<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Panduan Musik &#8211; ParaPOP</title>
<atom:link href="https://parapop.net/category/panduan-musik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>https://parapop.net</link>
<description>Parenthesis of POP!!</description>
<lastBuildDate>Wed, 21 Oct 2026 03:57:46 +0000</lastBuildDate>
<language>en-US</language>
<image>
<url>https://parapop.net/wp-content/uploads/2016/07/cropped-IMG_7618-e1469729839770-32x32.jpg</url>
<title>Panduan Musik &#8211; ParaPOP</title>
<link>https://parapop.net</link>
<width>32</width>
<height>32</height>
</image>
<item>
<title>13 Lagu Dark Pop untuk Malam Halloween</title>
<link>https://parapop.net/lagu-halloween-dark-pop/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Wed, 21 Oct 2026 03:54:12 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Panduan Musik]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Ashnikko]]></category>
<category><![CDATA[Billie Eilish]]></category>
<category><![CDATA[CHVRCHES]]></category>
<category><![CDATA[Daftar Lagu]]></category>
<category><![CDATA[Dark Pop]]></category>
<category><![CDATA[Halloween]]></category>
<category><![CDATA[Kim Petras]]></category>
<category><![CDATA[Lady Gaga]]></category>
<category><![CDATA[Lana Del Rey]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34729</guid>
<description><![CDATA[Tiga belas lagu dark pop untuk malam Halloween, dari Lady Gaga dan Lana Del Rey sampai resepsionis vampir di arsip ParaPop. Lampunya silakan dimatikan sendiri.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Di kalender kita, 31 Oktober 2026 jatuh pada hari Sabtu biasa, tanpa tanggal merah, tanpa labu yang diukir di teras, dan tanpa lagu halloween yang diputar berulang-ulang di pusat perbelanjaan. Namun linimasa tidak pernah peduli kalender. Setiap akhir Oktober ia penuh kostum, riasan pucat, dan potongan lagu yang sama, dan sebagian besar lagu itu ternyata berasal dari satu dapur yang sudah sebulan ini kita bahas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bulan Dark Pop di ParaPop ditutup di sini. Kami sudah menjawab <a href="https://parapop.net/apa-itu-dark-pop/">apa itu dark pop</a> lewat sepuluh lagu pintu masuk, lalu membedah <a href="https://parapop.net/perbedaan-dark-pop-dan-darkwave/">perbedaan dark pop dan darkwave</a> beserta gothic rock dan witch house. Pekan Halloween ini giliran yang paling praktis, yaitu tiga belas lagu dark pop dan tetangganya untuk menemani malam paling seram tahun ini. Angka tiga belas dipilih dengan sengaja, tentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepuluh lagu di tulisan pertama sengaja tidak kami ulang di sini. Jadi kalau kamu mencari <em>bury a friend</em> atau <em>Cradles</em>, mereka sudah menunggu di sana.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lagu Halloween dari Dapur Pop Besar, Labu yang Diukir Rapi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kita mulai dari yang paling tua. <strong>Florence and the Machine</strong> dengan <em>Seven Devils</em> (2011, Island Records). Lagu ini ada di album kedua <em>Ceremonials</em>, yang seluruhnya diproduseri Paul Epworth dan bunyinya oleh sebagian penulis musik digolongkan baroque pop sampai gothic pop. Ia bukan single, tapi justru paling rajin dipinjam trailer, mulai dari <em>Game of Thrones</em> sampai <em>Agatha All Along</em>. Lagu seram yang seolah lahir untuk mengiringi sesuatu yang buruk akan segera terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Lady Gaga</strong> dengan <em>Bloody Mary</em> (2011, Interscope). Ditulis <strong>Lady Gaga</strong> bersama Fernando Garibay dan DJ White Shadow untuk album <em>Born This Way</em>, ia meracik electropop, synth-pop, dan trance dengan nyanyian Gregorian di latarnya. Para pengulas waktu itu menyebutnya gotik dan seram. Sebelas tahun kemudian, pada November 2022, versi yang dipercepat jadi latar video TikTok berisi tarian Wednesday Addams dari serial Netflix <em>Wednesday</em> dan ribuan tiruannya. Lagu lama itu akhirnya dikirim ke radio sebagai single pada Desember 2022 dan masuk empat puluh besar di Inggris, Jerman, dan Italia. Album sudah sebelas tahun, lagunya baru naik pangkat jadi lagu halloween wajib. Sabar sekali.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Halsey</strong> dengan <em>Castle</em> (2016, Capitol). Aslinya ada di album debut <em>Badlands</em> (2015), lalu direkam ulang untuk film <em>The Huntsman: Winter&#8217;s War</em>. Ditulis bersama dan diproduseri Lido, ia menyimpan paduan suara yang menyanyikan Agnus Dei di belakang vokal <strong>Halsey</strong>. Paduan suara gereja di lagu tentang merebut takhta. Bumbunya pas untuk malam yang butuh sedikit drama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Billie Eilish</strong> dengan <em>you should see me in a crown</em> (2018, Darkroom, Interscope). Single pertama dari album <em>When We All Fall Asleep, Where Do We Go?</em>, ditulis bersama Finneas O&#8217;Connell yang juga memproduserinya. Video animasinya digarap bersama seniman Jepang Takashi Murakami, dan di situ <strong>Billie Eilish</strong> menjelma makhluk setengah gadis setengah laba-laba yang akhirnya mengamuk. Kepala tetap mengangguk, bulu kuduk tetap berdiri.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/lady-gaga-official-share.jpg" alt="Lagu halloween dark pop, foto resmi hitam putih Lady Gaga di balik kaca yang retak" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Foto: Lady Gaga / <a href="http://ladygaga.com" class="autohyperlink" target="_blank" rel="nofollow noopener">ladygaga.com</a></figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kim Petras</strong> dengan <em>Turn Off the Light</em> (2018, BunHead). Ini satu-satunya proyek di daftar ini yang memang dibuat khusus untuk Halloween. Pada 1 Oktober 2018, <strong>Kim Petras</strong> melepas EP delapan lagu <em>Turn Off the Light, Vol. 1</em> lewat labelnya sendiri, dan <a href="https://www.npr.org/2018/10/31/662129014/kim-petras-goes-dark-for-halloween-with-turn-off-the-light-vol-1" rel="nofollow noopener" target="_blank">NPR menyebutnya mixtape bertema Halloween</a> yang penuh bunyi seram dan tema muram. Kait-kait manis khasnya didandani ulang dengan bunyi industrial yang gelap, dan di lagu utamanya ada tamu kehormatan, Elvira, Mistress of the Dark, pembawa acara film horor legendaris itu. Setahun kemudian semuanya dilebur jadi mixtape penuh <em>Turn Off the Light</em> berisi tujuh belas lagu. Kalau kamu cuma sempat memutar satu lagu halloween malam itu, mulailah dari sini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Turn Off The Light - Kim Petras feat. Elvira, Mistress of the Dark (Official Audio)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/DSbgQE5x2QM?