<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>New Releases &#8211; ParaPOP</title>
<atom:link href="https://parapop.net/category/news/album-release/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>https://parapop.net</link>
<description>Parenthesis of POP!!</description>
<lastBuildDate>Wed, 28 Oct 2026 02:22:17 +0000</lastBuildDate>
<language>en-US</language>
<image>
<url>https://parapop.net/wp-content/uploads/2016/07/cropped-IMG_7618-e1469729839770-32x32.jpg</url>
<title>New Releases &#8211; ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net</link>
<width>32</width>
<height>32</height>
</image>
<item>
<title>Dead Man’s Bones Lost In The Night, Band Ryan Gosling Bangkit dari Kubur Setelah 17 Tahun</title>
<link>https://parapop.net/dead-mans-bones-lost-in-the-night/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 01:52:29 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[ANTI- Records]]></category>
<category><![CDATA[Dead Man's Bones]]></category>
<category><![CDATA[Gothic Rock]]></category>
<category><![CDATA[Lost In The Night]]></category>
<category><![CDATA[Ryan Gosling]]></category>
<category><![CDATA[Single Baru]]></category>
<category><![CDATA[Zach Shields]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34944</guid>
<description><![CDATA[Dead Man’s Bones, duo Ryan Gosling dan Zach Shields, merilis Lost In The Night, lagu pertama mereka dalam 17 tahun. Direkam sehari di sebuah peternakan dengan dua gitar, dua drum machine, dan dua synthesizer.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Single <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> <em>Lost In The Night</em> resmi keluar pada Selasa, 27 Oktober 2026, dan ia datang tujuh belas tahun setelah duo ini terakhir kali merilis apa pun. Tujuh belas tahun. Untuk band yang hanya punya satu album, itu jarak yang cukup untuk dianggap sudah almarhum.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> adalah <strong>Ryan Gosling</strong> dan <strong>Zach Shields</strong>. Keduanya berteman karena sama-sama pernah ketakutan di wahana Haunted Mansion milik Disney, lalu pada 2009 merilis <em>Dead Man&#8217;s Bones</em>, satu-satunya album mereka sampai hari ini. Album itu digarap bersama Silverlake Conservatory Children&#8217;s Choir, sekolah musik di California yang didirikan <strong>Flea</strong>. Di sana <strong>Gosling</strong> tidak cuma bernyanyi. Ia juga memainkan piano, gitar, synthesizer, perkusi, cello, dan bass. Rolling Stone waktu itu menggambarkan mereka sebagai perpaduan <strong>Arcade Fire</strong>, <strong>Tom Waits</strong>, dan <em>Sesame Street</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu mereka menghilang. <strong>Gosling</strong> jadi bintang film sebesar sekarang, termasuk memerankan penulis lagu di <em>Song to Song</em> garapan Terrence Malick (baca juga <a href="https://parapop.net/terrence-malick-song-song-sebuah-cuplikan-tentang-cinta-dan-rock-n-roll/">Terrence Malick Song to Song, Sebuah Cuplikan Tentang Cinta dan Rock n&#8217; Roll</a>). <strong>Shields</strong> menulis naskah untuk beberapa film <em>Godzilla</em> versi Amerika dan prekuel <em>Weapons</em> berjudul <em>Gladys</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anehnya, lagu-lagu mereka tidak ikut mati. Pitchfork mencatat <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> selalu kebagian lonjakan pendengar setiap musim Halloween, berkat warganet yang memutar lagu mereka tiap Oktober, ditambah sinkronisasi di film dan serial. <strong>Cat Power</strong> bahkan membawakan ulang <em>Pa Pa Power</em> di album <em>Covers</em> (2022). Hantu yang rajin pulang tiap akhir Oktober. (Kalau kamu sedang menyusun daftar putar untuk akhir pekan ini, intip juga <a href="https://parapop.net/lagu-halloween-dark-pop/">13 Lagu Dark Pop untuk Malam Halloween</a>.)</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dead Man&#8217;s Bones Lost In The Night Direkam Sehari di Peternakan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kebangkitan band Ryan Gosling ini dipancing pelan-pelan. Pada 22 Oktober, Eva Mendes, istri <strong>Gosling</strong>, menulis di Instagram bahwa ia sedang berusaha &#8220;summon new music&#8221; dari <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong>. Lima hari kemudian <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> <em>Lost In The Night</em> benar-benar datang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara lagu ini dibuat justru yang paling menarik. Keduanya sempat mencoba beberapa studio di Los Angeles dan tidak menemukan bunyi yang mereka cari. Mereka lalu membawa dua gitar, dua drum machine, dan dua synthesizer ke sebuah peternakan di luar kota, lalu merekam <em>Lost In The Night</em> dalam sehari. Produksinya dipegang <strong>Tim Anderson</strong>, kolaborator lama yang menurut Paste juga memproduseri album 2009 mereka. Bahan serba sepasang, dapur seadanya, dan dimasak dalam sekali jalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasilnya jauh dari paduan suara anak-anak. Sebagaimana dikabarkan <a href="https://stereogum.com/2515664/dead-mans-bones-share-lost-in-the-night-first-new-music-in-17-years/music/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Stereogum</a>, lagu baru <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> ini adalah goth-rock yang tebal oleh reverb, dengan sedikit rasa rockabilly di petikan gitarnya. Vokal <strong>Gosling</strong> bergumam di balik gema yang berlapis-lapis, tapi suaranya tetap mudah dikenali. Di bawahnya ada ketukan synth sederhana, harmoni, beberapa synth yang bening, dan backing vokal yang terengah-engah. Rolling Stone mencatat lagu ini dibuka dentang gitar yang ganjil sebelum temponya dipercepat, lalu mendarat di antara produksi post-punk yang apa adanya dan emosi seukuran stadion.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Duo ini menyebut <strong>Bruce Springsteen</strong> dan <strong>Suicide</strong> sebagai acuan, dan telinga Stereogum menangkap sayup-sayup <strong>The Cure</strong> di dalamnya. Ada kegelapan yang tidak lagi kekanak-kanakan di sini. Kita yang mengenal <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> lewat paduan suara bocah diajak masuk ke ruangan yang lebih remang, lebih sepi, dan lebih dewasa. (Bingung bedanya goth-rock dengan darkwave? Kita pernah membahasnya di <a href="https://parapop.net/perbedaan-dark-pop-dan-darkwave/">Dark Pop, Darkwave, Gothic Rock, Witch House, Apa Bedanya?</a>)</p>



<h2 class="wp-block-heading">Video Lost In The Night, Sepasang Kekasih Kabur dari Kuburan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Video hitam-putih <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> <em>Lost In The Night</em> tidak menampilkan <strong>Gosling</strong> maupun <strong>Shields</strong>. Pemeran utamanya Noah Jupe (<em>Hamnet</em>, <em>A Quiet Place</em>) dan Rain Spencer (<em>The Summer I Turned Pretty</em>), sepasang kekasih yang menari keluar dari sebuah pemakaman, lalu berkeliaran di kota sepanjang malam, tertawa, berpelukan, dan saling menatap seolah tinggal mereka berdua di muka bumi.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Dead Man&amp;apos;s Bones – Lost In The Night (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/j7K6FC_psGc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Belum ada kabar soal album kedua. Di Instagram, duo ini hanya menulis &#8220;Thanks for sticking with us all these years&#8221; dan menjanjikan lebih banyak lagi dalam waktu dekat. Saya sendiri tidak bisa menjelaskan kenapa band dengan satu album bisa bertahan selama ini di linimasa setiap Oktober. Mungkin memang begitu cara hantu bekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mari kita tunggu kelanjutannya. Semoga tidak perlu tujuh belas tahun lagi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/dead-mans-bones-hama-sanders-anti.jpg" alt="Dead Man&#039;s Bones Lost In The Night, foto pers Ryan Gosling dan Zach Shields" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Dead Man&#8217;s Bones. Foto: Hama Sanders / ANTI- Records</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Single <strong>Dead Man&#8217;s Bones</strong> <em>Lost In The Night</em> dirilis 27 Oktober 2026 melalui ANTI- Records.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Tom and Jerry Jadi Kado bagi John Mayer dan Penggemar Melalui Single Terbarunya</title>
<link>https://parapop.net/john-mayer-tom-and-jerry/</link>
<dc:creator><![CDATA[Berry Arneldi]]></dc:creator>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 04:12:27 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[Blake Slatkin]]></category>
<category><![CDATA[John Mayer]]></category>
<category><![CDATA[Sob Rock]]></category>
<category><![CDATA[Tom and Jerry]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34804</guid>
<description><![CDATA[Lima tahun setelah album Sob Rock, John Mayer merilis single terbaru Tom and Jerry pada 23 Oktober 2026, diumumkan tepat di hari ulang tahunnya.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Lima tahun penantian hari ini menjadi perayaan bagi para pecinta <strong>John Mayer</strong>, yang akhirnya melahirkan sebuah single terbaru bertajuk <em>Tom and Jerry</em>. Sejak terakhir kalinya pada tahun 2021 <a href="https://parapop.net/john-mayer-dan-manisnya-sentuhan-80an-di-album-barunya-sob-rock/">album <em>Sob Rock</em></a> dikeluarkan, pria yang memiliki nama lengkap <strong>John Clayton Mayer</strong> ini telah memberikan waktu jeda yang panjang tanpa mengeluarkan karya solonya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tanggal 16 Oktober 2026, bertepatan dengan hari kelahiran penyanyi dan pencipta lagu Amerika ini, ia membocorkan bahwa akan kembali meluncurkan karyanya melalui berbagai platform digital miliknya. Sontak saja para penggemar menyambut gembira kabar ini dengan berbagai komentar sembari mengucapkan selamat ulang tahun, dan agaknya single terbaru ini menjadi kado ulang tahun bukan hanya bagi <strong>John Mayer</strong>, tetapi juga bagi seluruh penikmat musik.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Tom and Jerry" width="500" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/l15JXYQGoUI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Layaknya <em>Tom and Jerry</em>, kartun legendaris yang menceritakan kucing dan tikus yang dalam ceritanya senantiasa memiliki hubungan yang rumit antara keduanya. Begitu juga sepertinya yang ingin digambarkan oleh <strong>John</strong> dalam single terbarunya ini, di mana pada artwork ditampilkan seorang pria dan wanita yang saling mengaitkan jari kelingkingnya dalam keadaan tangan terborgol antara pasangan tersebut. Lirik yang ditulis juga membawa pendengar dalam sebuah imajinasi kompleksitas hubungan, tentu saja seperti gaya penulisan lirik <strong>John Mayer</strong> pada karya-karyanya yang penuh makna.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lirik lagu John Mayer &#8211; Tom and Jerry </h2>



<pre class="wp-block-verse">I'm never gonna catch you<br>This is never gonna end<br>Might as well be my lover<br>If you don't wanna be my friend<br>You're my badge<br>Baby, I'm your scar<br>Throwin' daggers at the camera<br>Trying to hit me from afar<br>Now if you ever come through<br>Which I doubt you'll do<br>I'll run away with you<br>You only want me when you got someone<br>You only want me when it's wrong<br>Come out and just tell me<br>What you've been thinkin' all along<br>We could've talked all night<br>Instead of wastin' time<br>I could've solved your problems<br>You could've helped me with mine<br>Now if you ever come through<br>Which I doubt you'll do<br>I'll run away with you<br>Ooh<br>Ooh<br>Ooh<br>Ooh<br>Admit that if you met me<br>Tonight for the first time<br>You'd never forget me<br>We'd be livin' on the same dime<br>It's not too late<br>It's easy if you try<br>Whatever his name is<br>Just tell him goodbye<br>And if you never come through<br>Well, then you showed me why you should never make a good girl cry<br>Oh, you and me<br>Oh, how we love a little hide and seek<br>Oh, how we love it, baby, you and me<br>Oh, how we love our little hide and seek<br>Oh, how we love it, baby, you and me<br>Run for a kiss and turn the other cheek<br>How, how you doin', honey? You and me<br>Oh, how we love it when our will gets weak<br>If we never get it right<br>Meet you on the other side<br>If we never get it right<br>Meet you on the other side<br>If we never get it right<br>Meet you on the other side<br><br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side<br>Meet you on the other side</pre>



