ParaMail

Easy X – Let’s move on 2

paraPOP

Di mana reff Let’s move on 2? Tunggu sampai habis pun kita tak akan menemukannya. Easy X, musisi rumahan asal Paris, sengaja menyusun lagu ini tanpa struktur yang diulang-ulang. Ia lebih mirip rute jalan kaki daripada lagu yang berputar di tempat.

Ia menyebut dirinya lebih pengrajin daripada seniman. Selama tiga bulan lagu ini digarap sendirian di home studio, hanya meminjam suara Alexandra untuk vokal. Hasilnya seperti masakan rumahan yang tak berniat masuk restoran (cukup untuk satu meja makan), dan justru di situ bumbunya.

Semuanya bermula dari satu bunyi bass. Desain suara bass itu yang membuat Easy X berani menyusun pop bercampur elektro, funk, dan jazz. Perkusi elektronik dan melodi synth berputar lebih dulu, lalu lapisan synth latar mengunci ritmenya.

Organ dan keyboard menyatu dengan ketukan drum, padat tapi masih menyisakan ruang buat kita bernapas. Ada groove funk yang terus menarik langkah. Setiap bagian bergeser ke bagian berikutnya tanpa menoleh ke belakang, dan kaki ikut mengetuk lantai tanpa tahu sedang menuju ke mana.

Karena tak ada reff yang ditunggu, setiap belokan datang sebagai kejutan kecil. Saya sampai lupa menebak.

Lucunya, nama Easy X justru menyebar lewat rasa penasaran orang lain. Musiknya diputar di beberapa radio web Spanyol, pendengar mengangkat ponsel untuk Shazam, dan kini pendengar terbanyaknya datang dari Brasil, Rusia, dan Jerman. Tanpa promosi sama sekali. Di tengah musisi yang sibuk berjoget di linimasa demi algoritma, dikenal lewat ponsel orang asing yang penasaran terasa kuno sekaligus melegakan.

Let’s move on 2 akan saya simpan untuk jalan kaki sore. Biar kaki yang memilih belokannya.

Easy X Profile


Nuansa ceria dengan aransemen synth dan bassline memikat juga mengalir dalam ulasan Twin Phase – Break serta tembang lawas di arsip Lucy Dreams – Stars.

paraPOP

Parapop Parentheses Preact Pop News Media Outlet for Alternative/Indie In Indonesia Contact us: info@parapop.net