Ulasan lagu Aditi Babel - Persona Non Grata - ParaPOP
ParaMail

Aditi Babel – Persona Non Grata

Photo of paraPOPparaPOP

Keheningan dingin di detik awal membuka pintu ke ruang sunyi yang baru saja ditinggalkan penghuninya. Solois berdarah London Aditi Babel menolak tergesa-gesa memamerkan keriuhan saat menyuguhkan tembang anyar bertajuk Persona Non Grata, memilih membiarkan pendengar beradaptasi dengan hawa temaram sebelum denyut instrumen mulai bekerja.

Ia melangkah perlahan di atas hamparan melodi yang berkilau dingin, membentangkan lanskap sunyi laksana padang pasir beku yang luas dan tak bertepi. Perkusi digital berderap menyusup dengan ketukan ritmis yang teratur, menuntun tarikan vokal berbisik yang bernapas intim namun terdengar kokoh di garis depan.

Saat bagian jembatan lagu bergeser menjadi alunan waltz piano yang getir, kita seolah diajak melirik sejenak ke belakang sebelum kabut suara kembali menelan suasana. Ada keteguhan hati yang memikat saat kita diajak mengunyah racikan melodinya yang renyah dan basah, sebuah gubahan manis yang lekas membuat bulu kuduk bergetar pelan mengikuti ayunannya yang syahdu.

Saya sendiri selalu menyukai musisi yang tahu persis kapan harus mengerem ego demi membiarkan lagu bernapas apa adanya. Mengakhiri hubungan yang menguras batin memang terasa ganjil, laksana menemukan es di tengah padang pasir atau garam di danau yang sunyi.

Lewat nomor Persona Non Grata, Aditi Babel menolak kepura-puraan tegar dan memilih merangkul kepedihan itu sebagai bekal untuk melangkah pergi. Kedinginan sendirian di luar sana toh jauh lebih melegakan ketimbang bertahan di tempat yang salah.

Aditi Babel Profile


Petikan dawai akustik yang tulus dan penulisan lirik kontemplatif senada mengalir dalam ulasan KOALA BAR – Kool-Aid serta arsip ulasan Garland Kelley – Reality Fades Away.

Photo of paraPOP

paraPOP

Parapop Parentheses Preact Pop News Media Outlet for Alternative/Indie In Indonesia Contact us: info@parapop.net