<p class="wp-block-paragraph">Warna musik pada <em>Tom and Jerry</em> disuguhkan oleh <strong>John Mayer</strong> dengan masih bertahan pada nuansa musik minimalis, seperti lagu sebelumnya <em>Wild Blue</em> pada album <em>Sob Rock</em> dan juga <em>Carry Me Away</em> serta beberapa karya lainnya. Tidak banyak permainan gitar yang dominan serta aransemen seperti pada karya awalnya, di mana sentuhan suara permainan gitar <strong>John Mayer</strong> cukup menjadi kesatuan yang tak dapat terpisahkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single terbaru <strong>John Mayer</strong> <em>Tom and Jerry</em> yang diluncurkan pada 23 Oktober 2026 ini diproduseri dan ditulis oleh <strong>John Mayer</strong> bersama <strong>Blake Slatkin</strong> di studio rekaman bernama Chaplin Recording Studios di Hollywood. <strong>Blake Slatkin</strong> merupakan seorang penulis dan produser musik yang juga telah banyak melahirkan karya dan membantu nama besar seperti <strong>Justin Bieber</strong>, <strong>SZA</strong>, <strong>Ed Sheeran</strong>, <strong>Sam Smith</strong>, dan berbagai nama besar lainnya. Saat ini <em>Tom and Jerry</em> sudah dapat didengarkan di berbagai layanan Digital Service Provider (DSP) seperti Spotify, Apple Music, YouTube, dan berbagai platform musik lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga <a href="https://parapop.net/lembar-demi-lembar-whisper-in-the-wind-milik-the-como-brothers/">Lembar demi Lembar Whisper In The Wind Milik The Como Brothers</a>, yang menghadirkan saksofonis <strong>Bob Reynolds</strong>, peraih Grammy yang pernah bermain untuk <strong>John Mayer</strong>. Kabar lain seputar <strong>John Mayer</strong> bisa kamu ikuti di <a href="https://parapop.net/tag/john-mayer/">arsip John Mayer di ParaPop</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(BRY/ABD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Album Baru CHVRCHES All The King’s Men, Pulang ke Glasgow Membawa Gitar</title>
<link>https://parapop.net/album-baru-chvrches-all-the-kings-men/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2026 02:05:18 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[Album Baru]]></category>
<category><![CDATA[All The King's Men]]></category>
<category><![CDATA[CHVRCHES]]></category>
<category><![CDATA[Futures Music Group]]></category>
<category><![CDATA[Iain Cook]]></category>
<category><![CDATA[Lauren Mayberry]]></category>
<category><![CDATA[Martin Doherty]]></category>
<category><![CDATA[Roses]]></category>
<category><![CDATA[Screen Violence]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34761</guid>
<description><![CDATA[CHVRCHES umumkan album kelima, All The King’s Men, yang rilis 22 Januari 2027 lewat Futures Music Group. Album pertama sejak Screen Violence ini lebih rock, lebih akustik, dan direkam di Glasgow.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu sudah lima tahun menunggu album baru <strong>CHVRCHES</strong>, simpan dulu sebagian ekspektasimu di laci. Trio asal Glasgow ini mengumumkan <em>All The King&#8217;s Men</em> pada Rabu, 21 Oktober 2026, dan album kelima mereka itu akan rilis 22 Januari 2027 melalui Futures Music Group. Ini album penuh pertama sejak <em>Screen Violence</em> (2021), yang dulu sempat menembus sepuluh besar tangga album Inggris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kejutan <strong>CHVRCHES</strong> <em>All The King&#8217;s Men</em> ada di bunyinya. Synth yang selama ini jadi bumbu utama <strong>CHVRCHES</strong> kini dikurangi takarannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Consequence menulis bahwa album ini adalah langkah terjauh mereka dari bunyi berbasis synth, condong ke rock dan ke instrumen akustik. Spin bahkan menyebutnya lebih bertumpu pada gitar. Band sendiri menggambarkan sebelas lagunya sebagai kumpulan indie rock yang &#8220;self-consciously British&#8221; dan bebas berkelok, dengan bahan dari sejarah serta budaya Inggris dan Skotlandia, termasuk sudut-sudutnya yang paling buruk rupa. Kita diajak melintasi rentang yang lebar, dari <em>Adore You</em> yang menurut Spin terdengar seperti pop rock 90-an yang jenaka, sampai <em>Comedown Tomorrow</em> yang murung, luas, dan sepi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Album Baru CHVRCHES Diracik di Glasgow, Tiga Minggu Sekali Jalan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah tur <em>Screen Violence</em> rampung, <strong>CHVRCHES</strong> memilih rehat pada 2023. <strong>Lauren Mayberry</strong>, <strong>Iain Cook</strong>, dan <strong>Martin Doherty</strong> sepakat hanya akan kembali kalau materi berikutnya benar-benar menantang mereka. <em>Screen Violence</em> dulu ditulis jarak jauh. Kali ini ketiganya berkumpul di Glasgow untuk beberapa sesi intens yang masing-masing berlangsung tiga minggu. Lucunya, menurut Stereogum, tinggal satu personel yang masih menetap di kota itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masing-masing membawa bumbu sendiri ke dapur. <strong>Doherty</strong> sering bolak-balik ke Skotlandia untuk menjenguk ibunya, dan dari mudik-mudik itu ia tercebur ke film-film Shane Meadows dan Ken Loach, juga ke musik <strong>Massive Attack</strong>, <strong>Siouxsie &amp; The Banshees</strong>, dan <strong>PJ Harvey</strong>. <strong>Cook</strong> mulai menulis lagu dengan instrumen akustik sambil mendengarkan <strong>Nick Drake</strong>, <strong>Bert Jansch</strong>, dan <strong>Incredible String Band</strong>. <strong>Mayberry</strong> mengejar cara bercerita yang lebih tajam dan rentang vokal yang lebih lebar. Ada jarak yang membuat mereka melihat Inggris dengan mata baru, setelah bertahun-tahun lebih banyak berada di negeri paman sam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pintu masuk album baru <strong>CHVRCHES</strong> adalah <em>Roses</em>, single yang lepas 23 September lalu dan jadi musik baru pertama <strong>CHVRCHES</strong> dalam tiga tahun. Menurut DIY, ia mendorong band ke wilayah yang lebih gelap dan lebih berat, dengan <strong>Mayberry</strong> melempar sindiran pedas ke arus bawah Inggris hari ini. Lagu itu ditutup sebuah pengumuman yang terdengar seperti ancaman sopan, &#8220;If I may command your undivided attention, now we can start.&#8221; Baik, Mbak, kami mendengarkan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="CHVRCHES - Roses (Official Lyric Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/3x2BXn0cPM8?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;This is the longest break we had ever taken between albums and when we got together to write new music, we wanted to really push ourselves and not be retreading ground we&#8217;d walked before,&#8221; ujar <strong>Mayberry</strong> saat <strong>CHVRCHES</strong> <em>Roses</em> dirilis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bocoran lain datang dari <em>Conman</em>, yang sudah lebih dulu dibawakan live di rangkaian konser Teenage Cancer Trust milik <strong>Robert Smith</strong> di Royal Albert Hall awal tahun ini. NME mencatat lagu itu dibuka dentuman bass bernuansa industrial. Kalau kamu masih ingat duet mereka dengan <strong>Robert Smith</strong> di <em>How Not To Drown</em>, lagu itu masuk <a href="https://parapop.net/lagu-halloween-dark-pop/">daftar lagu dark pop untuk malam Halloween</a> yang kami susun pekan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Doherty</strong> sudah memberi isyarat kepada <a href="https://www.nme.com/news/music/chvrches-announce-album-all-the-kings-men-2027-uk-ireland-north-america-tour-3973779" rel="nofollow noopener" target="_blank">NME</a> musim panas lalu bahwa <strong>CHVRCHES</strong> <em>All The King&#8217;s Men</em> adalah rekaman paling nekat yang pernah mereka buat. &#8220;It&#8217;s going to surprise people, and I hope it&#8217;s going to delight them and rip some faces off,&#8221; ujarnya. Ia juga menenangkan penggemar lama, karena menurutnya ini tetap orang-orang yang sama dengan DNA yang sama.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/chvrches-all-the-kings-men-official.jpg" alt="Sampul album baru CHVRCHES All The King&#039;s Men" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Artwork All The King&#8217;s Men / CHVRCHES, Futures Music Group</figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Tur CHVRCHES 2027, dari Philadelphia sampai Shepherd&#8217;s Bush</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum album keluar, <strong>CHVRCHES</strong> memanaskan mesin lewat dua konser amal yang intim di Assumption Studios, Glasgow, pada 26 Oktober, dan di St Matthias Church, London, pada 29 Oktober. Tiketnya sudah ludes. Tur <strong>CHVRCHES</strong> 2027 dimulai 13 Februari 2027 di Philadelphia, melintasi Amerika Utara sampai Hollywood Palladium, Los Angeles, pada 14 Maret, lalu pulang ke Inggris dan Irlandia mulai 23 April di O2 Academy Glasgow. Rangkaiannya berakhir di O2 Shepherd&#8217;s Bush Empire, London, pada 6 Mei. Presale artis dibuka 27 Oktober dan penjualan umum 30 Oktober, pukul 10.00 waktu setempat. Asia belum kebagian, jadi kita cukup menonton dari linimasa sambil memutar <em>Roses</em> berulang-ulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama rehat, ketiganya tidak menganggur. <strong>Mayberry</strong> merilis album solo <em>Vicious Creatures</em> pada Desember 2024. <strong>Doherty</strong> membentuk <strong>The Leaving</strong> bersama drummer panggung <strong>CHVRCHES</strong>, <strong>Jonny Scott</strong>, sementara <strong>Cook</strong> menggarap <strong>Protection</strong> bersama <strong>Scott Paterson</strong>, mantan personel <strong>Sons &amp; Daughters</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sembilan tahun lalu kami menulis kabar <a href="https://parapop.net/chvrches-masuk-dapur-rekaman-untuk-album-ke-3/">CHVRCHES masuk dapur rekaman untuk album ketiga</a>. Kabar-kabar lainnya bisa kamu telusuri di halaman tag <a href="https://parapop.net/tag/chvrches/">CHVRCHES</a>. Saya sendiri masih menimang-nimang satu hal. Penggemar yang dulu datang demi synth, maukah mereka mengangguk-anggukkan kepala untuk gitar di album baru <strong>CHVRCHES</strong> ini?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>CHVRCHES</strong> <em>All The King&#8217;s Men</em> rilis 22 Januari 2027 melalui Futures Music Group.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Daftar Lagu Album Baru CHVRCHES All The King&#8217;s Men</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Roses</li>



<li>Evil</li>



<li>Adore You</li>



<li>Overthinker</li>



<li>Royal Blue</li>



<li>Comedown Tomorrow</li>



<li>Friend Of A Friend</li>



<li>Three Out Of Five</li>



<li>Conman</li>



<li>Jamie&#8217;s Prayer</li>



<li>Faith In Flying</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jadwal tur CHVRCHES 2026–2027:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>26 Oktober 2026, Assumption Studios, Glasgow (konser amal, habis)</li>