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ashnikko</strong> dengan seri <em>Halloweenie</em> (2019 dan seterusnya). Bagi <strong>Ashnikko</strong>, lagu halloween sudah jadi tradisi tahunan. <em>Halloweenie II</em> yang bersubjudul <em>Pumpkin Spice</em> keluar Oktober 2019, disusul <em>Halloweenie III</em> pada 2020 dan <em>Halloweenie IV</em> pada 2021, lalu seluruh serinya dikumpulkan dalam satu EP pada 2024. Rajin seperti arisan, cuma yang dibagikan bukan uang tapi mimpi buruk.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Lana Del Rey</strong> dengan <em>Season of the Witch</em> (2019, Interscope). Lagu milik <strong>Donovan</strong> dari album <em>Sunshine Superman</em> (1966) ini dibawakan ulang untuk film <em>Scary Stories to Tell in the Dark</em>, yang diproduseri Guillermo del Toro, dan diputar di bagian kredit penutupnya. Del Toro sendiri yang memilih <strong>Lana Del Rey</strong>, karena ia yakin <strong>Lana Del Rey</strong> akan memakai &#8220;alkimianya&#8221; untuk mengubah lagu itu. Lagu psikedelik 60-an yang dimasak pelan sampai jadi lagu dark pop. Ia lagu halloween untuk bagian malam ketika tamu mulai pulang.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Season Of The Witch (From The Motion Picture &quot;Scary Stories To Tell In The Dark&quot; / Audio)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/zA4OjrpVsiY?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>CHVRCHES</strong> dengan <strong>Robert Smith</strong> di <em>How Not to Drown</em> (2021, EMI, Glassnote). Album keempat trio synth-pop asal Skotlandia ini, <em>Screen Violence</em>, seluruhnya bertema horor. Di lagu ini mereka mengundang vokalis <strong>The Cure</strong>, band yang namanya muncul berkali-kali saat kita membahas gothic rock pekan lalu. Lagu ini lahir dari demo piano dan drum yang direkam saat salah satu personelnya sedang bergulat dengan depresi, lalu memenangi Best Song by a UK Artist di NME Awards 2022. AllMusic menyebutnya cukup murung untuk menghormati warisan semua yang terlibat. Ada pertemuan dua generasi berbaju hitam di sini, dan keduanya akur.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="CHVRCHES, Robert Smith - How Not To Drown (Official Video)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/7U_LhzgwJ4U?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Lagu Halloween dari Rak Arsip ParaPop, Hantu Kecil yang Ramah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lima lagu berikut bukan lagu dark pop murni. Sebagian malah pop-punk dan alt rock. Tapi mereka sudah lebih dulu mampir ke ParaPop membawa kostum Halloween, dan rasanya tidak sopan kalau tidak diundang ke pesta sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sophie Tex</strong> dengan <a href="https://parapop.net/sophie-tex-psycho/"><em>Psycho</em></a> (2026). Penyanyi remaja asal Toronto ini memilih sesuatu yang lebih dekat daripada hantu dan labu, yaitu teman yang terlalu seru untuk dijauhi. Denyut synth beningnya rapi dan ringan dikunyah. Ia lagu dark pop paling murni di antara kelimanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Shansylvania</strong> dengan <a href="https://parapop.net/shansylvania-haunted-hotel/"><em>Haunted Hotel</em></a> (2026). Tokohnya resepsionis vampir yang berjaga di shift malam sambil menunggu kekasihnya kembali. Vampir juga butuh gaji, dan lagu pertama proyek <strong>Shannon Provost</strong> ini menyimpan sedihnya di balik kostum.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Muo Duo</strong> dengan <a href="https://parapop.net/muo-duo-arachnophobia/"><em>Arachnophobia</em></a> (2024). Pasangan yang toksik diibaratkan laba-laba raksasa, lalu diantar tiupan trumpet dan bass yang menggelegar. Lagu dansa untuk orang yang baru saja lolos dari jaring.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>the Baker&#8217;s Basement</strong> dengan <a href="https://parapop.net/the-bakers-basement-skeleton-party/"><em>Skeleton Party</em></a> (2022). Band asal Cleveland, Ohio, ini meracik alt rock yang renyah dengan tempo yang tidak terlalu cepat. Judulnya sudah menjelaskan seluruh rencana malam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dalton Deschain &amp; the Traveling Show</strong> dengan <a href="https://parapop.net/dalton-deschain-the-traveling-show-some-dark-magik/"><em>Some Dark Magik</em></a> (2025). Band pulp-punk asal New York ini memang hidup dari tema horor. Gitar dan drumnya berlari cepat, vokalnya seperti narator film seram yang terlalu menikmati perannya, dan cinta yang sudah busuk dicoba dihidupkan lagi lewat mantra.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menyusun Playlist Halloween untuk Kita yang di Daerah Tropis</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kita tidak punya musim gugur, daun yang rontok, atau anak-anak yang mengetuk pintu meminta permen. Yang kita punya hujan sore, listrik yang kadang padam, dan malam Minggu. Itu sudah lebih dari cukup. Lagu halloween pada dasarnya hanya butuh dua hal, lampu yang diredupkan dan keberanian memutar lagu seram keras-keras.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau mau disusun jadi satu playlist halloween, urutannya bisa mengikuti suhu malam. Buka dengan yang paling bisa diajak berdansa, <em>Turn Off the Light</em>, <em>Bloody Mary</em>, dan <em>Arachnophobia</em>. Masuk ke tengah malam lewat <em>Castle</em>, <em>Seven Devils</em>, dan <em>How Not to Drown</em>. Tutup dengan <em>Season of the Witch</em> ketika semua orang sudah duduk di lantai. Saya sendiri baru sadar, hampir separuh daftar ini lahir dari lagu yang awalnya tidak pernah direncanakan untuk Halloween.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sambil menyusun milikmu sendiri, playlist dark pop redaksi ParaPop yang kami isi sepanjang Oktober bisa diputar lebih dulu.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Dark Pop - Song After The Lights Go Out" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/playlist/2a9N2lITNKRYSC7nUD5EoE?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Rilisan gelap berikutnya tetap akan mampir di <a href="https://parapop.net/tag/dark-pop/">tag dark pop</a>, dan konteks besarnya ada di <a href="https://parapop.net/alt-pop/">panduan alt-pop</a>. Kalau masih kurang, playlist lawas kami <a href="https://parapop.net/songs-in-the-dark-sebuah-playlist-jangan-takut-akan-gelap/">Songs in the Dark</a> dari 2017 juga masih bisa diputar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selamat Halloween. Lampunya silakan dimatikan sendiri.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Dark Pop, Darkwave, Gothic Rock, Witch House, Apa Bedanya?</title>
