali tak ada Tasya dan Om Duta pada daftar lagu ini, 30 lagu yang akan mengintimidasi saat untuk lanjut tidur kembali atau justru akan membuat gelap tak pernah lagi sama?

<iframe loading="lazy" src="https://embed.spotify.com/?uri=spotify%3Auser%3Aparapopdotnet%3Aplaylist%3A6i0BSS3UnUKoE4rC6B6kG6" width="100%" height="380" frameborder="0"></iframe>


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pelengkap katalog dengar indie hari ini, simak juga ulasan <a href="https://parapop.net/benn-good-white-lotus/"><strong>Benn Good &#8211; White Lotus</strong></a> dan telusuri karya terdahulu di ulasan <a href="https://parapop.net/dempsey-bolton-come-back-to-earth/"><strong>Dempsey Bolton &#8211; Come Back To Earth</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>10 Album yang Terlewatkan di Tahun 2016</title>
<link>https://parapop.net/10-album-yang-terlewatkan-di-tahun-2016/</link>
<dc:creator><![CDATA[Noverdy Putra]]></dc:creator>
<pubDate>Mon, 09 Jan 2017 04:48:32 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[List]]></category>
<category><![CDATA[Music]]></category>
<category><![CDATA[Angel Olsen]]></category>
<category><![CDATA[ArtScience]]></category>
<category><![CDATA[Billie Marten]]></category>
<category><![CDATA[Elephant Stone]]></category>
<category><![CDATA[Gemini]]></category>
<category><![CDATA[Glass Animals]]></category>
<category><![CDATA[Harts]]></category>
<category><![CDATA[How To Be A Human Being]]></category>
<category><![CDATA[I’m Alone]]></category>
<category><![CDATA[Joseph]]></category>
<category><![CDATA[My Women]]></category>
<category><![CDATA[No You’re Not]]></category>
<category><![CDATA[Robert Glasper Experiment]]></category>
<category><![CDATA[Rooney]]></category>
<category><![CDATA[Ship of fools]]></category>
<category><![CDATA[Smoke Fire Hope Desire]]></category>
<category><![CDATA[The Avalanches]]></category>
<category><![CDATA[Wanderlust]]></category>
<category><![CDATA[Washed Away]]></category>
<category><![CDATA[Wildflower]]></category>
<category><![CDATA[Writing of Blues and Yellows]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=596</guid>
<description><![CDATA[Izinkan kami membayar hutang tugas kami sepanjang tahun 2016 lalu dengan membuat daftar ini.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Izinkan kami membayar hutang tugas kami sepanjang tahun 2016 lalu dengan membuat daftar ini.</p>
<p>Pilihan dasar kami adalah album-album ini tak mendapatkan sorotan di media lokal (Indonesia).</p>
<p>Kenapa hanya sepuluh? Kami tak punya jawaban <em>saintifik</em> untuk hal itu. Bisa saja ini hanya sepuluh bagian pertama, atau malah hanya <em>sebegini</em> adanya.</p>
<p>Sebuah daftar suka-suka, anda pun bisa ikut menambahkan daftar (melalui kolom komentar) jika kami kembali melewatkan sesuatu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_599" aria-describedby="caption-attachment-599" style="width: 940px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-599" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2017/01/10-Album-yang-Terlewatkan-di-Tahun-2016.png" alt="10 Album yang Terlewatkan di Tahun 2016" width="940" height="788" title=""><figcaption id="caption-attachment-599" class="wp-caption-text">Izinkan kami membayar hutang tugas kami sepanjang tahun 2016 lalu dengan membuat daftar ini.</figcaption></figure>
<p>(Catatan: album ini kami urut berdasar tanggal perilisan)</p>
<p>&nbsp;</p>
<h6>Washed Away / Rooney</h6>
<p>Washed Away / Rooney<br />
Label : Beachwood Park<br />
Tanggal rilis : 6 Mei 2016</p>
<p><em>Jika anda membenci klub sepakbola Manchester United anda tak harus membenci band ini.</em></p>