<li>29 Oktober 2026, St Matthias Church, London (konser amal, habis)</li>



<li>16 November 2026, Troubadour, West Hollywood</li>



<li>20 November 2026, Corona Capital, Mexico City</li>



<li>13 Februari 2027, Franklin Music Hall, Philadelphia</li>



<li>17 Februari, Brooklyn Steel, Brooklyn</li>



<li>19 Februari, Anthem, Washington DC</li>



<li>20 Februari, Roxian Theatre, Pittsburgh</li>



<li>22 Februari, Asbury Hall, Buffalo</li>



<li>23 Februari, History, Toronto</li>



<li>25 Februari, Salt Shed (Indoor), Chicago</li>



<li>26 Februari, Riverside Theater, Milwaukee</li>



<li>27 Februari, The Sylvee, Madison</li>



<li>2 Maret, Knitting Factory, Boise</li>



<li>3 Maret, Knitting Factory, Spokane</li>



<li>5 Maret, Vogue Theatre, Vancouver</li>



<li>6 Maret, Paramount Theater, Seattle</li>



<li>8 Maret, Revolution Hall, Portland</li>



<li>10 Maret, Fox Theater, Oakland</li>



<li>12 Maret, The Observatory North Park, San Diego</li>



<li>13 Maret, The Van Buren, Phoenix</li>



<li>14 Maret, Hollywood Palladium, Los Angeles</li>



<li>23 April, O2 Academy, Glasgow</li>



<li>26 April, Music Hall, Aberdeen</li>



<li>27 April, LiveHouse, Dundee</li>



<li>29 April, 3Olympia, Dublin</li>



<li>1 Mei, Victoria Warehouse, Manchester</li>



<li>2 Mei, O2 Academy 1, Birmingham</li>



<li>4 Mei, O2 Academy 1, Bristol</li>



<li>5 Mei, The LCR UEA, Norwich</li>



<li>6 Mei, O2 Shepherd&#8217;s Bush Empire, London</li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>She Wants Revenge The Loved, Album Pertama dalam 15 Tahun Datang Jelang Valentine</title>
<link>https://parapop.net/she-wants-revenge-the-loved/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2026 03:52:07 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[Adam Bravin]]></category>
<category><![CDATA[Album Baru]]></category>
<category><![CDATA[Black Wax Our Love]]></category>
<category><![CDATA[Darkwave]]></category>
<category><![CDATA[Justin Warfield]]></category>
<category><![CDATA[Post-Punk]]></category>
<category><![CDATA[She Wants Revenge]]></category>
<category><![CDATA[Tear You Apart]]></category>
<category><![CDATA[The Loved]]></category>
<category><![CDATA[Valleyheart]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34699</guid>
<description><![CDATA[She Wants Revenge umumkan The Loved, album keempat dan yang pertama dalam lebih dari 15 tahun, rilis 12 Februari 2027. Single Black Wax / Our Love sudah bisa didengar.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Lima belas tahun lebih mereka tidak menelurkan album, dan kini <strong>She Wants Revenge</strong> <em>The Loved</em> resmi diumumkan. Album keempat duo dark wave asal Los Angeles ini akan rilis 12 Februari 2027, dua hari sebelum Valentine. Sebuah kado yang agak gelap, tapi memang begitulah selera mereka sejak awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabar ini datang Senin, 19 Oktober 2026, bersamaan dengan rilisnya single pertama <em>Black Wax / Our Love</em>. Menurut <a href="https://www.revolvermag.com/music/hear-she-wants-revenges-first-song-in-8-years-black-wax-our-love/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Revolver</a>, ini lagu baru pertama <strong>She Wants Revenge</strong> dalam delapan tahun, sekaligus pembuka jalan menuju album penuh pertama sejak <em>Valleyheart</em> (2011). Lagu ini sebenarnya sudah lebih dulu akrab dengan penonton, karena sejak 2025 ia rutin dibawakan di atas panggung, termasuk di rangkaian konser pantai barat Amerika yang baru saja mereka jalani.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Black Wax Our Love, Cinta yang Manis Sekaligus Merusak</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Racikannya masih setia pada resep lama. <a href="https://consequence.net/2026/10/she-wants-revenge-the-loved-black-wax-our-love/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Consequence</a> mencatat betotan bass yang terdistorsi dan groove yang nyaris krautrock sebagai tulang punggung lagu cinta yang suram ini. Revolver menambahkan petikan gitar post-punk berwarna beludru gelap dan dentuman drum yang berdenyut hipnotis, sementara vokalis <strong>Justin Warfield</strong> bernyanyi soal risiko besar dan harga yang harus dibayar oleh gairah. &#8220;You&#8217;ve got a love-sized hole in your heart,&#8221; nyanyinya. Kita langsung tahu ini bukan lagu untuk kartu ucapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada kontradiksi yang sengaja dipelihara di sini. &#8220;How something can be beautiful and destructive at the same time, and how you can know something isn&#8217;t good for you and still find yourself drawn to it,&#8221; ungkap <strong>Adam Bravin</strong>, separuh lain <strong>She Wants Revenge</strong>, soal kontradiksi dalam cinta yang selalu memikat mereka. Ia menyebut <em>Black Wax / Our Love</em> sebagai evolusi alami dari apa yang selama ini mereka kerjakan, tanpa berusaha mengulang yang sudah pernah dibuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bravin juga menyutradarai videonya sendiri. Isinya memadukan cuplikan penampilan band dengan adegan perkelahian di atap gedung. Ia ingin video itu terasa seperti potongan film yang kita masuki di tengah jalan, indah tapi bikin gelisah, dan dibiarkan tanpa penyelesaian.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="BLACK WAX / OUR LOVE" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/IcRNxdKXEqM?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading">She Wants Revenge The Loved dan Generasi Baru Penggemar Tear You Apart</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Waktunya terasa pas. Awal tahun ini <strong>She Wants Revenge</strong> merayakan dua puluh tahun album debut mereka yang bersertifikat Gold, rumah bagi <em>Tear You Apart</em> yang laris sampai platinum. Menurut <a href="https://www.audiofuzz.com/2026/10/19/she-wants-revenge-return-with-the-loved-their-first-new-album-in-more-than-15-years/" rel="nofollow noopener" target="_blank">AudioFuzz</a>, generasi yang lebih muda kini menemukan band ini lewat layanan streaming dan media sosial, di tengah bangkitnya minat pada goth, post-punk, dan darkwave. Kalau kamu masih bingung membedakan istilah-istilah itu, kami pernah merangkumnya di <a href="https://parapop.net/perbedaan-dark-pop-dan-darkwave/">Dark Pop, Darkwave, Gothic Rock, Witch House, Apa Bedanya?</a>, lengkap dengan <a href="https://parapop.net/apa-itu-dark-pop/">panduan pintu masuk dark pop</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasilnya kelihatan di loket. Rangkaian tur Amerika Utara yang sedang berjalan mencatat konser habis terjual di Ventura, Portland, Seattle, Vancouver, San Diego, Chicago, Detroit, dan Toronto, menyusul satu malam sold out di The Wiltern, Los Angeles. Penonton yang dulu menyanyikan <em>Tear You Apart</em> di pertengahan 2000-an kini berdiri satu ruangan dengan mereka yang baru mengenalnya lewat linimasa. Saya membayangkan ada banyak kepala yang mengangguk-angguk dengan kecepatan yang sama, walau umurnya selisih belasan tahun.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/she-wants-revenge-press-official.jpg" alt="She Wants Revenge The Loved, foto pers duo She Wants Revenge" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Foto pers She Wants Revenge / <a href="http://shewantsrevenge.com" class="autohyperlink" target="_blank" rel="nofollow noopener">shewantsrevenge.com</a></figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di panggung, duo ini kini diperkuat formasi yang cukup mentereng. Warfield memegang vokal dan gitar, Bravin memainkan Bass VI dan synth, <strong>Thomas Froggatt</strong> di bass, <strong>Tony Bevilacqua</strong> dari <strong>The Distillers</strong> di gitar, dan <strong>Lia Braswell</strong> yang pernah bermain untuk <strong>Chelsea Wolfe</strong>, <strong>A Place To Bury Strangers</strong>, dan <strong>TR/ST</strong> di drum. Kalau nama-nama itu terdengar akrab, kamu mungkin pernah membaca <strong>Chelsea Wolfe</strong> di daftar <a href="https://parapop.net/best-metal-album-so-far-2024/">album metal terbaik 2024</a> kami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pekan ini mereka dijadwalkan tampil di Sick New World edisi perdana di Fort Worth, Texas, lalu pulang ke California Selatan untuk acara amal Hazy Shade of Winter di Fox Pomona pada 11 Desember. Tur Inggris dan Eropa dimulai 29 Januari 2027 di Bukares dan berakhir 14 Februari, tepat di hari Valentine.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaannya tinggal satu. Apakah album baru <strong>She Wants Revenge</strong> ini akan jadi soundtrack makan malam romantis, atau justru soundtrack bertengkar sesudahnya?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>The Loved</em> milik <strong>She Wants Revenge</strong> rilis 12 Februari 2027. Daftar lagu dan sampul albumnya belum diumumkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jadwal Tur She Wants Revenge The Loved</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sisa tur Amerika Utara 2026 menurut situs resmi band:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>22 Oktober, House of Blues, San Diego</li>



