Gas dari ketukan pertama. Drum dan gitar elektrik langsung menerobos di awal eternal time, lalu vokal skyve menyusul tanpa permisi.
skyve cukup jujur soal niatnya. Liriknya memang berarti baginya, tapi single ini katanya “made to be listened to when you’re just trying to vibe”. Jarang ada musisi yang terang-terangan membebaskan kita dari tugas memaknai lirik (dan itu sah).
Bait berjalan stabil. Drum dan bas saling mengisi, ringan tapi terus mendorong. Di reff, harmoni latar menumpuk di belakang vokal utama, bunyinya mendadak padat, lalu mereda lagi. Perpaduan indie dan rapnya terdengar luwes, seperti dua kawan tongkrongan yang tak perlu kenalan ulang.
Ia ringan dan bikin nagih, persis gorengan sore yang tak pernah cukup satu. Ada keceriaan sederhana yang gampang menular. Bahu kita ikut bergoyang tanpa diminta.
Kalau tombol ulang di ponselmu mulai aus, salahkan eternal time.
Eksplorasi soundscape rock alternatif yang tak kalah bervolume bisa disimak di ulasan Easy X – Let’s move on 2 serta rekaman lawas di Me + Nobody – me and all my friends.





