Ulasan lagu Max Ceddo - Waltzing to a Dirge - ParaPOP
ParaMail

Max Ceddo – Waltzing to a Dirge

paraPOP

Muram, sinis, dan sedikit jahil, Waltzing to a Dirge milik Max Ceddo dinyanyikan dari dalam peti mati, oleh narator yang menonton para pelayat di pemakamannya sendiri.

Narator itu kesal karena orang-orang yang dulu tak pernah datang mendadak berdatangan, seperti saudara jauh yang kita kenal baru kelihatan di acara tahlilan (dan paling cepat menghabiskan nasi kotak). Max Ceddo lantas menaruhnya di bait kedua, “Now that I’m dead / People arrive”.

Keyboard berbisik di pembuka, lalu vokal pria masuk dengan tempo sedang. Ada kemegahan yang dibangun pelan-pelan, dari ketukan drum yang berderap seperti barisan sampai vokal latar yang menebal, dan string pad di bagian tengahnya nyaris membuat bulu kuduk kita bergetar. Futurepop bertemu struktur rock progresif, lalu ia melandai sampai senyap.

Kompeten, tapi tidak lebih. Judul Waltzing to a Dirge menjanjikan dansa para pelayat, sementara ketukannya terus berbaris lurus. Saya menunggu dansa itu sampai lagu habis.

Atau jangan-jangan para pelayat itu memang tidak bisa waltz?

Lirik Lagu Max Ceddo – Waltzing to a Dirge

Lower me down
Into the ground
Ashes to ash
And dust to dust
Sadness brings the mourners
To the verge
All of them are
Waltzing to a dirge

Now that I'm dead
People arrive
Who wouldn't have come
If I were alive
I can't understand
This recent surge
Up above they're
Waltzing to a dirge

Time passes on
And memories fade
Nobody comes
To visit my grave
All the hollow homage
And applause
Everyone is
Waltzing to a dirge

Max Ceddo Profile

Track Info & Review Summary


Dentum ritmis yang lincah dan berenergi senada juga bisa kamu temukan dalam ulasan Mia Joy – Wings of Desire, lengkap dengan nomor lawas dari arsip ulasan Will Lynde – The Death of Me.

paraPOP

Parapop Parentheses Preact Pop News Media Outlet for Alternative/Indie In Indonesia Contact us: info@parapop.net