<li>24 Oktober, Sick New World, Fort Worth</li>



<li>25 Oktober, The Rave, Milwaukee</li>



<li>26 Oktober, House of Blues, Chicago</li>



<li>27 Oktober, The Magic Stick, Detroit</li>



<li>28 Oktober, Opera House, Toronto</li>



<li>30 Oktober, The Paramount, Huntington</li>



<li>31 Oktober, Brooklyn Bowl, Philadelphia</li>



<li>1 November, 9:30 Club, Washington, D.C.</li>



<li>2 November, Webster Hall, New York</li>



<li>4 November, The Stone Pony, Asbury Park</li>



<li>11 Desember, Fox Pomona, Pomona (Hazy Shade of Winter)</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Tur Inggris dan Eropa 2027 (29 Januari sampai 14 Februari) mampir ke Bukares, Warsawa, Berlin, Köln, Utrecht, Paris, Brighton, London, Bristol, Manchester, Glasgow, dan Dublin.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Hot Chip A Long Way From Kansas, Jalan Pulang yang Penuh Distorsi</title>
<link>https://parapop.net/hot-chip-a-long-way-from-kansas/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2026 02:07:42 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[A Long Way From Kansas]]></category>
<category><![CDATA[Album Baru]]></category>
<category><![CDATA[Beth Ditto]]></category>
<category><![CDATA[Domino Records]]></category>
<category><![CDATA[Eddie Chacon]]></category>
<category><![CDATA[Hot Chip]]></category>
<category><![CDATA[JD Twitch]]></category>
<category><![CDATA[LCD Soundsystem]]></category>
<category><![CDATA[Optimo]]></category>
<category><![CDATA[Random Violence]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34695</guid>
<description><![CDATA[Hot Chip umumkan album kesembilan, A Long Way From Kansas, yang rilis 8 Januari 2027 lewat Domino. Single pertamanya, Random Violence, adalah tribut untuk mendiang JD Twitch.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dorothy butuh sepasang sepatu merah dan seekor anjing kecil untuk pulang, sementara <strong>Hot Chip</strong> <em>A Long Way From Kansas</em> menempuh jalan pulang lewat distorsi. Album kesembilan kuintet asal London ini akan rilis 8 Januari 2027 melalui Domino, sebagaimana diumumkan label tersebut pada Senin, 19 Oktober 2026. Ini album baru <strong>Hot Chip</strong> pertama dalam hampir lima tahun, sejak <em>Freakout/Release</em> (2022).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Judulnya dipinjam dari kalimat Dorothy di <em>The Wizard of Oz</em>, tentang jarak yang harus ditempuh untuk kembali ke rumah dan menemukan lagi rasa normal. Sampulnya pun ikut bercanda, karena yang nangkring di sana adalah seekor anjing terrier berbulu hitam dengan lidah terjulur, berdiri di depan tulisan Hot Chip yang warna-warni. Toto versi Inggris, kira-kira begitu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Random Violence, Tribut untuk JD Twitch dari Sub Club</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pintu masuknya adalah <em>Random Violence</em>, single pertama yang sudah bisa kita dengar sekarang. Lagu ini adalah tribut untuk Keith McIvor, separuh dari duo Optimo asal Glasgow yang lebih dikenal sebagai <strong>JD Twitch</strong>. Ia meninggal pada September 2025 di usia 57 tahun, beberapa bulan setelah didiagnosis tumor otak yang tak bisa dioperasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;He largely inspired the words of the song. He was a passionate music lover and a staunch believer in socialism,&#8221; ungkap <strong>Joe Goddard</strong>. Menurutnya, banyak lirik di lagu ini merujuk langsung pada kepergian McIvor dan kenangan di Sub Club, Glasgow, tempat mereka pertama bertemu dua puluh tahun lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Racikannya, menurut <a href="https://stereogum.com/2514995/hot-chip-announce-new-album-a-long-way-from-kansas-hear-random-violence/music/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Stereogum</a>, terdengar seperti power ballad new wave yang menyimpan sari <em>All My Friends</em> milik <strong>LCD Soundsystem</strong>, hanya saja denting piano yang terus berulang itu diganti bunyi orkestra. Hubungannya masuk akal. <strong>Al Doyle</strong> adalah personel <strong>Hot Chip</strong> sekaligus <strong>LCD Soundsystem</strong>, dan ia bersahabat dengan McIvor. Lagu dibuka sebagai nomor milik Goddard, lalu <strong>Alexis Taylor</strong> ikut masuk di bagian reff. Keduanya bernyanyi &#8220;You gave me something to believe in&#8221; dengan begitu tulus. Ada duka yang tidak ditangisi di sini, ia malah diajak berdansa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Video <em>Random Violence</em> digarap sutradara Jack Cole dan menampilkan Boss Morris, kelompok tari morris progresif yang seluruh anggotanya perempuan. Idenya datang dari pesta Halloween Optimo Espookio di Sub Club. &#8220;We invited some woodland spirits, cursed animals and crazed dancers to join us in a celebration of humanity, remembrance and resistance,&#8221; kata Doyle.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Hot Chip - Random Violence (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/I4f5T7IyA20?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk merayakan pengumuman ini sekaligus warisan McIvor, <strong>Hot Chip</strong> akan DJ bareng kawan-kawannya di Sub Club pada Rabu, 21 Oktober 2026. Tiketnya gratis. Kalau kebetulan kamu sedang di Glasgow, nikmat mana lagi yang kau dustakan?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hot Chip A Long Way From Kansas, Album Paling Berisik dan Paling Ramai Suara</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Hot Chip</strong> <em>A Long Way From Kansas</em> direkam awal tahun ini di Relax and Enjoy, studio milik Goddard dan Doyle di London timur. Taylor tidak menutupi suasana yang membayangi proses rekamannya. &#8220;A Long Way From Kansas reflects the general sense that the world we live in, the world we were making our record in, is particularly harsh, discordant, violent and depressing,&#8221; ujarnya. Ia menambahkan bahwa tidak setiap lagu bicara soal politik, tapi kondisi dunia jadi latar yang tak terhindarkan, dan distorsi jadi kata kunci untuk seluruh album.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Domino menggambarkan bunyinya penuh distorsi dan pembusukan, dengan loop yang saling bertubrukan dan vokal yang dibiarkan menggantung. Bumbunya ditambah dua tamu. Ada vokalis Gossip, <strong>Beth Ditto</strong>, yang mengisi <em>Me In Your Head</em>, dan <strong>Eddie Chacon</strong> di <em>The Garden</em>. (Baca juga <a href="https://parapop.net/gossip-real-power/">ulasan GOSSIP Real Power</a> di arsip kami.)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik, mikrofonnya kini dibagi ke lebih banyak mulut. Selain Taylor dan Goddard, <strong>Owen Clarke</strong> dan <strong>Felix Martin</strong> ikut bernyanyi, dan ini kali pertama Martin bernyanyi di rekaman <strong>Hot Chip</strong>. Ada juga paduan suara dan banyak bagian nyanyian bersama. Saya curiga ini cara mereka bertahan di tengah dunia yang serba bising, yaitu dengan bernyanyi beramai-ramai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2026 sendiri cukup sibuk buat mereka. <strong>Hot Chip</strong> tampil live bersama Oscar Isaac di musim kedua serial Netflix <em>Beef</em>, lalu pada Mei merayakan dua puluh tahun album kedua mereka, <em>The Warning</em>, termasuk lewat episode Song Exploder. Setahun sebelumnya mereka juga merilis ulang kompilasi hits <em>Joy In Repetition</em>. Kalau kamu ingin menengok lagi skena tempat <strong>LCD Soundsystem</strong> tumbuh, kabar soal <a href="https://parapop.net/buku-meet-me-in-the-bathroom-akan-diadaptasi-menjadi-miniseri-dokumenter/">adaptasi buku Meet Me in the Bathroom</a> masih ada di arsip kami, begitu juga kabar lain di halaman tag <a href="https://parapop.net/tag/lcd-soundsystem/">LCD Soundsystem</a>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/hot-chip-a-long-way-from-kansas-official.jpg" alt="Hot Chip A Long Way From Kansas, sampul album dengan anjing terrier hitam" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Artwork A Long Way From Kansas / Hot Chip, Domino</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tur Inggris dan Eropa sudah dijadwalkan pada Februari sampai Maret 2027, dimulai dari Berlin dan berakhir di Exhibition White City, London. Asia belum kebagian. Sementara itu, mari kita putar <em>Random Violence</em> berulang-ulang sambil menunggu Januari, dan mengangguk-anggukkan kepala untuk seorang DJ dari Glasgow yang mungkin belum pernah kita dengar namanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album <em>A Long Way From Kansas</em> milik <strong>Hot Chip</strong> rilis 8 Januari 2027 melalui Domino. Pre-order album membuka akses presale tiket tur, dan penjualan umum dimulai Jumat, 23 Oktober 2026.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Daftar Lagu Album Baru Hot Chip A Long Way From Kansas</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Stuck Around</li>



<li>Waiting Around</li>



<li>Random Violence</li>



<li>The Mask Is Slipping</li>



<li>Splinter</li>



<li>Shortcut To Love</li>



<li>Me In Your Head (feat. Beth Ditto)</li>



<li>Hook Me Up</li>



<li>Secular Hymns</li>



<li>The Garden (feat. Eddie Chacon)</li>



<li>Crushing</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jadwal tur Hot Chip 2027:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>26 Februari, Astra, Berlin</li>



