Butuh dua orang untuk bertengkar, dan Come To Your Senses memberi keduanya mikrofon. Songs of Solomon, nama panggung penyanyi asal Southampton Solomon Machanick, menggandeng CheraLee, musisi berbakat yang lemari pialanya sudah sesak, untuk duet pop rock tentang dua orang yang sama-sama pura-pura sudah move on.
Ia dibuka dengan drum gitar yang renyah, lalu vokal perempuan masuk lebih dulu sebelum vokal pria menyambung di bait pertama. Gitar elektrik mulai berlapis, drum menebal menjelang reff pertama, dan di bait kedua bas elektrik ikut menopang dari bawah. Tekstur akustiknya tetap terasa di sela-sela racikan, dan jejak akar country serta folk Songs of Solomon masih bisa dicium. Di reff terakhir semuanya bertumpuk, harmoni vokal saling bersilangan, dan kepala kita mengangguk tanpa disuruh.
Ada kejujuran yang menyebalkan di lirik ini, jenis yang biasanya baru keluar setelah gelas ketiga. Kedua tokohnya sudah bilang ke teman-teman bahwa mereka sibuk dan baik-baik saja, padahal kita semua tahu setiap tempat yang dihindari justru menarik mereka kembali. Di bridge tuntutannya malah dilucuti, tidak perlu jawaban sempurna, tidak perlu ada yang berlutut. “We got good at pretending / We got worse at the truth”, nyanyi mereka. Dua baris itu cukup untuk membuat siapa pun yang pernah balikan dengan mantan menunduk.
Reff-nya sendiri, “Come to your senses / I’ll come to mine”, kembali berkali-kali sampai ujung lagu, ditambah seruan “come on” yang diulang-ulang. Menjelang akhir saya mulai geregetan, seperti dinasihati teman yang lupa sudah mengatakan hal yang sama lima menit lalu.
Lalu siapa yang lebih dulu sadar di Come To Your Senses?
Songs of Solomon Profile
- iamsongsofsolomon.com
- www.facebook.com
- www.instagram.com
- open.spotify.com
- soundcloud.com
- www.youtube.com
Resonansi instrumen organik dan cerita personal yang tak kalah menyentuh bisa kamu telusuri di ulasan Big Winner – Swallow dan ulasan arsip Jake Adler – Happy Home.