<link>https://parapop.net/perbedaan-dark-pop-dan-darkwave/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2026 02:33:23 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Panduan Musik]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[Bauhaus]]></category>
<category><![CDATA[Boy Harsher]]></category>
<category><![CDATA[Dark Pop]]></category>
<category><![CDATA[Darkwave]]></category>
<category><![CDATA[Gothic Rock]]></category>
<category><![CDATA[Kamus Musik]]></category>
<category><![CDATA[Molchat Doma]]></category>
<category><![CDATA[Salem]]></category>
<category><![CDATA[Witch House]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34485</guid>
<description><![CDATA[Sama-sama berbaju hitam, beda dapur. Penjelasan singkat soal dark pop, darkwave, gothic rock, dan witch house, empat tetangga yang sering tertukar.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu pernah bertanya soal perbedaan dark pop dan darkwave kepada teman yang lemarinya isinya hitam semua, kemungkinan besar jawabannya panjang dan diakhiri dengan nama band yang belum pernah kamu dengar. Wajar. Dua istilah itu, ditambah gothic rock dan witch house, sering dipakai bergantian seolah semuanya satu keluarga besar yang kebetulan sama-sama suka lampu redup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka memang bertetangga. Tapi dapurnya beda, bumbunya beda, dan tahun lahirnya pun berjauhan. Senin lalu kami sudah membahas <a href="https://parapop.net/apa-itu-dark-pop/">apa itu dark pop</a> secara panjang, dan di <a href="https://parapop.net/alt-pop/">panduan alt-pop</a> ia kebagian satu paragraf sebagai sub-varian. Kali ini giliran tetangga-tetangganya. Kita mulai dari yang paling tua.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Gothic Rock, Kakek Berjubah Hitam dari Tahun 1979</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Gothic rock lahir dari rahim post-punk Inggris di akhir 70-an. Para sejarawan goth umumnya menunjuk satu rekaman sebagai titik nol, yaitu <em>Bela Lugosi&#8217;s Dead</em> milik <strong>Bauhaus</strong>, single debut yang dilepas label Small Wonder pada Agustus 1979. Panjangnya lebih dari sembilan menit, direkam dalam satu kali ambil saat sesi enam jam pada 26 Januari 1979, dan judulnya meminjam nama aktor pemeran Dracula. Ia tidak pernah masuk tangga lagu pop, tapi bertahun-tahun bertengger di tangga lagu independen Inggris. Album debut <strong>Bauhaus</strong>, <em>In the Flat Field</em> (1980), sering disebut sebagai album gothic rock pertama.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Bauhaus - Bela Lugosi&amp;apos;s Dead (Riverside) HD" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/OMOKpcY12jI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu rak gothic rock terisi cepat. <strong>The Cure</strong> menelurkan trilogi murung <em>Seventeen Seconds</em> (1980), <em>Faith</em> (1981), dan <em>Pornography</em> (1982). <strong>Siouxsie and the Banshees</strong> makin gelap lewat <em>Juju</em> (1981). Dari Leeds, <strong>The Sisters of Mercy</strong> menambahkan tenaga rock yang lebih keras dan drum machine, lalu <em>Temple of Love</em> (1983) jadi lagu kebangsaan goth tahun itu. Di London, klub Batcave dibuka pada 21 Juli 1982 dan jadi rumah singgah para pemuda berambut sasak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Resep bunyinya bisa diracik ulang di kepala. Ada gitar yang menyayat berputar-putar, bass bernada tinggi yang justru memegang melodi, drum yang berat di tom seperti upacara suku, reverb tebal, kunci minor, dan vokal bariton yang menggumam rendah. Kritikus Simon Reynolds membandingkan gaya nyanyinya dengan campuran Jim Morrison dan Leonard Cohen. Liriknya akrab dengan romantisme sastra, kematian, simbol religius, dan hal-hal gaib.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan namanya pun lahir berliku. Pada Februari 1981 majalah <em>Sounds</em> menulis soal &#8220;punk gothique&#8221;, istilah dari vokalis UK Decay, Steve Abbott. NME sempat mencoba label &#8220;positive punk&#8221; pada Februari 1983, lalu menyerah dan memakai &#8220;goth&#8221; beberapa bulan kemudian. Nama yang dicari-cari selama dua tahun. Seperti mencari nama bayi, tapi bayinya pakai eyeliner.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di arsip ParaPop, jejak gothic rock masih bisa ditemukan. Ada <strong>Taleen Kali</strong> dengan <a href="https://parapop.net/taleen-kali-crossed/"><em>Crossed</em></a> yang berdenyut dalam atmosfer gothic, ada <strong>Organised Scum</strong> dengan <a href="https://parapop.net/organised-scum-the-centre/"><em>the centre</em></a> yang dingin dan satir, dan ada <strong>Deadsled Funeral Company</strong>, band gothic asal New Orleans yang <a href="https://parapop.net/deadsled-funeral-company-boy-dahlia/">membingkai patah hati lewat lensa horor di <em>Boy Dahlia</em></a>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perbedaan Dark Pop dan Darkwave, Bisikan Lawan Dentuman</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Darkwave muncul dari akar yang sama, new wave dan post-punk akhir 70-an, tapi tumbuhnya menyebar di Eropa, dari Inggris, Jerman Barat, Belgia, Belanda, Prancis, sampai Italia. Di tahun 80-an, pers musik Eropa memakai istilah dark wave untuk sisi muram dari skena new wave. Musikolog Isabella van Elferen merangkumnya dengan rapi, darkwave memakai tempo yang lebih lambat, nada yang lebih rendah, dan lebih banyak kunci minor dibanding new wave. Synthesizer, sampler, dan drum machine duduk berdampingan dengan gitar, bass, biola, cello, dan piano.