<li>28 Februari, La Madeleine, Brussels</li>



<li>1 Maret, Paradiso, Amsterdam</li>



<li>2 Maret, Le Bataclan, Paris</li>



<li>4 Maret, 3Olympia, Dublin</li>



<li>6 Maret, Leeds Beckett Students&#8217; Union, Leeds</li>



<li>8 Maret, SWG3 Galvanizers, Glasgow</li>



<li>9 Maret, Albert Hall, Manchester</li>



<li>10 Maret, O2 Academy, Bristol</li>



<li>12 Maret, Exhibition White City, London</li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>The Avalanches No Bad Memories, 31 Trek Jeda Iklan yang Tak Ingin Kita Lewati</title>
<link>https://parapop.net/the-avalanches-no-bad-memories/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2026 06:41:31 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Album Baru]]></category>
<category><![CDATA[Barry Can't Swim]]></category>
<category><![CDATA[Haley Joel Osment]]></category>
<category><![CDATA[Haruomi Hosono]]></category>
<category><![CDATA[Jamie xx]]></category>
<category><![CDATA[Karen O]]></category>
<category><![CDATA[Mike Patton]]></category>
<category><![CDATA[No Bad Memories]]></category>
<category><![CDATA[Since I Left You]]></category>
<category><![CDATA[The Avalanches]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34585</guid>
<description><![CDATA[Album keempat The Avalanches akhirnya keluar. No Bad Memories memuat 31 trek, jingle iklan, bunyi komputer jadul, dan tamu dari Karen O sampai Haruomi Hosono.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Album <strong>The Avalanches</strong> <em>No Bad Memories</em> resmi keluar Jumat, 16 Oktober 2026, dan isinya tidak main-main. Ada 31 trek dalam 52 menit, sebagaimana dicatat <a href="https://www.billboard.com/music/music-news/the-avalanches-no-bad-memories-stream-it-now-1236361730/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Billboard</a>, lengkap dengan deretan tamu yang bikin geleng-geleng kepala. <strong>Karen O</strong>, <strong>Jamie xx</strong>, <strong>John Glacier</strong>, <strong>Barry Can&#8217;t Swim</strong>, <strong>Rivers Cuomo</strong>, sampai <strong>Mike Patton</strong> ikut menyumbang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini album baru <strong>The Avalanches</strong> yang keempat, unit plunderphonics asal Australia. Jika kamu penggemar <strong>The Avalanches</strong>, kamu pasti tahu bahwa angka empat ini dulu terasa mustahil. Debut mereka, <em>Since I Left You</em> (2000), dijahit dari ribuan sampel piringan hitam, mulai dari <strong>Françoise Hardy</strong>, <strong>Sérgio Mendes</strong>, <strong>Raekwon</strong>, sampai <strong>Madonna</strong>. Setelah itu mereka menghilang 16 tahun sebelum kembali dengan <em>Wildflower</em>, yang langsung menduduki puncak tangga album ARIA dan sempat masuk daftar <a href="https://parapop.net/10-album-yang-terlewatkan-di-tahun-2016/">10 album yang terlewatkan di tahun 2016</a> versi kami. Album ketiga, <em>We Will Always Love You</em> (2020), datang jauh lebih cepat dan memenangi Australian Music Prize.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini formasinya berisi dua anggota asli, <strong>Robbie Chater</strong> dan <strong>Tony Di Blasi</strong>, ditambah rekrutan baru <strong>Andy Szekeres</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;We&#8217;re beyond grateful for the endless enthusiasm and love our music receives after all this time,&#8221; tulis mereka dalam pernyataan saat album dirilis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">The Avalanches No Bad Memories, Jeda Iklan yang Tak Ingin Kita Lewati</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau tiga album pertama mengajak kita berkelana ke mana-mana, kali ini mereka memilih diam di rumah. Menurut <a href="https://thequietus.com/quietus-reviews/the-avalanches-no-bad-memories-review/" rel="nofollow noopener" target="_blank">The Quietus</a>, <em>No Bad Memories</em> adalah satire atas cara merek dan teknologi menempel di hidup kita. Bahannya iklan palsu yang dibawakan <strong>Mike Patton</strong> dan aktor <strong>Haley Joel Osment</strong>, denting komputer saat dinyalakan, sampai derak pemutar video lawas. Ada keisengan yang sengaja dirawat sepanjang album, dan lagunya sering dipotong interlude pendek yang menurut <a href="https://www.pastemagazine.com/music/the-avalanches/the-avalanches-no-bad-memories-review" rel="nofollow noopener" target="_blank">Paste</a> terdengar seperti jeda iklan. Di <em>Break Out Corporate Tag</em>, misalnya, terselip iklan Neutrogena <strong>Emma Roberts</strong> dengan nada yang sedikit diturunkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasanya seperti menunggu sinetron jam tujuh malam kembali setelah jeda iklan yang kepanjangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Racikannya tetap padat bumbu. Paste mencatat campuran disko, garage rock, hip hop, drum and bass, dan potong-sambung sampel ala <strong>J Dilla</strong>. <strong>Karen O</strong> menyumbang vokal berbisik di <em>Blue Shadows</em> yang murung, <strong>Rivers Cuomo</strong> membawa pop galaksi yang melaju di <em>All The Time In The World</em>, dan <strong>Jamie xx</strong> menebar synth yang berdesis. Pendiri Yellow Magic Orchestra, <strong>Haruomi Hosono</strong>, membangun klub jazz fiksi ilmiah di <em>The Pavements Light</em>. <strong>John Glacier</strong> dipasangkan dengan produser footwork asal Tunisia <strong>Khadija Al Hanafi</strong> di <em>Far Away</em>, balada drum and bass yang polos. Lalu ada <em>Like Clockwork/Hit By Traffic</em> yang mencampur Jersey club dengan suara burung gagak, yang oleh Paste diibaratkan unggahan iseng TikTok yang menjelma lagu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puncaknya, menurut The Quietus, datang dari kolaborasi dengan <strong>Barry Can&#8217;t Swim</strong>. <em>Magic Wand</em> membangun reff dari ad lib penyanyi disko 70-an <strong>Renee Acker</strong>, sementara <em>Our Love Is Alive</em> memotong-motong rekaman komponis <strong>Suzanne Ciani</strong> yang sedang mengajar musik di Sesame Street. Dua nomor ini disebut sebagai puncak tangan-di-udara. Paste bahkan menganggap <em>Our Love Is Alive</em> sebagai tesis kecil album ini, karena ia merenungkan teknologi sebagai alat berimajinasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak semua kritikus menelannya bulat-bulat. The Quietus mengakui tidak ada metode yang benar-benar baru di sini, walau hal itu memang sudah jadi bagian dari harga tiketnya. Paste, yang memberi nilai B, menganggap beberapa selingan seperti <em>Superfun! TV Spot</em> agak norak dan terlalu menekankan poinnya. <a href="https://variety.com/2026/music/reviews/avalanches-no-bad-memories-album-review-1236914225/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Variety</a> justru menyebutnya salah satu album yang terdengar paling bahagia tahun ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dari Since I Left You ke Disket Berkaki</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sampulnya sendiri sudah cukup menjelaskan suasana. Sebuah iPod dan sebuah disket, lengkap dengan tangan dan kaki, berdiri berangkulan. Variety sampai berkelakar bahwa kalau mereka bisa, Clippy si asisten penjepit kertas Microsoft pasti ikut jadi bintang tamu.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/the-avalanches-no-bad-memories-official.jpg" alt="The Avalanches No Bad Memories, karakter iPod dan disket dari sampul album" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Artwork No Bad Memories / The Avalanches</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Paste membaca serpihan nostalgia di <strong>The Avalanches</strong> <em>No Bad Memories</em> sebagai tandingan bagi fantasi palsu yang dihasilkan AI generatif. Jingle iklan dan teknologi analog dipakai untuk mengingatkan bahwa mesin bisa jadi alat berimajinasi, bukan alat menguasai. Saya terus terang suka cara berpikir itu, karena datang dari band yang kariernya dibangun dari memungut bunyi orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album baru <strong>The Avalanches</strong> ini juga ditemani video <em>I Give Everything I Have 2 U</em> bersama <strong>Loaded Honey</strong>. <strong>Haley Joel Osment</strong> jadi bintangnya, menyetir menembus lalu lintas Shibuya di Tokyo dalam satu kali ambil gambar dengan kamera besar terikat di kaca depan mobilnya. Pengambilan gambarnya digarap sinematografer <strong>Andrés Arochi</strong>. &#8220;A one-take scenario with Haley trying to navigate the Shibuya traffic, a huge camera strapped to the outside of his windshield is not a bad memory indeed!&#8221; kata <strong>The Avalanches</strong>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Avalanches - I Give Everything I Have 2 U ft. Loaded Honey" width="500" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/EpNSk8qu_Vo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring rilisnya <strong>The Avalanches</strong> <em>No Bad Memories</em>, Billboard mengabarkan band ini akan tur ke Amerika Serikat, Eropa daratan, Inggris, dan Asia, lalu pulang untuk tur Australia awal 2027. Mereka bukan nama asing di panggung Asia, karena pernah masuk daftar penampil <a href="https://parapop.net/fuji-rock-festival-2017-hadir-dengan-daftar-penampil-super-masif/">Fuji Rock Festival 2017</a>. Arsip kabar mereka lainnya ada di halaman <a href="https://parapop.net/tag/the-avalanches/"><strong>The Avalanches</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua puluh enam tahun setelah <em>Since I Left You</em>, mereka masih asyik mengaduk-aduk tumpukan barang bekas. Bedanya, kali ini yang dipungut adalah jingle, bunyi komputer, dan disket berdebu, isi laci yang mungkin juga masih kamu simpan di rumah.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: No Bad Memories" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/3De7Ues320SIjGCaz5b6fX?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>No Bad Memories</em> milik <strong>The Avalanches</strong> sudah rilis 16 Oktober 2026, berisi 31 trek dengan durasi 52 menit.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Zach Bryan Lies, Duet Lana Del Rey yang Dimasak di Dapur Orang Lain</title>
<link>https://parapop.net/zach-bryan-lies-lana-del-rey/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2026 03:32:09 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Lagu Baru]]></category>
<category><![CDATA[Lana Del Rey]]></category>
<category><![CDATA[Lies]]></category>
<category><![CDATA[Stove]]></category>
<category><![CDATA[Turnpike Troubadours]]></category>
<category><![CDATA[Young Manhood and Other Donatable Organs]]></category>
<category><![CDATA[Zach Bryan]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34581</guid>
<description><![CDATA[Lana Del Rey akhirnya muncul di lagu baru, tapi bukan di album Stove. Ia bernyanyi di Lies, duet bersama Zach Bryan dari EP Young Manhood and Other Donatable Organs.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Lewat <strong>Zach Bryan</strong> <em>Lies</em>, penggemar <strong>Lana Del Rey</strong> akhirnya dapat lagu baru, walau bukan dari album yang mereka tunggu-tunggu. Duet ini keluar Jumat, 16 Oktober 2026, sebagai bagian dari EP <em>Young Manhood and Other Donatable Organs</em> yang dilepas lewat Belting Bronco dan Warner.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabarnya sudah dibocorkan sendiri oleh <strong>Lana Del Rey</strong> bulan lalu di Instagram. &#8220;Whale, we finally got our song done. And that&#8217;s no lie,&#8221; tulisnya, seperti dikutip <a href="https://www.pastemagazine.com/music/zach-bryan/lana-del-rey-and-zach-bryan-duet-on-new-song-lies" rel="nofollow noopener" target="_blank">Paste</a>. Waktu itu banyak yang menebak lagunya bakal masuk album barunya. Ternyata ia mendarat di proyek <strong>Zach Bryan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bilang &#8220;no lie&#8221; untuk lagu berjudul <em>Lies</em>. Jahil juga mbak Lana ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Zach Bryan Lies, Dua Orang yang Saling Meyakinkan Bahwa Mereka Bahagia</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ada racikan lama yang sengaja dihangatkan di sini. Menurut <a href="https://www.rollingstone.com/music/music-news/zach-bryan-lana-del-rey-lies-1235642159/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Rolling Stone</a>, lagu ini dibuka dengan denting piano dan aransemen string yang berkilauan. <strong>Zach Bryan</strong> mengambil verse pertama, sementara tawa mbak Lana terdengar sayup-sayup di latar, lalu ia masuk di verse berikutnya sebelum keduanya bertemu dalam harmoni di bagian reff. <a href="https://stereogum.com/2514739/zach-bryan-shares-new-ep-young-manhood-other-donatable-organs-feat-lana-del-rey-turnpike-troubadours/music/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Stereogum</a> menangkap dua bumbu pinjaman. Reff-nya mengutip <em>Little Lies</em> milik <strong>Fleetwood Mac</strong>, dan intro pianonya mengingatkan pada <em>Stay</em> milik <strong>Rihanna</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keduanya menulis lagu ini bersama. Isinya tentang dua orang yang berusaha meyakinkan satu sama lain bahwa mereka bahagia, padahal sama-sama tahu tidak. Balada besar yang sedih dan penuh string, begitu Stereogum merangkumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tell me you&#8217;ll always be right here forever,&#8221; nyanyi <strong>Lana Del Rey</strong> dengan manis. Kalimat yang terdengar seperti janji, di lagu yang judulnya sudah membocorkan akhir ceritanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soal rasa, para kritikus tidak satu suara. Stereogum