Kabar dari Cheltenham, Inggris, datang lewat petikan gitar akustik yang membuka Burn. Tenang. Tanpa basa-basi.
Joe Wheldon menulis lagu ini dengan cara lama, hanya suara dan gitar akustik. Instrumen yang lebih besar baru datang di The Cider Press Studio, Pershore, saat Dave Draper memproduseri dan mengisi aransemennya. Hasilnya, kendati lebih ramai, tetap terasa intim. Drum dan vokal latar menebalkan reff, tapi petikan gitar yang membuka lagu juga yang menutupnya (sendirian, seperti di awal).
Yang paling manis adalah cara vokal dan gitarnya bersahutan. Kita bisa mendengar percakapan kecil di antara mereka, vokal Joe Wheldon melempar satu baris, gitar menjawabnya, lalu vokal kembali bertanya.
Lagu ini bercerita tentang membutuhkan seseorang yang sudah tak ada di sisi, dan ironisnya setiap panggilan di dalamnya selalu mendapat jawaban, walau hanya dari gitar. Ada rindu yang tidak dibiarkan sendirian dalam percakapan kecil itu. Susunan akordnya cantik, setiap instrumen kebagian tempat, dan suaranya jernih tanpa perlu dipaksa tinggi.
Bentuknya memang akrab. Ia naik dan melandai di tempat yang bisa kita tebak, bridge yang rapuh lalu tenaga penuh lagi, sehingga kejutannya nyaris nihil. Tapi untuk lagu tentang kehilangan, barangkali yang dibutuhkan memang jawaban, bukan kejutan.
Panggung tunggalnya baru digelar awal 2027. Sampai saat itu, kalau kamu sedang merindukan seseorang, putar Burn pelan-pelan. Saya akan melakukan hal yang sama.
Joe Wheldon Profile
Karakter vokal berpasir dan ketukan drum yang memacu adrenalin senada hadir di ulasan Reserver – Parallax serta nomor cadas di arsip Jane’s Party – Scream And Shout.