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu apa itu darkwave dibanding gothic rock? Jawaban jujurnya agak menyebalkan. Di tahun 80-an, kata goth melekat erat pada gothic rock, sementara dark wave jadi payung yang lebih lebar, menaungi band gothic rock sekaligus new wave berbasis synthesizer. Jadi gothic rock bisa disebut salah satu cabang darkwave. Ejaan satu kata darkwave sendiri baru populer di Amerika setelah 1993, ketika Sam Rosenthal dari label Projekt Records memungutnya dari majalah Jerman seperti Zillo. Di Jerman ada cabang teatrikal bernama Neue Deutsche Todeskunst, di Prancis ada cold wave.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/molchat-doma-sacred-bones.jpg" alt="Perbedaan dark pop dan darkwave, foto resmi trio darkwave Molchat Doma asal Minsk" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Foto: Molchat Doma / Sacred Bones Records</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Generasi baru darkwave justru terdengar sangat dekat dengan kita. Duo <strong>Boy Harsher</strong>, Jae Matthews dan Augustus Muller, terbentuk pada 2013 di Savannah, Georgia, dan AllMusic menyebut musik mereka elektropop yang gelap dan bisa dipakai berdansa. Lagu mereka <em>Pain</em> dari EP <em>Lesser Man</em> (2014) bahkan dipakai di film horor <em>Terrifier 2</em> (2022). Dari Minsk, trio <strong>Molchat Doma</strong> melepas album <em>Etazhi</em> pada 7 September 2018 lewat label Detriti. Sekitar Mei 2020, lagu <em>Sudno</em> yang liriknya diambil dari puisi Boris Ryzhy meledak di TikTok sebagai latar video ganti baju, lalu masuk Viral 50 Global di Spotify. Menurut salah satu personelnya kepada <a href="https://www.themoscowtimes.com/2022/01/20/molchat-doma-the-best-band-youve-never-heard-of-a76097" rel="nofollow noopener" target="_blank">The Moscow Times</a>, label mereka Sacred Bones sama sekali tidak terlibat, malah label itulah yang mengabari mereka soal TikTok.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Molchat Doma - Sudno (dir. by @blood.doves)" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/91GTuZWCQmY?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, di sinilah perbedaan dark pop dan darkwave paling gampang dirasakan. Dark pop berangkat dari pop arus utama hari ini, dengan struktur bait dan reff, kait yang gampang ditiru, sub-bass 808 dan ketukan lambat ala trap, serta vokal yang dibisikkan dekat sekali ke telinga. Darkwave berangkat dari new wave dan post-punk 80-an, dengan drum machine yang berderap lurus, bass yang bergerak terus, synth dingin, dan vokal yang sering terdengar berjarak, seperti dinyanyikan dari ujung lorong. Dark pop mengajak kita meringkuk di kasur. Darkwave mengajak kita mengangguk-anggukkan kepala di lantai dansa yang lampunya cuma satu. Kalau kamu penasaran dengan versi yang menyerempet keduanya, <strong>Pain In The Yeahs</strong> lewat <a href="https://parapop.net/pain-in-the-yeahs-sugar-razorblades/"><em>Sugar &amp; Razorblades</em></a> meramu synthpop, post-punk, dan darkwave dalam satu nomor.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Witch House, Lelucon yang Kebablasan Jadi Genre</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau gothic rock adalah kakek dan darkwave adalah paman, witch house adalah sepupu yang muncul sebentar di internet lalu menghilang tanpa pamit. Istilahnya lahir pada Desember 2009 dari mulut Travis Egedy alias <strong>Pictureplane</strong>, produser asal Denver, kepada Pitchfork. Menurut pengakuannya sendiri, itu cuma lelucon antara ia dan seorang kawan untuk menyebut musik house bertema okultisme yang mereka buat. Leluconnya kebablasan, dan blog-blog musik mulai memakainya dengan serius.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunyinya ganjil dan pekat. Ada ketukan drum machine ala hip hop, derau, sampel yang bikin bulu kuduk berdiri, reverb tebal, melodi synth yang meminjam dari synthpop gelap, dan vokal yang diturunkan nadanya atau diputar terbalik. Teknik chopped and screwed dari skena Houston, terutama DJ Screw, disebut sebagai salah satu fondasinya. Nama band dan judul lagunya sering memakai segitiga, salib, dan simbol Unicode, dan konon itu disengaja supaya skena ini sulit dicari mesin pencari. Ironis sekali kalau dibaca di artikel yang sedang berusaha dicari mesin pencari.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Salem</strong>, trio yang terbentuk pada 2006 di Traverse City, Michigan, dianggap perintis bunyi dan estetika witch house. Album debut mereka <em>King Night</em> dirilis IAMSOUND pada 28 September 2010, dan <a href="https://stereogum.com/2089949/witch-house-salem-king-night-turns-10/columns/sounding-board" rel="nofollow noopener" target="_blank">Stereogum menulis bahwa bunyi Salem mengkristal di album itu</a>, walau musiknya sering tertutup kontroversi di sekitar band. Masa jayanya singkat, kira-kira 2009 sampai 2011. Namun warisannya awet. Jack Donoghue dari <strong>Salem</strong> ikut menggarap <em>Yeezus</em> (2013) milik <strong>Kanye West</strong>, dan nama-nama seperti <strong>The Weeknd</strong> dan <strong>A$AP Rocky</strong> disebut pernah merilis materi yang terinspirasi witch house.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi kalau diringkas sambil ngopi, gothic rock itu gitar dan bariton dari Inggris 1979, darkwave itu payung yang lebih lebar dan lebih elektronik, witch house itu eksperimen internet 2009 yang gelap dan susah dicari, dan dark pop itu pop arus utama yang lampunya diredupkan. Empat-empatnya suka warna hitam. Dark pop saja yang paling rajin mampir ke tangga lagu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau ingin langsung mendengar bedanya, playlist dark pop redaksi ParaPop di Spotify masih terus kami isi sepanjang bulan ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Dark Pop - Song After The Lights Go Out" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/playlist/2a9N2lITNKRYSC7nUD5EoE?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pekan depan, tepat di minggu Halloween, kami menyiapkan daftar lagu dark pop untuk menemani malam paling seram tahun ini. Sementara itu, rilisan terbaru terus kami kumpulkan di <a href="https://parapop.net/tag/dark-pop/">tag dark pop</a>. Saya sendiri baru sadar, empat genre ini ternyata sama-sama lahir dari orang yang menolak menyalakan lampu kamar.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Apa Itu Dark Pop? Ciri Bunyi, Asal-usul, dan 10 Lagu Pintu Masuk</title>