menulis <strong>Zach Bryan</strong> benar-benar mendorong vokalnya di nomor ini, dan perpaduannya dengan mbak Lana ternyata lebih masuk akal dari dugaan. Walden Green dari <a href="https://pitchfork.com/reviews/track/zach-bryan-lana-del-rey-lies/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Pitchfork</a> justru mengernyitkan dahi. Ia bertanya sejak kapan <strong>Zach Bryan</strong> terdengar semirip <strong>Hozier</strong>, lalu merasa dilempar ke kamar pas H&amp;M sekitar 2013, tempat <em>Take Me to Church</em>, <em>Same Love</em>, dan <em>Stay</em> diputar bergantian. Bagian mbak Lana pun ia nilai terasa dadakan, seperti dua orang yang tiba-tiba dipanggil giliran karaoke tanpa sempat menyusun harmoni. Kita jadi membayangkan dua tamu kondangan yang mendadak ditarik MC ke panggung organ tunggal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau mau adil, kita memang baru dengar satu lagu. Saya sendiri masih geleng-geleng soal satu hal yang tidak ada hubungannya dengan musik, yaitu panjang judul EP ini, yang lebih cocok jadi judul skripsi daripada sampul rilisan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/zach-bryan-young-manhood-ep-cover.jpg" alt="Zach Bryan Lies bersama Lana Del Rey, sampul EP Young Manhood and Other Donatable Organs" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Sampul EP Young Manhood and Other Donatable Organs / Zach Bryan</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sampulnya sendiri tak kalah ganjil. Stereogum menyebutnya gambar seorang <strong>Zach Bryan</strong> yang menembak <strong>Zach Bryan</strong> lainnya di tengah padang rumput berkabut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Stove Belum Matang, Mbak Lana Memasak di Dapur Tetangga</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Judul album yang ditunggu itu memang <em>Stove</em>, alias kompor, dan sudah dua tahun ia belum juga diangkat dari api. Paste mencatat album ini pertama dijadwalkan rilis September 2024, mundur ke Mei 2025, dan berganti nama dari <em>Lasso</em> ke <em>The Right Person Will Stay</em> sebelum jadi <em>Stove</em>. Selama menunggu, kita baru kebagian <em>Henry, Come On</em>, <em>Bluebird</em>, dan <em>White Feather Hawk Tail Deer Hunter</em>. Menurut Rolling Stone, sang biduanita sudah memastikan <em>Stove</em> kelak dirilis bersama satu album pendamping. Album terakhirnya masih <em>Did You Know That There&#8217;s a Tunnel Under Ocean Blvd</em> dari 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penantian panjang memang bukan barang baru bagi penggemarnya. Dulu kami pernah menyambut kepulangannya lewat <a href="https://parapop.net/lana-del-rey-memulai-kembali-dengan-cinta/"><strong>Lana Del Rey</strong> memulai kembali dengan cinta</a>, saat single <em>Love</em> keluar setelah 16 bulan tanpa karya. Namanya juga jadi salah satu pintu masuk paling lazim ke <a href="https://parapop.net/apa-itu-dark-pop/">dark pop</a>, suasana murung yang kini sedang ramai dicari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas bagaimana dengan dapur <strong>Zach Bryan</strong>? Seperti lagu lain di EP ini, <em>Lies</em> direkam di Easy Eye Sound milik <strong>Dan Auerbach</strong> di Nashville. Produsernya <strong>Zach Bryan</strong> sendiri bersama <strong>Eddie Spear</strong> dan <strong>Jamie McLaughlin</strong>, nama yang sebelumnya lebih dikenal lewat kerja bersama <strong>Rod Wave</strong> dan <strong>Brent Faiyaz</strong>. <em>Young Manhood and Other Donatable Organs</em> juga memuat <em>Plainsman</em> bersama <strong>Turnpike Troubadours</strong>, ditulis bareng vokalis mereka <strong>Evan Felker</strong>, vokal latar dari <strong>Katy Kirby</strong>, serta <em>Robot Killed the Working Man</em> yang mencomot promo legendaris &#8220;hard times&#8221; dari pegulat mendiang <strong>Dusty Rhodes</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produktif sekali bukan? EP ini menyusul <em>With Heaven on Top</em>, album keempatnya yang berisi 25 lagu dan rilis Januari lalu, lengkap dengan versi akustiknya. <strong>Zach Bryan</strong> juga baru mengumumkan tur stadion 23 tanggal di Amerika Utara dan Australia untuk 2027. Menurut Pitchfork, tur dimulai April di Minneapolis, dengan <strong>John Fogerty</strong> sebagai bintang tamu spesial dan pembuka bergantian, antara lain <strong>Vance Joy</strong>, <strong>Emma Ogier</strong>, dan <strong>Gabriella Rose</strong>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Zach Bryan - Lies (feat. Lana Del Rey) (Official Audio)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/nhR-Ka-aKUs?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Versi audio resminya langsung masuk YouTube Trending dunia sebagai entri baru di peringkat 111 menurut data kworb, dengan peringkat 13 di Inggris. Kabar lain soal mbak Lana bisa kamu telusuri di halaman <a href="https://parapop.net/tag/lana-del-rey/"><strong>Lana Del Rey</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kompor di rumah mbak Lana rupanya masih menyala. Kita tunggu saja apa yang matang duluan, <em>Stove</em> atau duet berikutnya di dapur tetangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">EP <em>Young Manhood and Other Donatable Organs</em> milik <strong>Zach Bryan</strong> sudah rilis 16 Oktober 2026 melalui Belting Bronco/Warner.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Fontaines D.C. Gandeng Rosalía di Balada Orkestral Where Is Gone?</title>
<link>https://parapop.net/fontaines-d-c-where-is-gone-rosalia/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2026 02:18:01 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Carlos O'Connell]]></category>
<category><![CDATA[Dopamine Chamber]]></category>
<category><![CDATA[Fontaines D.C.]]></category>
<category><![CDATA[Grian Chatten]]></category>
<category><![CDATA[Lagu Baru]]></category>
<category><![CDATA[Rosalía]]></category>
<category><![CDATA[Where Is Gone]]></category>
<category><![CDATA[XL Recordings]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34444</guid>
<description><![CDATA[Lima album berjalan, baru sekarang Fontaines D.C. mengundang tamu. Rosalía mengisi Where Is Gone?, balada penuh string jelang rilis Dopamine Chamber.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Lima album berjalan, baru sekarang ada tamu yang diundang bernyanyi, dan lewat <strong>Fontaines D.C.</strong> <em>Where Is Gone?</em> tamu pertama itu ternyata <strong>Rosalía</strong>. Lagu ini dilepas Senin, 12 Oktober 2026, empat hari sebelum album kelima mereka, <em>Dopamine Chamber</em>, keluar lewat XL Recordings.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum resmi rilis, ia sempat bocor duluan. Menurut <a href="https://stereogum.com/2514317/fontaines-d-c-where-is-gone-feat-rosalia/music/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Stereogum</a>, <em>Where Is Gone?</em> beredar akhir pekan lalu karena dibagikan dalam bentuk piringan 7 inci berlabel putih di acara dengar album. Rupanya ada yang tidak sabar menunggu Senin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabar duet ini sebenarnya sudah tercium sejak daftar lagu album diumumkan bulan lalu. Waktu itu nama <strong>Rosalía</strong> langsung mencuat di antara judul-judul lain, dan sempat kami singgung saat <a href="https://parapop.net/lagu-baru-fontaines-d-c-tongue/"><strong>Fontaines D.C.</strong> merilis <em>Tongue</em></a>, single kedua dari album yang sama. Kini rasa penasaran itu dibayar tuntas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Fontaines D.C. Where Is Gone, Asap Tebal di Antara Dua Suara</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ada kemegahan yang sengaja dipelihara di lagu ini. Stereogum menyebutnya balada besar dan dramatis yang dijejali string, lengkap dengan nuansa lagu tema film James Bond. Gitar yang bergema dan gesekan string yang mengembang perlahan jadi alasnya, sementara <a href="https://www.rollingstone.com/music/music-news/fontaines-dc-rosalia-where-is-gone-single-1235641130/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Rolling Stone</a> menangkap petikan gitar akustik yang murung, yang berulang-ulang dibuncahkan string dan dentuman drum yang berderak. Racikannya diolah produser <strong>James Ford</strong>, orang yang sama di balik seluruh <em>Dopamine Chamber</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Grian Chatten</strong> dan <strong>Rosalía</strong> bergantian mengisi verse, lalu bertemu di bagian reff. Consequence mencatat suara berat <strong>Grian Chatten</strong> turun satu oktaf di bawah, sementara suara sang tamu yang serak berasap melayang di atasnya. Keduanya bernyanyi dalam bahasa Inggris. Yang mereka ceritakan adalah hubungan yang pelan-pelan terurai, dan puncaknya ada di satu baris reff, &#8220;There&#8217;s no harm in saying, &#8216;Leave it, let it die.'&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Laura Snapes dari <a href="https://www.theguardian.com/music/2026/oct/12/fontaines-dc-dopamine-chamber-album-review-xl-grian-chatten" rel="nofollow noopener" target="_blank">The Guardian</a> malah lebih jauh lagi. Ia mendengar kemegahan ala <strong>Ennio Morricone</strong> dan balada pertengahan abad lalu, lalu menyandingkannya dengan <em>Henry Lee</em> milik <strong>Nick Cave</strong> dan <strong>PJ Harvey</strong>. Dua suara itu, tulisnya, berputar saling mengitari seperti asap tebal, indah sekaligus mematikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita yang mendengarnya sambil memejamkan mata mungkin akan membayangkan kredit pembuka film mata-mata. Sebuah lagu yang terlalu bagus untuk waralaba Bond, kata Snapes.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayang tidak semua orang menyambutnya hangat. Saat daftar lagu diumumkan di Instagram, sebagian penggemar sempat protes karena penyanyi asal Catalunya itu dianggap terlalu pop untuk band rock Dublin. Untung <strong>Fontaines D.C.</strong> tidak ambil pusing.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dari Madrid ke Dopamine Chamber</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jembatannya ternyata gitaris <strong>Carlos O&#8217;Connell</strong>, yang tumbuh besar di Madrid dengan dua budaya sekaligus, Spanyol dan Irlandia. Ia mengaku sudah jadi penggemar <strong>Rosalía</strong> sejak album debutnya. &#8220;What really excited me was how she was keeping a Spanish tradition of music alive, which in a spiritual way felt akin to what we&#8217;ve tried to do with Irish music,&#8221; ujarnya dalam rilis pers yang dikutip <a href="https://pitchfork.com/story/fontaines-dc-recruit-rosalia-for-new-song-where-is-gone/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Pitchfork</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dublin memang sedang kompak jatuh hati pada nama itu. <strong>U2</strong> menamai salah satu lagu di album baru mereka, <em>Carnaval de Luz</em>, dengan judul <em>The Mirror Maker</em> sebagai penghormatan untuknya, meski ia tidak ikut bernyanyi di sana. Sementara itu sang biduanita sendiri masih sibuk merayakan <em>Lux</em>, termasuk tampil membawakan <em>Reliquia</em> dan <em>Magnolias</em> di Saturday Night Live akhir pekan lalu. Waktu rilis duet ini jadi terasa pas, bukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Where Is Gone?</em> adalah single ketiga <em>Dopamine Chamber</em> setelah <em>Marianne</em> dan <em>Tongue</em>. <strong>Grian Chatten</strong> menyebut album ini sebagai ruang uji tempat mereka mencobakan berbagai musik pengubah suasana hati kepada pendengarnya, dengan tema yang dipungut dari linimasa tanpa ujung, mulai dari kecerdasan buatan sampai ancaman krisis iklim. Rekamannya berpindah-pindah dari London, pedesaan Inggris, sampai Palermo, Italia, tempat <strong>Grian Chatten</strong> membangun bilik rekaman sendiri dari kasur dan bantal. Persis anak kos yang meredam kamar sebelum merekam cover.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya terus terang penasaran bagaimana duet ini kelak dibawakan di panggung, karena tur besar mereka sudah menanti. Selepas deretan arena di Inggris dan Eropa sepanjang Oktober dan November, <strong>Fontaines D.C.</strong> dijadwalkan singgah ke Asia pada Januari 2027. Kota-kotanya belum diumumkan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Fontaines D.C. - Where Is Gone? (with Rosalía)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/JxS3kEhO4zk?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/fontaines-dc-rosalia-where-is-gone.jpg" alt="Fontaines D.C. Where Is Gone bersama Rosalía, kartu judul video resmi" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Kartu judul video Where Is Gone? / Fontaines D.C. (YouTube)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Video resminya langsung masuk YouTube Trending dunia sebagai entri baru di peringkat 16 menurut data kworb, dengan peringkat 10 di Spanyol dan 16 di Prancis. Arsip kabar mereka lainnya bisa kamu telusuri di halaman <a href="https://parapop.net/tag/fontaines-d-c/"><strong>Fontaines D.C.</strong></a> dan <a href="https://parapop.net/tag/rosalia/"><strong>Rosalía</strong></a>. Empat hari lagi, kita tahu apakah <em>Where Is Gone?</em> jadi puncak album atau baru pemanasannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Dopamine Chamber</em> milik <strong>Fontaines D.C.</strong> rilis 16 Oktober 2026 melalui XL Recordings, diproduseri <strong>James Ford</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(VRD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>The Decemberists Rilis The Better Part of Bravery, Lagu Penutup Film Wildwood</title>
