Muram, sinis, dan sedikit jahil, Waltzing to a Dirge milik Max Ceddo dinyanyikan dari dalam peti mati, oleh narator yang menonton para pelayat di pemakamannya sendiri.
Narator itu kesal karena orang-orang yang dulu tak pernah datang mendadak berdatangan, seperti saudara jauh yang kita kenal baru kelihatan di acara tahlilan (dan paling cepat menghabiskan nasi kotak). Max Ceddo lantas menaruhnya di bait kedua, “Now that I’m dead / People arrive”.
Keyboard berbisik di pembuka, lalu vokal pria masuk dengan tempo sedang. Ada kemegahan yang dibangun pelan-pelan, dari ketukan drum yang berderap seperti barisan sampai vokal latar yang menebal, dan string pad di bagian tengahnya nyaris membuat bulu kuduk kita bergetar. Futurepop bertemu struktur rock progresif, lalu ia melandai sampai senyap.
Kompeten, tapi tidak lebih. Judul Waltzing to a Dirge menjanjikan dansa para pelayat, sementara ketukannya terus berbaris lurus. Saya menunggu dansa itu sampai lagu habis.
Atau jangan-jangan para pelayat itu memang tidak bisa waltz?
Lirik Lagu Max Ceddo – Waltzing to a Dirge
Lower me down Into the ground Ashes to ash And dust to dust Sadness brings the mourners To the verge All of them are Waltzing to a dirge Now that I'm dead People arrive Who wouldn't have come If I were alive I can't understand This recent surge Up above they're Waltzing to a dirge Time passes on And memories fade Nobody comes To visit my grave All the hollow homage And applause Everyone is Waltzing to a dirge
Max Ceddo Profile
Track Info & Review Summary
- Artist: Max Ceddo
- Track: Waltzing to a Dirge
- Genre: Dark Pop, Modern Progressive Rock
- Release Date: October 29, 2026
- Label: Independent
- Rating: 4.0 / 5
- Reviewed by: ParaPop.net
Dentum ritmis yang lincah dan berenergi senada juga bisa kamu temukan dalam ulasan Mia Joy – Wings of Desire, lengkap dengan nomor lawas dari arsip ulasan Will Lynde – The Death of Me.





