Forgettable – Never Dancing Salsa Again
Drum, bas, dan gitar masuk bersamaan di detik pertama Never Dancing Salsa Again, tanpa intro, seolah takut kita keburu pamit dari lantai dansa. Ini…
Read More »Update setiap hari dengan rilisan single indie terbaru dari seluruh penjuru dunia.
Drum, bas, dan gitar masuk bersamaan di detik pertama Never Dancing Salsa Again, tanpa intro, seolah takut kita keburu pamit dari lantai dansa. Ini…
Read More »Reff Crocodiles menaruh buaya di kolong ranjang, lalu bertanya apakah mereka benar-benar ada. Lagu tentang cucu, nenek, dan monster khayalan menjelang tidur. Night Night…
Read More »Bertemu lagi dengan Faint Halos, dan kali ini membawa Don’t Leave a Light On, lagu yang dulu ditulis dan direkam Paul Hashemi sendirian di…
Read More »To the Bone dibuka dengan dua kata yang jarang mampir ke lagu rock, naivety dan duplicity. Kepolosan sendiri, kelicikan si dia, dan dari situ…
Read More »Bayangkan anak seorang vokalis punk Swedia duduk bersebelahan dengan pembuat musik video game, lalu keduanya merekam There is no Tomorrow. Hasilnya berisik, santai, dan…
Read More »Cavalier Seul terdengar dingin, rapi, dan sedikit malas. Ia dibuka deretan arpeggio synth, lalu vokal perempuan masuk di atas ketukan drum elektronik yang ajek.…
Read More »Gitar elektrik berbalut delay dan reverb tebal dihadirkan dalam Talking To Your Ghost Again, bersama vokal stayMellow masuk dengan liukan melismatis yang terdengar sangat…
Read More »Aduh, cello-nya. Gesekan cello dan aransemen dawai garapan Dave Eggar membuat Imagination, single terbaru Oskar Brandt, langsung terdengar seperti adegan film yang kameranya pelan-pelan…
Read More »Sepuluh inci adalah jarak dua orang di bait kedua Finally Here, padahal duet ini digarap dari dua negeri yang berjauhan, dopameen di Thailand dan…
Read More »Senang bisa bertemu lagi dengan Marshall Thomas, kali ini lewat Take The Car, single yang dibuka petikan gitar akustik jernih lalu langsung menyerahkan tempat…
Read More »Aha. Akhirnya ada lagu tentang tumbuh dewasa yang tidak mau pura-pura semuanya baik-baik saja. I GREW UP (lässyn lässyn) adalah single pertama dari proyek…
Read More »Enam tahun bernaung di bawah payung label raksasa ternyata tidak membuat ENISA ragu untuk mengemasi kopernya dan memilih berjalan mandiri. Membuka babak baru menjelang…
Read More »Bait pertama Lost Mind dibuka di sebuah ruangan berisi seratus orang, wajah-wajah yang memudar di bawah lampu, dan hanya satu yang tertinggal di pandangan.…
Read More »Kuartet indie rock asal Los Angeles, Buddha Trixie, tampaknya memang tidak pernah berniat tampil serius atau sok jago di hadapan pendengar. Lewat tembang teranyar…
Read More »Drum, bas, organ, dan vokal latar di Man Of The Universe dimainkan oleh Stuart Epps, produser yang pernah menggarap Led Zeppelin, Oasis, dan Elton…
Read More »Usia dua puluhan, pura-pura tahu jalan, dan cinta yang dipalsukan berkali-kali. Itulah isian Waste of a Loving Heart, single indie pop dari CARMEN yang…
Read More »Siapa sangka lagu tentang dibohongi pelan-pelan sampai meragukan ingatan sendiri justru dibungkus jangle pop rock yang renyah, genre yang biasanya identik dengan sore santai…
Read More »Saya selalu agak curiga pada versi akustik, karena seringnya ia cuma lagu lama yang dicopot bajunya. Braveheart versi akustik dari Hanna Andréa setidaknya datang…
Read More »Rusa-rusa di bulan November jadi nekat, kata baris pembuka Reckless, karena untuk sementara hasrat mereka untuk hidup berlari lebih kencang daripada takut mati. Night…
Read More »“I am a witch.” Aha, akhirnya ada yang mengaku. Purple Temptress dibuka dengan gemuruh guntur yang bergulir pelan, lalu Isabella Han-Bolelli masuk membawa pengakuan…
Read More »Duduk di sudut studio rumahan kawasan Bali saat tengah malam sering kali menyodorkan tarikan rasa yang ganjil bagi kita. Lewat tembang teranyar bertajuk You’re…
Read More »Vokal Tessa Rae di All I Ever Wanted Was Us nyaris berbisik, lembut dan penuh napas, lalu dibanjiri gema sampai tepinya kabur. Saya punya…
Read More »Membayangkan seorang mahasiswa hukum yang sedang sibuk menyusun masa depan mendadak bernyanyi santai tentang mimpi seharga sembilan puluh sembilan sen rasanya menyenangkan. Lewat tembang…
Read More »Gitar dan melodinya di tumpuk menjadi racikan pop rock yang baunya seperti akhir 80-an dan awal 90-an. Beauty In Decay adalah lagu protes yang…
Read More »Lagu berjudul It Never Rains justru dibuka dengan hujan, dua orang berlari ke mobil di bawah hujan Los Angeles menuju janji temu dengan teman-teman…
Read More »Pertanyaan paling menakutkan dalam pernikahan, kata Grant Morriss, adalah berapa orang yang pernah singgah sebelum dirinya. Bad Decisions adalah jawabannya, dan ia menjawab sambil…
Read More »Lho, di bridge lagu punk ini ada rujukan ke ensiklik Paus. AI Is Taking Your Soul, single pembuka album kedua Adios Fatso, The Sequel,…
Read More »Blue Light adalah amarah seorang anak kelahiran 1998. Rich, otak di balik Munchy Bunch, masih sempat merasakan masa kecil tanpa ponsel pintar, dan sekarang…
Read More »Lampu sorot motor di luar jendela, larut malam, dan seseorang yang sudah berjanji datang menjemput. Begitu Psycho From Texas membuka ceritanya, dan Kitty Coen,…
Read More »open.spotify.com Untuk earth, terus terang kita butuh Google Translate. Single terbaru Lily Shrimp, duo asal Tokyo yang terdiri dari Risa dan Ayuna, sepenuhnya berbahasa…
Read More »