<link>https://parapop.net/lagu-baru-the-decemberists-better-part-of-bravery/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Sat, 10 Oct 2026 04:35:49 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Colin Meloy]]></category>
<category><![CDATA[Lagu Baru]]></category>
<category><![CDATA[Laika]]></category>
<category><![CDATA[The Better Part of Bravery]]></category>
<category><![CDATA[The Decemberists]]></category>
<category><![CDATA[Wildwood]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34352</guid>
<description><![CDATA[Colin Meloy menulis lagu penutup untuk film Wildwood, adaptasi novelnya sendiri, dan The Decemberists merekamnya jadi lagu baru pertama mereka dalam dua tahun.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Menulis lagu untuk film itu pekerjaan biasa. Menulis lagu untuk film yang diangkat dari novelmu sendiri, itu perkara lain, dan begitulah asal-usul lagu baru <strong>The Decemberists</strong>, <em>The Better Part of Bravery</em>. Lagu ini mengiringi kredit penutup <em>Wildwood</em>, film animasi stop-motion garapan studio Laika, sekaligus menjadi lagu baru pertama band asal Portland itu dalam dua tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Novelnya sendiri ditulis vokalis <strong>Colin Meloy</strong> dan terbit pada 2011 sebagai buku pertama seri <em>Wildwood Chronicles</em>. Lima belas tahun kemudian ceritanya pindah ke layar, lalu lagunya pulang lagi ke tangan sang penulis. Mirip rantang yang dipinjam tetangga, lalu dikembalikan berisi lauk.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lagu Baru The Decemberists yang Pulang ke Hutan Sendiri</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Permintaan itu datang bertahun-tahun lalu dari sutradara Travis Knight, dan <strong>Colin Meloy</strong> mengaku menyambutnya dengan perasaan campur aduk, bersemangat sekaligus takut. Di Substack-nya, ia mengaku bingung bagaimana menulis lagu yang membawa hati sebuah film ketika filmnya berangkat dari cerita yang ia tulis sendiri. Ia punya gagasan tentang apa sebenarnya isi buku-bukunya, tapi sadar filmnya bisa saja memaknainya lain. &#8220;This, my friends, is soul of collaboration,&#8221; tulisnya. Kepada <a href="https://consequence.net/2026/10/the-decemberists-the-better-part-of-bravery-wildwood/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Consequence</a> ia menyebut lagu ini sebagai kesempatan untuk kembali ke dunia <em>Wildwood</em> dengan cara yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada keraguan yang manis dalam pengakuan itu, dari orang yang semestinya paling paham ceritanya. Saya ikut gemas membacanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunyinya sendiri tidak jauh dari rumah. <a href="https://stereogum.com/2514130/the-decemberists-share-new-song-from-movie-adaptation-of-colin-meloys-wildwood/music" rel="nofollow noopener" target="_blank">Stereogum</a> menyebutnya folk-rock yang berjalan santai dan mengembara, dibumbui tiupan harmonika dan petikan banjo yang renyah. Versi audio resminya berdurasi 4 menit 25 detik, cukup panjang untuk menemani deretan nama kru yang bergulir di layar. Ia direkam Juni lalu di Flora Playback and Recording, Portland, diproduseri band bersama Tucker Martine. Kita yang sudah lama mengenal <a href="https://parapop.net/indie-folk/">ramuan indie folk</a> mereka mungkin akan langsung mengangguk-anggukkan kepala begitu harmonikanya masuk.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Better Part Of Bravery" width="500" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/rrpSrihnjfo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini juga datang sebagai obat rindu. Album terakhir mereka, <em>As It Ever Was, So It Will Be Again</em>, rilis pada 2024, dan sejak itu belum ada materi baru. Studio Laika rupanya cukup percaya diri dengan hasilnya. Menurut Variety, mereka akan mengajukan <em>The Better Part of Bravery</em> ke kategori Lagu Orisinal Terbaik di Academy Awards.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/the-decemberists-better-part-of-bravery.jpg" alt="Sampul lagu baru The Decemberists, The Better Part of Bravery" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Sampul The Better Part of Bravery dari soundtrack Wildwood / The Decemberists dan LAIKA</figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Film Wildwood, dari Halaman Buku ke Layar Laika</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wildwood</em> tayang perdana di BFI London Film Festival pada 11 Oktober, lalu masuk bioskop Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Irlandia pada 23 Oktober 2026. Deretan pengisi suaranya dipimpin Peyton Elizabeth Lee dan Jacob Tremblay, ditemani Carey Mulligan, Mahershala Ali, dan Angela Bassett, plus <strong>Tom Waits</strong> yang ikut meminjamkan suaranya. Musik latarnya digarap Dario Marianelli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album soundtrack-nya dirilis lewat Decca Records. Tak cukup sampai di sana, ada pula <em>The Wildwood Sessions</em> yang menyusul sepekan kemudian, berisi musisi-musisi Portland dan kawan-kawannya, mulai dari <strong>Aminé</strong>, <strong>Portugal. The Man</strong>, <strong>quickly, quickly</strong>, sampai <strong>Saya Gray</strong>, <a href="https://parapop.net/alt-pop/"><strong>Still Woozy</strong></a>, dan <strong>New Constellations</strong>. Sebuah hutan yang ramai penghuninya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau Academy ikut terpikat, kita mungkin akan melihat <strong>The Decemberists</strong> berdiri di panggung Oscar, membawakan lagu tentang keberanian dari hutan yang dulu hanya ada di kepala <strong>Colin Meloy</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu <em>The Better Part of Bravery</em> milik <strong>The Decemberists</strong> dirilis 9 Oktober 2026 dan tersedia di album soundtrack <em>Wildwood</em> melalui Decca Records. Film <em>Wildwood</em> tayang di bioskop mulai 23 Oktober 2026. Kabar rilisan lain bisa kamu temukan di kanal <a href="https://parapop.net/category/news/album-release/">New Releases</a> ParaPop.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>The Big Moon Rilis F.O.R.E.V.E.R, Album Forever Meluncur 30 Oktober</title>
<link>https://parapop.net/lagu-baru-the-big-moon-forever/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 04:29:37 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[F.O.R.E.V.E.R]]></category>
<category><![CDATA[Fiction Records]]></category>
<category><![CDATA[Forever]]></category>
<category><![CDATA[Juliette Jackson]]></category>
<category><![CDATA[Lagu Baru]]></category>
<category><![CDATA[The Big Moon]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34173</guid>
<description><![CDATA[The Big Moon melepas F.O.R.E.V.E.R, lagu tentang semesta dan hidup kita yang kecil, menjelang album keempat Forever yang ditulis Juliette Jackson untuk dirinya di masa depan.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sepuluh tahun lalu kami memperkenalkan <strong>The Big Moon</strong> di laman ini sebagai <a href="https://parapop.net/big-moon-kuartet-wanita-kikuk-yang-gaduh/">kuartet wanita kikuk yang gaduh</a>. Kini lagu baru <strong>The Big Moon</strong> datang dengan pertanyaan yang jauh lebih besar dari kegaduhan, yaitu seberapa penting hidup kita yang kecil ini di tengah semesta yang luasnya tak terbayangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu itu berjudul <em>F.O.R.E.V.E.R</em>, dieja huruf demi huruf, dan menjadi pratinjau keempat dari <em>Forever</em>, album keempat mereka yang rilis 30 Oktober 2026 lewat Fiction Records. &#8220;It&#8217;s about comparing the interconnectedness of everything in the universe with our tiny lives here on earth and remembering that however small you feel, you still have an effect,&#8221; tulis band ini, sebagaimana dikutip <a href="https://readdork.com/news/the-big-moon-forever-single-uk-instore-dates-47e76df1ca" rel="nofollow noopener" target="_blank">Dork</a>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lagu Baru The Big Moon yang Ditulis untuk Masa Depan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kalimat tentang merasa kecil itu punya latar yang tidak main-main. Pada 2024, vokalis <strong>Juliette Jackson</strong> didiagnosis kolesteatoma, kista jinak tapi merusak di dalam gendang telinga. Setelah operasi, sebagian besar pendengaran di satu sisinya hilang secara permanen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi penulis lagu, itu kabar yang kejam. &#8220;Everything sounded out of tune and I was just struggling to find a point at all,&#8221; kenang <strong>Juliette Jackson</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jalan keluarnya justru ganjil. Ia memutuskan menulis lagu untuk masa khayalan satu atau dua tahun ke depan, ketika dirinya sudah pulih dan bahagia lagi. Mirip menulis surat untuk kapsul waktu di acara perpisahan SD, hanya saja yang membuka suratnya nanti adalah dirinya sendiri. Ada keberanian yang aneh dalam cara itu, semacam memesan kebahagiaan di muka sebelum barangnya tersedia. Menurut <strong>Juliette Jackson</strong>, trik membohongi diri sendiri ke arah sana malah menjadi cara menulis yang menyenangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>F.O.R.E.V.E.R</em> duduk di urutan keempat, terselip di antara <em>Fun</em> dan <em>Sounds</em> di sisi pertama piringan hitamnya. Di visualiser resminya, lagu baru <strong>The Big Moon</strong> ini berdurasi 4 menit 10 detik, lebih panjang dari <em>Gravity</em> (3 menit 42 detik) dan <em>Fun</em> (3 menit 31 detik) yang dirilis lebih dulu. Ia tidak terburu-buru sampai di ujung, dan gambar yang menemaninya pun setia pada tema, yaitu bumi yang melayang di antara bintang-bintang yang melesat. Kita diajak memandangi planet kecil itu cukup lama sampai terasa betapa mungilnya kita yang tinggal di atasnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Big Moon - F.O.R.E.V.E.R (Official Visualiser)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/tqmWP3n5GkI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Album Forever, Bahagia yang Dipesan di Muka</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Forever</em> direkam selama tiga minggu di Norfolk dan digarap bersama produser Sam Cohen. Sepuluh lagunya berangkat dari pertanyaan yang dilontarkan <strong>Juliette Jackson</strong> sendiri, kira-kira apa yang terjadi setelah &#8220;bahagia selamanya&#8221;, dan bagaimana membuat selamanya itu berarti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pratinjau sebelumnya sudah memberi bocoran rasa. <em>Gravity</em> lahir dari pelukan anaknya yang selalu berlari dan menabrak tubuhnya setiap kali dijemput dari tempat penitipan anak, pelukan yang ia nikmati karena tahu tidak akan bertahan selamanya. Kalau kamu ingat, empat tahun lalu <em>Trouble</em> dari album <em>Here Is Everything</em> lahir dari <a href="https://parapop.net/the-big-moon-siap-rilis-album-ketiga-here-is-everything-dengan-single-trouble/">kenangan perjalanan menuju rumah sakit untuk melahirkan</a>. Kini sang anak sudah cukup besar untuk berlari. <em>Three Things</em> dibalut synth yang cerah, sementara <em>Fun</em> datang dengan pernyataan sikap yang manis. Menurut <strong>Juliette Jackson</strong>, kegembiraan dan humor sama pentingnya dengan hal-hal gelap dalam karya seni, dan ia menutupnya dengan dua kata, &#8220;Pop music forever.&#8221;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/the-big-moon-fun.jpg" alt="Visualiser Fun, salah satu lagu baru The Big Moon dari album Forever" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Cuplikan visualiser Fun / The Big Moon</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bassist <strong>Celia Archer</strong> merangkumnya dengan hangat. Lagu-lagu di album ini tidak remeh, katanya, tapi Jules sudah menunjukkan bahwa kita bisa menghadapi semua itu dan tetap memilih berharap. Saya suka kalimat itu. Ia terdengar seperti racikan yang tepat untuk album yang judulnya terdengar seperti janji.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjelang dan setelah rilis, <strong>The Big Moon</strong> akan menyambangi sembilan toko rekaman di Inggris pada 27 Oktober hingga 5 November, lalu menggelar tur headline 18 sampai 27 November yang berakhir di O2 Academy Brixton, London. Sudah sembilan tahun sejak debut <em>Love In The 4th Dimension</em> yang dulu <a href="https://parapop.net/nilai-sempurna-untuk-love-4th-dimension-dari-big-moon/">kami beri nilai sempurna</a>, dan kuartet yang dulu gaduh itu kini menulis lagu tentang semesta sambil merawat telinga yang terluka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga bahagia selamanya, mbak Jules!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album <em>Forever</em> milik <strong>The Big Moon</strong> rilis 30 Oktober 2026 melalui Fiction Records, diproduseri bersama Sam Cohen. Instore digelar di Rough Trade East London, Pie &amp; Vinyl Southsea, Sound Knowledge Marlborough, Resident Brighton, Vinilo Southampton, Rough Trade Nottingham, Rough Trade Liverpool, Wax and Beans Bury, dan Rough Trade Bristol. Tur headline singgah di Birmingham, Edinburgh, Glasgow, Bristol, Brighton, Manchester, Leeds, dan London. Arsip ParaPop soal band ini ada di tag <a href="https://parapop.net/tag/the-big-moon/">The Big Moon</a>, dan kabar rilisan lain dari <a href="https://diymag.com/news/the-big-moon-forever-fun" rel="nofollow noopener" target="_blank">DIY</a> turut kami rujuk.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Daftar Lagu Album Forever The Big Moon</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><em>Gravity</em></li>


