All Hours – Everything In Between
Tidak butuh lama untuk kita bertemu lagi dengan All Hours, kuintet pop-punk asal Brisbane yang kali ini datang membawa album penuh pertama mereka. Everything…
Read More »Update setiap hari dengan rilisan single indie terbaru dari seluruh penjuru dunia.
Tidak butuh lama untuk kita bertemu lagi dengan All Hours, kuintet pop-punk asal Brisbane yang kali ini datang membawa album penuh pertama mereka. Everything…
Read More »Terkadang kita memang cuma butuh distorsi gitar yang disetel kencang tanpa banyak basa-basi. Melalui single teranyar bertajuk Ten Circles, kuartet rock asal Marseille RedLight…
Read More »Tidak ada gunanya mengutuk langit mendung yang sudah terlanjur menggelap. Melalui gubahan terbarunya yang bertajuk Raincoat, proyek musik Spring Term menolak larut dalam keputusasaan…
Read More »Kira Cuthbertson menulis lagu ini saat satu hubungan baru saja tutup buku dan sosok baru sudah menunggu di tikungan berikutnya. Lewat nomor teranyar bertajuk…
Read More »Mencuci piring sambil memikirkan seorang pria berkumis. Begitulah Bigote (Mustache) dimulai, dan Hen in the Foxhouse tidak butuh lebih dari itu untuk membuat kita…
Read More »Lagi kita bertemu dengan soft siren, dan pada kesempatan ini membawakan Bury Me in Diamonds, balada lima menit yang paling telanjang dari album debut…
Read More »Banyak sekali pertanyaannya. Di bagian akhir What’s It Worth?, Pekoe Cat memberondong kita dengan basa-basi yang biasa dilempar tanpa pikir, “How’s it going?”, “Where…
Read More »Riang, berisik, dan sedikit angker. Oxenfree, single ketiga The Shriek tahun ini, meracik rock bersama grunge jadi satu nomor, dan ia tidak mau duduk…
Read More »Kabar kecil dulu. Separate Love ditulis untuk drama mikro vertikal If You Catch Me, jadi wajar kalau ia sudah tahu di mana kameranya diletakkan.…
Read More »Berhenti di pom bensin untuk mengisi tangki lalu mendadak bertemu seseorang yang terasa sudah akrab bertahun-tahun jelas momen langka. Lewat single terbarunya yang bertajuk…
Read More »Restless Soul dibuka dengan Shakespeare yang dipelintir sedikit, “I think thou dost protest too much”, disusul dengungan “hmm” yang terdengar seperti orang yang sudah…
Read More »Biasanya Ava Valianti datang sendiri, namun kali ini membawa kolaborasi bersama Willow Seixas dan Malaika Skosana. Hasilnya morning, lagu tentang dua orang yang tahu…
Read More »“Yeah!” teriak Blissin’ Out, lalu langsung menyuruh kita buang sampah. Daftar tugasnya berlanjut. Keluarkan kucing, putar Weezer, masak pasta keju (lengkap dengan penjepit perak,…
Read More »Ada satu detik yang sengaja ditunggu dalam Blue Marble, dan Lily like the flower menaruhnya di menit 1.21. Sebelum sampai ke sana, lagu ini…
Read More »Mengurung semua amarah di dalam kepala sering kali membuat ruangan terasa makin sempit dan pengap. Lewat single terbarunya yang bertajuk Kept It All Inside,…
Read More »Butuh beberapa baris sebelum kita sadar lagu ini Wooden Soldiers sedang membicarakan bayang-bayang otokrasi. Gitar Future Clouds and Radar berkilau, khas jangle pop yang…
Read More »“Look at me”, “Look at you”, “Look at us”, “Look at her”. On Ice membuka keempat baitnya dengan perintah yang sama, dan setiap kali…
Read More »Bait-bait For Love, For War direkam di kamar hotel kecil di London lewat aplikasi Voice Memos di iPhone, dan Maudlin Strangers sengaja membiarkannya begitu.…
Read More »Mengaku payah dalam urusan perpisahan di tengah dentum lantai dansa jelas butuh nyali tersendiri. Lewat rilisan terbarunya yang bertajuk “But Without You (Temptation Remix)”,…
Read More »Touch me. Kiss me. Tanpa basa-basi, Butterflies tahu persis apa yang ia mau. Alyssa Caroline membuka single ini dengan rasa yang terang dan renyah,…
Read More »Hereditary ditulis beberapa hari setelah Lily like the flower genap delapan belas tahun, tepat ketika hidup mandiri baru dimulai. Lagu ini terdengar seperti catatan…
Read More »Angin Desember, Market Square, dan wajah-wajah yang menunduk ke layar ponsel. MATERIAL THINGS membuka dengan pemandangan Knoxville yang dingin itu, lalu ia langsung berlari…
Read More »Judulnya Feeling Down, tapi lagu ini tidak pernah benar-benar jatuh. Ia melayang. Kita perlu bersabar 15 detik sebelum kait pertama tiba. Sementara itu, gitar…
Read More »Ada kesedihan yang sengaja dipoles supaya terlihat indah, dan BEL ESPRIT dari CANARY COMPLEX adalah contohnya. Ia tidak meratap. Ia memilih berdansa pelan di…
Read More »Selalu senang bertemu dengan musisi muda favorit kita, Ava Valianti, yang setiap kehadirannya selalu membawa sisi yang istimewa, dan kali ini ia membawa acupuncture.…
Read More »Kita bertemu lagi dengan Jennah Sophia, dan kali ini nomor anyarnya yang bertajuk Tunnel Vision melangkah tanpa banyak basa-basi. Masih di usia tujuh belas…
Read More »Bait pertamanya ingin menyalakan korek api di bawah sebuah kota. Namun Burn It Away sendiri tidak pernah benar-benar terbakar. Patrick Sampson menulis single ini…
Read More »Antrean kasir, seorang ibu yang menangis, senin yang lesu, tatapan marah orang-orang di jalan. My Old Controller menumpuk potongan hari biasa itu di Ghosts,…
Read More »Duduk membisu di jok penumpang sembari menatap lampu jalanan yang basah adalah siksaan yang sunyi. Lewat single debutnya yang bertajuk Falling Apart, Bella Angeline…
Read More »Tidak butuh lama untuk kita bertemu lagi dengan Helena Hallberg. Kali ini ia datang membawa Good Consumer, lagu untuk siapa saja yang pernah mencoba…
Read More »