<p><iframe loading="lazy" title="ROONEY - &quot;My Heart Beats 4 U&quot; (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/e8JwfTtqMbg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Jejak terakhir band asal California yang meraih kesuksesan saat muncul di serial “The O.C.” tahun 2004 ini nyaris hilang setelah rilis album “Eureka” di tahun 2010. <em>Frontman</em> Robert Schwartzman mengambil keputusan untuk bongkar pasang personil dalam pengerjaan “<strong>Washed Away</strong>”. Beliau pun memainkan beragam instrumen dalam rekaman album ini. Ciri khas <em>power pop</em> <strong>Rooney</strong> kembali terdengar pada lagu “My Heart Beats 4 U”, “Come on Baby”, dan “Why” yang dinyanyikan bersama Soko.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://embed.spotify.com/?uri=spotify%3Aalbum%3A4ZbC8liXZxt1TW9Tk52uat" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe></p>
<h6>&nbsp;<br />
Wildflower / The Avalanches</h6>
<p>Wildflower / The Avalanches<br />
Label : Modular Recordings<br />
Tanggal rilis : 8 Juli 2016</p>
<p><em>Jika anda tak pernah suka gemerlap dunia hiphop. Coba yang satu ini.</em></p>
<p><iframe loading="lazy" title="The Avalanches - Because I&#039;m Me (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/eu0KsZ_MVBc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Butuh 16 tahun bagi grup elektronik <strong>The Avalanches</strong> untuk kembali dengan album “<strong>Wildflower</strong>”. Grup asal Australia ini hanya menyisakan dua personil semenjak terbentuk di tahun 1997. Kendati hanya memiliki dua album sepanjang karir mereka, The Avalanches selalu berhasil menarik perhatian kritikus. Saya pribadi <em>kepincut</em> dengan orkestrasi yang mereka gunakan serta berbagai “tempelan” obrolan, suara gelak tawa, dan berbagai pernak pernik lainnya. Penggunaan metode <em>plunderphonics</em> adalah salah satu kekuatan utama The Avalanches. Pada “Wildflower” hiphop seolah dibawa sedemikian renyah tanpa<em> mecin!</em></p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://embed.spotify.com/?uri=spotify%3Aalbum%3A2SxXXza46ChUhsSiqkurJo" width="100%" height="500" frameborder="0" allowtransparency="true"></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
<h6>I’m Alone, No You’re Not / Joseph</h6>
<p>I’m Alone, No You’re Not / Joseph<br />
Label : ATO Records<br />
Tanggal rilis : 26 Agustus 2016</p>
<p><em>Jika anda terlalu sering ditinggal nikah oleh pasangan, mantan, atau selingkuhan anda.</em></p>
<p><iframe loading="lazy" title="Joseph - SOS (Overboard) (Official Music Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/uVPZADVYqdI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p><em>“This song brought me to feeling that i can’t described, like only I and that song existed”</em><br />
Demikian pendapat seseorang saat saya mengirimkan “Honest” milik trio satu famili “<strong>Joseph</strong>”. Harmonisasi vokal duo kembar ditambah ketegasan suara kakak sepupu mereka menjadi kekuatan trio biduan ini. Yup, Joseph diambil dari nama kota kampung halaman mereka sebagai judul album debut mereka. “Canyon” yang membara, “SOS (Overboard)” pilihan sendu kedua, “Blood &amp; Tears” dan “White Flag” adalah tembang apik lainnya.</p>
<p><em>Lha, terus deskripsi singkat di atas maksudnya gimana? Putar ulang “Honest” 15 kali sehari, mblo!<br />
</em><br />
<iframe loading="lazy" src="//tools.applemusic.com/embed/v1/album/1115881921?country=us" width="100%" height="500px" frameborder="0"></iframe></p>
<h6>&nbsp;<br />
How To Be A Human Being / Glass Animals</h6>
<p>How To Be A Human Being / Glass Animals<br />
Label : Harvest Records<br />
Tanggal rilis : 26 Agustus 2016</p>
<p><em>Jika anda akan menonton <a href="http://singapore.lanewayfestival.com/" target="_blank" rel="nofollow noopener">Laneway Festival Singapore 2017</a> beberapa hari lagi.</em></p>