<link>https://parapop.net/apa-itu-dark-pop/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Mon, 12 Oct 2026 02:18:20 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Panduan Musik]]></category>
<category><![CDATA[Featured]]></category>
<category><![CDATA[BANKS]]></category>
<category><![CDATA[Billie Eilish]]></category>
<category><![CDATA[Dark Pop]]></category>
<category><![CDATA[Lana Del Rey]]></category>
<category><![CDATA[Lorde]]></category>
<category><![CDATA[Panduan Genre]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34407</guid>
<description><![CDATA[Lampunya diredupkan, bass-nya ditebalkan, vokalnya dibisikkan. Penjelasan singkat soal dark pop, dari mana ia datang, dan sepuluh lagu yang bisa jadi pintu masuk.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan apa itu dark pop biasanya muncul setelah kita mendengar sebuah lagu yang kaitnya menempel seperti lagu pop di radio, tapi lampunya seperti sengaja diredupkan. Bass-nya berat, vokalnya lebih sering berbisik daripada berteriak, dan liriknya membicarakan hal-hal yang biasanya kita simpan sendiri pukul dua pagi. Enak didengar, tapi kok gelap begini?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oktober ini kami jadikan Bulan Dark Pop. Di <a href="https://parapop.net/alt-pop/">panduan alt-pop</a> kami, dark pop baru kebagian satu paragraf sebagai sub-varian pertama. Tulisan ini versi panjangnya. Ciri bunyi dulu, lalu asal-usul istilahnya, lalu sepuluh lagu dark pop yang bisa jadi pintu masuk, diurutkan menurut tahun rilis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu Dark Pop, dan Kenapa Lampunya Sengaja Diredupkan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Secara sederhana, musik dark pop adalah lagu pop yang dimasak dengan bumbu murung. Strukturnya tetap pop, ada bait, ada reff, ada kait yang gampang ditiru di kamar mandi. Yang berubah adalah suasananya. Ensiklopedia daring menggambarkannya sebagai pop yang dicampur unsur alternatif dan indie, dengan bunyi yang melankolis dan produksi elektronik yang minimalis, sering ditopang synth tebal, gitar terdistorsi, dan drum elektronik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di meja kurasi ParaPop, ciri dark pop yang paling sering kami temukan bisa dihitung dengan jari. Ada sub-bass 808 yang bergetar rendah, ketukan bertempo lambat yang meminjam pola trap, synth di kunci minor, reverb yang membuat ruangan terasa lebih luas dari seharusnya, dan vokal yang ditaruh dekat sekali ke telinga, seperti dibisikkan dari balik pintu. Liriknya berkisar di rasa tidak aman, penyesalan, kecemasan, dan hubungan yang tidak sehat. <em>The Independent</em>, saat mengulas penampilan Billie Eilish di Glastonbury 2022, menyebut bunyinya pop yang gelap dan muram, dan mencatat bahwa lirik alt-pop generasi ini memang akrab dengan tema-tema itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu hal yang perlu diakui sejak awal. Dark pop lebih mirip suasana daripada genre yang punya akta kelahiran. Media besar sendiri tidak sepakat soal labelnya. Ketika <a href="https://www.rollingstone.com/music/music-album-reviews/review-billie-eilish-when-we-all-sleep-where-do-we-go-814754" rel="nofollow noopener" target="_blank">Rolling Stone mengulas album debut Billie Eilish</a>, mereka memilih istilah noir pop, bukan dark pop. Jadi kalau ada yang bertanya apa itu dark pop dan kamu menjawab &#8220;pop, tapi lampunya dimatikan&#8221;, jawabanmu tidak salah.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/lykke-li-official.png" alt="Apa itu dark pop, gambar resmi Lykke Li dengan wajah buram dan coretan tangan di atasnya" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Foto: Lykke Li / <a href="http://lykkeli.com" class="autohyperlink" target="_blank" rel="nofollow noopener">lykkeli.com</a></figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Asal-usul Musik Dark Pop, dari Tears for Fears sampai TikTok</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menjawab apa itu dark pop secara utuh, kita perlu mundur sedikit. Kegelapan di dalam pop tentu bukan barang baru. Ensiklopedia daring menarik akarnya ke era 80-an dan 90-an, ketika pop mulai meminjam dari trip hop, gothic rock, dan musik eksperimental, lalu menyaring semuanya jadi bunyi yang menekankan atmosfer dan cerita dari dalam kepala. Bedanya dengan musik eksperimental, dark pop tetap ingin dinyanyikan banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Titik baliknya terasa di awal dekade 2010-an. Pada 5 Mei 2011, <strong>Lana Del Rey</strong> mengunggah <em>Video Games</em> ke internet, sebuah balada lambat yang produksinya terdengar seperti film lama. Lagu itu jadi pintu yang membawa namanya mengemuka, dan menunjukkan bahwa kesedihan yang dipoles rapi bisa laku di tangga lagu. Kami dulu menulis kabar <a href="https://parapop.net/lana-del-rey-memulai-kembali-dengan-cinta/">comebacknya lewat single <em>Love</em> pada 2017</a>, dan vokal tajam ala era <em>Video Games</em> masih jadi pembandingnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Lana Del Rey - Video Games" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/cE6wxDqdOV0?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu pintu musik dark pop terbuka lebar. Skandinavia menyumbang <strong>Lykke Li</strong> dan <strong>Tove Lo</strong>, Selandia Baru menyumbang <strong>Lorde</strong>, Amerika menyumbang <strong>BANKS</strong> dan <strong>Melanie Martinez</strong>. Menjelang akhir dekade, <strong>Billie Eilish</strong> membawa bunyi ini ke tengah arus utama, dan TikTok mempercepat semuanya. Lagu dark pop sekarang bisa meledak dari potongan lima belas detik, bahkan sebelum penyanyinya punya label.