<li><em>Three Things</em></li>


<li><em>Fun</em></li>


<li><em>F.O.R.E.V.E.R</em></li>


<li><em>Sounds</em></li>


<li><em>You Remind Me That I&#8217;m Dying (and that it&#8217;s good to be alive)</em></li>


<li><em>Speed Bump</em></li>


<li><em>Can I Get A Reading Please</em></li>


<li><em>I See You, Honey</em></li>


<li><em>Chill</em></li>

</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Fontaines D.C. Rilis Tongue, Grian Chatten Berduet dengan Dirinya Sendiri</title>
<link>https://parapop.net/lagu-baru-fontaines-d-c-tongue/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 02:41:03 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Video Post]]></category>
<category><![CDATA[Dopamine Chamber]]></category>
<category><![CDATA[Fontaines D.C.]]></category>
<category><![CDATA[Grian Chatten]]></category>
<category><![CDATA[Rosalía]]></category>
<category><![CDATA[Tongue]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34036</guid>
<description><![CDATA[Grian Chatten berduet dengan versi cempreng dirinya sendiri di Tongue, pratinjau kedua album Dopamine Chamber yang videonya langsung masuk YouTube Trending dunia.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ada dua <strong>Grian Chatten</strong> di lagu baru <strong>Fontaines D.C.</strong> ini. Yang satu bernyanyi dengan suara yang kita kenal, yang lain bernada tinggi dan cempreng, hasil sampel vokal sang vokalis yang dinaikkan nadanya oleh gitaris <strong>Carlos O&#8217;Connell</strong>. Jadilah <em>Tongue</em> sebuah duet antara <strong>Grian Chatten</strong> dan kembarannya yang lebih nyaring, dirilis 30 September 2026 sebagai pratinjau kedua album <em>Dopamine Chamber</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Videonya langsung bekerja. Sehari setelah rilis, video <em>Tongue</em> masuk YouTube Trending dunia di peringkat 11 menurut data <a href="https://kworb.net/youtube/trending.html" rel="nofollow noopener" target="_blank">kworb</a>, dengan singgahan di peringkat 49 Amerika Serikat serta peringkat 28 Italia dan Prancis. Di 50 besar hari itu, lagu rock lain hanya <em>Stormwatcher</em> milik <strong>Tony Iommi</strong>. Lumayan untuk lagu yang berjalan sepelan ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lagu Baru Fontaines D.C. yang Diracik Pelan-pelan</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Tongue</em> tidak buru-buru. Ia berjalan lambat, ditopang drum bergaya trip-hop yang menggelinding malas, sementara bassist <strong>Conor Deegan III</strong> memainkan kecepatan pita rekaman untuk memperlambat sekaligus mendistorsi bass-nya. Menurut <a href="https://www.nme.com/news/music/fontaines-dc-release-new-single-tongue-listen-3971561" rel="nofollow noopener" target="_blank">NME</a>, teknik itu terinspirasi cara kerja studio <strong>Prince</strong>, sehingga bass-nya terdengar seperti sampel hip-hop yang kusut. Kita yang dulu menggulung pita kaset pakai pensil pasti merasa akrab, hanya saja kali ini kekusutannya disengaja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di atas racikan itu ada gitar yang menjerit, denting piano yang menyeramkan, dan gesekan string yang pelan-pelan meretakkan wajah lagu yang awalnya tenang. Band ini sendiri menyebutnya salah satu trek paling viseral di album barunya, sebagaimana dikabarkan <a href="https://consequence.net/2026/09/fontaines-dc-tongue-dopamine-chamber/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Consequence</a>. Kepala kita dipaksa mengangguk pelan, lalu tiba-tiba ingin menoleh ke belakang karena suara cempreng itu muncul lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gitaris <strong>Conor Curley</strong> menjelaskan arah ini dengan santai. &#8220;We continued where Romance left off, leaving the live-band elements until they were really needed,&#8221; ujarnya. <em>Romance</em> yang ia maksud adalah album 2024 mereka yang masuk nominasi Mercury Prize. Unik. Band <a href="https://parapop.net/indie-rock/">rock asal Dublin</a> ini menyimpan bunyi band utuhnya seperti bumbu mahal, dipakai seperlunya saja.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Fontaines D.C. - Tongue (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/5OsIwKHppho?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Video garapan John Angus Stewart ini direkam di New York, berisi close-up para personel yang disiram cahaya biru sampai bikin pusing. Durasinya 3 menit 18 detik, dan setiap detiknya terasa seperti ditonton dari balik kaca akuarium. Sorot biru itu cocok dengan suasana lagunya yang dingin dan sedikit mengancam. <a href="https://www.stereogum.com/2513114/fontaines-d-c-tongue/music/" rel="nofollow noopener" target="_blank">Stereogum</a> mencatat dengan jenaka bahwa kali ini tidak ada AI di dalamnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dopamine Chamber, Ruang Uji Rasa Fontaines D.C.</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Dopamine Chamber</em> akan rilis 16 Oktober 2026 lewat XL Recordings, diproduseri James Ford. <em>Marianne</em> sudah lebih dulu dilepas Agustus lalu sebagai single pembuka, dan <em>Tongue</em> sempat dibawakan pertama kali di konser Brooklyn sepekan sebelum rilis. Album kelima ini juga mencatat sejarah kecil, yaitu tamu pertama di album studio <strong>Fontaines D.C.</strong>, <strong>Rosalía</strong> di lagu <em>Where Is Gone?</em>. Nama penyanyi asal Spanyol itu sekilas terasa jauh dari dunia band ini, dan justru di situ letak penasarannya. (Baca juga <a href="https://parapop.net/the-smile-rilis-single-terbaru-friend-of-a-friend-album-kedua-wall-of-eyes-meluncur-akhir-bulan/">The Smile Rilis Single Terbaru &#8220;Friend Of A Friend&#8221;, Album Kedua &#8220;Wall Of Eyes&#8221; Meluncur Akhir Bulan</a>)</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/fontaines-dc-marianne.jpg" alt="Cuplikan video Marianne, lagu baru Fontaines D.C. sebelum Tongue" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Cuplikan video Marianne, single pertama Dopamine Chamber / Fontaines D.C.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Grian Chatten</strong> menyebut albumnya sebagai ruang uji coba. &#8220;The album itself is a dopamine chamber. You step inside and we test these different mind or mood-altering pieces of music on you,&#8221; ujarnya kepada NME. Ia juga menakar kadar kemanusiaan karyanya sendiri. Menurutnya <em>Romance</em> kira-kira 60 persen manusia dan 40 persen dirusak otomatisasi, sementara album baru ini terasa kebalikannya, 60 persen yang sudah rusak. Kalimat itu terdengar seperti brosur wahana rumah hantu, dan <em>Tongue</em> adalah pintu masuknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jujur saja, saya tidak tahu harus merasa lega atau ngeri membaca hitungan itu. Yang jelas, kita punya dua pekan untuk memutar lagu baru <strong>Fontaines D.C.</strong> ini berulang-ulang sebelum <em>Dopamine Chamber</em> tiba.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu empat puluh persen sisanya itu, milik siapa?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single <em>Tongue</em> milik <strong>Fontaines D.C.</strong> dirilis 30 September 2026. Album <em>Dopamine Chamber</em> rilis 16 Oktober 2026 melalui XL Recordings, diproduseri James Ford, menyusul <em>Romance</em> yang rilis tahun 2024. Tur 2027 mereka mencakup Jepang, Australia, dan Selandia Baru. Rilisan baru lain bisa kamu temukan di kanal <a href="https://parapop.net/category/news/album-release/">New Releases</a> ParaPop.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Placebo Rilis Helen Keller, Lagu Baru dari Hidden Track Debut 1996</title>
<link>https://parapop.net/lagu-baru-placebo-helen-keller/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 02:48:10 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[New Releases]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[News]]></category>
<category><![CDATA[Brian Molko]]></category>
<category><![CDATA[Helen Keller]]></category>
<category><![CDATA[Lagu Baru]]></category>
<category><![CDATA[Placebo]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=33927</guid>
<description><![CDATA[Melodi piano H.K. Farewell yang tersembunyi di era debut 1996 kini dimasak ulang jadi Helen Keller, dirilis di hari pertama tur ulang tahun ke-30 Placebo.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu termasuk yang membiarkan CD debut <strong>Placebo</strong> terus berputar setelah lagu terakhirnya habis, kamu mungkin sudah lebih dulu berkenalan dengan tulang punggung lagu baru <strong>Placebo</strong> ini. Namanya <em>Helen Keller</em>, dirilis 28 September 2026, tepat di hari pertama tur ulang tahun ke-30 mereka di Super Bock Arena, Porto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahannya diambil dari <em>H.K. Farewell</em>, instrumental tersembunyi dari era album debut 1996. Melodi piano itu kini dimasak ulang jadi hidangan yang sama sekali baru, mirip uang lima puluh ribu yang terselip di saku celana lama lalu baru dibelanjakan tiga puluh tahun kemudian. <strong>Brian Molko</strong> menjelaskannya dengan ringkas. &#8220;This is a new rock song inspired by the piano melody from H.K. Farewell and named after one of my favourite people from history,&#8221; ujarnya. Helen Keller, bagi yang lupa pelajaran sejarah, adalah penulis dan aktivis tunarungu-netra asal Amerika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada suasana hantu yang bergentayangan di sini. Melodi keyboard yang ganjil itu tetap jadi fondasinya, tapi kali ini ia dibungkus rangka rock yang lebih berat dan lebih getir. Lyric video resminya berdurasi 4 menit 44 detik, cukup panjang untuk membuat kita memejamkan mata dan membiarkan melodi lama itu terngiang-ngiang. Lagu baru <strong>Placebo</strong> ini direkam di London awal tahun ini, diproduseri band itu sendiri bersama Adam Noble yang juga menangani mixing.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Placebo - Helen Keller - Lyric Video" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/8kQbg4Pqa4Q?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tur ulang tahun ke-30 ini punya aturan main yang galak. Setlist-nya hanya diambil dari album <em>Placebo</em> (1996) dan <em>Without You I&#8217;m Nothing</em> (1998), dibawa berkeliling 36 arena di Inggris dan Eropa, lalu berlanjut ke sepuluh konser di Amerika Latin mulai 20 Februari 2027 di São Paulo. Sebelumnya mereka juga merilis <em>Placebo RE:CREATED</em>, versi olah ulang album debut yang memuat kesepuluh lagu aslinya ditambah <em>Drowning By Numbers</em> dan <em>H.K. Farewell</em>. Di tengah perayaan yang serba menoleh ke belakang, <em>Helen Keller</em> terasa seperti satu langkah kecil ke depan. (Baca juga <a href="https://parapop.net/benjamin-francis-leftwich-bawa-ulang-pure-morning-milik-placebo/">Benjamin Francis Leftwich Bawa Ulang &#8220;Pure Morning&#8221; Milik Placebo</a>)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadwalnya sejauh ini berkutat di Eropa dan Amerika Latin. Kita yang di daerah tropis cukup memutar ulang lyric video lagu baru <strong>Placebo</strong> ini dulu, dan saya berharap tur ini kelak mau sedikit menyimpang ke arah khatulistiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single <em>Helen Keller</em> milik <strong>Placebo</strong> dirilis 28 September 2026 melalui Elevator Lady Ltd/So Recordings, diproduseri <strong>Placebo</strong> dan Adam Noble. Tur ulang tahun ke-30 berlanjut ke Nottingham, Glasgow, Dublin, Manchester, London, dan Cardiff pada akhir November hingga awal Desember 2026. Sumber: <a href="https://www.nme.com/news/music/check-out-the-brooding-new-single-helen-keller-from-placebo-3971161" rel="nofollow noopener" target="_blank">NME</a> dan <a href="https://readdork.com/news/placebo-helen-keller-new-single-2b759615cd" rel="nofollow noopener" target="_blank">Dork</a>. Arsip ParaPop soal band ini ada di tag <a href="https://parapop.net/tag/placebo/">Placebo</a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
</channel>
</rss>
