Colleagues – Song 20 (The inevitable outcome of the avoidable)
Judulnya saja sudah terdengar seperti catatan kaki laporan bencana. Song 20 (The inevitable outcome of the avoidable) adalah lagu tentang manusia yang terlalu pintar…
Read More »Update setiap hari dengan rilisan single indie terbaru dari seluruh penjuru dunia.
Judulnya saja sudah terdengar seperti catatan kaki laporan bencana. Song 20 (The inevitable outcome of the avoidable) adalah lagu tentang manusia yang terlalu pintar…
Read More »Saya selalu punya titik lemah untuk lagu patah hati yang justru dimainkan dengan tempo ugal-ugalan. Solois asal Kanada Akeem Oh membuktikannya lewat single teranyar…
Read More »Tidak ada aba-aba, tidak ada ketukan intro yang sopan untuk memanaskan telinga. Kuartet garage punk asal Los Angeles SP’s langsung mendobrak pintu dan menyeret…
Read More »Bye Bye Maxwell – Joy of the Blood of the Stars Sebuah suara berbalut vocoder hangat mengabarkan bahwa emas adalah isi perut bintang. Begitu…
Read More »Pistol start sudah meletus, dan narator Running Loose tidak mendengarnya. Garis finisnya pun tak kunjung terlihat, jadi ia memutuskan berlari dengan kecepatannya sendiri. Bagi…
Read More »Gelap, megah, dan sedikit menakutkan. Di A Storm the Size of Four Earths, Blushfire menulis tentang perempuan yang terus menyetir sambil berharap ada yang…
Read More »Jalan raya ternyata bisa berulang tahun juga. Scootin’ Boogie adalah kado JW Francis untuk Route 66 yang tahun ini genap seabad, sekaligus single pertama…
Read More »Delapan belas kali. Sebanyak itu baris tentang menganggap semua orang angin lalu diulang di Another Planet For Granted, sampai ia lebih mirip mantra daripada…
Read More »Membicarakan masa remaja yang habis digilas festival Warped Tour dan kaos merchandise Mayday Parade selalu menyisakan rasa getir yang ganjil. Pasangan musisi pop The…
Read More »Pahit di lidah, manis di telinga. Amnesia adalah lagu patah hati yang menolak bersedih. Liv & Learn memperlakukan mantan sebagai obat salah resep, lengkap…
Read More »Shadows on the Wall harus direkam dua kali. Tiga hard drive berisi rekaman yang sudah rampung dicuri dari mobil di parkiran supermarket, hanya tiga…
Read More »Mengubah file foto band berformat gambar digital menjadi dentum ketukan lagu rasanya terdengar seperti eksperimen gila yang kelewat iseng. Produser sekaligus pemain selo terlatih…
Read More »Lagu patah hati yang ditulis supaya mantannya keki. End Middle Beginning tidak menutupinya sama sekali, dan I Love You, But justru makin enak karena…
Read More »Murung dulu, lega kemudian. Be Myself dari IV LAYNE bergerak dari bait-bait yang menunduk ke reff yang mengangkat kepala, lagu tentang rasa terjebak di…
Read More »Duo pop rock asal Los Angeles Mama No Likey menolak bersikap dingin saat menyapa kita lewat single anyar bertajuk Venice Soul, sebuah penghormatan terbuka…
Read More »Petikan gitar akustik yang jernih membuka Send Me, pelan dan sabar, seperti orang yang baru selesai berdoa dan belum mau bicara. Lalu drum masuk…
Read More »Peringatan yang nakal dan dilontarkan dengan kepala tegak. Musisi indie pop asal Melbourne, Sidney, menolak bersikap malu-malu saat menyodorkan single anyar bertajuk don’t take…
Read More »Kolaborasi Garrett Kato dan Anna Vaus kembali membawa kita ke petikan gitar akustik yang renyah dan membumi, ke tempo yang sabar, ke folk yang…
Read More »Duo kakak-beradik asal Seoul The Grapes menolak bermain manis saat menyodorkan nomor anyar bertajuk Wanted Me Too. Alih-alih mengejar kilau pop kamar tidur yang…
Read More »Single start over dari HUNJIYA terasa seperti curhat larut malam dengan kawan lama. Dentum bas sintetisnya empuk dan membalut ketukan mesin drum yang stabil,…
Read More »EGOISM melepas single It Takes Two, dan gitar yang meluncur di awal lagu terdengar hampir santai. Namun ia perlahan berubah menjadi lebih mendesak. Ada…
Read More »Tablefox membawa kita kembali ke rock yang terdengar seperti keringat di ruang latihan, bukan ketukan digital. Lewat Seven Years, raungan gitar di awalnya langsung…
Read More »Quality Living menukar kemilau produksi dengan sesuatu yang lebih jujur. Ada kejujuran yang kasar di single Stay Ugly, dan ia terasa seperti nomor yang…
Read More »Bising dan liar tanpa basa-basi. Kuartet indie rock asal Chicago Reserver melepaskan rasa duka yang sempat membungkam mereka lewat nomor anyar bertajuk Creams. Mereka…
Read More »Menemukan foto polaroid kusam di saku jaket yang sudah bertahun-tahun tergantung di balik pintu selalu menyisakan debar yang ganjil. Kejutan sunyi semacam itu yang…
Read More »LaufKlang membuka Into The Sun dengan keberangkatan. Lagu indie pop yang ceria ini datang dari proyek musik independen asal Jerman yang digarap oleh Udo…
Read More »“Hello, it’s nice to meet you” menyambut kita sebelum apa pun terdengar, dan rasanya seperti salam dari orang yang baru datang ke pesta yang…
Read More »Ella Quynh melanjutkan jejak single debutnya, ICONIC, lewat Play it Cool. Sebagai sekuel, lagu ini membawa beban ekspektasi dari single pertamanya, dan ia memilih…
Read More »Dobrakan keras di daun pintu yang langsung membuat cangkir kopi saya di meja ikut bergetar. Kuartet rock asal Wellington, Selandia Baru, Wet Denim, menolak…
Read More »Single ini langsung menyerang dari detik pertama. Good Stuff berjalan di jalur synthpop dan pop dance, dan kaitnya datang tanpa basa-basi. Ketukan terdengar padat…
Read More »