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di ParaPop sendiri, rak dark pop terus terisi. Ada <a href="https://parapop.net/livia-drew-vampyre/"><strong>Livia Drew</strong> dengan <em>Vampyre</em></a> yang terdengar seperti waltz gelap dari kotak musik, ada <a href="https://parapop.net/kinet-spectres/"><strong>Kinet</strong> dengan <em>Spectres</em></a> yang murung tapi bikin kepala mengangguk, dan bulan ini <a href="https://parapop.net/tag/dark-pop/">tag dark pop</a> mulai rutin kebagian rilisan baru. Kalau kamu lebih suka gelap yang tidak berlabel, playlist lawas kami <a href="https://parapop.net/songs-in-the-dark-sebuah-playlist-jangan-takut-akan-gelap/">Songs in the Dark</a> masih bisa diputar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">10 Lagu Dark Pop Pintu Masuk, Diurutkan Menurut Tahun</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sepuluh lagu dark pop di bawah ini bukan peringkat. Anggap saja menu cicip, dari yang manis-gelap sampai yang gelap-gulita.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Lana Del Rey</strong> dengan <em>Video Games</em> (2011, Stranger, Interscope, Polydor). Ditulis bersama Justin Parker dan diproduseri Robopop, ia berjalan pelan sebagai balada yang dekat ke baroque pop dan dream pop. Para kritikus memuji vokalnya yang tidak biasa dan produksinya yang sinematik. Di sinilah resep dasarnya ditulis, yaitu kesedihan yang tidak buru-buru.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Lykke Li</strong> dengan <em>I Follow Rivers</em> (2011, LL Recordings). Diambil dari album <em>Wounded Rhymes</em> dan diproduseri Björn Yttling dari Peter Bjorn and John, lagu ini oleh sebagian penulis musik digolongkan gothic pop. Ironisnya, versi remix The Magician justru jadi lagu dansa yang menduduki puncak tangga lagu di Belgia, Jerman, Italia, Polandia, dan Rumania. Gelap pun ternyata bisa diajak joget.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tove Lo</strong> dengan <em>Habits (Stay High)</em> (2013, rilis mandiri, lalu Universal). Awalnya ia lepas sendiri pada Maret 2013 dengan judul <em>Habits</em>, lalu dirilis ulang setelah Tove Lo meneken kontrak dengan Universal. Instrumentasinya elektronik dan minimal, sementara liriknya bercerita tentang usaha melupakan mantan dengan cara yang jauh dari sehat. Kait paling ceria untuk cerita paling suram.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>BANKS</strong> dengan <em>Waiting Game</em> (2013, Harvest, Good Years). Ditulis bersama dan diproduseri Sohn, ia muncul di EP <em>London</em> lalu masuk ke album debut <em>Goddess</em> (2014). Lagu tentang hubungan jarak jauh ini tidak pernah dirilis sebagai single, tapi setelah dipakai di iklan Victoria&#8217;s Secret pada Desember 2013, ia sempat masuk tangga lagu Inggris di posisi 99. Pintu masuk yang paling sunyi di daftar ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Lorde</strong> dengan <em>Everybody Wants to Rule the World</em> (2013, Republic, Mercury). Lagu milik <strong>Tears for Fears</strong> dari 1985 ini aslinya new wave dan synth-pop yang cerah. Di tangan Lorde, untuk soundtrack film <em>Catching Fire</em> dari seri <em>The Hunger Games</em>, ia dimasak ulang jadi downtempo bernuansa industrial berdurasi dua menit tiga puluh lima detik. Roland Orzabal memujinya, dan Tears for Fears bahkan memakai versi ini untuk membuka konser mereka. Pelajaran singkat soal dark pop, cukup ganti lampunya, lagunya sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Melanie Martinez</strong> dengan <em>Dollhouse</em> (2014, Atlantic). Single debut ini bercerita tentang keluarga berantakan yang bersembunyi di balik fasad plastik yang sempurna, yang menurut Martinez juga perumpamaan tentang cara orang memandang hidup selebritas. Estetika boneka dan mainan anak yang jadi menyeramkan inilah yang kemudian melekat padanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sevdaliza</strong> dengan <em>Human</em> (2016, Twisted Elegance). Single pertama dari album debut <em>ISON</em> (2017) yang rilis lewat labelnya sendiri. Albumnya meracik elektronik bernuansa industrial, ketukan trip hop, dan aransemen orkestra, dan pengaruh Portishead disebut paling terasa. Bagi kamu yang ingin lagu dark pop dengan rasa lebih seni, mulailah dari sini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sub Urban</strong> dengan <em>Cradles</em> (2019, NCS). Lagu debut yang dilepas lewat NoCopyrightSounds ini meledak di TikTok, lalu membawa penyanyi kelahiran Nyack, New York, itu meneken kontrak dengan Warner Records dan memuncaki tangga lagu radio alternatif Billboard. Contoh paling jelas bahwa lagu dark pop hari ini bisa lahir dari kamar dan besar di linimasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Billie Eilish</strong> dengan <em>bury a friend</em> (2019, Darkroom, Interscope). Single ketiga dari <em>When We All Fall Asleep, Where Do We Go?</em>, dan salah satu barisnya malah jadi judul album itu. Ditulis bersama dan diproduseri Finneas O&#8217;Connell, ia dibangun dari ketukan hip hop, sentuhan industrial, dan synth yang minimal, dengan vokal berlapis efek yang bernyanyi dari sudut pandang monster di kolong tempat tidur. Bulu kuduk berdiri, kepala tetap mengangguk.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Billie Eilish - bury a friend" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/HUHC9tYz8ik?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bella Poarch</strong> dengan <em>Build a Bitch</em> (2021, Warner). Single debut berdurasi dua menit dua detik ini ditulis antara lain bersama Sub Urban, dan Wikipedia terang-terangan menggolongkannya sebagai dark pop. Menurut Poarch, ia lagu tentang menerima diri sendiri. Lagu ini masuk sepuluh besar di India, Malaysia, dan Singapura, jadi kemungkinan besar kamu pernah mendengarnya lewat video orang lain tanpa tahu judulnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau ingin langsung memutar semuanya, redaksi ParaPop menyiapkan playlist dark pop di Spotify. Ia akan terus kami isi sepanjang bulan ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Dark Pop - Song After The Lights Go Out" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/playlist/2a9N2lITNKRYSC7nUD5EoE?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sepuluh lagu dark pop ini baru gerbangnya. Rilisan terbaru akan terus mampir di <a href="https://parapop.net/tag/dark-pop/">tag dark pop</a> sepanjang bulan ini, dan Senin depan kami membedah tetangga-tetangganya yang sering tertukar, darkwave, gothic rock, dan witch house. Saya sendiri masih penasaran, sejak kapan lagu sedih jadi lagu yang paling sering diputar keras-keras?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>Apa Itu Shoegaze? Sejarah Singkat dan 10 Album Pintu Masuk</title>