<p><iframe loading="lazy" title="Glass Animals - Youth (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/_ZdsmLgCVdU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Glass Animals</strong> memulai debut album merilis “Zaba” yang begitu kental sound elektronis. Apakah mereka akan mengulang formula yang sama pada “<strong>How To Be A Human Being?</strong>” Tentu tidak. Band asal Oxford ini malah semakin eksentrik pada lagu seperti “Season 2 Episode 3”. Ada eksplorasi kebaruan yang coba dilakukan Glass Animals. Gitar melodius ala band <strong>merah-panas-lada-merica</strong> pada “Poplar St”. Dan tentu anda tak boleh melewatkan “Youth”. Sebuah album campur aduk kematangan.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="//tools.applemusic.com/embed/v1/album/1119848454?country=us" height="500px" width="100%" frameborder="0"></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
<h6>My Women / Angel Olsen</h6>
<p>My Women / Angel Olsen<br />
Label : Jagjaguwar<br />
Tanggal rilis : 2 September 2016</p>
<p><em>Jika anda membayangkan Feist sedang malas-malasan.</em></p>
<p><iframe loading="lazy" title="Angel Olsen - Shut Up Kiss Me (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/nleRCBhLr3k?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Setelah meraih kesuksesan pada debut album di tahun 2014.<strong> Angel Olsen</strong> melarang publisisnya untuk menerima segala sesi foto yang akan melibatkan dirinya berdiri di depan pohon. Ia tak mau lagi dicap sebagai penyanyi <em>country </em>yang sedemikian murung. Foto seorang diri dengan latar pepohonan hanya akan memperburuk hal itu. Pada “<strong>My Women</strong>” Olsen melabrak semua asumsi yang ada. Ia bertingkah nakal pada “Shut Up Kiss Me” dan malas-malasan dibagian lainnya. Vokal sengau Olsen diiringi dengan suara gitar yang dominan. <em>Hey! Bangunkan Feist!</em></p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://embed.spotify.com/?uri=spotify%3Aalbum%3A5M8xQaQZuW2LZGVXZ3mlKN" width="100%" height="500" frameborder="0" allowtransparency="true"></iframe></p>
<h6>&nbsp;<br />
ArtScience / Robert Glasper Experiment</h6>
<p>ArtScience / Robert Glasper Experiment<br />
Label : Blue Note Records<br />
Tanggal rilis : 16 September 2016</p>
<p><em>Jika anda menyukai jazz namun kadung kecanduan bebunyian elektronik.</em></p>
<p><iframe loading="lazy" title="Robert Glasper Experiment - Thinkin Bout You (Audio)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/uUf28dg1yNQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Saya tertarik pertama kali dengan judul album dan <em>artwork</em>-nya. “<strong>ArtScience</strong>” terdengar begitu rumit pada lagu pembuka, namun setelah itu segalanya terasa mudah. Sentuhan elektronis pada vokal saya rasa menambah kesan magis. Sebut saja saya <em>snob</em>, tapi <strong>Robert Glasper Experiment</strong> membawa saya pada pengalaman berbeda mendengarkan musik dengan label jazz. Sudah segitu saja.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://embed.spotify.com/?uri=spotify%3Aalbum%3A1r9czg0HWsNzJaKhRMkP9u" width="100%" height="500" frameborder="0" allowtransparency="true"></iframe></p>
<h6>&nbsp;<br />
Ship of fools / Elephant Stone</h6>
<p>Ship of fools / Elephant Stone<br />
Label : Elephants On Parade<br />
Tanggal rilis : 16 September 2016</p>
<p><em>Jika anda tak sengaja mengkonsumsi martabak telur yang telah dicampur jamur ajaib.</em></p>
<p><iframe loading="lazy" title="Elephant Stone - See The Light | Official Video" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/ZA5nt9W6flE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Ada sentuhan mengawang-awang yang dibuat oleh Rishi Dhir dan kompatriotnya di album “<strong>Ship of fools</strong>”. Kendati mereka menyebut diri sebagai grup bollywood/tollywood asal Montreal, Kanada, memilih album <strong>Elephant Stone</strong> ini bukan karna rating siaran India yang semakin ramai di TV nasional. Mereka malah cukup menendang dengan rock penuh di “The Devil’s Shelter” dan sedemikian blues di “Manipulator”. Album Elephant Stone ini masih dikuasai lagu-lagu bertempo sedang dengan instrumen asal negeri Shah Rukh Kan.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="//tools.applemusic.com/embed/v1/album/1131336233?country=us" height="500px" width="100%" frameborder="0"></iframe></p>
