Lagu halloween dark pop, foto resmi hitam putih Lady Gaga di balik kaca yang retak
Panduan Musik

13 Lagu Dark Pop untuk Malam Halloween

paraPOP

Di kalender kita, 31 Oktober 2026 jatuh pada hari Sabtu biasa, tanpa tanggal merah, tanpa labu yang diukir di teras, dan tanpa lagu halloween yang diputar berulang-ulang di pusat perbelanjaan. Namun linimasa tidak pernah peduli kalender. Setiap akhir Oktober ia penuh kostum, riasan pucat, dan potongan lagu yang sama, dan sebagian besar lagu itu ternyata berasal dari satu dapur yang sudah sebulan ini kita bahas.

Bulan Dark Pop di ParaPop ditutup di sini. Kami sudah menjawab apa itu dark pop lewat sepuluh lagu pintu masuk, lalu membedah perbedaan dark pop dan darkwave beserta gothic rock dan witch house. Pekan Halloween ini giliran yang paling praktis, yaitu tiga belas lagu dark pop dan tetangganya untuk menemani malam paling seram tahun ini. Angka tiga belas dipilih dengan sengaja, tentu.

Sepuluh lagu di tulisan pertama sengaja tidak kami ulang di sini. Jadi kalau kamu mencari bury a friend atau Cradles, mereka sudah menunggu di sana.

Lagu Halloween dari Dapur Pop Besar, Labu yang Diukir Rapi

Kita mulai dari yang paling tua. Florence and the Machine dengan Seven Devils (2011, Island Records). Lagu ini ada di album kedua Ceremonials, yang seluruhnya diproduseri Paul Epworth dan bunyinya oleh sebagian penulis musik digolongkan baroque pop sampai gothic pop. Ia bukan single, tapi justru paling rajin dipinjam trailer, mulai dari Game of Thrones sampai Agatha All Along. Lagu seram yang seolah lahir untuk mengiringi sesuatu yang buruk akan segera terjadi.

Lady Gaga dengan Bloody Mary (2011, Interscope). Ditulis Lady Gaga bersama Fernando Garibay dan DJ White Shadow untuk album Born This Way, ia meracik electropop, synth-pop, dan trance dengan nyanyian Gregorian di latarnya. Para pengulas waktu itu menyebutnya gotik dan seram. Sebelas tahun kemudian, pada November 2022, versi yang dipercepat jadi latar video TikTok berisi tarian Wednesday Addams dari serial Netflix Wednesday dan ribuan tiruannya. Lagu lama itu akhirnya dikirim ke radio sebagai single pada Desember 2022 dan masuk empat puluh besar di Inggris, Jerman, dan Italia. Album sudah sebelas tahun, lagunya baru naik pangkat jadi lagu halloween wajib. Sabar sekali.

Halsey dengan Castle (2016, Capitol). Aslinya ada di album debut Badlands (2015), lalu direkam ulang untuk film The Huntsman: Winter’s War. Ditulis bersama dan diproduseri Lido, ia menyimpan paduan suara yang menyanyikan Agnus Dei di belakang vokal Halsey. Paduan suara gereja di lagu tentang merebut takhta. Bumbunya pas untuk malam yang butuh sedikit drama.

Billie Eilish dengan you should see me in a crown (2018, Darkroom, Interscope). Single pertama dari album When We All Fall Asleep, Where Do We Go?, ditulis bersama Finneas O’Connell yang juga memproduserinya. Video animasinya digarap bersama seniman Jepang Takashi Murakami, dan di situ Billie Eilish menjelma makhluk setengah gadis setengah laba-laba yang akhirnya mengamuk. Kepala tetap mengangguk, bulu kuduk tetap berdiri.

Lagu halloween dark pop, foto resmi hitam putih Lady Gaga di balik kaca yang retak
Foto: Lady Gaga / ladygaga.com

Kim Petras dengan Turn Off the Light (2018, BunHead). Ini satu-satunya proyek di daftar ini yang memang dibuat khusus untuk Halloween. Pada 1 Oktober 2018, Kim Petras melepas EP delapan lagu Turn Off the Light, Vol. 1 lewat labelnya sendiri, dan NPR menyebutnya mixtape bertema Halloween yang penuh bunyi seram dan tema muram. Kait-kait manis khasnya didandani ulang dengan bunyi industrial yang gelap, dan di lagu utamanya ada tamu kehormatan, Elvira, Mistress of the Dark, pembawa acara film horor legendaris itu. Setahun kemudian semuanya dilebur jadi mixtape penuh Turn Off the Light berisi tujuh belas lagu. Kalau kamu cuma sempat memutar satu lagu halloween malam itu, mulailah dari sini.

Ashnikko dengan seri Halloweenie (2019 dan seterusnya). Bagi Ashnikko, lagu halloween sudah jadi tradisi tahunan. Halloweenie II yang bersubjudul Pumpkin Spice keluar Oktober 2019, disusul Halloweenie III pada 2020 dan Halloweenie IV pada 2021, lalu seluruh serinya dikumpulkan dalam satu EP pada 2024. Rajin seperti arisan, cuma yang dibagikan bukan uang tapi mimpi buruk.