<link>https://parapop.net/apa-itu-shoegaze/</link>
<dc:creator><![CDATA[paraPOP]]></dc:creator>
<pubDate>Wed, 07 Oct 2026 13:20:37 +0000</pubDate>
<category><![CDATA[Panduan Musik]]></category>
<category><![CDATA[My Bloody Valentine]]></category>
<category><![CDATA[Panduan Genre]]></category>
<category><![CDATA[Ride]]></category>
<category><![CDATA[Shoegaze]]></category>
<category><![CDATA[Slowdive]]></category>
<guid isPermaLink="false">https://parapop.net/?p=34244</guid>
<description><![CDATA[Gitar seperti kabut, vokal seperti bisikan dari ruangan sebelah. Sejarah singkat shoegaze dan sepuluh album yang bisa jadi pintu masuk, diurutkan menurut tahun.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kalau kamu pernah bertanya apa itu shoegaze, kemungkinan besar kamu baru saja mendengar sebuah lagu yang gitarnya terdengar seperti kabut tebal dan vokalnya seperti dibisikkan dari ruangan sebelah. Kamu menaikkan volume, berharap liriknya jadi jelas. Ternyata tidak. Selamat, kamu sudah resmi masuk ke wilayah musik shoegaze.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kami sudah punya <a href="https://parapop.net/dream-pop/">panduan dream pop</a> yang membahas kabut sejenis dari Cocteau Twins sampai generasi kamar tidur hari ini. Tulisan ini mengambil satu lorong saja dari rumah besar itu, lorong yang paling bising. Sejarah shoegaze secara singkat dulu, lalu sepuluh album shoegaze yang bisa jadi pintu masuk, diurutkan menurut tahun rilis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu Shoegaze, dan Kenapa Sepatu Ikut Dibawa-bawa</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Secara bunyi, shoegaze adalah rock gitar yang memilih tenggelam alih-alih berteriak. Gitarnya diumpankan ke deretan pedal efek sampai distorsi, feedback, dan reverb melebur jadi satu dinding, sementara vokal sengaja diletakkan di bawah dinding itu, bukan di depannya. Melodinya sering manis, bahkan pop sekali. Hanya saja ia disajikan di balik tirai bunyi yang membuat kita harus mendekat untuk mencicipinya. Ada keindahan yang justru lahir dari ketidakjelasan itu, dan kepala kita biasanya sudah mengangguk pelan sebelum sempat paham liriknya tentang apa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namanya sendiri lahir dari ejekan. Pada 1991, Andy Ross dari Food Records, yang juga menulis untuk majalah Sounds, menonton konser <strong>Lush</strong> di The Venue, New Cross. Di sana ia memperhatikan Russell Yates, vokalis <strong>Moose</strong>, yang terus menunduk, lalu menjulukinya &#8220;shoegazer&#8221;. Padahal Yates sedang membaca lembar lirik yang ia taruh di lantai. Kecelakaan kecil itu menempel selamanya. Penyebutan tertulis paling awal yang tercatat muncul di NME pada 25 Mei 1991, ketika Steve Lamacq menyebut <strong>Slowdive</strong> sebagai &#8220;shoe-gazers&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa minggu kemudian Steve Sutherland dari Melody Maker mengulas konser Moose di Camden dan menjuluki gerombolan ini &#8220;The Scene That Celebrates Itself&#8221;, karena penontonnya dipenuhi personel band sejenis, termasuk Damon Albarn, Miki Berenyi, dan Mark Gardener. Maksud awalnya memuji. Pers musik Inggris kemudian memakainya untuk mencibir. Versi lokalnya kira-kira gigs di ruang sempit yang penontonnya kebanyakan anak band yang besok giliran manggung. Saling-tonton-saling-dukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi kalau ditanya apa itu shoegaze dalam satu kalimat, jawabannya kira-kira begini. Lagu pop yang dimasak dengan api besar, lalu disajikan dengan kepala menunduk.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" decoding="async" src="https://parapop.net/wp-content/uploads/2026/10/mbv-official.jpg" alt="Apa itu shoegaze, grafis resmi My Bloody Valentine dengan gitar yang buram dalam warna biru dan merah muda" title=""><figcaption class="wp-element-caption">Grafis resmi / <a href="http://mybloodyvalentine.org" class="autohyperlink" target="_blank" rel="nofollow noopener">mybloodyvalentine.org</a></figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Sejarah Shoegaze, dari Kabut 1985 sampai Disapu Britpop</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Akar sejarah shoegaze bisa ditarik ke pertengahan 80-an. <strong>The Jesus and Mary Chain</strong> menyiram melodi pop dengan feedback di <em>Psychocandy</em>, <strong>Cocteau Twins</strong> membangun gitar yang mengawang, dan <strong>My Bloody Valentine</strong> meracik keduanya jadi sesuatu yang lebih tebal. Dua label Inggris jadi dapur utamanya, yaitu Creation Records dan 4AD. Gelombang pertamanya diisi <strong>Ride</strong>, <strong>Slowdive</strong>, <strong>Chapterhouse</strong>, <strong>Lush</strong>, <strong>Swervedriver</strong>, dan <strong>Moose</strong>, yang banyak berkumpul di London dan Lembah Thames.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puncaknya datang pada November 1991 ketika <em>Loveless</em> milik <strong>My Bloody Valentine</strong> rilis. Ironisnya, dua bulan sebelumnya <strong>Nirvana</strong> sudah melepas <em>Nevermind</em>, dan perhatian dunia pelan-pelan bergeser ke grunge. Pada Maret 1993 <strong>Suede</strong> merilis album debutnya, dan Britpop menguasai panggung Inggris pada 1994. Band yang suka menunduk kalah pamor oleh band yang suka berdiri di atas monitor sambil membusungkan dada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi kabut tidak pernah benar-benar pergi. Awal 2000-an melahirkan apa yang disebut nu gaze lewat <strong>My Vitriol</strong>, <strong>The Radio Dept.</strong>, dan <strong>M83</strong>, dan film <em>Lost in Translation</em> (2003) ikut memperkenalkan bunyi ini ke generasi baru. Reuni pun berdatangan. <strong>My Bloody Valentine</strong> kembali pada 2007, <strong>Slowdive</strong> pada 2014, <strong>Ride</strong> pada 2015, dan <strong>Lush</strong> pada 2016. Slowdive bahkan masuk <a href="https://parapop.net/lineup-st-jeromes-laneway-festival-2018-singapura-nan-menggiurkan/">lineup Laneway Festival 2018 di Singapura</a> yang dulu kami tulis dengan mata berbinar dan dompet menangis.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Slowdive - Star Roving" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/sLzuiGElcaA?