<h6>&nbsp;<br />
Smoke Fire Hope Desire / Harts</h6>
<p>Smoke Fire Hope Desire / Harts<br />
Label : Dew Process<br />
Tanggal rilis : 16 September 2016</p>
<p><em>Jika anda pernah membayangkan Justin Timberlake mahir bermain gitar.</em></p>
<p><iframe loading="lazy" title="Harts - Power" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/4L7HDIJkt5c?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Mendiang Prince pernah menyanjung penyanyi sekaligus multi-instrumentalis Darren Hart atau <strong>Harts</strong> <em>“He reminds me of me at that age.”</em>. Terdengar demikian hiperbola, namun pada album “<strong>Smoke Fire Hope Desire</strong>” pria asal Melbourne (Australia) ini berhasil membuktikan diri. Harts mencoba tak hanya bermain pada genre electro-funk. “Fear in Me”, “All Rise” dan “Power” menunjukkan bahwa ia mampu bermain garang dengan gitarnya.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://embed.spotify.com/?uri=spotify%3Aalbum%3A0WkrP6LqIdiinhJys8w7Lp" width="100%" height="500" frameborder="0" allowtransparency="true"></iframe></p>
<h6>&nbsp;<br />
Wanderlust / Gemini</h6>
<p>Wanderlust / Gemini<br />
Label : Tree Of Life<br />
Tanggal rilis : 21 September 2016</p>
<p><em>Jika anda muak mendengar jedag-jedug hasil olahan ulang makhluk bumi.</em></p>
<p><iframe loading="lazy" title="Gemini - Time to Share" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/XAB9c_BTvJk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Saya rasa tidak akan pernah menemukan album EDM dengan kekuatan seperti “<strong>Wanderlust</strong>”. Ada upaya pencarian tentang makna hidup baik secara lirik maupun secara musik. Segala beban hidup,<em> tagihan-cicilan-dan-prikitil</em> sejenak mampu hilang di pundak. Mendadak saya seperti hendak berkemas, melakukan perjalanan seorang diri. Karna untuk menyelesaikan album ini, pria bernama asli Thomas Slinger ini meninggalkan Inggris dan melakukan perjalanan berkeliling dunia (khususnya Asia). Ada dentuman optimisme, dan lantai dansa terasa sedemikian klise. “Time to Share”, “Wild &amp; Free”, dan “Do It For Love” seperti meminta kita untuk membawanya ke puncak gunung. Mendengarkannya sembari merentangkan harapan.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="//tools.applemusic.com/embed/v1/album/1148928994?country=us" height="500px" width="100%" frameborder="0"></iframe></p>
<h6>&nbsp;<br />
Writing of Blues and Yellows / Billie Marten</h6>
<p>Writing of Blues and Yellows / Billie Marten<br />
Label : Sony Music UK<br />
Tanggal rilis : 23 September 2016</p>
<p><em>Jika anda percaya bahwa murung itu sedemikian indah.</em></p>
<p><iframe loading="lazy" title="Billie Marten - Milk &amp; Honey (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/xNAmwWBy0nw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Tariklah napas panjang saat “La Lune” mengalun membuka <strong>“Writing of Blues and Yellows”</strong>. Kisah-kisah yang coba anda lupakan seperti merayap kembali dalam pikiran. Saya membungkus album ini segera setelahnya. Dan saya murung semurung-murungnya.<br />
Musik dan vokal tipikal <strong>Billie Marten</strong> ini seperti mudah sekali kita temukan saat ini. Ada yang sensasional di laman <em>youtube</em>, tapi anda dapat sepakat bahwa pendekatan emosional tentu dilakukan dengan baik oleh Billie pada album ini. Saya harap anda tak <em>menangysss</em>.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://embed.spotify.com/?uri=spotify%3Aalbum%3A3WHmv6ghPoM7oA0rP6jMkT" width="100%" height="500" frameborder="0" allowtransparency="true"></iframe></p>
]]></content:encoded>
</item>
</channel>
</rss>