Lana Del Rey dengan Season of the Witch (2019, Interscope). Lagu milik Donovan dari album Sunshine Superman (1966) ini dibawakan ulang untuk film Scary Stories to Tell in the Dark, yang diproduseri Guillermo del Toro, dan diputar di bagian kredit penutupnya. Del Toro sendiri yang memilih Lana Del Rey, karena ia yakin Lana Del Rey akan memakai “alkimianya” untuk mengubah lagu itu. Lagu psikedelik 60-an yang dimasak pelan sampai jadi lagu dark pop. Ia lagu halloween untuk bagian malam ketika tamu mulai pulang.

CHVRCHES dengan Robert Smith di How Not to Drown (2021, EMI, Glassnote). Album keempat trio synth-pop asal Skotlandia ini, Screen Violence, seluruhnya bertema horor. Di lagu ini mereka mengundang vokalis The Cure, band yang namanya muncul berkali-kali saat kita membahas gothic rock pekan lalu. Lagu ini lahir dari demo piano dan drum yang direkam saat salah satu personelnya sedang bergulat dengan depresi, lalu memenangi Best Song by a UK Artist di NME Awards 2022. AllMusic menyebutnya cukup murung untuk menghormati warisan semua yang terlibat. Ada pertemuan dua generasi berbaju hitam di sini, dan keduanya akur.

Lagu Halloween dari Rak Arsip ParaPop, Hantu Kecil yang Ramah

Lima lagu berikut bukan lagu dark pop murni. Sebagian malah pop-punk dan alt rock. Tapi mereka sudah lebih dulu mampir ke ParaPop membawa kostum Halloween, dan rasanya tidak sopan kalau tidak diundang ke pesta sendiri.

Sophie Tex dengan Psycho (2026). Penyanyi remaja asal Toronto ini memilih sesuatu yang lebih dekat daripada hantu dan labu, yaitu teman yang terlalu seru untuk dijauhi. Denyut synth beningnya rapi dan ringan dikunyah. Ia lagu dark pop paling murni di antara kelimanya.

Shansylvania dengan Haunted Hotel (2026). Tokohnya resepsionis vampir yang berjaga di shift malam sambil menunggu kekasihnya kembali. Vampir juga butuh gaji, dan lagu pertama proyek Shannon Provost ini menyimpan sedihnya di balik kostum.

Muo Duo dengan Arachnophobia (2024). Pasangan yang toksik diibaratkan laba-laba raksasa, lalu diantar tiupan trumpet dan bass yang menggelegar. Lagu dansa untuk orang yang baru saja lolos dari jaring.

the Baker’s Basement dengan Skeleton Party (2022). Band asal Cleveland, Ohio, ini meracik alt rock yang renyah dengan tempo yang tidak terlalu cepat. Judulnya sudah menjelaskan seluruh rencana malam.

Dalton Deschain & the Traveling Show dengan Some Dark Magik (2025). Band pulp-punk asal New York ini memang hidup dari tema horor. Gitar dan drumnya berlari cepat, vokalnya seperti narator film seram yang terlalu menikmati perannya, dan cinta yang sudah busuk dicoba dihidupkan lagi lewat mantra.

Menyusun Playlist Halloween untuk Kita yang di Daerah Tropis

Kita tidak punya musim gugur, daun yang rontok, atau anak-anak yang mengetuk pintu meminta permen. Yang kita punya hujan sore, listrik yang kadang padam, dan malam Minggu. Itu sudah lebih dari cukup. Lagu halloween pada dasarnya hanya butuh dua hal, lampu yang diredupkan dan keberanian memutar lagu seram keras-keras.

Kalau mau disusun jadi satu playlist halloween, urutannya bisa mengikuti suhu malam. Buka dengan yang paling bisa diajak berdansa, Turn Off the Light, Bloody Mary, dan Arachnophobia. Masuk ke tengah malam lewat Castle, Seven Devils, dan How Not to Drown. Tutup dengan Season of the Witch ketika semua orang sudah duduk di lantai. Saya sendiri baru sadar, hampir separuh daftar ini lahir dari lagu yang awalnya tidak pernah direncanakan untuk Halloween.

Sambil menyusun milikmu sendiri, playlist dark pop redaksi ParaPop yang kami isi sepanjang Oktober bisa diputar lebih dulu.

Rilisan gelap berikutnya tetap akan mampir di tag dark pop, dan konteks besarnya ada di panduan alt-pop. Kalau masih kurang, playlist lawas kami Songs in the Dark dari 2017 juga masih bisa diputar.

Selamat Halloween. Lampunya silakan dimatikan sendiri.

paraPOP

Parapop Parentheses Preact Pop News Media Outlet for Alternative/Indie In Indonesia Contact us: info@parapop.net