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https://parapop.net" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di atas adalah <em>Star Roving</em>, lagu pertama <strong>Slowdive</strong> dalam 22 tahun, yang dikabarkan <a href="https://www.npr.org/sections/allsongs/2017/01/12/509409947/hear-slowdives-first-new-song-in-22-years" rel="nofollow noopener" target="_blank">NPR</a> pada Januari 2017. Ia terdengar seperti band yang tidak pernah pergi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari ini <a href="https://parapop.net/tag/shoegaze/">tag shoegaze</a> di ParaPop rutin terisi rilisan baru, dari <a href="https://parapop.net/moab-too-late/"><strong>MOAB</strong> dengan <em>Too Late</em></a> yang langsung membuka lagu dengan dengungan distorsi, sampai <a href="https://parapop.net/glass-rabbit-damn-shame/"><strong>Glass Rabbit</strong> dengan <em>Damn Shame</em></a> yang gitarnya sekilas mengingatkan pada My Bloody Valentine. Bahkan Supreme pernah menempelkan nama itu di <a href="https://parapop.net/supreme-x-my-bloody-valentine-dalam-koleksi-terbaru-musim-semi-2020/">koleksi musim semi 2020</a> mereka. Genre yang dulu diejek karena menunduk, kini dicetak di kaus mahal. Saya curiga sebagian besar pendengar musik shoegaze hari ini juga masih menunduk, bedanya bukan ke sepatu, tapi ke layar ponsel, mencari tahu lagu apa yang barusan lewat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">10 Album Shoegaze Pintu Masuk, Diurutkan Menurut Tahun</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sepuluh album shoegaze di bawah ini bukan peringkat. Anggap saja menu cicip, dari bumbu dasar sampai olahan yang lebih baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>The Jesus and Mary Chain</strong> dengan <em>Psychocandy</em> (1985, Blanco y Negro). Secara teknis ia lahir sebelum istilahnya ada, tapi hampir semua band di daftar ini berutang padanya. Melodi pop permen karet disiram feedback dan semburan bising putih, dan <em>Just Like Honey</em> tetap jadi lagu pembuka yang manisnya bikin curiga.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pale Saints</strong> dengan <em>The Comforts of Madness</em> (1990, 4AD). Album debut yang direkam di Blackwing Studios, London, dengan John Fryer dan Gil Norton bergantian memegang produksi. NME saat itu menyebutnya kolase melodi dan gesekan yang berlapis-lapis, dan salah satu nomor terbaiknya, <em>Fell from the Sun</em>, justru ditulis oleh tamu, Kendra Smith.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ride</strong> dengan <em>Nowhere</em> (1990, Creation). Direkam ketika para personelnya baru berumur 18 sampai 20 tahun, sering di sesi larut malam yang menurut Mark Gardener melahirkan rasa gelap dan terasing itu. Unit efek Roland GP-16 ikut menumpuk lapisan gitarnya. Mulailah dari <em>Vapour Trail</em>, lalu pandangi sampulnya, ombak raksasa jepretan Warren Bolster yang belum sempat pecah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Chapterhouse</strong> dengan <em>Whirlpool</em> (1991, Dedicated). Debut yang rilis 29 April 1991 ini sempat naik ke posisi 23 tangga album Inggris, ditopang single <em>Pearl</em>. Bukti bahwa di tahun-tahun itu kabut pun bisa naik ke tangga lagu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>My Bloody Valentine</strong> dengan <em>Loveless</em> (1991, Creation). Album shoegaze yang paling sering disebut, dan wajar. Kevin Shields memakai teknik yang ia sebut glide guitar, menekuk senar sedikit keluar dan masuk nada lewat tuas tremolo, sehingga gitarnya terdengar seperti meleleh. Proses rekamannya legendaris, hampir tiga tahun di sembilan belas studio, dengan biaya yang sampai sekarang masih diperdebatkan. Satu hal yang tidak diperdebatkan, bulu kuduk tetap berdiri setiap kali <em>Only Shallow</em> dibuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Lush</strong> dengan <em>Spooky</em> (1992, 4AD). Diproduseri Robin Guthrie dari Cocteau Twins, sehingga hubungan shoegaze dengan Cocteau Twins di sini bukan lagi sekadar pengaruh, tapi campur tangan langsung. Album debut ini melahirkan <em>Nothing Natural</em>, <em>For Love</em>, dan <em>Superblast!</em>, lalu masuk sepuluh besar tangga album Inggris.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Slowdive</strong> dengan <em>Souvlaki</em> (1993, Creation). Saat rilis, sambutannya dingin dan ia hanya mentok di posisi 51 tangga album Inggris. Puluhan tahun kemudian ia justru dianggap salah satu pernyataan paling utuh dari genre ini. Brian Eno ikut mengisi keyboard dan olahan bunyi di <em>Sing</em> dan <em>Here She Comes</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Swervedriver</strong> dengan <em>Mezcal Head</em> (1993, Creation). Sisi shoegaze yang paling dekat dengan rock alternatif, dengan bumbu grunge yang tidak disembunyikan. <em>Duel</em> jadi single paling sukses mereka di Inggris. Cocok untuk kamu yang merasa shoegaze terlalu mengantuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Slowdive</strong> dengan <em>Slowdive</em> (2017, Dead Oceans). Album pertama mereka dalam 22 tahun sejak <em>Pygmalion</em>, dan bukti bahwa reuni tidak harus berarti mengulang lagu lama di panggung festival. <em>Star Roving</em> dan <em>Sugar for the Pill</em> jadi dua pintunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>DIIV</strong> dengan <em>Deceiver</em> (2019, Captured Tracks). Album ketiga ini dikerjakan bersama Sonny Diperri, yang pernah bekerja dengan My Bloody Valentine. Bunyinya lebih berat dan lebih gelap dari rilisan DIIV sebelumnya, ditulis setelah vokalis Zachary Cole Smith menjalani pemulihan dari kecanduan. Dengarkan <em>Skin Game</em> dan <em>Blankenship</em>, lalu rasakan bagaimana kabut 1991 bisa berubah jadi asap tebal di 2019.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepuluh album shoegaze ini baru pembuka. Kalau sudah ketagihan, kabut yang lebih luas ada di <a href="https://parapop.net/indie-rock/">panduan indie rock</a> kami, dan rilisan terbarunya terus mampir di <a href="https://parapop.net/rekomendasi-lagu-dream-pop-september-2026/">7 lagu dream pop pilihan September 2026</a>. Lalu kenapa, dari semua kemungkinan, kaus yang dipakai salah satu personel Slowdive di foto pers terbarunya bertuliskan Shoegazer?</p>



<p class="wp-block-paragraph">(VRD)</p>
]]></content:encoded>
</item>
</channel>
</rss>
